APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You're Mine

You're Mine

Sherly kabur usai malam intim dengan Hansel, yang ia duga telah beristri. Ketika hamil, keluarganya malah mendesak Sherly membuang bayinya. Lima tahun berlalu, ia mendapati putranya, Aarav, telah diadopsi keluarga Rosell. Ternyata, Lolita yang merupakan istri Hansel kini menjadi ibu angkat Aarav. Hansel, yang tidak mencintai istrinya, bertekad merebut kembali Sherly. Berbekal cinta lama dan ikatan darah, ia bersumpah menjadikan Sherly miliknya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kring ... kring ... kring.

Alarm dari sebuah ponsel terus berbunyi sebelum sang empunya bergerak untuk menghentikannya.

Pagi itu, sekitar pukul 06.00, Sherly, pemilik ponsel menggeliat di atas ranjang deluxe room di sebuah hotel berbintang. Dia sudah terbiasa dengan bunyi alarm tersebut. Walaupun kepala masih berdenyut, kedua bola matanya yang indah perlahan mengerjap.

Sherly belum menyadari kondisinya saat ini. Dia pun hendak memutar tubuhnya untuk meraih ponsel di atas nakas, namun sebuah tangan besar yang melingkar di tubuhnya membuat gadis itu kesulitan untuk bergerak.

Di saat yang bersamaan, sebuah suara bariton mengagetkan Sherly.

"Berisik ... cepat matikan alarmnya!" perintah pria di sebelah Sherly.

Sontak Sherly menoleh ke samping kirinya dan menemukan seorang pria tampan nan gagah sedang mengoceh dengan mata yang masih terpejam.

"Dia ... pria ini." Sherly terkesiap, jantungnya serasa mau lompat dari tempatnya. Belum lagi ketika menyadari tubuh polosnya yang hanya tertutup selembar selimut coklat muda. Dunia serasa mau kiamat detik itu juga.

"Bagaimana bisa ini terjadi?" Dengan tangan gemetar, Sherly lantas menurunkan tangan pria itu dari tubuhnya.

Selain kesadaran yang belum terkumpul seratus persen, pria itu juga dalam keadaan telanjang, sama seperti Sherly. Mereka berdua hanya dilindungi selembar selimut berbahan sutra.

Setelah mengenakan pakaiannya, Sherly duduk di tepi ranjang sembari menatap pria yang masih tertidur lelap itu.

"Apa yang terjadi denganku?"

Sherly mencoba mengingat kejadian tadi malam. Diakui, Sherly memang ikut minum minuman beralkohol yang disuguhkan oleh salah satu temannya, dan ini adalah pengalaman pertamanya mengkonsumsi minuman haram tersebut. Jelas, jika Sherly tidak memiliki toleransi tinggi pada minuman beralkohol, hingga dia langsung mabuk berat pada malam itu.

Sherly hanya ingin menghargai perpisahan yang telah dipersiapkan oleh teman-temannya, namun dengan polosnya, dia tidak memiliki pikiran akan berakhir seperti ini. Mabuk dan seterusnya berakhir di ranjang dengan seorang pria.

Lagi pula, mereka beramai-ramai di tempat tersebut, kenapa bisa Sherly sendiri yang terasing dan berakhir dengan seorang pria yang tidak dikenal?

"Siapa yang membawaku ke sini?" Sherly masih berpikir keras. "Apa aku datang sendiri untuk menawarkan diri pada pria ini? Ah ... Sangat memalukan."

Malam itu adalah malam pertama Sherly masuk ke dalam klub malam. Atas nama pertemanan, dia mengikuti teman-temannya yang sedang merayakan hari kelulusan. Karena mereka akan segera masuk ke universitas yang berbeda-beda, Sherly manut saja dan beranggapan jika pesta ini hanya untuk bersenang-senang dan akan berakhir dengan sekejap mata.

Di saat sedang memandangi pria di atas ranjang, Sherly teringat dengan sikap centil yang ditunjukkan bersama dengan teman-temannya.

Tidak bisa dipungkiri, Sherly and the gang yang masih dalam tahap pubertas sempat menggoda beberapa pria di dalam klub malam, termasuk pria yang sudah menjadi teman ranjangnya malam ini.

Untuk menguji kemahiran dalam merayu, mereka bahkan menunjukkan sikap liar di depan para pria. Tapi semua itu hanya akting semata dan hanya dilakukan malam itu saja untuk menuntaskan masa remaja yang akan berakhir.

"Aku harus tahu identitas pria ini."

Karena masih terlalu pagi, Sherly tidak berniat untuk membangunkan pria itu. Dengan mata awas, dia segera berjalan mengelilingi ranjang. Di atas lantai, Sherly menemukan celana panjang, lalu merogoh dompet di dalamnya.

Yang pertama Sherly lakukan adalah mengeluarkan sebuah kartu identitas. Tertulis nama Hansel Rosell. Dari tahun kelahiran, Sherly menyimpulkan usia pria itu 12 tahun lebih tua darinya.

Hansel telah berusia 30 tahun, sedangkan Sherly baru berusia 18 tahun.

Sherly telah tidur dengan pria yang lebih cocok menjadi omnya.

Namun dari sekian data-data yang tertera dalam kartu identitas tersebut, yang paling mencengangkan bagi Sherly adalah status dari Hansel. Pria yang sudah tidur dengannya ternyata adalah pria dengan status menikah.

"Dia sudah punya istri." Dengan satu tangan, Sherly yang terisak menutup mulutnya. Dia khawatir suaranya terdengar oleh Hansel.

"Aku sudah merusak rumah tangga orang." Sherly berpikir sejenak. Dia wanita, dan akan ada wanita yang tersakiti dengan kejadian ini.

Tanpa pikir panjang, Sherly meraih tas ranselnya dan bergegas meninggalkan ruangan mewah itu. Sebisa mungkin, dia akan menganggap kejadian ini tidak pernah terjadi.

Pada saat keluar dari gedung hotel, Sherly tidak sengaja menabrak seorang pria.

Reynand nama pria itu. Dia adalah teman Hansel dan berniat mengecek kondisi sang sahabat setelah mendapat kabar dari salah satu rekan mereka.

"Ah ... ma ... maaf, saya tidak sengaja," ucap Sherly sambil membungkuk. Dia sengaja menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya agar tidak ada yang mengenali.

Apa yang dipikirkan orang luar saat melihat gadis berusia 18 tahun keluar dari sebuah hotel di pagi hari? Ah ... harusnya dia juga sadar, tidak pantas memasuki klub malam di usia yang masih sangat muda. Kini, hanya penyesalan yang tersisa. Sherly merasa hidupnya sangat buruk.

"Kamu tidak apa-apa?" Reynand justru mengkhawatirkan Sherly yang mungkin saja terluka.

"Tidak apa-apa, aku harus pergi." Sherly setengah berlari meninggalkan hotel.

Reynand tersenyum kecil dan tidak ambil pusing dengan tingkah laku Sherly yang berjalan terburu-buru.

"Gadis jaman sekarang." Reynand geleng-geleng kepala memandangi kepergian Sherly. "Entah apa yang dia lakukan di dalam hotel ini?"

Untuk mengurus proyek di kota itu, Hansel telah menginap beberapa hari di hotel tersebut. Jadi, Reynand tidak perlu lagi bertanya pada resepsionis. Langkahnya yang panjang langsung menuju sebuah kamar VVIP.

"Bangun woiii ...!" Reynand berteriak kencang sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh Hansel.

Seketika Reynand tercengang menyaksikan tubuh bugil sahabatnya. Dia tidak menyangka jika Hansel mungkin baru saja bercinta dengan seorang wanita. Ditambah lagi ada noda merah di atas ranjang, apakah sahabatnya yang terkenal dingin dengan wanita itu baru saja berkencan dengan seorang perawan?

Hansel lebih panik. Beruntung dia tengah tengkurap saat itu. Tangan panjangnya segera meraih selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.

"Sialan kamu, sembarangan masuk kamar orang!" maki Hansel dengan kesadaran yang belum penuh.

Masih syok dengan kejadian tersebut, Reynand mematung di depan Hansel. Hanya kedua bola matanya yang bergerak tajam. Pandangannya jelas menyapu setiap sisi ruangan.

"Mau ngapain kamu ke sini?" Hansel bertanya kesal. "Kenapa tidak menelpon dulu?"

"Di mana gadis itu?" Bukannya menjawab pertanyaan Hansel, Reynand justru melempar pertanyaan baru. "Apa kamu ingin menyembunyikannya dariku?"

Hansel memijit pelipisnya. Dia juga baru menyadari keberadaan gadis yang sudah menghabiskan malam dengannya.

'Di mana dia? Apa dia sudah pergi?' Hansel berpikir sendiri. Dia masih mengingat rasa yang diberikan oleh gadis muda itu. Tidak mungkin dia melepaskannya begitu saja.

Di kamar lainnya.

Plak ... plak.

Dua orang pria muda mendapatkan tamparan keras dari seorang pria dewasa.

"Dasar goblok, sia-sia aku membayar mahal seluruh pengeluaran kalian tadi malam. Aku kembali gagal untuk mendapatkan Sherly," marah Ronald dengan wajah berapi-api.

Kedua pemuda itu adalah Johan dan Soni, teman mabuk Sherly malam itu. Mereka berdua adalah orang suruhan yang sengaja menjebak Sherly agar bermalam dengan seorang pria kaya raya. Namun naas, malam itu keduanya telah memasukkan mangsa ke dalam kamar yang salah.

Setengah jam kemudian, Hansel ditemani Reynand meminta staf hotel untuk memeriksa ruangan cctv.

"Aku ingin tahu siapa gadis yang masuk ke dalam kamarku tadi malam," Hansel berkata dengan tegas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Balas dendam
9.2
Jenni yang dulu lemah kini telah berubah menjadi wanita tangguh setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri, serta menjadi korban perundungan. Didampingi sahabat setianya yang selalu mendukung, Jenni kini merancang rencana balas dendam yang matang untuk membuktikan kekuatannya. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membalas semua rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Jenni dalam menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
8.3
Demi Rangga, aku rela menyerahkan karya desain terbaikku demi kemenangannya. Namun di malam perayaan, pengkhianatan pahit terungkap saat ia menyebutku alat bisnis dan bertunangan dengan Zahira. Bahkan setelah malam intim kami, ia memaksaku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi jauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali, terobsesi mengejarku setelah membuangku.
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan
9.7
Naya, seorang penulis yang kehilangan inspirasi, memutuskan pergi ke kota kecil yang selalu diguyur hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, seorang barista misterius dengan rahasia besar. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Naya mengetahui bahwa Arga sebenarnya adalah penulis terkenal yang bersembunyi dari skandal masa lalunya. Kini, Naya dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar identitas asli Arga demi kebenaran, atau melindungi rahasia pria yang dicintainya.
Sampul Novel Larisa
9.5
Kehilangan orang tua dalam kecelakaan tragis membawa Larisa ke dalam asuhan kerabat lama yang hangat. Namun, putra mereka justru bersikap dingin dan selalu menjaga jarak darinya. Takdir kemudian membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Di tengah dinginnya sikap sang suami, Larisa harus berjuang menjalani kehidupan rumah tangga barunya. Sanggupkah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?
Sampul Novel TOXIC
8.6
Sifat posesifnya yang ekstrem selalu kuanggap sebagai bukti cinta yang tulus. Namun, semua ilusi itu hancur saat aku menyadari bahwa diriku hanya dimanfaatkan demi ambisi pribadinya. Dia pria egois yang hanya mengejar kepuasan sendiri tanpa pernah memikirkan kehancuran perasaanku. Hubungan tanpa ketulusan ini terasa kian mencekik, hingga akhirnya aku tersadar bahwa sikap buruknya tidak boleh lagi ditoleransi. Aku harus melepaskan diri dari jerat toksik ini.