APKDock Logo
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Lepas dari Cinta yang Telah Retak

9.1 / 10.0
Tiga bulan terpisah dari putrinya, Dora, karena campur tangan sang mertua, Fiona, harapan seorang istri membubung saat Arga Pratama mengajaknya berkumpul di vila. Namun, reuni yang dinanti berubah pilu. Dora justru menolak sang ibu kandung dan lebih memilih memeluk erat Maya, pelayan mereka. Alih-alih membantu menjembatani jarak di antara mereka, Arga yang dingin justru bersikap acuh tak acuh. Menghadapi penolakan dari keluarganya sendiri, sang istri memutuskan mundur dan berhenti menunggu suaminya.

Lepas dari Cinta yang Telah Retak Bab 1

Aku sudah tiga bulan tidak melihat suami mafiaku, Arga Pratama, dan putri kami, Dora.

Kenapa? Karena ibunya Arga, Fiona, bilang Dora harus tinggal sementara bersamanya.

Sementara Arga? Dia terlalu sibuk dengan urusan bisnis seperti biasanya.

Jadi ketika Arga akhirnya menelpon dan bilang dia akan menjemputku untuk reuni keluarga di vila, aku begitu gembira.

Aku pikir, mungkin, hanya mungkin, aku akhirnya bisa memeluk putriku lagi.

Seharian aku berlari ke sana kemari di kota, membeli boneka favoritnya, camilan, gaun merah muda baru, apa pun yang kupikir bisa membuatnya tersenyum padaku lagi.

Tapi ketika mobil itu datang, kenyataannya jauh dari bayanganku.

Sebelum aku sempat bilang hai, Dora menoleh, menatapku sebentar... lalu memeluk Maya, si pembantu, lebih erat lagi.

Dia menempelkan wajahnya ke leher Maya seolah aku tidak ada di situ.

Seolah Maya adalah ibunya.

Aku mencoba mendekatinya, tapi Dora tegas bilang dia tidak mau naik mobil bersamaku.

Dan Maya dengan senyum sopan yang palsu, terus mencoba membujukku agar memberi Dora sedikit waktu lagi.

Aku menoleh ke Arga, berharap dia turun tangan.

Sebaliknya, dia cuma terlihat kesal, seolah tidak peduli untuk mengulurkan tangan membenahi hubunganku dengan putri kami.

Jelas mereka tidak ingin aku ada di sana.

Jadi, apa gunanya aku mencoba ikut naik mobil?

Aku melangkah mundur dari SUV.

Lalu Arga menoleh padaku dan bilang, "Tunggu di sini. Aku sebentar lagi kembali."

Yang tidak akan pernah dia mengerti... aku sudah lelah menunggu dia.

Aku sudah tiga bulan tidak melihat suamiku, Arga Pratama, dan putri kami, Dora.

Kenapa? Karena ibunya Arga, Fiona, bilang Dora harus tinggal sementara bersamanya.

Sementara Arga? Dia terlalu sibuk dengan urusan bisnis seperti biasanya.

Jadi ketika Arga akhirnya menelpon dan bilang dia akan menjemputku untuk reuni keluarga di vila, aku begitu gembira.

Aku pikir, mungkin, hanya mungkin, aku akhirnya bisa memeluk putriku lagi.

Seharian aku berlari ke sana kemari di kota, membeli boneka favoritnya, camilan, gaun merah muda baru, apa pun yang kupikir bisa membuatnya tersenyum padaku lagi.

Tapi ketika mobil itu datang, kenyataannya jauh dari bayanganku.

Sebelum aku sempat bilang hai, Dora menoleh, menatapku sebentar... lalu memeluk Maya, si pembantu lebih erat lagi.

Dia menempelkan wajahnya ke leher Maya seolah aku tidak ada di situ.

Seolah Maya adalah ibunya.

Aku mencoba mendekatinya, tapi Dora tegas bilang dia tidak mau naik mobil bersamaku.

Dan Maya dengan senyum sopan yang palsu, terus mencoba membujukku agar memberi Dora sedikit waktu lagi.

Aku menoleh ke Arga, berharap dia turun tangan.

Sebaliknya, dia cuma terlihat kesal, seolah tidak peduli untuk mengulurkan tangan membenahi hubunganku dengan putri kami.

Jelas mereka tidak ingin aku ada di sana.

Jadi, apa gunanya aku mencoba ikut naik mobil?

Aku melangkah mundur dari SUV.

Lalu Arga menoleh padaku dan bilang, "Tunggu di sini. Sebentar lagi aku kembali."

Yang tidak akan pernah dia mengerti... aku sudah lelah menunggu dia.

Jujur saja, begitu melihat Maya, aku langsung tahu ada yang aneh.

Dia berdandan seperti ingin jadi pusat perhatian. Dengan gaun malam ketat berkilauan, sepatu hak tinggi yang terlalu sulit untuk dipakai berjalan, belahan dada terbuka, bibir merah menyala.

Siapa yang berdandan seperti itu untuk reuni keluarga?

Dia lebih mirip nyonya rumah daripada pembantu.

Dan aku? Aku hanya pakai jeans, sepatu, dan kaus longgar, sambil menyeret koper berat penuh boneka Dora dan semua barang kecil warna merah muda yang dulu disukainya.

Saat itu, aku bahkan tidak yakin siapa yang lebih mirip pembantu, aku atau dia.

Aku jadi tidak ingin ikut lagi. Tidak dengan keadaan seperti ini.

Tapi aku menepis pikiran itu. Aku meyakinkan diri sendiri ini tentang Dora. Hanya tentang Dora.

Jadi ketika aku melihat Arga masuk ke dalam SUV, bersiap pergi tanpaku, aku meledak.

Aku buru-buru lari dan menarik pintu mobil sebelum dia sempat menyalakan mesin.

"Tidak, aku mau ikut denganmu," kataku, setengah tubuhku sudah masuk.

Arga menoleh, jelas terkejut. Tapi sebelum dia sempat bicara, Dora yang duduk di pangkuan Maya di kursi depan langsung menangis keras.

"Tidak! Aku tidak mau pergi sama dia!" teriaknya, lengan mungilnya melingkar erat di leher Maya seperti pegangan hidup.

Maya mulai menepuk punggungnya lembut, membisikkan sesuatu untuk menenangkannya, lalu menoleh padaku dengan senyum manis yang jelas-jelas palsu.

"Nyonya Katarina," katanya lembut seakan sedang menolongku. "Bagaimana kalau begini saja? Anda bisa ikut bersama mereka, dan saya tinggal di sini menemani Dora. Atau kalau Anda lebih suka..."

"Tidak," potong Arga tajam. "Jangan harap."

Dia menoleh ke arahku, wajahnya kaku, rahangnya mengeras. Melihat kerutan di antara alisnya, aku tahu betul tanda itu. Dia bukan sekadar kesal. Dia marah.

"Katarina." Suaranya rendah dan dingin. "Jadilah ibu yang baik. Aku sudah bilang tidak akan lama. Tapi kalau kamu sebegitu tidak sabarnya, kamu bisa naik kereta api."

Aku menatapnya. "Bahkan dengan kereta api paling cepat, tetap butuh lima jam."

Dia tidak menjawab. Hanya kembali menatap kemudi, seolah pembicaraan sudah selesai.

Aku berdiri terpaku sejenak.

Lalu, tanpa sepatah kata pun, aku menarik lagi koperku keluar dari SUV, menyeretnya di atas kerikil seakan-akan beratnya seratus kilogram.

Aku berdiri di pinggir jalan, menatap mobil itu mulai melaju pergi.

Dora menoleh ke arah lain, sengaja agar tidak melihatku.

Dan Maya? Dia tersenyum, bahkan melambaikan tangan dengan ekspresi puas yang membuat darahku mendidih.

Arga sama sekali tidak menoleh padaku. Matanya lurus ke jalan, wajahnya dingin dan jauh seperti biasanya.

Sesaat aku hanya berdiri menatap tanganku, tangan yang masih memakai cincin pertunangan yang dia berikan bertahun-tahun lalu. Aku tidak pernah melepasnya. Tidak sekalipun. Tapi sekarang... aku ingin melepaskannya dan melemparnya ke seberang jalan.

Tapi aku tidak melakukannya.

Sebaliknya, aku menghela napas, lalu berjalan masuk ke dalam rumah kosong, panas, dan sunyi.

Aku menjatuhkan tubuh ke sofa, mengeluarkan ponsel, dan mulai menelusuri Instagram hanya untuk mengalihkan pikiran.

Dan saat itulah aku melihatnya.

Sebuah story dari Maya, baru satu menit yang lalu.

Arga di balik kemudi. Garis rahangnya yang tegas, kacamata hitam, dia terlihat seperti model majalah.

Seseorang sudah berkomentar, [Maya, itu pacarmu?]

Aku mendengus. 'Lebih baik dia tidak menjawab,' pikirku.

Tapi sedetik kemudian, dia menjawab.

Dengan emoji wajah tersipu.

Hanya itu.

Apa-apaan dia?

Dadaku sesak seperti ditinju keras. Napasku tercekat.

Musim kemarau ini seharusnya tidak sepanas itu, tapi saat itu, aku terbakar dari dalam.

Aku melempar ponsel ke meja, berjalan ke arah AC, dan menekan tombolnya.

Tidak ada reaksi.

Mati lampu.

Aku menatap sekeliling rumah yang panas dan senyap, lalu bergumam, "Bagus. Tidak ada AC. Tidak ada lampu. Tidak ada suami. Tidak ada anak."

Dan aku juga tidak tahu berapa lama aku akan terjebak di rumah ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira terpaksa berakhir karena ayah Zahra menolak Erlangga yang dianggap preman tanpa masa depan. Untuk membuktikan cintanya, Erlangga kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO yang berwibawa. Namun, perjuangan Erlangga menemui jalan buntu saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan merebut kembali hati sang kekasih?
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie, pria blasteran yang kerap bergonta-ganti pasangan, akhirnya harus tunduk pada perjodohan yang diatur oleh sang ayah. Tak disangka, pertemuan pertamanya dengan sang calon istri justru menumbuhkan benih cinta yang tulus di hatinya. Genta pun langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu. Kini, sang gadis dihadapkan pada kebimbangan besar. Sanggupkah ia membalas ketulusan pria pilihan orang tuanya itu dan membuka hati untuk pernikahan ini?
Sampul Novel Kutemukan kebahagiaan ku
9.0
Keyakinan bahwa orang baik akan berjodoh dengan jiwa yang sama kini terbukti nyata dalam hidupku. Usai duka mendalam karena melabuhkan hati pada orang yang keliru, doa-doaku akhirnya dikabulkan. Sosok pria tulus kini hadir, selalu peduli dan melimpahiku dengan kasih sayang luar biasa. Penantian panjangku pun berakhir manis, menemukan kebahagiaan sejati bersama pasangan yang mampu menghargai diriku sepenuhnya.
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
8.3
Wira, seorang sarjana genius dari masa depan, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan mendapati dirinya terbangun di sebuah rumah kumuh tanpa harta sedikit pun. Lebih buruk lagi, ia merasuki tubuh seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Enggan menyerah pada takdir barunya yang kelam, Wira bertekad mengubah nasib buruk ini. Menggunakan seribu satu pengetahuan modern dan teknologi dari masa depan yang ia kuasai, ia memulai langkah ambisius untuk membalikkan keadaan dan membangun kekayaan besar hingga menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.
Sampul Novel Wanita Yang Dicintai Suamiku
9.3
Kehidupan Alina runtuh seketika saat mengetahui suaminya belum bisa melupakan masa lalu. Kenyataan pedih harus ia telan bulat-bulat begitu pria idamannya itu memutuskan kembali pada sang mantan pacar. Dihadapkan pada pengkhianatan yang mengoyak batin, Alina kini berdiri di persimpangan jalan untuk menentukan nasibnya sendiri. Sanggupkah ia bangkit mengatasi guncangan batin ini, atau justru tenggelam dalam puing-puing memori manis yang telah dinodai oleh pasangannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan