APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Akulah Cintamu

Akulah Cintamu

Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Bab
Bagikan

Bab 2

Cittttt!

Fatan langsung menginjak rem mobilnya.

Brukkkk!

Tubuh Damar tersungkur ke depan hingga membentur dinding kursi yang diduduki Fatan.

"Ah!" Damar memegangi kepalanya yang sakit akibat benturan.

"Kau ini kenapa berhenti mendadak? Apa terjadi sesuatu di depan?" tanya Damar kesal. Tangannya mengusap lembut kepalanya.

"Loh, bukannya tadi Bos yang meminta aku berhenti?" Kening Fatan mengkerut. Dia bingung dan cemas. Dia takut sekali kalau salah mendengar.

"Hah, apa benar begitu?" tanya Damar merasa malu. Seingat dia tadi hanya kesal dengan bayang-bayang itu.

"Iya, Pak. Bapak teriak minta berhenti tadi," jelas Fatan tersenyum kikuk.

"Oh, ya sudah. Cepat lanjutkan perjalanan!" perintah Damar malu.

"Baik, Pak!" Fatan mengangguk patuh. Lalu, menginjak pedal gasnya lagi. Mobil mulai melaju lagi melanjutkan perjalanan.

Keesokan harinya, kedua orangtua Damar datang berkunjung ke rumah sakit menjenguk Kayra dan cucunya. Di sana hanya ada Kayra dan bayinya saja karena David harus menghindari acara pertemuan penting dengan klien di Cafe dekat rumah sakit.

"Bagaimana keadaanmu hari ini, Nak? Apa cucu kami rewel semalam?" tanya ibunya Damar mengecup lembut pipi cucunya.

"Kondisiku semakin membaik dan anakku tidak rewel sama sekali. Dia nyenyak sekali tidurnya. Paling dia terbangun kalau rewel saja," jelas Kayra tersenyum.

"Syukurlah kalau begitu. Oh ya, soal tes DNA-nya apa sudah kamu minta kerjakan oleh pihak rumah sakit? Sampel yang kemarin tidak hilangkan?" tanya ibunya Damar penasaran.

Kayra langsung menggelengkan kepala.

"Sampelnya masih kok. Cuma aku nggak jadi melakukan tes DNA itu," jelas Kayra tersenyum.

"Loh, kok gitu sih? Bukannya, kemarin kamu sudah setuju?" tanya ibunya Damar kecewa.

"Maaf, aku berubah pikiran, Bu. Buat apa aku memaksakan kehendak hanya untuk mendapatkan pengakuan. Aku tidak masalah kok Mas Damar tidak mau mengakui bayiku. Toh, aku dan Mas David bisa membesarkan dia dengan cinta dan kasih sayang kami," jelas Kayra tersenyum santai. Kini dia tak ingin menjadi wanita lemah lagi.

"Tapi ...." Ibunya Damar menatap Kayra iba.

"Sudahlah Ibu. Apa yang dilakukan Kayra itu sudah sangat benar. Ketika hati seseorang sedang mengeras ... maka apapun yang kita lakukan akan sia-sia saja. Bukankah, kemarin kita sudah sepakat untuk tidak memaksakan kehendak. Nanti, ketika hatinya sudah mendingin ... pasti perlahan-lahan dia akan teringat dengan apa yang sudah dia perbuat," nasihati ayahnya Damar mulai kesal dengan kengeyelan istrinya.

"Baiklah, Ibu ikuti saja kehendakmu, Nak." Ibunya Damar menunduk sedih.

"Oh ya, lebih baik kita pikirkan saja nama cucu kita ini? Dari kemarin kita cuma sibuk mengurusi Damar saja. Sampai-sampai kita lupa dengan hal yang lebih penting," ucap ayahnya Damar menghela napas kasar.

"Iya benar sekali." Ibunya Damar menatap ke arah Kayra.

"Apa kamu sudah punya nama untuk cucuku ini, Nak?" tanya ibunya Damar tersenyum tipis.

"Sudah, Mas David yang memberi namanya. Namanya adalah Davin Adrian Saputra. Nama tengah dan bekakaknya diambil dari nama Mas David sendiri," jelas Kayra tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka kalau suaminya sampai berlebihan sekali menyayangi anaknya.

"Puji Tuhan, namanya keren sekali! Berarti nama panggilannya Davin dong?" tanya ayahnya Damar ikut senang.

"Iya benar." Kayra tersenyum senang.

"Kalau besar Davin mau jadi apa nih? Jadi, Pak Dokter apa Pak Pilot?" tanya ayahnya Damar menatap Davin gemas.

Tanpa diduga-duga, Davin tersenyum manis. Dia seolah mengerti kalau dirinya sedang diajak bicara.

"Puji Tuhan, dia meresponnya, Yah? Pasti dia nanti kalau besar akan pintar seperti ayahnya," puji ibunya Damar takjub.

Hal itu membuat senyum Kayra memudar. Lagi-lagi ibunya Damar membahas anaknya lagi. Dia malas menanggapi soal Damar karena tak ingin menaruh rasa lagi padanya. Mulai detik ini, dia akan fokus mencintai suaminya saja.

Baginya David bukan hanya sekadar suami biasa seperti pada umumnya. Namun, kini hati suaminya sudah seperti malaikat. David mau menerima dia dengan tulus walaupun jelas-jelas tubuhnya sudah ternodai.

"Pasti, diakan menurun dari kakeknya yang juga cerdas ini," balas ayahnya Damar tersenyum bangga.

"Huh, kepedean sekali kakekmu itu, Sayang! Padahal jelas-jelas dahulu dia sukanya mencontek PR milik Oma," sindir ibunya Damar mengecup pipi David gemas.

"Husss, jangan bongkar aib masa lalu dong di depan Kayra," bisik ayahnya Damar malu sekali.

"Halah, ngapain pakai acara malu-malu segala. Toh, memang Ayah tukang nyontekkan dahulu pas sekolah," perjelas ibunya Damar santai.

"Astaga, Ibu ini kenapa malah diperjelas sih?" Ayahnya Damar garuk-garuk kepala malu.

Tentu saja aksi kocak mereka membuat Kayra tersenyum geli. Tingkah kedua orangtuanya Damar memang selalu bisa membuat hatinya terhibur.

***

Satu minggu kemudian Kayra sudah diperbolehkan pulang ke rumah karena kondisi tubuhnya sudah membaik. Luka bekas operasinya pun sudah mulai mengering di bagian luarnya. Dia dianjurkan untuk rutin meminum obat agar luka tersebut benar-benar sembuh luar dan dalam.

Kayra dibawa pulang ke rumah Nayla. Begitu dia sampai di sana. Sungguh dia begitu terkejut karena kepulangannya itu disambut baik oleh orang-orang di rumah Nayla. Bahkan, Nayla yang sangat membencinya ikut baik juga sama dia.

"Ayo kita masuk ke dalam. Davin biar Nenek saja yang menggendong," pinta ibunya Nayla tersenyum senang.

"Baik, Bu." Kayra segera menyerahkan Davin pada ibunya Nayla.

Melihat hal itu, Nayla merasa sangat penasaran dengan wajah bayi laki-laki yang mereka anggap sebagai anaknya kembaran Kayra. Dia mendekati sang ibu, lalu melihat wajah Davin.

"Wah, ternyata dia imut-imut sekali! Semoga saja ketika anakku lahir, dia seimut ini. Pasti rasanya menyenangkan bisa mempunyai anak seimut ini," celoteh Nayla tanpa dia sadari karena kagum.

"Aamiin," sahut semuanya terkecuali David. Dia hanya diam saja tidak pernah memedulikan perkataan Nayla.

"Bolehkah aku menggendongnya juga," rengek Nayla merasa ingin sekali menggendong Davin.

"Tidak boleh," sahut David sepontan.

Hal itu membuat orang-orang yang ada di sana langsung memperhatikan dia. Mereka langsung menatap David penuh tanya. Ada apa gerangan kenapa Nayla tidak boleh menggendong Davin.

David yang diperhatikan langsung merasa gugup. Untuk menutupi rasa tidak suka dan khawatir akan sikap sok baik Nayla tersebut. Dia langsung mengimbuhi perkataannya dengan alasan penuh tipu muslihat agar orang-orang tidak tahu kebenarannya.

"Nayla kan sedang hamil besar. Jadi, aku nggak tega kalau perutnya itu tertimpa Davin saat digendong." Hati Nayla langsung berbunga-bunga. Dia tidak menyangka kalau diam-diam David mengkhawatirkan bayinya.

"Benar juga ucapan Mas David. Baiklah, aku tidak jadi menggendongnya. Terima kasih Mas mau mencemaskan anak kita yang ada di dalam perutku ini," sahut Nayla tersenyum senang. Tangannya mengusap lembut perutnya yang sudah sangat membuncit.

Hal itu langsung membuat hati Kayra merasa cemburu. Senyuman di bibirnya langsung berkurang. Dia tidak menyangka kalau suaminya sedikit membohonginya.

Melihat senyuman sang istri yang menipis, David langsung menambah lagi perkataannya itu. Dia tak ingin istrinya merasa tersakiti dengan aktingnya itu.

"Selain itu, aku kurang yakin kalau Nayla bisa menggendong bayi. Dia kan belum pernah memiliki anak. Aku takut kalau Davin terkilir tubuhnya jika yang menggendong belum berpengalaman," sambung David tersenyum.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum genap 26 tahun, aku hidup sebagai penipu ulung tanpa belas kasih yang memanfaatkan pria demi materi. Namun, Dylan Hewitt mengubah segalanya saat pesonaku gagal menjeratnya, hingga merusak reputasiku. Di tengah keputusasaan, Dylan justru mengungkap rahasia dan perasaan aslinya. Terjebak dalam situasi tak terduga ini, aku kehilangan kendali atas taktikku sendiri. Kehadiran Dylan benar-benar membalikkan takdir dan meluluhkan hatiku.
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Pernikahan Zevan yang tampak sempurna selama dua tahun hancur seketika saat perselingkuhan istrinya, Clara, terbongkar. Di tengah amarah dan rasa sakit yang mendalam, ia meluapkan emosinya di dalam kamar yang gelap. Namun saat pagi tiba, Zevan terkejut karena sosok di ranjangnya bukanlah Clara, melainkan Amanda, sang pelayan baru. Kini ia terjebak di antara pengkhianatan sang istri dan kesalahan fatalnya sendiri. Haruskah ia menuntut balas, atau menghadapi kerumitan ini?
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga (20), mahasiswi kedokteran, terjebak situasi rumit dengan senior populernya, Zyan. Bermula dari insiden ciuman hingga terpaksa tinggal serumah, benci di antara mereka perlahan berubah jadi cinta. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terbongkar bahwa Zyan telah memiliki seorang putri. Di tengah luka lama dan penolakan, sanggupkah Elga bertahan demi membawa hubungan mereka ke pelaminan?
Sampul Novel Pernikahan Hanya Sandiwara
9.0
Wasiat keluarga memaksa Kania menjalani pernikahan penuh derita bersama Rendra. Diperlakukan bagai pelayan oleh sang suami dan mertuanya, ia terpaksa bertahan demi membiayai pengobatan sang adik. Di tengah kepedihan hidupnya, sosok Davian datang membawa kehangatan dan menumbuhkan benih asmara baru. Kini, Kania dihadapkan pada dilema besar: tetap bertahan dalam hubungan beracun tersebut atau melangkah pergi demi mengejar kebahagiaan sejati bersama Davian.
Sampul Novel Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan
9.3
Saat pengacara sibuk menyusun draf surat cerai, seorang wanita tenggelam dalam sensasi intim yang membangkitkan gairah terpendamnya. Di bawah meja, sentuhan jemarinya menghidupkan kembali hasrat yang layu bagai disiram kesegaran baru. Ilusi itu mendadak terasa nyata ketika kehangatan kursi di bawahnya menjelma menjadi dekapan tubuh pria yang kokoh. Sentuhan lembut pria misterius itu mulai menjelajahi kulitnya, membawa dirinya hanyut dalam pusaran nikmat yang tak terbendung di tengah situasi pelik pernikahannya.
Sampul Novel SAMANTHA
8.7
Menjalin kasih sejak kelas sepuluh, hubungan Samuel dan Anantha mulai retak di tahun kedua. Kesibukan Samuel memimpin OSIS membuat jarak di antara mereka, sementara Anantha sibuk menyembunyikan kariernya sebagai novelis daring. Keadaan kian memburuk dengan kemunculan Viola, sahabat kecil Samuel yang kini menyita seluruh fokusnya. Merasa dikesampingkan dan dikhianati oleh prioritas baru sang kekasih, Anantha kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau menyudahi asmara mereka.