APKDock Logo
Sampul Novel Antara Takdir dan Cinta

Antara Takdir dan Cinta

9.3 / 10.0
Azra Guzel Nawala tak berdaya saat Daren memaksanya menikah tanpa celah untuk menolak. Pria egois itu hanya tahu cara memberi perintah mutlak, mengabaikan arti cinta suci bagi Azra. Padahal, hati Azra sepenuhnya milik Bima, lelaki yang begitu ia dambakan meski sulit digapai. Kini, takdir justru melempar Azra ke pelukan Daren yang terobsesi padanya. Ia pun terjebak dalam dilema besar, meratapi impian indahnya yang hancur akibat pernikahan paksa ini.

Antara Takdir dan Cinta Bab 1

Taman Putri Kaca Mayang, Pekanbaru.

Jum'at, 5 Agustus 2022.

Siang hari, 14.00 WIB.

Azra sedang duduk di salah satu tempat yang ada di taman Putri kaca Mayang Pekanbaru. Matanya menatap kosong ke depan menerawang sesuatu yang sudah beberapa hari ini membuat sesak dadanya. Sekuat mungkin Azra menahan air mata yang terus saja mendesak ingin keluar. Berbagai macam beban bertumpu di pundak. Belum selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah yang lain sampai Azra sendiri bingung bagaimana caranya mencari solusi agar dapat keluar dari segala kerumitan ini.

Hah!

Azra menghembuskan nafas panjang. Mencoba tersenyum sembari menatap anak-anak yang berbahagia tengah bermain bersama keluarga mereka. Terlintas di pikiran Azra, andai saja dia dapat tertawa lepas bahagia seperti anak itu mungkin semuanya akan terasa sangat ringan tanpa beban. Getaran ponsel mengalihkan perhatian Azra. Senyuman manis terukir di bibirnya mendapati pesan dari seorang pria yang sangat dia cintai.

"Lagi di mana, Dek? Udah pulang dari klinik, belum?" Isi pesan singkat dari Bima, pria yang sudah menjalin hubungan dengannya beberapa bulan terakhir. Hanya pesan singkat seperti itu saja, tetapi berhasil menghangatkan hati Azra.

"Udah, Mas. Nih, aku lagi duduk di Kaca Mayang," balas Azra dengan cepat. Dia tidak mau Bima terlalu lama menunggu pesan balasan darinya.

"Gimana kata dokter, Dek?" tanya Bima akan kesehatan Azra yang memang sedikit terganggu beberapa bulan terakhir.

"Semuanya udah mulai baik, Mas. Cuma, bulan depan tetap harus check up lagi. Setiap bulan harus ke klinik sampai benar-benar sembuh." Azra mengetik dengan gerakan yang sangat cepat. Wajar saja, dia yang menggunakan ponselnya untuk mencari uang tambahan tentu sudah terbiasa mengetik cepat.

"Maaf, Mas ngak bisa ngantar," lanjut Bima dengan emoticon sedih.

Mengirimkan balasan dengan senyuman yang terdapat love di sana, Azra berusaha menunjukkan kalau dia sekarang sedang baik-baik saja.

"Ngak papa, Mas. Aku ngerti, ko."

"Lagian, aku udah biasa kemana-mana sendiri. Jadi, aku nggak kaget lagi. Mas tenang aja. Mas tahu kan, kalau aku pemberani?"

Dua kali Azra mengirimkan pesan singkat balasan. Azra tidak mau Bima mengetahui kalau sebenarnya saat ini dia sedang membutuhkan sandaran.

Berbagi cerita dan keluh kesah sembari mengeluarkan segala apa yang tertahan di hatinya. Sayang sekali, kesempatan itu belum datang padanya saat ini.

"Iya, Mas tahu. Cuma, rasanya lain aja. Biasanya, kan Mas bisa ngantar Adek, tapi karena kerjaan Mas yang bener-bener ngak bisa ditinggal, jadi Adek harus pergi sendiri," balas Bima mengungkapkan penyesalannya.

Yah, sebelumnya Bima tidak pernah absen mengantarkan Azra pergi ke klinik memeriksakan kesehatannya. Hanya saja, kali ini pekerjaan yang menumpuk benar-benar tidak bisa ditinggal. Bahkan beberapa berkas kantor yang akhir-akhir ini menggunung membuat Bima harus lembur tiap malam.

Azra tersenyum kecut membaca pesan dari kekasihnya. Dia sama sekali tidak marah. Bukan teman pergi ke klinik yang dibutuhkan Azra, tapi teman untuk berbagi masalah yang saat ini mengganggu pikirannya.

"Yah, Mas rasanya memang lain. Bukan cuma karena Mas Bima yang nggak bisa ngantar aku ke klinik, tapi ada hal lain yang lebih besar dari itu. Sesuatu yang membuatku terganggu dalam tidurku. Sayangnya, Mas Bima nggak pernah mau membicarakan hal itu bersamaku," gumam Azra pelan sembari menatap ponsel dalam genggamannya. Membaca pesan Bima yang sampai saat ini sudah lebih dari 15 menit belum juga dia balas.

"Belum lagi tentang ibu yang kesehatannya semakin hari semakin memburuk. Dari mana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu? Sementara gajiku dari bekerja ditambah dengan tabunganku masih jauh dari kata cukup," lanjut Azra yang masih menatap ponsel seolah Bima mendengar apa yang menjadi kegelisahannya saat ini.

Belum sampai Azra mengetik pesan balasan untuk Bima, pesan baru yang masuk dari pria itu membuat Azra hanya bisa tersenyum terpaksa.

"Ya, udah dulu ya, Dek. Mas mau lanjut kerja biar nanti malam ngak lembur. Mas pingin pulang cepet biar bisa istirahat cepet juga," isi pesan Bima. Lalu tidak lama kemudian pesan kedua dari Bima menyusul.

"Nanti kalau mau pulang, hati-hati. Jangan ngebut-ngebut. Oh, ya, jangan lupa kasih tahu sama Mas kalau udah sampai rumah. Assalamualaikum."

Senyuman tipis terbit di sana, Azra menggeleng tidak mengerti. Padahal Bima tahu kalau rumahnya tidak jauh. Masih sekitaran Pekanbaru, tapi pria itu menganggap rumahnya seolah berada di ujung dunia sampai harus memberikan pesan seperti itu.

"Yang semangat kerjanya, Mas. Kalau capek natap laptop terus, Mas istirahatkan sebentar matanya. Jangan lupa menjaga kesehatan. Nanti kalau udah kayak aku, jadinya malah payah buat sembuh." Pesan pertama sudah Azra kirimkan. Dia kembali mengetik pesan kedua untuk membalas pesan kedua Bima.

"Ya, nanti kalau aku udah sampai di rumah, aku kasih tahu Mas Bima. Jangan lupakan kalau rumahku sebenarnya deket, cukup 30 menit saja udah sampe. Jadi, Mas Bima ngak usah khawatir banget sama aku. Wa alaikumussalam."

Pesan sudah terkirim keduanya, tapi belum bercentang biru. Padahal saat ini Bima masih aktif. Mungkin pria itu sedang sibuk dengan rekan kerjanya, pikir Azra mencoba untuk selalu berpikiran positif.

Merasa dia sudah cukup mengistirahatkan pikirannya di tempat itu Azra beranjak dari tempat. Dia berjalan sembari membawa minuman di tangan kanannya. Tas ransel sederhana selalu setia menemani kemanapun Azra pergi.

Saat sudah hampir sampai di tempatnya meletakkan sepeda motor, Azra yang sedang sibuk dengan ponselnya tidak fokus melihat keadaan. Dia hampir saja terserempet oleh orang yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi. Bahkan bisa dibilang orang itu termasuk ugal-ugalan dalam membawa sepeda motor di tempat yang tidak seharusnya.

Beruntung sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi. Tepat ketika Azra hampir saja terserempet, seseorang menariknya cepat menyelamatkan.

Azra merasa tubuhnya tertarik kuat. Spontan, Azra tidak sadar langsung mengalungkan kedua tangannya di leher orang yang sudah menyelamatkan dia sembari memejamkan matanya erat.

Syukurnya ponsel Azra tidak terjatuh. Benda pipih itu masih tetap berada dalam genggaman meski saat ini dia memeluk leher orang yang sudah menyelamatkannya.

"Orang itu sudah pergi, Nona. Anda sudah bisa tenang, sekarang. Lain kali berhati-hati lah kalau sedang berjalan. Jangan hanya karena sebuah ponsel justru membuat nyawa anda berada dalam bahaya," ucap seorang pria yang saat ini kedua tangannya memeluk pinggang Azra.

Posisi mereka berdua terlihat begitu mesra. Jika orang tidak tahu mengenai kejadian yang sebenarnya pasti mereka mengira yang tidak-tidak tentang Azra dan pria itu.

Suara seorang pria yang terdengar sangat dekat membuat Azra membuka pejaman matanya. Seketika dia langsung disambut oleh mata indah pria itu. Azra seperti terhanyut di dalamnya. Bahkan dunia terasa berhenti berputar.

Bukan hanya itu saja, orang-orang yang tengah melintas dan melihat mereka berdua yang masih dalam posisi berpelukan menganggap seolah dunia hanya milik mereka berdua, yang lain cuma numpang.

"Terpesona oleh ketampananku, Nona?" Pria itu bertanya setelah tidak mendapatkan tanggapan Azra.

Ternyata, pertanyaan itu masih belum dapat menyadarkan Azra. Akhirnya pria itu kembali membuka suara sembari melepaskan sebelah tangan kanannya yang tadi memeluk pinggang Azra.

Sementara tangan kiri masih tetap berada di sana menahan tubuh Azra. Dengan tangan kanan menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajah Azra, perkataan pria itu berhasil membawa wanita di hadapannya kembali pada kesadaran saat ini.

"Apa aku terlalu mempesona sampai membuatmu melupakan duniamu, hmm? Atau aku perlu membawamu langsung menghadap kedua orang tuamu lalu merubah status kita berdua menjadi sah?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Antara Takdir dan Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )
8.5
Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang asing dengan urusan dapur, nekat menyamar sebagai Cia. Demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya, ia rela menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald dibuat pusing oleh ketidakmampuan Cia yang hampir membakar dapur saat merebus air. Meski dianggap gila karena boros dan polos, interaksi unik pelayan amatir dan majikan angkuh ini perlahan menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Penyesalan mendalam menghantui Aarav Ravindra karena telah mengabaikan sang istri akibat konflik masa lalu. Begitu ia mulai mencintainya, sang istri justru berpulang untuk selamanya. Di tengah rasa bersalah yang menghancurkan hidupnya, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua. Sebuah keajaiban datang lewat sosok wanita misterius yang menawarkan kemampuan melintasi waktu. Kini, Aarav harus berjuang memperbaiki masa lalu dan menghapus luka yang membekas.
Sampul Novel I'm Baby Doll
8.1
Model seksi Gea Mexalla terjebak dalam sisi gelap dunia hiburan, dipaksa melayani para sponsor demi ketenaran. Saat berniat keluar demi kariernya, ia malah diperkosa oleh manajer dan sponsornya sendiri. Di tengah keputusasaan, sosok Cale Vertoghen hadir menyelamatkannya. Namun, penyelamat tersebut adalah seorang CEO kejam yang sangat terobsesi pada Gea. Sanggupkah ia membebaskan diri dari jeratan para pria yang terus memangsanya?
Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Lae bertahan hidup sebagai pekerja di butik Miralis. Di sana, benih cinta tumbuh antara dirinya dan Reza, anak sang pemilik butik. Sayang, tembok restu keluarga menghancurkan hubungan mereka. Di tengah badai perpisahan, Lae mendapati dirinya tengah mengandung. Alih-alih melindungi, Reza justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Kini, Lae dihadapkan pada pilihan sulit: menuruti sang mantan atau memperjuangkan bayinya.
Sampul Novel Pelajaran Rahasia dari Guru Privat
9.3
Ketegangan memuncak saat sebuah panggilan video dari sang suami masuk di waktu yang salah. Dengan wajah memerah menahan gejolak, sang istri terpaksa mengangkat telepon dan mendengarkan instruksi suaminya di layar. Namun, di balik sudut kamera yang tersembunyi, seorang pria lain justru sedang melakukan tindakan intim di antara kedua kakinya. Sang suami sama sekali tidak menyadari pengkhianatan panas yang terjadi tepat di bawah hidungnya dalam novel romantis modern ini.
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan