APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel You Are The Apple Of My Eye

You Are The Apple Of My Eye

Kirana merasa heran saat ditunjuk menjadi pasangan menari Rangga Ferdinand untuk acara bergengsi di Swiss. Padahal, kakinya sempat kram dan membuatnya terjatuh ketika ujian pirouette. Keputusan ini pun memicu tanda tanya besar di benaknya. Apakah ini murni keberuntungan, atau justru ada campur tangan dari Rangga, sang Danseur terkenal sekaligus pemilik sekolah balet internasional itu? Misteri di balik terpilihnya Kirana kini mulai membayangi langkahnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kirana berlari lari mengejar bis yang biasa berhenti di halte pada jam 7 pas. Namun sekarang sudah jam 7 lewat 5 menit dan ia ketinggalan bis. Tidak biasanya ia ketinggalan dan tidak biasanya bis itu berangkat lebih cepat. Ini adalah hari pertama ia masuk sekolah khusus Balet Berbasis Internasional atau biasa terkenal dengan sebutan BBI oleh orang orang, sekolah balet yang elite dan mahal. Setelah lulus SMA, Kirana langsung mendaftar ke sekolah itu. Tentu tidak mudah karena saingannya banyak dan berat, dan pengetesannya juga tidak hanya menari balet tapi pengetahuan tentang balet. Bukan hanya itu saja, ia tahu Rangga Ferdinand bersekolah disana. Rangga Ferdinand adalah icon disekolah BBI karena parasnya yang tampan dan blasteran Rusia dan juga pemenang Danseur terbaik diberbagai kompetensi balet bergengsi dan terbesar di seluruh dunia.

Untung saja ketika test ujian masuk Kirana membawakan tarian bertajuk Harlequinade, tarian yang lebih banyak berputar, upbeat dan kelincahan. Tidak semua orang bisa membawakan tarian Harlequinade karena untuk menari Harlequinade tidak hanya berupa tarian saja tapi harus ada unsur drama yang disertai mimik dan akting pada saat menari.

Kirana membetulkan tali tas gendongnya yang melorot di bahu tanpa menghentikan kakinya yang masih mengejar bis. Sudah mencapai sepuluh meter dari halte Kirana masih berlari mengejar bis karena hanya bis itu yang melewati halte sekolah BBI, dan bis yang melewati halte sekolah BBI berikutnya akan datang jam 8 pas bertepatan dengan jam masuk sekolah BBI, jadi Kirana berlari secepat mungkin mengejar bis itu. Mungkin nanti ia akan belajar membawa motor sehingga ia tidak perlu menunggu atau mengejar bis lagi. Tiba tiba bis itu berhenti dan Kondektur melongokkan kepalanya diantara pintu bis.

“Neng cantik mau naik bis yah?” Tanya Kondektur itu melempar pertanyaan retorik kepada Kirana sambil tersenyum.

“Iya Pak." Jawab Kirana, mengabaikan ucapan pujian pada wajahnya.

Kondektur itu turun dan menyilakan Kirana untuk naik bis. Kirana segera naik. Masih banyak kursi yang kosong didalam bis itu. Kirana memilih duduk didekat jendela. Ketika bis itu melaju, Kondektur bis menghampirinya untuk meminta ongkos. Kirana mengambil uang dalam kantong tasnya dan menyerahkan uang itu kepada Kondektur. Kondektur itu kembali tersenyum kearahnya. Kirana membalas senyuman Kondektur itu demi kesopanan.

Kirana menghela napas seraya berpaling kearah jendela. Meskipun Kirana dari keluarga sederhana, tapi kedua orang tuanya tidak keberatan ia melanjutkan untuk belajar balet dan meningkatkan kemampuannya dalam menari balet setelah lulus SMU. Berbeda dengan anak anak zaman sekarang yang memilih kuliah atau bekerja. Namun beruntungnya Kirana bisa lolos masuk di sekolah BBI, walaupun sekolah itu mahal, namun kedua orang tuanya masih mampu membiayainya belajar balet di sekolah BBI, bahkan kedua orang tuanya bangga kepadanya karena lolos di sekolah BBI. Suatu saat jika ia sukses sebagai penari balet terkenal, ia akan membahagiakan kedua orang tuanya, dan tidak merepotkan kedua orang tuanya lagi. Kirana anak pertama di keluarga, adiknya perempuan dan masih kelas 1 SMU, adiknya tidak memilih balet seperti dirinya, namun begitu kedua orang tuanya menyetujui ia mengembangkan tarian baletnya dan mereka selalu memberikan semangat kepada Kirana untuk terus berprestasi dalam balet.

Kirana sangat menyukai balet, waktu kecil ia sudah menari balet. Balet seakan sudah mendarah daging dalam dirinya. Ia pun selalu mengikuti kompetisi balet yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia dan ia selalu meraih juara kesatu dalam kompetisi, namun ia belum mencoba untuk ikut kompetisi di luar negeri karena ia tidak percaya diri dan merasa belum mahir. Karena itulah ia masuk ke sekolah Balet Berbasis Internasional untuk mengasah kemampuannya dan memupuk rasa percaya dirinya agar berani tampil di luar negeri. Selain itu idolanya Rangga Ferdinand berada disekolah BBI. Hati Kirana berdebar kencang ia ingin melihat tarian Rangga Ferdinand dari dekat dan tidak melalui layar kecil yang biasa ia lihat jika Rangga Ferdinand menari balet.

Tapi pasti banyak sekali Balerina dan Danseur yang lebih jago darinya di sekolah BBI. Meskipun begitu hal itu justru memberikan semangat kepada Kirana agar lebih giat lagi berlatih sehingga menjadi yang terbaik, dan mungkin saja suatu hari ia akan menari secara pas de deux dengan Rangga Ferdinand. Kirana tersenyum memikirkan hal itu. Tiba tiba bis itu berhenti di halte sekokah BBI. Kirana berdiri dan melangkah turun dari bis. Ia berjalan kearah gedung sekolah BBI, banyak para Balerina dan Danseur yang sekolah disini dan ia bersyukur karena salah satunya adalah dirinya.

Kirana mengeluarkan kartu pelajar BBI untuk membuka gerbang sekolah BBI, lalu melangkah masuk ketika gerbang itu terbuka, sambil berjalan ia melihat kelas yang akan ia tempati, tapi tentu saja sebelum ke kelasnya, ada upacara penyambutan siswa dan siswi baru di aula BBI. Kirana masuk di kelas tingkat Advanced dan Contemporary Dance. Kirana mendongak dari kartu pelajarnya untuk melihat Balerina dan Danseur melangkah kearah jalan setapak, Kirana mengikuti mereka kearah jalan itu karena ia tidak tahu aulanya dimana, namun sebelum ia melangkah mengikuti mereka, seseorang menubruknya sehingga mengagetkannya, Kirana berpaling untuk melihat orang yang menubruknya. Seorang Balerina, rambutnya pendek sampai bahu dan wajahnya bulat, ia cantik dan tampak imut.

“Maaf, aku gak sengaja, kamu murid baru bukan?” Tanya Balerina itu.

“Iya.” Jawab Kirana.

“Sama aku juga.” Kata Balerina itu tersenyum senang, lalu ia melanjutkan sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. “Kenalin aku Yolanda, panggil aku Yola saja yah.”

“Aku Kirana.” Kata Kirana, ia menjabat tangan Yola seraya tersenyum senang.

“Gimana kalau kita bareng ke aula?” Tanya Yola

“Ok.” Jawab Kirana senang.

Kirana dan Yola melangkah menuju jalan kearah aula bersamaan. Kirana tidak tahu kalau kartu pelajarnya jatuh ketika tadi tertabrak Yola dan kartu pelajarnya tergeletak diatas jalan berbata sekolah BBI.

Tidak berapa lama, seorang murid BBI menemukan kartu pelajar Kirana diatas jalan dan ia mengambilnya. Ia membaca nama yang tertera dikartu itu. Karina Malika Putri. Tiba tiba ia mengangkat sebelah alisnya lalu melihat foto Kirana di kartu pelajar. Cantik. Katanya dalam hati. Kemudian ia melihat kelas dalam kartu itu. Ia memasukkan kartu itu kedalam kantong celananya dan melangkah pergi ke kelas. Ia berniat untuk memberikan kartu pelajar itu kepada instruktur atau mungkin memberikannya langsung. Ia jadi teringat pepatah pucuk dicinta ulam tiba. Seulas senyum tersungging dibibirnya, menertawakan pepatah itu, sebenarnya jauh dari gambaran pepatah itu, tapi ia memang penasaran dan tidak menyangka menemukan kartu pelajar perempuan yang menggugah rasa ingin tahunya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BELENGGU CINTA MANTAN
9.3
Kehidupan Andini hancur setelah Ardian, cinta pertamanya, pergi meninggalkannya begitu saja. Tiga tahun berselang, Ardian kembali hadir membawa pesona yang sulit ia tepis. Padahal, kini Andini telah membina rumah tangga bersama Hendra, suami tulus yang sangat mencintainya. Tergoda rayuan sang mantan, Andini pun goyah. Akankah keputusan ini membawa kebahagiaan bagi pernikahan keduanya? Bagaimana nasib suami pertama dan putra kecil mereka yang kini terluka?
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Dicampakkan oleh pacarnya yang ambisius demi lelaki bergelar spesialis, Rayhan yang hanya dokter umum mencoba mengobati patah hatinya lewat hubungan virtual dengan El, perempuan misterius. Siapa sangka, sosok yang selama ini menjadi tempatnya berkeluh kesah adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama berdarah dingin di tempat kerjanya sendiri. Kenyataan ini pun menyeret Rayhan ke dalam pusaran asmara dan profesionalisme yang sangat membingungkan.
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum genap 26 tahun, aku hidup sebagai penipu ulung tanpa belas kasih yang memanfaatkan pria demi materi. Namun, Dylan Hewitt mengubah segalanya saat pesonaku gagal menjeratnya, hingga merusak reputasiku. Di tengah keputusasaan, Dylan justru mengungkap rahasia dan perasaan aslinya. Terjebak dalam situasi tak terduga ini, aku kehilangan kendali atas taktikku sendiri. Kehadiran Dylan benar-benar membalikkan takdir dan meluluhkan hatiku.
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Antologi cerita pendek ini mengisahkan bagaimana cinta dapat tumbuh dari situasi yang tak pernah disangka. Tanpa aba-aba dan tak mengenal waktu, perasaan kasih sayang bisa hadir mengetuk hati siapa saja. Lewat untaian kisah romansa modern, buku ini memperlihatkan keunikan momen saat dua insan saling jatuh hati, menegaskan bahwa cinta sejati kerap kali menampakkan dirinya di sela-sela keseharian yang tampak biasa saja.
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak
9.1
Tiga bulan terpisah dari putrinya, Dora, karena campur tangan sang mertua, Fiona, harapan seorang istri membubung saat Arga Pratama mengajaknya berkumpul di vila. Namun, reuni yang dinanti berubah pilu. Dora justru menolak sang ibu kandung dan lebih memilih memeluk erat Maya, pelayan mereka. Alih-alih membantu menjembatani jarak di antara mereka, Arga yang dingin justru bersikap acuh tak acuh. Menghadapi penolakan dari keluarganya sendiri, sang istri memutuskan mundur dan berhenti menunggu suaminya.
Sampul Novel Obsesi Sang Badboy
9.0
Demi menghidupi ketiga adiknya, Sereia berjuang keras di tengah bayang-bayang trauma masa lalu. Elias, pria yang dulu pernah merendahkan kepolosan Sereia, terkejut melihat perubahan drastis pada diri gadis itu sekarang. Pertemuan satu malam yang tak terduga memicu obsesi besar dalam diri Elias untuk mengejarnya. Sereia mencoba segala cara untuk kabur, namun Elias justru nekat melakukan apa saja demi memilikinya. Meski dijebak agar Sereia bisa bebas, Elias bersumpah takkan melepaskannya.