APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ZORA Pupus Sebelum Mekar

ZORA Pupus Sebelum Mekar

Ryan memohon agar Nisa mau menyusui bayi perempuan mereka yang baru lahir. Namun, Nisa menolak keras karena sangat membenci anak itu, bahkan sejak dalam kandungan ia sempat berniat melenyapkannya. Meski Ryan terus membujuk demi kesehatan sang buah hati, kebencian Nisa tak tergoyahkan. Bagi Nisa, bayi bernama Zohrah itu tidak pernah diinginkan, walaupun Ryan meminta agar amarah istrinya tidak ditumpahkan pada putri kecil mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2 Dipertemukan Oleh Takdir

“Ya benar! Tepat sekali. Masa depanku adalah Agung. Oleh sebab itu, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?” Nisa menunjuk ke arah pintu, “pintu keluar di sana, Yan.”

Sakit Nisa harus berdusta. Dia menginginkan Ryan dan Zohrah di masa depannya. Namun

bersama dengan mereka pasti akan menyakiti banyak orang. Agung, orang tuanya dan orang tua Agung.

Bimbang harus memilih di antara dua pilihan yang sulit itu. Dia hamil dan menikah dengan Ryan juga tanpa sepengetahuan Agung. Maka kembali pada Agung mungkin jalan terakhir untuknya, jika pria itu bersedia.

“Oke. Pergi saja kamu ke Agung. Pergi saja ke masa depan kamu. Lupakan kami. Jangan

kembali. Dan jangan pernah mencari kami kalau Agung pergi dari kamu.”

Ryan meninggalkan Nisa sendirian ruang rawat inap rumah sakit khusus ibu dan anak. Dia tidak mampu mengatakan itu. Dalam hati, dia menginginkan Nisa menjadi masa depannya. Membangun rumah tangga harmonis bersama  sahabat sekaligus cintanya.

Benarbbahwasanya cinta telah hadir sejak awal perjumpaan. Namun semua sudah terlambat. Ryan menyesal tidak menyatakan sejak dulu. Kini layu sudah bunga di tangan.

Pupus sebelum mekar.

♧♧

Ryan memandangi Zohrah dari luar ruang. Melalui dinding kaca dia bisa melihat bayi perempuan itu tertidur. Sembilan belas jam sudah bayi itu lahir. Dan selama itu pula, Nisa belum bersedia memberikan ASI untuk Zohrah.

Tidak mau bayinya diberi susu formula. Maka jalan satu-satunya yang Ryan tempuh adalah mencari Ibu susu untuk Zohrah. Meski harus membayar mahal pun tak masalah.

Dia masih punya tabungan yang cukup untuk membayar Ibu susu selama enam bulan.

“Permisi Ibu,” kata Ryan pada salah seorang wanita di salah satu ruang rawat inap. “Ibubpunya bayi? Apakah ibu bersedia membagi ASI ibu untuk bayi saya?”

“ASI saya belum keluar.”

Dari satu wanita ke wanita lain Ryan bertanya. Tidak ada satu pun yang bersedia menolong. Bukan, bukan tidak bersedia. Mereka yang Ryan temui punya alasan yang logis.

ASI belum keluar sampai alasan punya bayi kembar. Tidak diizinkan suami sampai tempat

tinggalnya jauh dari rumah Ryan. Dan sederet alasan lain.

Putus asa, Ryan kembali ke depan ruang bayi. Di sana dia menjumpai seorang ibu muda yang sedang menangis di depan dinding kaca.

Berjalan mendekat, Ryan berdiri di samping tubuh kurus itu. Memandangnya sekilas lalu sama-sama menatap ke dalam ruang bayi.

“Kamu kenapa menangis?” tanya Ryan. Di yakin usia wanita itu lebih muda dari Nisa. Hanya saja wajahnya terlihat sendu. Seperti tengah menyimpan kesedihan.

“Saya harus meninggalkan bayi saya di rumah sakit karena belum bisa membayar biaya

persalinan.”

“Saya bisa membantu kamu. Asal kamu mau membagi ASI untuk bayi saya.”

 ♧♧♧

Wanita

muda itu menoleh. Raut mukanya menyiratkan kebimbangan. Lalu dia menggeleng.

“Saya tidak akan menjual bayi saya,” tegas wanita itu.

Ryan tersenyum. Dia kembali menatap Zohrah lewat dinding kaca. Bayi perempuan itu bergerak, mungkin ada yang mengusik tidurnya.

“Dia bayi saya,” kata Ryan sembari menunjuk sebuah boks bayi. “Dari lahir dia belum mendapat ASI.”

Pandangan wanita muda itu mengikut ke mana jari Ryan menunjuk. Bayi mungil itu seperti

memiliki kekuatan sihir yang meluluhkan hati. Sihir itu bernama cinta, kasih sayang dan harapan. Bayi perempuan itu punya harapan untuk bertahan hidup dengan cinta dan segenap kasih sayang.

“Perkenalkan, saya Ryan.” Ryan menjulurkan tangan pada wanita muda yang berdiri di

sampingnya.

“Saya Lisa,” sambut wanita itu menjabat tangan Ryan. “Dan itu bayi saya.” Dia menunjuk sebuah boks bayi bersebelahan dengan boks bayi yang ditunjuk Ryan.

Bayi itu menggeliat. Seperti tahu, ada dua orang dewasa yang tengah membicarakannya. Ryan terpaku melihat itu. Tersihir oleh wajah lucu nan menggemaskan.

Dua bayi itu sama-sama memiliki sihir yang mungkin tak masuk dalam logika. Sihir itu cinta. Sihir itu kasih sayang. Sihir itu perhatian. Dan sihir itu yang membuat hati Lisa bergetar.

“Ambil bayi kamu. Saya akan memberi apa yang tidak dia dapatkan dari ibunya,” ujarnya kemudian.

Gerimis membasahi hati. Ryan tersenyum tapi menangis. Menangis haru oleh kesediaan Lisa. Tersenyum bahagia karena Zohrah tidak akan kelaparan. Bayi itu akan mendapat ASI pertama.

Namun Ryan sedih dan kecewa. Sebab bukan Nisa melainkan orang lain. Bukan ibubkandung, tetapi ibu susu.

Setelah meminta izin pada suster jaga, Ryan menyerahkan Zohrah pada Lisa. Sepanjang

koridor menuju ruang rawat inap, pandangannya tak lepas dari sosok Lisa. Sambil berandai dia membayangkan jika yang tengah berjalan di sisinya adalah Nisa.

“Boleh Anda keluar dulu.” Bukan mengusir, Lisa meminta Ryan ke luar. Dia malu dan tentu saja salah jika membiarkan Ryan berada di dalam ruangan. Sementara mereka hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh takdir.

♧♧♧

.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Bittersweet
9.0
Arvin Bintang Mahatama dan Hana Farsya Aurina bertetangga sejak kecil. Meski Arvin sangat jahil sedangkan Hana manja tapi dewasa, mereka tak terpisahkan dari TK hingga SMA. Hubungan keduanya kerap diwarnai pertengkaran bagai Tom and Jerry akibat perbedaan sifat. Memasuki masa remaja, persahabatan erat ini diuji oleh tumbuhnya benih-benih cinta. Akankah ikatan platonis mereka mampu bertahan saat perasaan baru mulai mewarnai kisah pahit manis di sekolah?
Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Gadis Desa yang Kecanduan Seksual
8.9
Sebagai seorang petani, hidupku terusik oleh kecanduan seksual berat yang kerap kambuh dan mengacaukan pekerjaan penting di ladang saat musim panen tiba. Demi mengatasi kondisi yang kian menyulitkan ini, aku dan suamiku memutuskan menemui dokter baru yang baru saja bertugas di desa kami. Namun, harapan kami untuk sembuh berubah menjadi kebingungan yang mendalam ketika sang dokter menawarkan metode pengobatan yang benar-benar tidak lazim dan membuatku sangat terkejut.
Sampul Novel Hilangnya Masa Muda
9.7
Safira Ayu Andini harus merelakan masa mudanya demi pernikahan paksa dengan Danu Pratama. Danu, seorang duda satu anak berusia tiga puluh tahun yang bersikap dingin dan ketus, bersedia menikah hanya untuk memenuhi desakan ibunya, Bu Rina. Tanpa adanya rasa cinta di antara mereka, Safira kini terperangkap dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan bersama suami yang sama sekali tidak memedulikannya.