APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Alina mendambakan kelulusan yang damai di Horizon International Academy. Namun, takdir justru mengikatnya dalam pernikahan rahasia dengan Arion Mahendra Kwon, atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Meski status sosial mereka sangat kontras, kebencian di antara keduanya perlahan berubah menjadi benih cinta yang tak terduga. Kini, Alina terjebak dalam dilema besar: bertahan mendampingi Arion yang penuh risiko atau hancur terbakar oleh api asmara mereka sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ah, masih lama. Dua jam lagi..." gumam Alina sambil melirik jam dinding. Dia lagi rebahan mendengarkan musik di tempat tidur. Tapi dia merasa kayak ada yang salah..

"ASTOGE! JAM DELAPAN YA INI! UDAH JAM SEGINI AJA!"

Alina langsung panik. Ini jam delapan yang berarti dua jam lagi dia harus sampai sekolah! Tanpa mikir panjang, dia langsung menyambar handuk dan lari ke kamar mandi.

Setelah mandi dan pakai baju dengan kilat, Alina berdiri di depan cermin. Dia mengambil liptint merah muda dan maskara tipis, biar kelihatan fresh tapi nggak menor. Ketika sudah puas dengan penampilannya, dia buru-buru mengunci pintu rumah dan cek peta di ponsel untuk lihat rute ke sekolah.

"Serius harus jalan sejauh ini? Duh, kenapa gak ada angkot lewat sih disekitar sini?" Dia menghela napas panjang. Sebenarnya satu kilometer bukan masalah. Tapi siang itu panas banget, matahari terik kayak mengajak duel. Bikin dia jadi mikir dua kali buat jalan.

"Dua puluh menit ke sekolah, nembus cuaca kayak oven... fix ini sih tantangan baru," batinnya sambil menyiapkan mental buat berangkat.

"Yaudah deh, gas aja," gumamnya sambil jalan cepat.

Alina menyusuri jalan sambil melihat maps, melihat tembok tinggi di depannya yang nggak biasa. Seperti bukan pagar sekolah kebanyakan, ini lebih mirip tembok rumah sultan. Alina langsung bengong sambil terus jalan.

Dia lihat atap biru tua gedung utama sekolah. Temboknya tinggi melingkari kompleks itu. Pagarnya juga lebih mirip pagar rumah orang tajir. Dari luar, sekolahnya tampak lebih mewah dari apa yang disebut di brosur. Horizon International Academy benar-benar besar, luasnya sampai 30 hektare. Nggak cuma buat kelas, lahan itu juga buat fasilitas lain yang super lengkap.

Alina akhirnya sampai di jalan menuju gerbang utama. Di depannya berdiri gerbang besi dengan tulisan huruf "HIA" di tengahnya. Di atasnya terdapat bendera biru dan merah bertuliskan, "SELAMAT DATANG SISWA DAN SISWI BARU."

"Ya ampun formal banget," pikirnya sambil masuk. Gerbangnya terbuka lebar, untung nggak ada satpam yang jaga. Mungkin karena ini adalah hari kedatangan murid baru.

Langkahnya otomatis melambat. Dia nggak mau terlihat mencolok. Soalnya, hampir semua murid lain pasti pada datang memakai mobil-mobil mewah. Sementara Alina? Jalan kaki, bro.

Belum sempat dia masuk gerbang, tiba-tiba...

CEKREK!

CEKREEEK!

Cahaya kamera mendadak menyorot ke wajahnya. Alina langsung melindungi matanya dengan tangan, kaget banget. Teriakan-teriakan mulai terdengar. Langkahnya terhenti. Wartawan mulai bermunculan dari segala arah.

"Alina, bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Rasanya bisa diterima di sini bagaimana?"

"Benarkah kamu...?"

Pertanyaan bertubi-tubi itu bikin otaknya nge-blank. Sebelum dia sempat mengetahui apa yang terjadi, seseorang muncul entah dari mana. Seorang cowok tinggi, terganteng yang pernah Alina lihat. Dia pakai kacamata hitam dan topi. Cowok itu langsung masuk ke kerumunan dan berdiri di samping Alina.

Tanpa minta izin dulu, lengannya melingkar di pinggang Alina. Refleks, dia menarik Alina lebih dekat sambil menghalau kepadatan. Gesturnya tenang, kayak sudah sering banget mengahadapi wartawan kayak gini. Dengan suara rendah tapi tegas, dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya,

"Hei... Kasih dia jalan dong," katanya, suaranya kalem tapi bikin semua orang di situ diam.

Alina hampir nggak sadar waktu cowok itu menuntun dia ke sebuah mobil mewah yang terparkir di dekat mereka. Sebelum sempat protes, Alina sudah duduk di kursi penumpang, sementara pria itu menutup pintu di sebelahnya.

Cowok itu pun masuk mobil, lalu menyentuh kedua pundak Alina sambil menatap kedua matanya.

"Lo oke kan?" tanyanya. Tatapannya dalam banget.

Alina berani bersumpah kalau saat itu jantungnya beneran kayak mau copot.

Alina cuma bisa mengangguk pelan. "Eh... iya. Gue... gue baik-baik aja kok," jawabnya gugup. Suara tenggelam saat berbicara di dalam mobil yang begitu mewah.

Cowok itu melirik Alina sekilas sebelum menyalakan mesin mobil. "Lo nggak boleh jalan sendirian di tempat kayak gini."

Kalimat itu membuat Alina bingung. "Maksud lo?"

Cowok itu menghela napas. "Wartawan tadi tuh bukan dari media resmi. Mereka cuma cari gosip murahan. Sekolah ini sering banget jadi target, soalnya banyak anak-anak dari keluarga terkenal yang sekolah di sini."

Alina cuma bengong.

Benar juga. Apa pentingnya dia mata para wartawan? Dia bukan siapa-siapa. Pandangannya tanpa sadar beralih ke kaca mobil, melihat pantulan dirinya sendiri. Alina jadi makin sadar betapa berantakannya dia sekarang. Tapi dia berharap cowok itu mengira wajahnya merah hanya karena kepanasan bukan deg-degan.

Tapi perhatian Alina teralihkan saat melihat logo kecil di lengan kaus polo cowok itu. Logo itu memuat nama ARION , diakhiri huruf Korea "권" (Kwon) dengan gaya elegan. Saat itulah Alina baru sadar di samping siapa dia duduk.

Jantungnya langsung berdegup kencang dan wajahnya langsung memanas.

Cowok ini bukan orang biasa. Dia Arion Mahendra Kwon, kapten tim sepak bola Horizon Tigers. Nama dia udah terkenal banget di televisi, apalagi sebagai anak orang kaya dan atlet berbakat. Alina ngerasa kayak ada di dalam mimpi.

Dia nanya pelan, "Eh, ini nggak bakal jadi masalah kan? Maksudnya, buat lo... atau kita, eh, gue maksudnya."

Arion cuma menyeringai santai. "Masalah? Tenang aja. Mereka nggak bakal berani ngapa-ngapain lo, asal lo nggak tampil kayak gini terus." Matanya melirik blouse gombrong yang dipakai Alina, terus ke celana jins robeknya.

"Blouse lo kegedean, terus celana lo sobek... Lo keliatan kayak habis nyungsep," komentar Arion sambil ketawa kecil.

Wajah Alina langsung merah. Dia baru sadar blouse ini salah ambil karena dia terburu-buru tadi pagi. Ini blouse milik Vera, teman serumahnya. Jins-nya juga robek karena tadi nyangkut di pagar waktu dikejar anjing di jalan.

Duh, malu banget!

Sambil membelokkan setirnya, Arion tiba-tiba mengambil sesuatu dari kursi belakang.

"Kayaknya lo butuh ini," kata Arion lagi sambil menyodorkan sebuah jaket hitam ke Alina. "Pakai. Atau gue robek jeans lo jadi lebih lebar sekalian biar makin matching."

Walaupun pakai kacamata hitam, jelas banget dia ngelihatin sobekan jins di paha Alina yang kelihatan kontras itu. Senyuman nakalnya bikin Alina merasa deg-degan, wajahnya langsung merah. Padahal mereka baru aja kenal, tapi cowok itu kayak punya pesona yang susah banget dihindarin.

"Apaan sih lo!" sergah Alina dengan suara tinggi. Wajahnya makin merah. "Lo tuh orang mesum ya?! Jangan liat gue kayak gitu!"

Arion cuma ketawa kecil sambil mengangkat bahu. "Tenang, gue cuman ngasih saran. Lo nggak mau kan keliatan kayak gembel pas ketemu mereka?"

"Mereka siapa sih?" tanya Alina curiga.

Arion gak langsung jawab. Dia hanya menunjukkan ke luar kaca mobil. Pandanga

n Alina mengikuti arah tunjukannya.

Di sana, Alina melihat sekelompok orang berkumpul di halaman berumput Horizon International Academy. Mereka berdiri dalam kelompok-kelompok kecil, dikelilingi oleh kamera dan peralatan wawancara. Beberapa di antara mereka mulai melirik mobil Arion yang mendekat..

"HAH?!"

Alina otomatis panik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni mengabdi dalam sepi, diabaikan sang suami yang malah membiarkannya bersama lelaki lain. Sikap dingin itu perlahan mengikis kesetiaan yang selama ini ia pertahankan dengan susah payah. Berada di titik jenuh akibat penderitaan yang tak berkesudahan, Tisni akhirnya bertekad untuk melangkah pergi. Namun, benarkah keputusan meninggalkan pernikahan ini adalah langkah yang tepat? Ikuti perjuangan batinnya dalam menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sampul Novel Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
9.4
Pernikahan yang kukira sempurna selama lima tahun hancur begitu saja. Sebuah email pembaptisan di laptop suamiku mengungkap rahasia besar: dia menggendong bayi bersama influencer terkenal, Rania Adeline. Ternyata, alasan pekerjaan yang sering ia pakai hanyalah dusta demi menutupi keluarga barunya di luar sana. Setelah sekian lama mengorbankan mimpi demi dirinya, pengkhianatan ini menyadarkanku. Aku pun memilih pergi dan segera mengambil beasiswa arsitektur di Singapura.
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Pernikahan di lingkungan pesantren antara Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjadi karena perjodohan orang tua. Namun, Aaraf berterus terang belum bisa mencintai Kayshilla sebab masih mengharapkan wanita lain. Kenyataan pahit ini memaksa Kayshilla berjuang menghadapi bayang-bayang masa lalu sang suami. Di tengah badai ujian rumah tangga, sanggupkah ketulusan dan kesabaran Kayshilla mencairkan sikap dingin Aaraf demi meraih cinta seutuhnya?
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Hubungan asmara Reza dan Arini dipenuhi rintangan dan jauh dari kata sempurna. Sebagai sosok pertama yang mengisi hati Arini, Reza menuntut sebuah pengorbanan besar darinya. Arini dipaksa belajar merelakan demi cinta yang terasa semu. Situasi kian rumit karena masa lalu Reza bersama Maya terus membayangi mereka. Kini, Arini harus memilih: terus bertahan untuk menjadi pelabuhan terakhir Reza, atau menyerah dan hanya menjadi penonton yang menyaksikan akhir kisah mereka.
Sampul Novel SAMSARA
9.3
Sejak menginjak umur tujuh belas tahun, hidup Larasati Sinta tidak lagi sama karena berbagai kejadian ganjil terus menerornya. Situasi kian rumit dengan munculnya Erland Altair Januar. Walau hubungan mereka diawali kejadian buruk yang menciptakan jarak, senior idola sekolah itu justru pantang menyerah mendekati Laras demi menjadikannya pacar. Kini, Laras terjepit di antara teka-teki misterius yang membayangi dan obsesi Erland yang membingungkan.
Sampul Novel Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu
9.2
Dilatih keras sejak kecil untuk menjadi pelindung sekaligus istri pewaris sindikat mafia Valerio, sang protagonis akhirnya menikah dengan Axel Valerio setelah rivalnya, Estella, tewas. Namun, setelah mengorbankan nyawa demi melindungi Axel dari tembakan, ia mendengar kenyataan pahit bahwa tempat di sisi Axel hanya untuk mendiang Estella. Saat terbangun dari kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu, tepat di hari penobatan Axel sebagai kepala keluarga baru, siap mengubah takdirnya.