APKDock Logo
Sampul Novel Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku

Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku

8.9 / 10.0
Dekade pengorbanan istri Daffa Prawirodirdjo sia-sia saat suaminya berpaling pada Leni, cinta masa lalunya. Puncak kepedihan terjadi ketika Daffa menelantarkan Bintang yang terluka di hari ulang tahun demi anak Leni. Enggan bertahan dalam pengkhianatan, sang istri membawa Bintang pergi, lalu bangkit menjadi seniman sukses. Tiga tahun berselang, Daffa datang memohon maaf, namun penyesalannya telah terlambat karena pintu hati sang mantan istri kini telah tertutup rapat.

Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku Bab 1

Selama sepuluh tahun, aku menjadi istri bayangan Daffa Prawirodirdjo, merawatnya saat hancur dan membesarkan putri kami, Bintang, dalam kesunyian.

Namun, semua pengorbananku hancur saat aku melihatnya di majalah gosip, tersenyum bahagia bersama cinta lamanya, Leni, dan seorang anak laki-laki. Di tangan anak itu, ada boneka beruang yang sama persis dengan yang ia berikan pada Bintang sehari sebelumnya.

Captionnya berbunyi: "Keluarga Prawirodirdjo yang bahagia."

Rasa sakit itu membeku. Aku menyeret koper, siap meninggalkan segalanya. Tapi Bintang, dengan mata penuh harap, memohon satu kesempatan terakhir untuk ayahnya. "Papa janji akan merayakan ulang tahunku," isaknya.

Aku luluh. Namun, di hari ulang tahun Bintang, Daffa tidak pernah datang. Kami menemukannya di taman hiburan, sedang merayakan ulang tahun putri Leni dengan pesta yang sangat mewah.

Saat putri kami menangis karena kue ulang tahunnya direbut, Daffa justru memilih untuk menenangkan putri Leni yang pura-pura pingsan, dan meninggalkan Bintang yang lututnya berdarah.

Melihat punggungnya yang menjauh, aku tahu ini adalah akhir. Aku membawa Bintang pergi, mengirim pesan singkat padanya: "Selamat tinggal."

Tiga tahun kemudian, aku menjadi seniman terkenal. Dia muncul kembali, memohon kesempatan kedua. Tapi kali ini, aku tidak akan pernah menoleh ke belakang.

Bab 1

Syifa Sastrowardoyo POV:

"Aku tidak bisa lagi."

Itulah yang kubisikkan pada diriku sendiri, sambil menatap pantulan diriku yang lelah di cermin. Sepuluh tahun. Sepuluh tahun aku mencintai Daffa Prawirodirdjo, dan sepuluh tahun pula aku hidup dalam bayang-bayang, tidak diakui.

Dulu, Daffa adalah pria yang hancur. Mantan tunangannya, Leni, meninggalkannya begitu saja. Dia tenggelam dalam kesedihan, dan ibunya, Nyonya Prawirodirdjo, yang mengenalku sebagai mahasiswa seni yang berbakat, mendekatiku.

"Temani Daffa," pintanya dulu. "Aku akan menjamin kehidupanmu. Jadilah pendampingnya, apapun yang terjadi."

Aku mencintai Daffa sejak pandangan pertama. Jadi, tawaran itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan-meskipun aku tahu itu bukan cinta yang setara. Aku menerima. Aku menyerahkan seluruh hidupku untuknya, untuk merawatnya saat dia terluka, untuk menjadi pilar tak terlihat di balik kesuksesannya.

Aku memasak untuknya, membersihkan rumahnya, mengatur jadwalnya, bahkan memilihkan dasi yang cocok untuk rapat pentingnya. Aku menjadi penopang hidupnya, namun selalu di latar belakang, tak pernah diakui sebagai istrinya. Dia memperkenalkan Leni sebagai tunangannya, bahkan setelah bertahun-tahun bersamaku.

Mengapa kau tetap bertahan? suara-suara sumbang itu sering kudengar. Kau hanya simpanan, pengasuh anak, bukan siapa-siapa baginya.

Kata-kata itu menghantamku seperti bongkahan es, tapi aku menahannya. Aku berharap bahwa suatu hari, dia akan melihatku.

Lalu, Bintang lahir. Keajaiban kecil itu adalah buah dari satu malam saat Daffa mabuk dan rapuh. Aku pikir kehadirannya akan mengubah segalanya. Tapi Daffa menolak mengakui Bintang sebagai putrinya di depan umum.

"Dia tidak akan menyandang nama keluarga Prawirodirdjo," katanya dingin, matanya kosong. "Kau tahu syaratnya."

Syaratnya adalah aku tetap menjadi bayangan, dan Bintang juga akan menjadi bayangan. Bintang tumbuh, seorang anak cerdas dan sensitif. Namun, hidupnya juga penuh dengan rasa sakit yang tak terucap.

Suatu hari, Bintang membuat mainan dari tanah liat yang dia klaim sebagai "mobil papa". Daffa, melihatnya sekilas, langsung membantingnya ke lantai. Mainan itu hancur berkeping-keping.

"Jangan pernah sentuh barang-barangku tanpa izin!" bentaknya.

Bintang kecil menangis ketakutan. Aku memeluknya erat, merasakan duri menusuk jantungku. Itu bukan yang pertama kali. Ada bekas luka di lengan Bintang, akibat Daffa yang pernah mencubitnya hingga membiru hanya karena Bintang tidak sengaja menumpahkan kopi di meja Daffa.

Aku menelan semua, demi Bintang. Namun, malam itu, Daffa pulang dengan senyum lebar yang jarang kulihat. Dia memeluk Bintang, memberinya boneka beruang besar.

"Papa akan mengajakmu ke taman hiburan besok," katanya hangat. "Kita akan bersenang-senang."

Hatiku sempat menghangat. Mungkinkah dia berubah?

Tidak.

Keesokan harinya, aku melihatnya di sebuah majalah gosip. Daffa sedang tersenyum, memegang tangan Leni. Di samping mereka, ada seorang anak laki-laki seusia Bintang, memegang boneka beruang yang persis sama dengan yang diberikan Daffa pada Bintang. Captionnya berbunyi: "Keluarga Prawirodirdjo yang bahagia menghabiskan waktu bersama di akhir pekan."

Rasa sakit itu membeku, berubah menjadi kebas. Aku merasa seperti mayat hidup.

"Syifa, kau baik-baik saja?" kata seorang tetangga suatu sore, saat aku sedang melamun di teras. Dia adalah ibu dari teman sekolah Bintang, seorang wanita yang selalu ramah padaku. "Kudengar Daffa dan Leni akan segera menikah. Kau... kau akan tetap tinggal di sini?"

Aku hanya tersenyum tipis, tapi di dalam, hatiku hancur berkeping-keping.

Malam harinya, aku menyeret koper yang sudah terisi penuh keluar dari lemari. Aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Aku harus pergi.

"Mama, kita mau ke mana?" suara kecil Bintang terdengar, matanya yang besar penuh kebingungan saat melihat koper-koper itu.

Aku berlutut, memegang pipinya yang lembut. "Kita akan memulai hidup baru, Sayang. Di tempat yang jauh, di mana tidak ada yang bisa menyakitimu."

"Tapi Papa janji akan mengajakku ke taman hiburan," katanya, bibirnya melengkung ke bawah. "Dia juga janji akan merayakan ulang tahunku bersama."

Air mataku menetes. Bintang masih berharap. Dia masih mencintai ayahnya yang tak pernah benar-benar ada untuknya.

"Papa... dia mungkin lupa, Sayang," kataku, berusaha menahan suara agar tidak serak.

"Tidak, Mama! Papa tidak akan lupa." Bintang menarik-narik ujung bajuku. "Tolong, Mama. Beri Papa satu kesempatan lagi. Aku yakin dia akan datang. Aku hanya ingin Papa menyayangiku."

Melihat mata penuh harap itu, hatiku teriris. Aku tahu aku harus melindunginya, tapi bagaimana aku bisa merenggut harapan terakhirnya?

"Baiklah, Sayang," kataku, meski tiap kata terasa seperti pecahan kaca di tenggorokanku. "Kita akan memberinya satu kesempatan terakhir."

Jika dia gagal lagi… kali ini, aku tidak akan pernah menoleh ke belakang.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Escape
8.1
Nyawa Emily Watson, seorang model menawan, kini terancam. Sebelum tewas tanpa kepala secara tragis, Dr. Watson sempat menyewa jasa Ethan Davis, bos agensi keamanan elite London, demi melindungi rahasia besar putrinya. Di tengah pelarian dari kejaran pembunuh, Ethan dan Emily harus berjuang mengatasi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah benih cinta yang tumbuh di tengah situasi mencekam ini mampu menyelamatkan mereka dari konspirasi mematikan yang mengintai?
Sampul Novel FAULT
8.7
Arista Lucy, sosok lembut yang berubah menjadi pembunuh bayaran dingin akibat trauma masa lalunya, kini hidup demi membalas dendam. Namun, segalanya mulai terusik sejak kehadiran Evan. Pria penuh misteri itu justru membawa ketenangan tak terduga yang perlahan mencairkan kepedihan di hati Arista. Di tengah dinginnya misi yang ia jalani, kini Arista terjebak dalam pergulatan batin yang hebat antara menuntaskan dendam membara atau menerima kedamaian baru yang ditawarkan oleh Evan.
Sampul Novel Gema Lagu Sunyi
8.4
Kehidupan Eve Walton sebagai istri Brayden Reynolds selalu menjadi pusat perhatian, terutama setelah pernikahan mereka diumumkan demi melindunginya. Namun, semua kebahagiaan itu sirna saat seorang wanita membawakan lagu cinta ciptaan Eve bersama Brayden dalam sebuah siaran langsung. Wanita itu mengklaim kepemilikan atas Brayden, diperkuat bukti video mesra yang menunjukkan bekas luka suaminya. Kecewa atas pengkhianatan ini, Eve memutuskan menyerahkan surat cerai untuk mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
9.0
Mireya Herlambang, penembak jitu terbaik dari organisasi Galaxy Hitam di kota Irich, mengemban tugas mematikan dari pimpinannya. Dia ditargetkan untuk melenyapkan Arnold Aksara, jenderal berhati dingin dan kejam. Misi berisiko tinggi ini ia ambil demi membalas dendam atas kematian keluarganya. Namun, di tengah upaya pembunuhan tersebut, Mireya justru dihadapkan pada dilema besar. Akankah ia berhasil mengeksekusi sang jenderal, atau malah jatuh hati pada pesona targetnya?
Sampul Novel Melepas Daster Burukku
7.8
Sartika hancur setelah Riya, sepupu suaminya, mengaku menjadi selingkuhan Roni. Rasa sakitnya kian dalam karena suaminya kerap merendahkan penampilannya yang kusam di hadapan Riya. Ogah terpuruk, Sartika mengubah dirinya menjadi sosok yang anggun dan menyiapkan rencana pembalasan yang matang. Saat Roni mulai mengemis maaf, mantan kekasih Sartika datang menawarkan kembali cintanya. Sartika pun dihadapkan pada pilihan sulit antara masa lalu atau lembaran baru.
Sampul Novel Psikopat & Gadis Desa
8.9
Christian Kim, pewaris kaya yang kejam, mengancam Moon agar tunduk padanya. Kematian sang nenek memicu amarah Moon, gadis desa yang akhirnya nekat menusuk Christian demi membalas dendam. Meski begitu, perjuangan keras sang tuan muda demi mendapatkan cintanya perlahan meluluhkan hati Moon. Di tengah keraguan, sebuah rahasia terkuak bahwa Moon terhubung dengan keluarga Kim. Apakah kenyataan ini akan merusak hubungan mereka atau justru mempersatukannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan