APKDock Logo
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

8.0 / 10.0
Dua minggu sebelum hari bahagia, Felix Darmaji kembali menunda pernikahan demi membantu pameran lukisan Shifa Adnan. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya Felix mengabaikan komitmen demi merawat Shifa di luar negeri dan menemaninya ke gunung terpencil. Muak dengan prioritas Felix yang keliru, sang protagonis memutuskan menghubungi Callen Harlan, teman masa kecil sekaligus putra mahkota konglomerat properti terbesar. Sebuah tawaran pernikahan diajukan. Saat hari yang dijanjikan tiba, Felix hanya bisa terpaku menatap siaran langsung pernikahan megah Callen dengan mata memerah penuh penyesalan.

Apa Kamu Kurang Istri? Bab 1

Dua minggu sebelum pernikahan, Felix Darmaji tiba-tiba menunda upacara pernikahan kami.

Dia berkata, "Shifa bilang kalau hari itu adalah pameran lukisan pertamanya. Dia sendirian saat acara pembukaan nanti. Aku khawatir dia merasa ketakutan kalau nggak sanggup menghadapi situasi itu, jadi aku harus pergi untuk membantunya."

"Kita berdua juga nggak memerlukan acara penuh formalitas seperti ini. Apa bedanya kalau kita menikah lebih cepat atau lebih lambat sehari?" lanjut Felix.

Namun, ini adalah ketiga kalinya pria ini menunda tanggal pernikahan kami demi Shifa Adnan.

Saat pertama kali, Felix mengatakan bahwa Shifa baru saja menjalani operasi. Wanita itu merindukan makanan dari kampung halamannya, jadi Felix tanpa ragu pergi ke luar negeri untuk merawatnya selama dua bulan.

Saat kedua kalinya, Felix mengatakan bahwa Shifa ingin pergi ke pegunungan terpencil untuk melukis serta mencari inspirasi. Felix khawatir akan keselamatannya, jadi dia ikut bersama wanita itu.

Ini adalah ketiga kalinya.

Aku menutup telepon, menatap teman masa kecilku, Callen Harlan, yang sedang duduk di seberang dengan sikap santai. Dia sedang mengetuk lantai marmer dengan tongkat berhias zamrud di tangannya, membentuk irama yang teratur.

"Apakah kamu masih mencari seorang istri?" tanyaku.

Pada hari pernikahanku, Shifa yang tersenyum manis sedang mengangkat gelasnya, menunggu Felix untuk bersulang bersamanya.

Namun, pria itu justru menatap siaran langsung pernikahan putra kesayangan Grup Harlan, pengembang properti terbesar di negara ini, dengan mata memerah.

Suara ketukan tongkat tiba-tiba berhenti. Callen mengangkat matanya untuk menatapku dengan pandangan yang dalam. "Apa kamu sudah memutuskan?"

"Bukannya aku nggak pernah memberinya kesempatan." Aku mengangkat bahu, lalu melanjutkan, "Pepatah mengatakan, sesuatu nggak boleh terjadi lebih dari tiga kali. Dia sudah menunda pernikahan tiga kali demi wanita yang sama. Artinya, kami memang nggak berjodoh. Untuk apa dipaksakan?"

Callen tersenyum sambil mengangkat alisnya, lalu membalas, "Karena kamu sudah memutuskan, aku akan mulai menyuruh orang untuk mempersiapkan semuanya. Pernikahan yang diselenggarakan Grup Harlan pasti akan menarik perhatian dunia. Kamu harus siap secara mental."

"Setengah bulan lagi, semua orang akan tahu siapa istri dari pewaris Grup Harlan."

Aku menatap pria di hadapanku, tahu bahwa dia sedang menyatakan tekadnya dengan serius.

"Baiklah, kamu tenang saja. Keluarga Sanaz juga akan berusaha keras mendukung Grup Harlan ke depannya. Kami nggak akan menjadi beban kalian," ujarku.

Callen tersenyum menatapku dengan makna tersirat, lalu membalas, "Aku nggak melakukan ini demi Grup Harlan."

Aku pulang ke rumah, mulai mengemasi semua barang yang berhubungan denganku di tempat ini dengan cepat. Pada saat ini, Felix mendorong pintu, lalu melangkah masuk. Pertama-tama, wajahnya tampak terkejut, lalu dia mencibir.

"Frany, kamu mulai lagi. Memangnya berapa umurmu? Setiap kali bertengkar, kamu akan langsung kabur dari rumah. Kekanak-kanakan sekali!"

"Apa kamu begitu ingin menikah? Sudah aku bilang, hari itu memang kebetulan bertabrakan. Ini bukan berarti aku nggak akan menikahimu."

Nada ketidaksabaran seolah sudah meluap keluar dari ruangan ini. Aku dengan cekatan mengemasi barangku tanpa menoleh kepadanya sama sekali.

"Siapa bilang aku mau kabur dari rumah? Barang-barang di sini terlalu banyak, jadi aku akan membereskan beberapa barang yang nggak diperlukan," balasku.

'Sekalian membuangmu juga,' tambahku dalam hati.

Felix bersandar di ambang pintu, mengeluarkan sebatang rokok dengan santai, lalu memasukkannya ke dalam mulut. "Oh, kalau begitu kamu juga bisa sekalian membersihkan kamar tamu. Shifa akan tinggal di sini untuk beberapa ini. Tempat ini dekat dengan galeri, jadi akan lebih mudah untuknya kalau tinggal di sini."

Aku mengangguk, menyetujui perkataannya, "Baiklah, besok aku akan menyuruh orang membersihkan kamar tamu. Kira-kira, apa ada lagi yang perlu disiapkan untuknya?"

Tangan Felix yang sedang menyalakan rokok terhenti sejenak, seolah agak tidak percaya.

Nadanya tiba-tiba menjadi lebih lembut, "Sayang, aku tahu kalau belakangan ini aku sudah menyusahkanmu. Bukankah kamu menyukai cincin pernikahan merek X? Kita akan memesan satu set lagi, jadi kamu bisa bergantian memakainya."

"Belakangan ini mungkin aku nggak punya banyak waktu menemanimu. Ini adalah pertama kalinya Shifa mengadakan pameran, jadi aku harus lebih banyak mengurusi dia."

"Setelah melewati masa sibuk ini, setelah pameran lukisan Shifa selesai dengan baik, aku pasti akan menemanimu."

Aku tetap tidak menoleh meski dadaku terasa sesak. Nada suaraku pun sangat lembut.

"Nggak apa-apa, kamu nggak perlu menemaniku. Kamu urus saja urusanmu, kebetulan aku punya banyak barang yang perlu dibersihkan pelan-pelan."

Felix tidak bertanya mengapa kamarku yang selalu bergaya minimalis, tiba-tiba memiliki begitu banyak barang yang perlu dibersihkan.

Dia hanya merasa bahwa aku tiba-tiba menjadi pengertian, serta merasa sedikit lega. "Sebenarnya ruang baca itu memang harus diubah menjadi studio lukis. Cahaya mataharinya terlalu terang. Kalau barang-barang penelitianmu ditaruh di sana, cahaya sebagus itu akan jadi sia-sia, nggak akan berguna. Lebih baik, ruangan itu menjadi tempat Shifa untuk melukis."

"Kamu benar," kataku menyetujui.

Aku terus mengemasi barang di tanganku tanpa henti. "Kalau dia menyukai ruangan itu, serahkan saja padanya sebagai studio lukis."

'Karena wanita itu begitu suka merebut milik orang lain, aku akan serahkan rumah dan pemiliknya sekalian untuknya,' pikirku.

Keesokan harinya, Felix bergegas ke bandara untuk menjemput Shifa, bahkan sampai tidak menyentuh sarapan sedikit pun.

Pelukis wanita terkenal pulang untuk mengadakan pameran. Semua media berlomba-lomba untuk memberitakan tentang hal ini. Berita utama di Twitter pun langsung menyebar luas.

Banyak yang memberi komentar mengenai berita ini. [Ahli saham bertangan emas dan pelukis wanita romantis. Berikan penanya padaku, biar aku yang menulis ceritanya!]

[Pasangan yang nggak bisa dibenci, karena mereka memang sangat serasi. Cinta yang indah memang pantas mereka dapatkan!]

Lanjut Membaca

Daftar Isi Apa Kamu Kurang Istri?

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Nahas bagi Kim Nara yang tewas di tangan kekasihnya, Axel, usai memergoki pria itu berselingkuh. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk membalas dendam lewat sebuah misi misterius. Ia terbangun di dalam tubuh permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang terkenal kejam. Nara segera menyadari fakta mengerikan bahwa seluruh istri sang kaisar selalu tewas pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali merenggut nyawanya.
Sampul Novel Kasih Ibu, Dosa Ibu
9.0
Sebagai influencer pengasuhan anak, istriku dikenal sangat keras mendidik putra kami. Namun, tindakan ekstremnya melampaui batas saat anak kami mendorong putri mantan pacarnya di sekolah. Demi menghukumnya, dia mengurung sang putra di balkon lantai 18, lalu pergi menemani anak dari cinta pertamanya. Di tengah kesendirian, tubuh kecil putra kami lolos dari jeruji pembatas hingga jatuh mengenaskan. Teriakan histerisnya meminta tolong diabaikan begitu saja oleh ibunya yang tidak pernah menoleh kembali.
Sampul Novel Mimpi Yang Retak
7.9
Kemegahan rumah tangga keluarga Johnson nyatanya cuma kedok belaka. Alice memendam kepedihan mendalam di balik senyumannya, sedangkan Daniel begitu berambisi mempertahankan citra suksesnya. Begitu rahasia kelam perlahan terbongkar dan rasa percaya lenyap, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatukan kembali mimpi yang hancur atau terus terperosok dalam kepalsuan. Kisah penuh pengkhianatan ini menguji peluang kebahagiaan sejati di tengah puing kehancuran.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sebagai pewaris tunggal Grup William, Sean Axel dikenal sangat tegas dalam bisnis. Meski banyak selebriti wanita mendekatinya demi harta, ia merasa muak dengan kepalsuan mereka. Hidup sang miliarder berubah total setelah bertemu seorang wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Kini, Sean justru berjuang keras mengejar cinta perempuan tersebut, berharap dapat menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidupnya.
Sampul Novel Setelah Bercerai
8.6
Pasca-perceraian, sepasang mantan suami istri dipertemukan kembali oleh kondisi kritis buah hati mereka yang di ambang maut. Sang ibu selama ini berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal, sedangkan sang mantan suami justru sibuk dengan kehidupan barunya. Meski sang istri sempat membatasi pertemuan, kini ego harus ditekan demi anak mereka yang tengah bertaruh nyawa akibat kelalaian masa lalu. Akankah mereka mampu bersatu demi menyelamatkannya?
Sampul Novel Tapal Batas
8.6
Effendik, pemuda desa yang didera takdir pahit sejak kecil, berjuang menemukan jati dirinya. Sepuluh tahun ia terpuruk akibat kegagalan cinta pertama, hingga akhirnya bertemu Chusnul yang dikira sebagai jawaban atas doa. Namun, kenyataan pahit kembali menerpa saat ia mengetahui bahwa Chusnul adalah sepupu jauhnya yang telah mendambakan pria lain. Ikuti kisah pilu perjuangan Effendik menghadapi patah hati yang teramat dalam di romansa penuh liku ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan