APKDock Logo
Sampul Novel Obsesi Sang Badboy

Obsesi Sang Badboy

9.0 / 10.0
Demi menghidupi ketiga adiknya, Sereia berjuang keras di tengah bayang-bayang trauma masa lalu. Elias, pria yang dulu pernah merendahkan kepolosan Sereia, terkejut melihat perubahan drastis pada diri gadis itu sekarang. Pertemuan satu malam yang tak terduga memicu obsesi besar dalam diri Elias untuk mengejarnya. Sereia mencoba segala cara untuk kabur, namun Elias justru nekat melakukan apa saja demi memilikinya. Meski dijebak agar Sereia bisa bebas, Elias bersumpah takkan melepaskannya.

Obsesi Sang Badboy Bab 1

"Siapa yang menyangka wanita pendiam seperti Sereia bekerja sebagai wanita penghibur."

Setelah mengatakan itu, El tertawa. Dia menghisap rokoknya lagi sambil melirik Sereia yang sedang melepaskan pakaiannya dengan ekspresi dingin.

Sereia dan El berada di SMA yang sama sebelumnya. Sereia yang pendiam sering dibuli bahkan oleh El dan teman-temannya. Bagi El, Sereia itu sangat menjijikkan. Tidak ada alasan tertentu mengenai rasa jijiknya tapi hanya dengan melihat wajah dan penampilannya dia merasa jijik.

Sekarang usia mereka menginjak 22 tahun. El masih saja tumbuh menjadi laki-laki yang berperilaku buruk. Hobinya adalah bermain judi dan perempuan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap dan masih mencari-cari pekerjaan. Jika dia memiliki uang, maka dia akan menggunakannya untuk judi atau menyewa perempuan.

Namun, siapa yang menyangka kali ini dia akan tidur dengan gadis yang sangat ia benci. Ternyata banyak temannya yang sudah mengetahui bahwa Sereia adalah wanita penghibur. Dia merasa ketinggalan. Tidak mau kalah, dia pun memutuskan untuk menyewa perempuan ini juga sama seperti teman-temannya.

El sekali lagi tertawa mengingat Sereia tidak menolaknya.

"Hargamu murah sekali," kata El.

"Kapan kita akan melakukannya?" tanya Sereia dingin dan lembut sambil menatap El dengan kedua matanya yang sedikit sayu. El yang mengeluarkan kata-kata menghina padanya tidak berubah seperti saat masih sekolah dulu.

El menarik rokoknya lalu berkata, "Dasar wanita gatal. Kau sudah tidak sabar ya?"

Bukannya tidak sabar, Sereia ingin momen ini cepat selesai. Seperti El yang sangat membencinya, dia juga setengah mati membenci lelaki ini dan teman-temannya.

El pun menaruh rokoknya di atas meja di dekat ranjang kemudian menarik Sereia ke ranjang hingga perempuan itu berteriak kecil karena terkejut. El sering tidur dengan perempuan tapi dia tidak pernah bersikap lembut. Termasuk kali ini, malahan kali ini dia lebih kasar lagi.

"Apa kau selalu bersikap seperti masih gadis hah?" tanya El ketus. Dia mendekati Sereia. Sereia kelihatan malu-malu dan menahan diri membuatnya semakin jijik.

"Jangan bicara apapun padaku. Cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan!" ketus Sereia.

Itu adalah pertama kalinya Sereia berbicara panjang pada El.

Ketika masih sekolah, Sereia sering dihina jelek. Tetapi sekarang perempuan itu berubah drastis. Rambutnya tidak lagi hitam tetapi coklat tua. Kulitnya putih bersih. Wajahnya juga mulus tidak ada lagi jerawat.

Setelah apa yang mereka lakukan selesai, Sereia langsung mengenakan pakaiannya buru-buru sementara El memperhatikannya sambil melanjutkan merokok. Meski Sereia membelakanginya, El merasa perempuan itu marah padanya.

El tersenyum meremehkan. "Tidak buruk juga. Ngomong-ngomong, bagaimana kalau teman-temanmu tahu kalau kau bekerja seperti ini?"

Sereia tidak berniat menjawab pertanyaan El, selesai berpakaian, dia langsung keluar dari rumah lelaki itu dengan langkah cepat. Uangnya sudah ia dapatkan jadi tidak perlu berurusan lagi dengan lelaki jahat itu.

Bagaimana Sereia tidak marah. Dia sudah menetapkan aturan dan El tentu saja mengetahui aturan tersebut dari teman-temannya dan sebelum mereka melakukannya, El sempat menyinggungnya dengan mengatakan, "Aku dengar tidak boleh ada ciuman. Kau memang tidak pantas mendapatkan ciuman jadi tanpa kau menetapkan aturan seperti itu pun, tidak akan ada yang mau menciummu.". Tidak ada ciuman apalagi sampai meninggalkan bekas.

Namun, apa yang El lakukan justru sebaliknya. Sereia semakin merasa jijik pada dirinya sendiri. Dengan bekas ciuman ini, dia tidak bisa melayani pelanggan untuk sementara waktu kan? Sereia semakin membenci El.

"Aku tidak akan menerimanya lagi," batin Sereia.

Bahkan jika uang yang ditawarkan EL cukup besar, Sereia bertekad akan menolaknya.

Sereia masuk ke dalam rumahnya.

"Aaaakhhh!"

Sereia sedikit menjerit karena dikagetkan oleh adik-adiknya. Dia memiliki tiga adik. Yang pertama berusia empat belas tahun, laki-laki dan namanya adalah Erix, yang kedua dan yang ketiga kembar laki-laki dan perempuan berusia sembilan tahun.

"Kak Sereia selamat ulang tahun," ucap si kembar.

Sereia yang semula kesal setengah mati langsung terkejut dengan kedua mata berkaca-kaca. Si kembar memegang kue ulang tahun berbentuk bundar. Terdapat beberapa lilin diatasnya yang sudah menyala.

"Selamat ulang tahun," kata Erix muncul dari ruang tengah. Tidak seperti kedua adiknya yang terlihat begitu gembira, anak laki-laki itu terlihat biasa saja.

"Kamu pulang telat," kata Erix.

"Maafkan aku, aku harus lembur sebentar. Oh ya, apa ini?"

"Ulang tahunmu lah, kalau kami tidak mengingatnya, mungkin kau tidak akan pernah tahu kau berusia berapa sekarang," jawab Erix.

Sereia tersenyum bahagia.

Beberapa tahun yang lalu, orang tua mereka kecelakaan kemudian dirawat di rumah sakit. Tidak lama kemudian, keduanya meninggal secara bergantian. Sereia merasa dunianya runtuh saat itu juga. Adik-adiknya masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang orang tua. Dia pun mencoba berbicara dengan saudara-saudara orang tuanya, meminta pertolongan tetapi bantuan mereka pun tidak seberapa, mereka sempat tinggal di salah satu rumah mereka malah mendapatkan perlakuan buruk itu karena orang tua mereka dikenal jahat ke keluarga mereka.

Setelah lulus sekolah, Sereia bekerja di sebuah rumah makan sebagai pelayan. Kenyatannya, gajinya tidak cukup untuk biaya hidupnya dan adik-adiknya apalagi untuk biaya sekolah Erix. Tidak seperti dirinya yang tidak punya cita-cita dan ambisi, Erix memiliki cita-cita. Sebagai kakak yang bertanggung jawab, dia bersedia melakukan apapun demi mendukung adiknya.

Sereia yang mulai putus asa dengan keadaannya, memilih jalan menjadi wanita penghibur untuk mendapatkan uang tambahan. Dia tahu apa yang dia lakukan salah dan jika sampai adik-adiknya tahu atau keluarganya tahu, maka mereka pasti akan kecewa. Terutama Erix.

Setiap kali dia pulang, Erix selalu menatapnya dengan tatapan curiga. Semakin kesini, Sereia semakin merasa bersalah pada adik-adiknya, pada dirinya sendiri, dan pada orang tuanya.

"Hari ini kamu tepat berusia 22 tahun kan?" tanya Erix.

Sereia mengangguk sambil memotong kue untuk adik-adiknya. "Kalian membeli kue ini darimana uangnya?"

"Tentu saja kami menabung," jawab Erix.

Sereia langsung menghentikan apa yang sedang ia lakukan. "Kalian tidak seharusnya menabung, kalian bisa meminta uang padaku untuk membelinya," jawab Sereia.

"Daripada itu, bukankah lebih baik kamu yang menabung untuk pernikahanmu. Kupikir umur segini waktu yang bagus untukmu menikah. Dengan begitu, ada laki-laki dewasa disini yang bisa menjadi kepala keluarga," kata Erix. "Dan dia mungkin bisa membantuku menjadi pengusaha."

Sereia terdiam dan ekspresi wajahnya yang semula senang berubah menjadi kaku. "...Kurasa pernikahan masih terlalu jauh untuk kakak, Erix."

"Kakak kan cantik, masa kakak tidak laku?" tanya adik kecilnya.

Sereia tersenyum lembut dan mengusap kepala adik perempuannya. Dia hendak menjawab, tapi telponnya berbunyi. Dia buru-buru mengambilnya.

Datang ke alamat ini.

Jalan Teratai Biru Nomor 965

Sekarang!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Obsesi Sang Badboy

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
9.4
Pernikahan lima tahun hancur saat Nathan memaksa istrinya menggugurkan kandungan demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk mencopot sang istri dari jabatan wakil direktur agar bisa digantikan oleh Lucia. Namun, sang istri tidak tinggal diam menerima penindasan ini. Dengan penuh keberanian, dia melakukan perlawanan fisik dan konfrontasi langsung untuk membongkar kebenaran di balik pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Bagaimana jadinya jika pernikahan impian yang Anda dambakan justru berubah menjadi realitas yang penuh kerumitan? Novel ini menyoroti perjuangan emosional seorang istri yang harus mengarungi pasang surut kehidupan rumah tangga yang tak terduga. Bukannya meraih kebahagiaan yang dinanti, ia malah terperangkap dalam kondisi sulit yang menguji batas kesabaran serta kesetiaannya di tengah gempuran berbagai konflik yang datang melanda.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Neng Zulfa
8.5
Zulfa Zahra El-Faza, putri kiai yang dingin pada cinta, kerap menolak lamaran. Namun, hatinya luluh oleh Fatih Thoriqul Firdaus. Setelah menikah, Zulfa justru didera duka karena Fatih menyimpan rahasia kelam yang menyakitkan. Di tengah bayang-bayang kehadiran orang ketiga, dapatkah kejujuran memulihkan hubungan mereka? Ini adalah kisah tentang pengkhianatan serta perjuangan membangun kembali kepercayaan dalam pernikahan.
Sampul Novel Pernikahan Paksa Dosen Killer
8.2
Demi sebuah tantangan, Aurelia Safira yang polos soal cinta nekat mendatangi tempat misterius. Namun, keputusan itu membawanya pada insiden tak terduga dengan pria asing. Kekacauan hidup gadis 19 tahun ini memuncak saat ia dipaksa menikahi Darius Aksara, dosen killer yang paling ia takuti. Setelah menikah, Lia baru menyadari bahwa suaminya menyimpan rahasia kelam dan profesi yang mengancam nyawa. Kini, ia terjebak dalam pernikahan penuh bahaya.
Sampul Novel Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku
8.5
Pernikahan baru yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk mengerikan. Di balkon lantai dua puluh, sang suami justru memojokkan istrinya dengan sebilah pisau tajam. Tanpa ragu, senjata itu dihunjamkan langsung ke jantung sang istri sebelum tubuhnya didorong jatuh ke jurang maut. Namun, di balik aksi kejam tersebut, setitik air mata tampak jatuh dari sudut mata sang suami yang berbisik lirih melepas kepergian pasangannya, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna." Sebuah misteri kelam penuh tanda tanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan