APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga

Antara Cinta dan Keluarga

Dalam novel modern Antara Cinta dan Keluarga, kedatangan kakak sepupu pacar yang baru bercerai mengacaukan segalanya. Sambil membawa anak berusia lima tahun dalam kondisi hamil besar, wanita itu menumpang tinggal dan memperlakukan kekasih protagonis seolah miliknya sendiri. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman dan berteriak menuduh protagonis telah merebut ayahnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kakak sepupu pacarku baru saja bercerai dan tinggal sementara di rumah pacarku. Dia sedang hamil besar dan membawa serta anaknya yang berusia 5 tahun.

Dengan sikap seolah-olah semuanya sudah menjadi haknya, dia menganggap pacarku sebagai sandaran hidupnya dan menunjukkan ketidaksukaannya padaku. Dia merasa bahwa aku telah "merebut" adik sepupunya.

Suatu hari saat acara keluarga, putranya tiba-tiba menyiramkan minuman ke arahku dan berseru, "Kamu nggak boleh merebut ayahku!"

Situasinya mendadak kacau. Semua orang tertegun tak percaya. Ayah, Ibu, dan Edwin buru-buru menghampiriku untuk mengelap noda lengket jus jeruk di gaun yang kupakai.

Sementara itu, aku masih terdiam. Aku belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi dan hanya memandang bocah yang terlihat marah itu.

Bocah itu baru berusia lima tahun, tapi alis dan matanya sangat mirip dengan ibunya. Wajahnya manis dan menggemaskan. Namun saat ini, tatapannya penuh dengan amarah seperti seorang kesatria yang merasa perlu menegakkan keadilan.

Kakak sepupu pacarku, Lakita, berjalan mendekat. Dia menarik bocah itu, lalu berucap dengan santai, "Vito, itu bukan ayahmu. Dia pamanmu."

Lakita tidak memarahinya, bahkan tidak menunjukkan rasa kesal. Dia langsung berniat membawa anaknya pergi begitu saja.

Ibuku yang sudah naik darah langsung membentaknya dengan emosi, "Berhenti! Minta maaf pada putriku! Apa seperti ini cara kalian mendidik anak?"

Namun, Lakita tetap menunjukkan ekspresi tak peduli. Alisnya mengerut, seolah-olah kami yang sedang membuat masalah besar.

Lakita hanya membalas, "Dia masih kecil, mana tahu apa-apa?"

Aku yang semula coba menahan diri, akhirnya tidak bisa lagi. Dengan suara yang lebih rendah tapi penuh kemarahan, aku menimpali, "Kalau dia nggak ngerti, apa kamu juga nggak ngerti?"

Orang tua Edwin mulai mencoba menenangkan suasana. Alih-alih meminta Lakita dan Vito untuk minta maaf, mereka malah menasihatiku agar lebih bijaksana.

Salah satu dari mereka berujar, "Jessy, sudahlah jangan terlalu dipermasalahkan. Hari ini, kita semua berkumpul untuk bersenang-senang." Nada suaranya membuatku terdengar seperti orang yang terlalu berlebihan.

Pertemuan hari ini adalah pertemuan resmi pertama keluarga kami untuk bertemu keluarga Edwin. Semua kerabat penting dari kedua belah pihak hadir.

Bahkan, aku mengenakan gaun yang selama ini aku sayangi dan hanya sesekali kupakai. Namun hanya dengan sebotol minuman, Vito menghancurkan gaun yang harganya lebih dari 4 juta itu.

Aku sangat marah. Vito bahkan tidak mengucapkan sepatah kata maaf. Suasana pun menjadi tegang. Saat itu, keponakanku yang selama ini berdiri di samping, tiba-tiba mengambil sebotol minuman dan menyiramkannya ke arah Vito.

Seluruh ruangan langsung gempar. Lakita berteriak kaget sambil tergesa-gesa mengambil tisu untuk mengelap anaknya. Sambil melakukannya, dia memelotot ke arah kami dengan marah.

Kakak sepupuku, Paulo, hanya mengacak-acak rambut anaknya, lalu mengulangi ucapan Lakita barusan, "Dia masih kecil, nggak ngerti apa-apa. Jangan dipermasalahkan."

Itu adalah serangan balik yang telak. Ironisnya, kalimat itu persis seperti yang diucapkan oleh Lakita sebelumnya. Kini, dia tak bisa membantah lagi. Hatiku pun sedikit merasa lega.

Setelah itu, Edwin menarik Vito dan memberi tahu dengan tegas, "Cepat minta maaf pada Bibi Jessy!"

"Ogah!" tolak Vito mentah-mentah. Melihat pamannya yang biasanya paling memanjakannya tiba-tiba membentaknya, dia makin yakin bahwa aku adalah wanita jahat.

Vito pun berseru sambil mendorongku dengan sekuat tenaga, "Pergi dari sini! Aku nggak mau kamu jadi bibiku!"

Dalam bayanganku, anak lima tahun seharusnya polos dan ceria. Namun, kenapa Vito bisa memendam kebencian sebesar ini terhadap orang lain?

Aku benar-benar tidak percaya bahwa ini bukan karena pengaruh lingkungan. Aku mendongak, lalu memandang Lakita yang berdiri tidak jauh dariku. Dia masih berdiri di sana dengan santai, seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Bahkan, perutnya yang sudah membesar terlihat naik turun karena napasnya. Hanya saja, entah kenapa itu justru membuatku makin kesal.

Orang tuaku yang sudah tidak bisa menahan amarah lagi pun menarikku sambil berucap, "Aku rasa nggak perlu lagi melanjutkan hubungan ini!"

Melihat kami pergi, Edwin langsung panik. Dia menarik Vito dengan paksa dan memaksanya meminta maaf.

"Edwin, apa wanita ini lebih penting daripada keponakanmu?" Lakita yang sebelumnya tak acuh, tiba-tiba berubah galak saat melihat anaknya diperlakukan kasar. Orang tua Edwin juga mencoba menenangkan situasi, tapi lagi-lagi mereka lebih membela Vito.

Melihat sikap keluarganya yang seperti itu, orang tuaku makin kesal. Mereka langsung menarikku keluar dari restoran dengan langkah cepat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)
8.2
Pernikahan balas budi merenggut kebahagiaan Queenza Mikayla Anya, menyisakan derita fisik dan batin setiap hari. Namun, takdir mempertemukannya dalam satu malam tak terduga dengan sang kakak ipar. Peristiwa itu menumbuhkan rasa cinta yang rumit di hati Queenza. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam hubungan yang menyiksa, atau melepaskan diri demi cinta sang kakak ipar yang selalu melindunginya.
Sampul Novel Dusta di Balik Janji
8.0
Divonis kanker hati setelah lima tahun menikah, Kathleen hancur saat tahu Joshua, suaminya, justru ingin mendonorkan hati demi selingkuhannya yang sudah punya anak. Enggan kalah dari pengkhianatan ini, Kathleen bertekad merebut kembali hak donor miliknya. Ia pun pergi ke Jaxperton untuk operasi dan meminta Joshua menjemputnya tiga hari lagi. Kepergian Kathleen ini seketika meninggalkan penyesalan dan keputusasaan yang sangat mendalam bagi suaminya.
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Godaan Teknisi AC
9.1
Kehadiran seorang teknisi AC di rumah pada larut malam membawa perubahan drastis yang tak terduga. Sentuhan jemari pria asing itu membangkitkan sensasi intens yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di tengah pergolakan gairah yang terlarang, sang teknisi bertindak nekat dengan menarik rambutnya dan memaksa wanita itu menghubungi suaminya sendiri. Meski telah memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon tersebut telanjur tersambung, mengancam membongkar rahasia malam itu.
Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)
8.3
Ujian berat menanti sepasang kekasih yang mendambakan kebahagiaan, saat bayang-bayang masa lalu yang kelam datang mengusik. Rasa cemas yang mendalam melahirkan krisis kepercayaan serta kerumitan cinta segitiga. Kini, keputusan sulit harus diambil antara bertahan demi masa depan atau menyerah pada dampak masa lalu. Perjalanan ini membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah sekadar kekaguman fisik, melainkan seni menyembuhkan luka dan komitmen kuat untuk terus melangkah bersama.