APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yes, I Do

Yes, I Do

Kehidupan Keenan dan Lilian menunjukkan bahwa harta melimpah tidak menjamin kedamaian. Mereka berdua masih dibayangi oleh trauma masa lalu yang berat. Keenan kehilangan rasa percaya pada wanita, sedangkan Lilian masih berupaya memulihkan luka batinnya. Demi masa depan bersama, mereka berkomitmen menyelesaikan konflik batin masing-masing sebelum menikah. Walau memaafkan terasa berat, Lilian tetap mencoba. Akankah pemulihan ini menuntun mereka pada kebahagiaan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Lilian POV

“Sayang, kamu masih belum sehat lho. Kita langsung pulang ke apartment saja ya?” ajak Finn.

Dari raut wajahnya, aku bisa melihat kalau Finn sangat khawatir dan aku bisa memahaminya. 

Pasalnya, aku baru saja sembuh dari sakit demam dan pusing selama dua hari kemarin akibat datang bulan. Berhubung hari ini aku sudah merasa jauh lebih baik, aku memaksakan diri untuk ke kampus walaupun masih terasa lemas.

Maklum saja, aku memang paling tidak suka berdiam diri di apartment. Aku lebih baik duduk di dalam kelas dan mendengarkan dosen mengajar, daripada harus belajar sendirian di dalam kamar.

Oh, iya, perkenalkan, namaku Lilian. Usiaku dua puluh dua tahun. Saat ini aku sedang kuliah desain di Singapura. Sedangkan keluarga besar aku tinggal di Jakarta. Untuk sementara, hanya itu dulu perkenalanku, karena aku harus merayu Finn agar dia mau mengantarku ke toko baju.

“Tolonglah mampir ke toko baju yang ada di jalan Orchard, sebentar saja. Aku ingin membeli sesuatu,” pintaku sedikit memelas.

“Kamu ingin membeli apa? Masih bisa ditunda, ‘kan?” tanya Finn masih berusaha membujukku, sambil tetap fokus menyetir.

“Sebentarrr saja. Janji ... hanya sebentar.” Aku mengangkat kedua tanganku sambil menunjukkan dua jari telunjuk dan jari tengah yang membentuk huruf V, sebagai tanda kalau aku benar-benar janji tidak akan berlama-lama di toko baju favoritku itu.

“Bagaimana kalau besok saja? Aku janji akan menemanimu seharian belanja,” tawar Finn, belum menyerah.

Dengan cepat aku menggeleng. “Tidak mau. Aku bukan ingin belanja kok. Aku hanya ingin membeli satu pakaian saja. Ya ya? Pleaseee ....”

Finn menoleh ke arahku sekilas lalu tangan kirinya membelai kepalaku dengan sayang sambil tetap fokus menyetir.

“Baiklah. Kalau begitu aku tidak perlu ikut turun, ‘kan?” Finn pasti sedang menguji perkataanku. Biasanya, kalau benar-benar hanya sebentar, aku memang lebih suka jalan sendiri, agar aku bisa bergerak dengan leluasa. Sedangkan Finn hanya perlu menunggu di mobil saja.

“Iya, tidak perlu,” jawabku bersemangat.

Finn tersenyum dan mengarahkan mobilnya ke toko baju yang aku maksudkan.

Setibanya di depan toko, Finn memarkirkan kendaraannya di tepi jalan, di dekat trotoar, dan membiarkan aku turun sendiri.

Sembari menungguku, Finn biasanya akan memeriksa pesan yang sudah menumpuk di ponselnya.

Finn itu kekasihku. Kami pacaran sejak dua tahun belakangan. Beda usia kami empat tahun, dia lebih tua dariku. Di usianya yang terbilang masih muda itu, dia sudah memiliki bisnis sendiri dan sebenarnya dia itu orang yang sangat sibuk.

Meskipun demikian, rasa cintanya padaku, membuat Finn selalu meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemputku ke kampus, atau ke mana pun aku ingin pergi.

Seperti hari ini, di tengah-tengah kesibukannya, Finn masih menjemputku di kampus. Apalagi kondisiku yang baru sembuh begini, tentu membuat Finn tidak akan mengijinkanku pergi sendirian.

Ah, sungguh beruntung diriku ini, bisa memiliki seorang kekasih seperti Finn. Di dunia ini, aku merasa cukup memiliki seorang Finn. Ya, sama seperti Finn, aku pun sangat mencintainya.

*****

Di dalam toko ... Dengan sedikit terburu-buru, aku melangkah menuju ke bagian pakaian pria.

Aku terus fokus untuk melihat-lihat, dan dengan gerakan tangan yang sangat cepat aku menggeser gantungan baju agar bisa melihat model pakaian dengan lebih jelas.

Hingg beberapa saat kemudian, tanpa sengaja, tiba-tiba aku menabrak seseorang.

Buk!

Dengan cepat aku menjaga keseimbangan tubuhku lalu menoleh ke arah laki-laki yang kebetulan berdiri di belakangku itu sambil menundukkan kepala.

“Maaf ... maaf ... saya sedang terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Anda.” ucapku dalam bahasa Inggris.

“Iya, tidak apa-apa,” jawab laki-laki itu ramah, juga dalam bahasa Inggris.

Aku pun mengangguk lalu kembali melihat-lihat hingga tanganku dan tangan laki-laki itu meraih satu kemeja yang sama.

Merasa tidak enak, aku mempersilakan laki-laki itu melihatnya terlebih dahulu. Namun, aku masih terus memerhatikan kemeja itu. Merasa suka dengan modelnya, aku mendekati seorang pelayan toko yang kebetulan sedang merapikan pakaian di dekat posisi aku berdiri.

“Aku menyukai kemeja yang dipegang oleh laki-laki itu. Apa kamu punya yang ukuran L?” tanyaku, tentu saja dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Mohon tunggu sebentar, saya akan cek stock barang terlebih dahulu,” jawab petugas toko itu sambil memeriksa stock barang melalui alat yang dipegangnya.

Sedangkan aku menunggu di sampingnya dengan sabar.

“Hm, stock-nya hanya tinggal satu saja, yang dipegang oleh laki-laki itu,” tunjuk petugas toko itu.

“Ah, benarkah?” gumamku agak kecewa.

“Mohon maaf,” ucap petugas toko itu.

Aku hanya mengangguk dan membiarkan petugas toko itu melanjutkan pekerjaannya.

Laki-laki yang tadi tidak sengaja aku tabrak itu sepertinya mendengar pembicaraan antara aku dan petugas toko karena tiba-tiba saja dia menoleh dan memberikan kemeja tersebut padaku.

“Ini, silakan kalau kamu memang berniat ingin membelinya,” ujar laki-laki itu.

“Ah, tidak tidak ... kamu sudah memegangnya terlebih dahulu. Aku akan memilih kemeja yang lain,” jawabku sambil tersenyum canggung.

Aku masih merasa tidak enak karena baru saja aku sudah menabrak laki-laki itu dan aku tidak ingin merebut kemeja yang menurutku akan sangat cocok kalau dikenakan oleh Finn.

“Sudah, tidak apa-apa ... ini, ambillah!” Laki-laki itu berkata dengan nada bicara yang menurutku sedikit memaksa.

“Kamu benar-benar tidak mau?” tanyaku sedikit ragu.

“Tidak,” jawab laki-laki itu.

“Baik, kalau begitu aku yang akan membelinya. Terima kasih banyak,” ujarku tak ingin berlama-lama.

Entah hanya perasaanku saja atau memang benar, aku merasa laki-laki itu terus melihat ke arah kemeja pria yang aku bawa ke kasir. Apa dia sudah menyesal memberikan kemeja ini padaku?

Setelah membayar, aku buru-buru melangkah kembali ke mobil. Namun, sebelum itu, aku menyempatkan diri untuk menoleh ke arah laki-laki tadi dan menganggukkan kepala sekadar untuk pamit.

Tepat ketika aku sudah meninggalkan toko dan kurang beberapa langkah lagi akan tiba di mobil, tiba-tiba aku mendengar suara yang teramat keras hingga aku berhenti berjalan.

BRAK!

TIN! TINNNNNN!

Mataku terbelalak ketika melihat mobil milik Finn bergeser dengan kasar sampai mengenai pembatas trotoar, diikuti suara klakson mobil yang saling bersahutan.

Saat ini tubuhku mendadak lemas, jantungku berdetak sangat cepat, napasku terasa sesak, dan kakiku bahkan terasa sangat sulit untuk digerakkan. Pikiranku benar-benar kosong. Antara percaya dan tidak percaya melihat mobil sport warna hitam milik Finn ditabrak dari samping oleh sebuah mobil atau sesuatu yang ukurannya jauh lebih besar, hingga terpental sebegitunya.

Tanpa sadar, aku terduduk di trotoar dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata, tidak memedulikan suara orang di sekitar yang sibuk bertanya-tanya.

“Finn,” gumamku dengan bibir yang gemetar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HARMONI BULAN DAN MATAHARI
8.0
Pertemuan dengan Gideon Bastian, pemuda blasteran rupawan sekaligus ahli waris tunggal dinasti kaya raya, membawa kegelisahan baru dalam hidup Arlyna Aira. Gideon telah terpikat pada Arlyna sejak awal berjumpa. Namun, jalinan asmara mereka harus menghadapi berbagai rintangan pelik yang menguji kesetiaan. Di bawah tekanan keadaan yang mendesak mereka untuk berpisah, mampukah Arlyna dan Gideon menjaga ketulusan cinta mereka agar tetap bertahan?
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, seorang wanita kutu buku, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Gavin Wildberg, sang CEO angkuh yang berselingkuh dengan adik angkat Alan bernama Aluna. Penderitaan Alan kian berat ketika sang ibu mertua mengusirnya dan menuntut perceraian karena penampilannya yang dinilai buruk. Saat nyaris mengakhiri hidupnya, seorang pria datang menolong dan mengungkap jati diri asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, ia bersiap membalas dendam.
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Demi membalas budi Hans Anderson yang membiayai kuliahnya, Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan. Dosen playboy itu membutuhkan ibu untuk putranya. Namun, pernikahan ini harus dirahasiakan demi karier mantan istri Hadyan yang terobsesi kembali. Helga kini terjebak dalam ancaman sang mantan dan sikap dingin suaminya yang belum move on. Mampukah Helga bertahan saat Hadyan justru terus membela wanita masa lalunya yang telah berkhianat?
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Sejak kepergian sang ayah, Clara harus membanting tulang sebagai admin demi menghidupi ibu dan kakaknya sembari tetap kuliah. Beban hidupnya kian berat akibat tekanan dari CEO yang arogan serta kepedihan mendalam setelah dikhianati oleh kekasihnya yang playboy. Bertekad mengubah takdir keuangan keluarga, Clara iseng mendaftar ke biro jodoh untuk mencari pria mapan. Mengejutkan, sosok yang ia temui di sana justru bosnya sendiri. Clara pun kini bertekad memikat hati sang CEO tampan.
Sampul Novel Pelakor Kesayangan CEO
8.2
Menyamar sebagai Aleena, Alisya kembali demi membalas dendam. Ia berhasil memikat Arfa, sang pewaris Arhadita Company, hingga dicap sebagai orang ketiga. Target utamanya adalah menghancurkan hidup Laura, istri sah Arfa. Namun, rencana Aleena goyah saat Laura hamil dan masa lalunya kembali membayangi. Di tengah terbongkarnya rahasia kelam dan prahara rumah tangga ini, mampukah Arfa merebut kembali hati Aleena yang kini diselimuti kemarahan?
Sampul Novel Tergoda Pesona Sang Duda Mafia
8.1
Kehidupan dingin Alea berbalik arah sejak ia dipertemukan dengan Saga. Di balik statusnya sebagai duda satu anak, pria misterius ini ternyata menyimpan sisi lain yang sangat berbahaya. Takdir menyeret mereka ke dalam pusaran cinta yang rumit dan penuh rahasia. Kini, berbagai ujian berat siap menghadang jalan mereka. Sanggupkah Alea mempertahankan hubungannya dengan sang mafia di tengah badai konflik yang mengancam kisah asmara mereka?