APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku dan "Sahabatku"

Aku dan "Sahabatku"

Setelah dikhianati berulang kali, aku terlahir kembali dan menolak pembodohan Melinda, putri sopirku yang berlagak bagai sosialita. Dulu, Melinda selalu berpura-pura menguji para kekasihku, termasuk suamiku sekarang, Aldi Noran. Namun kini, di hadapan pernikahan miliarder kami, aku tidak tinggal diam saat dia mencoba merayu Aldi dengan kedok persahabatan belasan tahun. Aku siap membongkar niat busuknya yang ingin merebut suamiku dan menghancurkan hidupku.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aldi adalah satu-satunya pewaris Keluarga Noran, jadi tentu saja teman-temanku menghormatinya dan menasihatiku, "Iya, Agnes, kamu 'kan sudah resmi menikah dengan Tuan Muda Aldi. Masa kamu khawatir Tuan Muda Aldi akan mengkhianatimu?"

"Iya, iya, menurutku Melinda juga cuma khawatir denganmu."

"Bukannya Melinda itu sahabat yang selalu kamu banggakan? Mana mungkin dia tega menyakitimu?"

"Kamu punya suami dan sahabat yang kaya. Kami semua saja iri padamu, jadi kamu juga harus berpuas hati."

Aku mengepalkan tanganku dan menggertakkan gigiku dengan kesal, tetapi aku menahan amarahku dan duduk kembali.

Melinda pun mengangkat alisnya ke arahku dengan bangga, lalu duduk di sebelahku dan dengan sengaja meletakkan tas kulitnya yang terbuat dari kulit buaya edisi terbatas di atas meja.

Begitu teman-temanku melihat tas itu, mereka langsung berseru dengan heboh, "Wah, Melinda! Ternyata kamu yang dapat tas ini!"

"Ya ampun! Tas ini cuma ada tiga buah di seluruh dunia dan salah satunya milik orang terkaya di kota ini. Jangan-jangan kamu ...."

Melinda mungkin tidak menyangka tas ini semahal itu, jadi dia langsung menyahut dengan sombong, "Ah, ini bukan apa-apa. Aku punya banyak tas seperti ini di rumah."

Rasanya aku mau tertawa terbahak-bahak.

Jelas-jelas tas ini milik ibuku, kenapa bisa-bisanya dia yang pakai?

Di kehidupan yang sebelumnya, Melinda mencuri perhiasan ibuku dan menyewakannya demi mendapatkan uang agar dia bisa terus berpura-pura menjadi seorang sosialita.

Seorang teman pun menatapku dengan curiga, lalu beralih ke Melinda. "Tapi, bukannya Keluarga Noran menikah dengan keluarga terkaya itu? Kalau kamu adalah putri dari keluarga terkaya itu, bukannya itu berarti Agnes ...."

Dia berhenti bicara sebentar, lalu bertanya lagi dengan suara pelan, "Apa benar gosip di luar yang mengatakan kalau Agnes cuma putri angkat dari keluarga terkaya itu?"

"Iya, iya, katanya keluarga itu mengadopsi putri sopir mereka sebagai bentuk balas budi!" timpal yang lain. "Katanya mereka memperlakukan putri angkat mereka seperti putri kandung. Sepertinya, yang dimaksud itu Agnes, ya."

"Demi balas budi, pernikahan putri kandung yang membahagiakan itu sampai direlakan. Wah, benar-benar nggak paham lagi."

"Ya ampun, apa sih yang mereka pikirkan? Masa iya mereka menikahkan putri angkat mereka? Itu sama saja merendahkan Keluarga Noran!"

"Menurutku, Melinda serasi sekali dengan Tuan Muda Aldi!"

Ekspresi Melinda sontak berubah. Bagaimanapun juga, Aldi dan aku melakukan pernikahan dadakan. Dia tidak tahu bahwa hubungan kami hanya sebatas kontrak.

Ekspresi Aldi juga langsung berubah menjadi lebih serius. Sudah pasti harga dirinya terpukul.

Aku pun mengeluarkan ponselku dan menelusuri sebuah aplikasi. "Hmm, sepertinya aku pernah banyak selebgram kota ini menggunakan tas ini ...."

Aku sengaja berhenti sejenak dan melihat ke arah Melinda. "Tapi, mereka semua mengaku sebagai putri dari keluarga yang kaya dan berkuasa itu .... Apa jangan-jangan kalian bergiliran menyewa tas ini?"

Wajah Melinda sontak menjadi pias. Dia menatapku seolah-olah ingin memakanku hidup-hidup.

Wajar saja. Aku yang dulu begitu bodoh sampai-sampai tidak akan mempermalukannya di depan umum seperti ini, tetapi juga berterima kasih padanya karena sudah "menguji" sifat pasanganku.

Saat teman-teman kami mulai menjadi ragu, Melinda pun menjadi marah dan mengambil gunting di meja depan. Dia menggunting-gunting tas itu sambil berseru, "Tas ini milikku! Kenapa kamu menuduhku? Nih, kamu nggak bisa komentar apa-apa kalau kugunting-gunting seperti ini, 'kan!"

Semua orang sontak terkesiap, tidak ada yang berani berbicara. Tas kulit buaya bernilai miliaran itu hancur berkeping-keping.

Aku pun mendecakkan lidahku sambil berujar mengejek, "Wah, guntinganmu rapi sekali. Kamu sudah memikirkan cara untuk memberi tahu ibuku?"

Melinda sontak menjadi panik, gunting yang dia pegang pun terjatuh dan melukai tangannya.

Melinda sontak menjerit dengan kesakitan, darah mengucur keluar.

Dia langsung menangis dengan tersedu-sedu sambil menatapku dengan sedih. "Sudah puas kamu, Agnes?"

Aldi buru-buru memegang tangan Melinda dan mengisap darah yang mengucur, lalu membalutnya dengan tisu dan mengajak Melinda keluar. "Ayo ke rumah sakit."

Namun, aku hanya duduk diam. Aldi pun berujar dengan marah, "Agnes, Melinda bukan cuma sahabatmu, tapi juga adikmu! Tega-teganya kamu begini kepadanya?"

"Kamu adalah istriku sekarang, jadi aku melakukan ini demi reputasi Keluarga Noran! Aku akan memberi tahu ayahku soal ini! Kamu renungkan perbuatanmu baik-baik!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?
Sampul Novel OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU
8.9
CEO sukses Edward Kenneth menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu. Demi mengubah sang cucu, Opa Bram melunasi utang keluarga Zuri Agnesa dengan syarat ia harus memikat Edward. Misi rahasia ini membawa Zuri masuk ke kehidupan Edward hingga pernikahan kontrak pun terjadi. Akankah ketulusan Zuri mampu mencairkan dinginnya hati sang atasan, ataukah rahasia besar di balik pernikahan mereka justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan segalanya saat terungkap?
Sampul Novel Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku
8.5
Pernikahan baru yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk mengerikan. Di balkon lantai dua puluh, sang suami justru memojokkan istrinya dengan sebilah pisau tajam. Tanpa ragu, senjata itu dihunjamkan langsung ke jantung sang istri sebelum tubuhnya didorong jatuh ke jurang maut. Namun, di balik aksi kejam tersebut, setitik air mata tampak jatuh dari sudut mata sang suami yang berbisik lirih melepas kepergian pasangannya, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna." Sebuah misteri kelam penuh tanda tanya.
Sampul Novel Tangisan Bayi Di depan Pintu Rumahku
9.7
Dua tahun membina rumah tangga dengan Gibran, aku belum juga dikaruniai anak. Kondisi ini membuat ibu mertua membenciku dan terus menuntut perceraian atau poligami, walau usahanya selalu kuhalangi. Suatu pagi, kedamaian kami terusik oleh suara tangisan bayi yang misterius, padahal tidak ada tetangga sekitar yang memiliki bayi. Begitu pintu dibuka, aku terkejut mendapati bayi merah di dalam kardus dengan tali pusar yang belum lepas. Siapa orang tua bayi ini dan mengapa ditaruh di sini?
Sampul Novel Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur
8.7
Enam tahun membina rumah tangga, pernikahan dengan Fabian ternyata diwarnai kehadiran wanita simpanan yang cantik dan tampak rapuh. Meski Fabian selalu sabar menghadapi sikap kekasih gelapnya yang penakut itu, situasi memanas ketika wanita tersebut berani mengusik sang istri sah. Kemarahan Fabian meledak hingga ia memberi hukuman berat. Namun, keesokan harinya, sebuah pesan provokatif berisi foto tanda merah di leher dikirimkan kepada sang istri, menunjukkan sisi gelap hubungan mereka.