APKDock Logo
Sampul Novel Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

8.7 / 10.0
Enam tahun membina rumah tangga, pernikahan dengan Fabian ternyata diwarnai kehadiran wanita simpanan yang cantik dan tampak rapuh. Meski Fabian selalu sabar menghadapi sikap kekasih gelapnya yang penakut itu, situasi memanas ketika wanita tersebut berani mengusik sang istri sah. Kemarahan Fabian meledak hingga ia memberi hukuman berat. Namun, keesokan harinya, sebuah pesan provokatif berisi foto tanda merah di leher dikirimkan kepada sang istri, menunjukkan sisi gelap hubungan mereka.

Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur Bab 1

Selama menikah dengan Fabian selama enam tahun, dia punya simpanan.

Simpanannya itu sangat cantik dan mudah menciut ketakutan jika dibentak sedikit saja.

Karena itulah Fabian tidak pernah kehilangan kesabaran menghadapinya.

Namun, simpanan itu tidak patuh dan sengaja mencari masalah denganku. Fabian pun marah besar dan menghukumnya habis-habisan.

Keesokan harinya, wanita itu mengirimi aku foto lehernya yang dipenuhi bekas gigitan merah-merah.

[Kak, Pak Fabian galak banget, aku jadi takut.]

Selama menikah dengan Fabian selama enam tahun, dia punya simpanan.

Simpanannya itu sangat cantik dan mudah menciut ketakutan jika dibentak sedikit saja.

Karena itulah Fabian tidak pernah kehilangan kesabaran menghadapinya.

Namun, simpanan itu tidak patuh dan sengaja mencari masalah denganku. Fabian pun marah besar dan menghukumnya habis-habisan.

Keesokan harinya, wanita itu mengirimi aku foto lehernya yang dipenuhi bekas gigitan merah-merah.

[Kak, Pak Fabian galak banget, aku jadi takut.]

Aku memandangi bekas merah-merah di sekujur leher dalam foto itu dan terdiam.

Kemarin, seorang wanita bernama Melissa datang menemuiku dan mengaku sebagai pacar Fabian. Dia berharap aku berhenti jadi penghalang di antara mereka.

Saat itu, reaksi pertamaku adalah kebingungan, baru setelah itu aku sadar bahwa Fabian telah berselingkuh.

Wanita itu bicara dengan dagu sedikit terangkat dan mata berbinar-binar, seperti anak yang selalu dimanja tanpa batas.

Aku masih belum sepenuhnya sadar dari kebingunganku ketika dia menyiramkan secangkir kopi hangat ke wajahku.

"Heh, dengar nggak? Ceraikan Fabian. Aku mau menikah sama dia."

Cairan coklat itu menodai gaun putihku yang masih baru. Wajahku basah kuyup, membuatku tampak sangat berantakan.

Meski begitu, wanita itu masih belum puas. Dia menyentuh perutnya dengan bangga, mengabaikan lirikan aneh dari semua orang di sekitarnya.

"Aku hamil dan nggak mau anakku lahir tanpa status. Kalau bukan karena ini, aku juga nggak mau hubungi kamu."

"Aku tahu kamu dan Fabian teman dekat sejak kecil dan sudah menikah enam tahun. Tapi kalian sudah terlalu lama bersama. Fabian cuma punya rasa sayang sebagai keluarga sama kamu, bukan cinta."

"Kalau kamu tahu diri dan mau pergi sendiri, aku bisa minta dia kasih kompensasi yang banyak. Kalau kamu nggak tahu diri, aku cuma bisa minta dia mengusirmu."

Fabian? Mengusirku?

Seketika, aku tertawa.

Wanita itu menuding wajahku. “Sudah gila, ya? Apanya yang lucu?”

Aku memandangi raut wajahnya. Dia sangat polos seperti boneka, tapi dia tidak punya otak.

Aku menertawakannya. "Dek, Fabian tahu nggak yang kamu lakukan sekarang?"

Wajah wanita itu memerah karena marah, tapi dia masih menuding dan mengumpat.

Aku mengalihkan pandangan dan menatap Fabian yang melangkah mendekati kami di belakangnya.

Wajah Fabian kelam. Dia menarik tangan wanita itu dan menampar wajahnya dengan keras.

Wajah wanita itu langsung memerah dan bengkak. Ada setitik darah keluar dari sudut bibirnya.

Dia menatap Fabian dengan mata berkaca-kaca, penuh rasa tak percaya dan memelas.

"Pak Fabian, kamu ... kamu menamparku?"

Air mata berlinang di wajah cantiknya, tapi Fabian tetap tidak bereaksi. Hanya menyuruhnya pergi dengan tatapan dingin.

Wanita itu tampak kesal dan memalingkan mukanya yang terus dipegangi.

Setelah kepergiannya, Fabian mengambil tisu dengan raut sedih. Dia berlutut dan menyeka bekas kopi dari wajahku dengan lembut.

"Sayang, jangan dengarkan dia. Dia bohong. Aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia."

Aku menunduk dan menatap matanya lekat-lekat. Warna matanya gelap tak berdasar, tanpa tanda-tanda rasa bersalah.

Mataku terasa memanas, aku membelai wajahnya.

"Fabian, jujur padaku, siapa dia?"

Bibir Fabian sedikit bergetar, dan sudut-sudut matanya basah.

Dia menolak bicara, jadi aku terus bertanya sampai mukaku memerah dan napasku terengah-engah.

Dia kebingungan dan mulai panik.

"Maaf, Clara. Maafkan aku. Pukul saja aku. Marahi aku, hukum aku sesukamu. Jangan menangis, kamu nggak boleh menangis."

Dia juga ingat aku tidak boleh sampai menangis.

Aku menertawakan diriku sendiri, jantungku terasa nyeri.

Fabian ketakutan dan menerobos lampu merah sepanjang jalan menuju rumah sakit.

Dia berteriak memanggil-manggil dokter tanpa peduli penampilannya. Aku menatap kepanikan dalam matanya dan tiba-tiba teringat masa lalu.

Saat aku berusia lima tahun, aku diculik.

Penculik itu menodongkan pisau ke leherku dan meminta tebusan kepada ayahku. Aku sangat ketakutan hingga menangis sekeras-kerasnya sampai tidak bisa bernapas. Setelah diselamatkan, aku jadi bisu selama beberapa waktu.

Selama itu pula, Fabian datang bermain denganku setiap hari. Dia menemaniku dengan penuh perhatian dan menceritakan kisah-kisah lucu kepadaku. Aku mengabaikannya, tapi dia tidak peduli.

Suatu hari, dia bertengkar dengan teman sekelasnya. Lawannya adalah anak yang gemuk, menekan Fabian sampai dia hampir mati lemas.

Aku begitu ketakutan dan memanggil guru.

Setelah itu, aku perlahan bisa bicara kembali.

Fabian bahkan lebih bahagia daripada aku. Dia memancing emosi anak gemuk itu setiap hari hanya agar aku bicara lebih banyak lagi.

Aku baru tahu beberapa tahun kemudian bahwa mereka berkelahi karena anak gemuk itu mengataiku bisu. Fabian tidak membiarkan siapa pun menyakitiku, meski hanya hal kecil seperti mengataiku bisu.

Aku akhirnya bisa bicara normal lagi, tapi aku masih tidak boleh menangis. Jika menangis, aku bisa sesak napas dan kemungkinan terburuknya adalah kematian.

Fabian pun menjadi lebih berhati-hati. Dia berjanji akan selalu membuatku tertawa dan tidak akan pernah membiarkanku menangis.

Tapi, aku sekarang dilarikan ke ruang gawat darurat karena dia.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ayah Si Preman Sekolah
9.0
Aku tidak pernah menyangka akan berakhir di atas meja, berhadapan langsung dengan ayah dari preman sekolah yang kerap menggangguku. Pria matang itu tampak terpelajar namun memancarkan aura berbahaya khas mafia yang tak bisa disembunyikan. Ketika ketegangan intim di antara kami memuncak, langkah kaki sang putra tiba-tiba terdengar mendekat. Demi menyembunyikan keberadaanku, pria itu memaksaku berlindung di bawah meja sebelum dia dengan tenang mulai membuka ikat pinggangnya sendiri.
Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana, wanita karier yang antipati terhadap komitmen cinta, terpaksa menyewa pria miskin bernama Dirza untuk menjadi suami bayarannya demi menuruti tuntutan sang ayah. Ia merancang skenario pernikahan kontrak yang hanya berdurasi satu minggu hingga satu bulan. Walau Dirza dirundung rasa bersalah karena memanipulasi kesakralan pernikahan, Kayana tetap bergeming. Mengapa ia justru memilih pria biasa dibanding pria mapan untuk mendampinginya?
Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
9.1
Pernikahan aliansi kaum elite mengizinkan perselingkuhan asal istri sah mendapat kompensasi setara. Dean Ramosh memegang erat aturan ini. Meski keluarga Calista Syahrina bangkrut, Dean tetap memanjakannya dengan kemewahan berlipat ganda dibanding selingkuhannya. Saat orang lain memintanya bersyukur, Calista memang sangat bersyukur. Namun, tepat ketika Dean memberinya Vila Northcoast No. 1 demi mengimbangi hadiah rumah untuk selingkuhannya, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Hukum Indonesia runtuh pada 2050 akibat korupsi massal. Menghadapi situasi ini, Presiden mendirikan organisasi rahasia yang diperkuat pemuda genius berteknologi canggih untuk menumpas konspirasi elite politik. Fokus cerita tertuju pada agen muda berkode nama Amaryllis. Ia harus mempertaruhkan nyawa di tengah intrik mematikan demi mengembalikan keadilan negara. Sebagai tumpuan terakhir bangsa, sanggupkah Amaryllis menghancurkan kejahatan sistemik tersebut?
Sampul Novel Hasrat Terpendam Suamiku
8.6
Pernikahan paksa antara Sophia yang angkuh dan Albert, sang casanova, berjalan dingin dan penuh konflik. Namun, seiring waktu, benih cinta justru tumbuh di hati Sophia. Ia mulai menyadari adanya hasrat terpendam yang membara di balik sikap acuh tak acuh suaminya tersebut. Kini, Sophia bertekad mencari cara agar Albert mau jujur mengakui perasaan aslinya. Mampukah mereka mengatasi kekacauan hubungan ini dan bersatu dalam ikatan cinta yang tulus?
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Niat awal Sella untuk mencari pekerjaan berubah drastis saat ia justru terjebak dalam pernikahan kontrak. Dirinya terpaksa menjadi istri pengganti bagi Rishan, seorang CEO yang menikah hanya demi menepati janji pada ibunya. Tanpa ada rasa cinta, hubungan mereka diwarnai ego dan aturan sepihak dari Rishan yang dominan. Di tengah tuntutan aneh sang suami, Sella harus kuat bertahan dan berjuang mengendalikan perasaannya yang kian goyah dalam ikatan pernikahan paksaan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan