APKDock Logo
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love

Mars & Venus Fall In Love

8.3 / 10.0
Elga (20), mahasiswi kedokteran, terjebak situasi rumit dengan senior populernya, Zyan. Bermula dari insiden ciuman hingga terpaksa tinggal serumah, benci di antara mereka perlahan berubah jadi cinta. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terbongkar bahwa Zyan telah memiliki seorang putri. Di tengah luka lama dan penolakan, sanggupkah Elga bertahan demi membawa hubungan mereka ke pelaminan?

Mars & Venus Fall In Love Bab 1

"Pesta?"

Seorang gadis dengan lembut dan manja mengulangi kata yang ia dengar. Berita yang menjadi awal dari segala penolakan yang akan ia berikan.

"Are you seriously, Mom?" tegasnya, memastikan, "Ini ide Mommy?"

Mata gadis itu telah melebar sejak tadi, kaget bukan main. Ia bahkan sampai menutup mulut menggunakan dua tangan, menahan keterkejutannya.

Sementara yang ditanya hanya memberi anggukan singkat, masih sibuk dengan ponsel yang dimainkan, merespon santai.

"Karena itu, bersiaplah. Berdandan sebaik mungkin karena banyak kolega Mommy dan Papimu yang akan datang."

"Dan, satu lagi," Amara menatap lekat, ada binar bahagia yang tak dapat ia jelaskan dari sorot matanya. "Ada anak dari sahabat Papi yang akan dikenalkan padamu. Dia juga sama-sama menempuh pendidikan dokter. Setelah saling mengenal satu sama lain, kalian mungkin cocok."

"Mom!" Berusaha saling kontak mata ketika bicara, gadis itu terus memanggil dengan keras dan mulai menuntut penjelasan, "Apa-apaan ini?"

"Kenapa, sih, El?" pusing mendapatkan rentetan pertanyaan, sang Ibu mulai menanggapi dengan serius.

"Bukankah tanggapanmu ini harusnya senang? Mengapa justru sebaliknya?"

Perdebatan masih berlangsung, Elga sosok berwajah cantik meski nampak ketus hari ini mencoba membantah segala hal yang ia dengar.

"Harusnya aku yang bertanya. Mengapa tidak ada yang berusaha untuk memberitahuku soal pesta perayaan ini?" ujar gadis itu, tak terima. "Aku baru tahu setelah sampai di rumah."

Helaan napas juga ikut terdengar, "Bukankah kalian harusnya meminta persetujuanku lebih dulu? Baru menyepakatinya."

"Ini hanya sebuah pesta perayaan kecil, El. Kamu menanggapinya seolah akan timbul masalah besar!" protes Amara, alisnya bertaut jengah.

Mommy dari gadis yang tak menyukai ide adanya perayaan yang dibuatkan untuknya itu mencoba memberi jawaban, tidak, lebih tepatnya simpulan.

"Apa yang dikatakan oleh Mommymu itu benar, Elga." Suara dari arah belakang Elga, menimpali. "Toh, yang kami diberikan ini untukmu."

Pria paruh baya, berkacamata, rahang tegas dan beralis tebal itu duduk di sebelah sang istri. "Kamu membuat keributan di pagi hari hanya karena berita kecil seperti ini. Yang padahal sebenarnya berita bagus."

Masih tak sepakat, bukan hanya Mommy Elga, Papinya juga memiliki pendapat yang sama tentang pesta yang akan mereka laksanakan.

"Buatku ini bukan hanya sekadar berita kecil. Aku tidak mau jadi olok-olokan karena pesta ini, Papi!" bantah Elga, mengutarakan tentang kegelisahan yang dimiliki.

Kerinyitan di dahi Satya menegaskan tentang kebingungannya mengenai pola pikir dari sang putri. "Apa maksudmu dengan jadi olok-olokan, El?"

Sebelum memberi jawaban, Elga menghela nafas panjang terlebih dahulu. "Itu karena-" kalimatnya menggantung, berusaha memikirkan cara menyampaikan alasannya.

Belum selesai Elga memberi tanggapannya, Satya lebih dulu menimpali. "Kami sangat bangga tentang berita kelulusanmu."

"Putri dari Satya, keturunan keluarga Heidee berhasil menduduki predikat terbaik dan masuk ke Universitas ternama Kedokteran di Negeri ini."

Pria itu memajukan tubuhnya, sedikit mengangkat dagu. "Jika kamu yang berada di posisi kami, maka juga pasti akan memutuskan hal yang sama. Kamu —"

"Aku tidak akan melakukannya," koreksi Elga, memberi sanggahan dengan berani. "Caraku berpikir dengan Papi dua hal yang berbeda!"

Keengganan Elga dianggap sepemikiran dengan Satya bukan tanpa alasan. Sebenarnya, ini karena ia sudah merasa begitu muak. Ia muak dengan sandiwara yang mereka mainkan. Saling bangga, saling bahagia.

Satya dan Amara selalu membuatnya terpojok melakukan apa yang tidak ia inginkan. Mengalah, mengorbankan segala mimpi yang ia punya, demi mewujudkan apa yang sebetulnya tidak ia harapkan.

"Aku memang bahagia dan bangga terhadap kabar baik ini, sebuah pencapaian besar yang bisa aku persembahkan kepada kalian berdua!"

Elga berhenti sejenak, menarik napas, "Tapi, bukan berarti aku akan mengatakannya kepada semua orang," tegas gadis berkulit putih itu.

Ia mengusap wajahnya, kasar. Memikirkan bagaimana orang lain akan bergunjing tentangnya membuat isi kepala Elga seperti hendak meledak.

"Apa yang akan mereka katakan, tentangku?"

"Aku sebetulnya tidak sehebat itu, dan masih ada banyak orang yang menurutku jauh lebih pantas untuk dibanggakan. Kenapa aku harus membuat kehebohan ini?"

Mengundang seluruh angkatan dan mengumumkan pencapaian yang tak seberapa hanya akan mendatangkan gunjingan.

Terlebih lagi, Elga tahu benar bagaimana kenalan dari kedua orang tuanya.

"Apa Mommy dan Papi lupa, yang terjadi dengan Bang Rakha setelah pesta perayaan wisudanya?!"

"Karena mengalami cemooh dari para tamu dan orang-orang yang katanya teman kalian, dia berakhir menyedihkan seperti ini!"

Mata kedua orang tua Elga itu terbuka lebar kala nama Rakha dibawa-bawa pada pembicaraan kali ini.

Baik Satya maupun Amara tidak menyangka bahwa putri mereka akan menyinggung kejadian masa lalu itu, tanpa ragu.

Amara lebih dulu memberikan tanggapannya dengan keringat di dahi, "Berhenti membahas apa yang terjadi di keluarga ini, apalagi yang berkaitan dengan kakakmu, Elga!"

"Kenapa, Mom?" selidik, lebih tepatnya tantang Elga, tersenyum smirk. "Kenapa Mommy selalu keberatan tiap kali aku mengungkit perihal Abang?"

"Elga!" Satya membentak buah hatinya itu, "Jangan kurang ajar pada orang tuamu!"

Bibir Elga langsung terkunci rapat. Mau bagaimanapun, ia tetap takut bila Satya memarahinya.

Menghormati kepala keluarga adalah ajaran yang tak boleh sampai ia langgar. Papinya, Satya, tetap memegang hak penuh terhadap dirinya.

"Jujur saja, padaku. Kalian berdua sengaja untuk membuat pesta ini untuk pamer kepada kolega kalian, 'kan, Pi Mom?"

"Elga!" gertak Satya, "Apa maksud dari perkataanmu?"

"Mau sampai kapan aku harus terus memenuhi ekspektasi kalian?!" hardik gadis itu, frustasi.

"Mau sampai kapan, katakan padaku? Aku harus melakukan apa lagi hingga kalian bisa puas?!" seloroh perempuan yang nampak begitu malang itu, melirihkan kalimatnya pilu.

Elga memutus kontak mata, memandang sudut lain. Berusaha menyembunyikan kesedihan apa yang terpancar dari dalam hatinya.

Gadis itu menghapus jejak air mata yang tertinggal di pipi. "Apa yang aku katakan ini benar. Kalian mungkin sangat terkejut mendengarnya, tapi aku tidak bisa menutupinya lagi!"

"Untuk memenuhi keinginannya kalian yang tidak bisa diwujudkan Bang Rakha, akulah yang harus menjalankan pendidikan dokter dan mengemban beban besar ini!"

Pernyataan Elga membuat sepasang suami istri itu tertegun, diam dalam lamunan panjang.

"Apakah kalian tidak tahu, dan tidak tertarik bertanya tentang apa yang aku inginkan?"

"Mimpi yang sebenarnya kumiliki bukanlah menjadi seorang dokter!"

Masih Elga yang terus bicara, mengutarakan isi hatinya. Ia menguatkan diri untuk akhirnya bisa jujur pada Satya dan Amara.

Orang tua cenderung menjadikan anak-anak sebagai aset dari pencapaian apa yang mereka inginkan di masa depan. Sesuatu yang ironi, namun banyak beredar di zaman ini.

"Ada banyak yang harus aku korbankan demi kalian. Demi memenuhi apa yang kalian harapkan. Karena itu-" Elga tercekat, tenggorokannya terasa kering kerontang, "Karena itu cobalah mengerti aku sekali saja."

"Jangan buat aku terus menyesali keputusan karena berpihak pada kalian! Berhenti mengambil pilihan yang tidak mengikutsertakan aku di dalamnya!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mars & Venus Fall In Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Sepuluh tahun menikah, Bram dan ibunya terus menyudutkan Sinta sebagai istri mandul tanpa bukti medis karena belum ada anak. Demi mendapatkan cucu, sang ibu mendesak Bram hingga ia nekat berpoligami secara rahasia. Sinta tidak tahu bahwa suaminya menyimpan rahasia besar tentang kondisi kesuburan Bram sendiri yang sebenarnya bermasalah. Saat pengkhianatan dan kebenaran ini akhirnya terkuak, apakah Sinta akan tetap tinggal diam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan