APKDock Logo
Sampul Novel Rahasia Gelap Istriku

Rahasia Gelap Istriku

9.7 / 10.0
Demi menuruti desakan ibunya untuk segera menikah, Satria memilih meminang Kinanti. Wanita itu adalah janda mendiang Pak Lurah yang meninggal secara janggal. Kinanti menerima lamaran tersebut, tetapi dengan satu syarat ganjil: Satria dilarang menemaninya di kamar belakang tiap malam Jumat Kliwon. Meski awalnya setuju demi cinta, Satria mulai didera rasa penasaran yang besar. Ia pun bertekad mengungkap misteri mengerikan yang disembunyikan sang istri di dalam ruangan itu.

Rahasia Gelap Istriku Bab 1

Pak Lurah Pingsan

“Satria, kamu mau kemana? Jam segini sudah tutup toko, ini baru jam tiga sore,” tanya pak Tarman, tetangga Satria yang punya toko sembako.

Pak Tarman berjualan di sebelah toko kelontong milik Satria.

“Anu, Pak. Saya mau nonton bola, sudah janjian sama teman,” jawab Satria, setelah lelaki itu menutup rolling dor toko nya, lalu tak lupa pemuda itu mengunci dan menggembok toko miliknya.

“Oalah pantesan kamu nutup cepet, biasanya tutup jam 04.00 sore.

“Mari, Pak. Saya duluan ya,” ucap Satria berpamitan ada pak Tarman.

“Ya, hati-hati di jalan,” sahut pak Tarman sambil berjalan masuk kedalam tokonya.

Satria seorang pemuda yang berumur 28tahun, dia tinggal bersama ibunya, di desa Sukasari, pemuda itu memiliki toko kelontong di pasar tradisional.

Walaupun hanyalah toko kecil tapi cukup untuk menghidupi dirinya dan juga ibunya. Satriahanya tinggal berdua saja dengan Ibunya.

Satria baru saja pulang dari tokonya di pasar, hari ini pemuda itu pulang lebih awal dari biasanya, jika biasanya dia akan berjualan dari jam 08.00 pagi hingga jam 04.00 sore.

Hari ini pemuda itu menutup tokonya jam 03.00 sore, Satriamengendarai mobil box miliknya, setelah menutup toko dan memastikan semuanya sudah tertutup rapat.

Letak pasar dan rumahnya itu tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja, kini Satriasudah sampai, pemuda itu memarkirkan mobilnya di depan halaman rumahnya.

Bu Darno yang mendengar suara mobil Satrialangsung saja menghampiri anaknya, wanita setengah baya itu lalu berjalan keluar menuju ke halaman rumahnya.

“Loh, Sat. Kenapa jam segini sudah pulang?” Bu Darno yang masih berdiri di teras langsung melihat ke arah jam yang terpasang di dinding rumahnya, “ini masih jam 03.00 sore.”

“Iya, Buk. Satria mau ke pusat kota, sama temen. Satriamau nonton bola sama Ali, Buk,” jawab Satria sambil turun dari mobil box nya dan berjalan menghampiri ibunya.

Satria mencium punggung tangan ibunya, lalu duduk di kursi bambu yang ada di teras rumahnya, Satria tampak mengibas-ngibaskan topi yang dia kenakan ke arah wajahnya.

Bu Darno langsung ke belakang, wanita paruh baya itu langsung berjalan ke dapur dan membuatkan teh untuk anaknya.

Selesai membuatkan teh, Bu Darno langsung berjalan kembali ke arah teras. Dia menghampiri Satria yang kini tengah duduk seorang diri di atas kursi bambu.

Bu Darno meletakkan teh itu di hadapan Satria, Satriatersenyum lalu mengucapkan terima kasih kepada ibunya.

“Terima kasih Buk,” ucap satriasambil menyeruput teh yang sudah di buatkan untuknya.

“Kamu itu loh ya, kalau pamitan tu, sekali-kali bilang perginya sama perempuan gitu,” ucap Bu Darno mulai menceramahi anaknya.

“Inget Satria, umurmu sekarang tu sudah tua, sudah 28 tahun, sudah waktunya kamu punya istri, kamu liat teman sepantaran mu. Semua sudah pada menikah, dan punya anak, kamu kapan?” Bu Darno ikut duduk di sebelah Satriasambil melihat ke arah anaknya.

“Kamu tu harus secepatnya kawin, punya istri, biar ada yang masakin kamu,” ucap Bu Darno meminta anaknya untuk segera menikah, karena hingga sat ini satria tak kunjung juga memperkenalkan atau sekedar dekat dengan seorang perempuan.

“Kan sudah ada ibuk, yang biasa masakin aku di rumah,” jawab Satria sambil tersenyum ke arah Ibuknya.

Bu Darno yang mendengar ucapan anaknya hanya bisa menghela nafas panjang, selalu saja ada jawaban dari Satria, saat ibu-nya meminta dia untuk segera mencari istri.

Entah istri seperti apa yang di inginkan, sudah beberapa kali ibu-nya meminta Satria untuk mendekati perempuan yang ada di desa itu, namun tetap saja Satria tak melakukannya.

Selalu saja ada alasan dari anaknya, “Ibuk ini sudah tua, Satria. Tidak selamanya Ibuk selalu ada di sisi kamu.”

Saat Satriadan ibunya masih mengobrol di depan teras rumah, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang berlarian, Satria dan Bu Darno, yang melihat itu langsung saja berdiri.

Mereka celingukan melihat semua orang berlari ke arah Utara, Bu Darno dan satrialangsung berjalan ke halaman rumahnya.

“Satria, ini mereka ada apa ya, kenapa pada berlarian seperti itu?” tanya Bu Darno sambil berjalan ke halaman rumahnya.

“Satria juga gak tau Buk, coba Satriatanya dulu.”

Satriamelangkah ke depan melihat ke kanan dan ke kiri. Ada seorang laki-laki yang berjalan dengan tergesa-gesa. Satrialangsung saja menghampiri lelaki itu dan bertanya.

“Ada apa toh, Kang? Kenapa semua berlarian kesana?” tanya Satriamerasa heran.

“Itu Satria, pak Lurah, pak lurah tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri,” ucap lelaki itu, sambil ngos-ngosan, lelaki itu mengatur nafasnya.

Lelaki itu lalu melihat mobil pickup di depan rumah Satria.

“Satria, kamu bisa setir mobilkan? Tolong bantu kami bawa pak lurah ke rumah sakit ya.”

Satria menganggukkan kepalanya, “iya kang, saya bisa bawa mobil, tunggu sebentar ya Kang.”

Satriakemudian menghampiri Ibuk-nya, “buk, aku pergi dulu ke rumah pak lurah ya, katanya pak Lurah, anfal. Aku mau bantu antar dia ke rumah sakit.”

“Ibuk, ikut Satria.”

“Ayo, Buk.” Satria menggandeng tangan Ibunya, Satria beserta ibu-nya kini pergi, mereka ke rumah pak lurah.

Saat di jalan Bu Darno bertanya pada lelaki itu.

“Memangnya pak lurah kenapa?”

“Saya sendiri juga kurang tau Bu Darno, tiba-tiba pak Lurah ini Anfal saat beliau baru saja pulang dari kelurahan, mungkin saja pak Lurah kena serangan jantung,” ucap lelaki itu dia menduga saja jika pak lurah jantungan pada Bu Darno.

Bu Darno menganggukkan kepalanya saja, seolah mengerti dengan apa yang di ucapkan lelaki itu.

Sesampainya mereka di rumah pak Lurah, ternyata di sana sudah ramai, ada banyak sekali orang yang sudah berkumpul di halaman rumahnya.

Satria langsung saja membelah kerumunan itu, sambil menggandeng tangan Ibuk-nya. Dan masuk kedalam.

Permisi ...

Permisi ...

Permisi ...

Kini satria dan Ibuk-nya sudah berada di dalam dia melihat pak lurah yang tak sadarkan diri, tengah tergeletak tak berdaya di ruang tamu.

Di sampingnya terlihat seorang perempuan yang tengah menangis di dekatnya, Satria menduga jika itu adalah istri pak lurah, satria tidak bisa melihat jelas wajah dari Bu Lurah karena wanita itu membelakanginya.

Satria dan lelaki yang tadi bersamanya langsung berjalan mendekati tubuh pak lurah, kini satria berdiri tepat di sisi kiri pak lurah sedang istrinya berada di sisi kanan Pak lurah. Satria kemudian ikut berjongkok

Satria melihat perempuan itu dari ujung tangannya yang memegang tubuh pak lurah lalu naik ke atas, kini terlihat jelas bagaimana wajah wanita itu.

Satria membulatkan matanya, dia seperti kesulitan untuk menelan air liurnya sendiri, saat melihat wajah Bu Lurah.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Rahasia Gelap Istriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta yang Sudah Hilang
8.1
Sejak kehamilanku, suamiku selalu pergi lari malam. Namun hari ini, dia terburu-buru pergi hingga meninggalkan ponselnya dan hanya memakai jam tangan pintar. Saat itulah aku tidak sengaja membaca pesan-pesan intim yang dia kirimkan kepada seorang rekan wanita, menawarkan dirinya untuk "dimakan". Rasa mual langsung bergejolak di perutku mengingat sup ayam yang baru saja dia suapkan padaku. Yang membuatku semakin terguncang, wanita selingkuhannya itu adalah orang yang baru saja dia kenalkan kepada adikku.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel Gelap Itu Membuatku Salah Pilih Pintu
8.1
Sebuah insiden tak terduga terjadi ketika aliran listrik mendadak padam saat tokoh utama sedang mandi. Dalam kondisi gelap gulita, ia bergegas memakai jubah tidur dan berniat kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Namun, kesalahan fatal terjadi di tengah kegelapan malam yang pekat. Bukannya masuk ke kamarnya sendiri, ia justru salah melangkah masuk ke dalam kamar keponakannya. Di sana, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh tubuhnya dengan sangat erat dari arah belakang.
Sampul Novel Istri Serakah
8.1
Aku terlambat menyadari bahwa wanita yang kunikahi memiliki ambisi yang sangat gelap. Dia tidak hanya mengincar seluruh harta kekayaanku, tetapi juga ingin menguasai total kehidupanku. Buta karena cinta, aku baru tersadar setelah semua kekayaanku habis dirampas oleh keserakahannya. Kini, hidupku telah hancur lebur tanpa sisa. Penyesalan terdalam pun datang menghampiri saat seluruh hal yang pernah kuperjuangkan kini telah lenyap sepenuhnya.
Sampul Novel Terjerat Kontrak Cassanova
9.7
Demi keluar dari jerat masalah, Zehra Deris terpaksa menyetujui kontrak yang ditawarkan oleh Javas Wira Sastro, seorang pria yang jenuh dengan kehidupannya. Namun, saat masa perjanjian mereka selesai, Javas enggan membiarkannya pergi dan malah memaksakan sebuah pertunangan. Hubungan yang didominasi gairah ini membawa mereka pada konflik perbedaan status sosial. Kini, keduanya dihadapkan pada dilema besar: melanjutkan romansa panas ini atau realistis.
Sampul Novel Tukang Pijat yang Mantap
9.3
Rasa penasaran menyelimuti benakku saat melihat seorang rekan kerja wanita rutin mengunjungi panti pijat hingga lima kali seminggu. Setiap hari berikutnya, ia selalu tampak sangat bertenaga di kantor. Setelah didesak, ia hanya tersenyum misterius dan menyarankanku untuk membuktikannya sendiri. Didorong rasa ingin tahu, aku memutuskan mengikutinya ke tempat pijat bernama Arinda tersebut. Keputusan itu mengubah segalanya, membuatku kini ikut terjerat dan tidak bisa berpaling dari sana.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan