APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel WINGLESS ANGEL

WINGLESS ANGEL

Helsa memilih pergi menjauhi Akmal demi melindungi janin di kandungannya. Dalam pelarian itu, takdir membawanya ke dalam pernikahan tak terduga dengan Adryan Van Brawijaya, seorang dokter residen spesialis. Namun, kedamaian runtuh saat rahasia besar terungkap bahwa Helsa mengandung anak dari mantan kekasihnya. Penyesalan mendalam Helsa dan kebencian sang ibu mertua yang merasa dikhianati kini mengubah kebahagiaan mereka menjadi kepedihan yang penuh air mata.
Bab
Bagikan

Bab 3

Morning sickness adalah salah satu hal yang terjadi pada Ibu hamil di usia kandungan yang masih muda. Jika banyak Ibu muda yang menikmati masa kehamilannya, maka tidak dengan Helsa. Morning sickness menjadi sebuah malapetaka untuknya. Helsa tidak tahu harus seperti apa ketika saat ini Ibu mertuanya membawa ia ke salah satu klinik yang dekat dari apartemen.

Kedatangan Bunda Marimar ke apartemen sangatlah tidak tepat. Bunda panik ketika Helsa mual-mual di dapur, memuntahkan cairan bening.

Klinik yang didatangi Bunda dan Helsa adalah klinik milik teman Adryan, tidak jauh dari apartemen. Mungkin hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga puluh menit.

“Bunda Marimar?” sapa wanita dengan nametag Dr.Wahyuni.

“Kamu Uni?” Bunda Marimar mencoba untuk mengingat wanita itu.

“Apa kabar, Bun?” Dokter Uni mengangguk, membenarkan tebakan wanita parubaya itu.

“Bunda baik. Ini klinik punya kamu?” tanya bunda. Dia tersenyum bahagia, sudah lama tidak bertemu teman lama putranya.

“Iya Bun. Sudah jalan setahun,” jawab dokter tersebut.

“Siapa yang sakit?” tanya dokter Uni pada Bunda.

“Istri Adryan,” jawab bunda.

Dokter Uni sedikit terkejut saat Bunda mengatakan istri Adryan. Ternyata teman masa putih abu-abunya sudah menikah. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, mungkin terakhir saat reunian SMA beberapa tahun yang lalu.

“Ya sudah, langsung masuk aja. Kebetulan ada pasien yang buat janji sama aku, tapi sepertinya masih diperjalanan.”

Dokter Uni segera membawa Helsa dan Bunda ke ruangannya. Lalu membaringkan Helsa di brankar. Wanita itu mulai memeriksa kondisi Helsa. Dipikiran dokter tersebut, ternyata Adryan menyukai perempuan yang jauh muda darinya. Buktinya, gadis ini masih berusia tujuh belas tahun.

"Tadi mual-mual?" tanya dokter Uni.

"Iya, Ni. Bunda takut Helsa sakit.”

Sedangkan di rumah sakit Mawar Medika, Adryan panik setengah mati. Telepon dari Bunda membuat fokusnya buyar detik itu juga. Pikirannya sekarang, Helsa sangat ketakutan dengan kondisi kehamilannya.

Tuas pintu ruangan terbuka, dokter Marcel muncul dari luar.

“Ada apa?” tanya dokter Marcel yang mengetahui bahwa sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.

“Gue hari ini ijin ,ya. Nanti gue kabarin dokter Bagas. Helsa sakit,” jawab Adryan.

“Ya udah, lo balik. Mama Anita bakal gue yang handle,” sahut dokter Marcell menyebut nama salah satu pasien mereka.

Adryan berterima kasih pada Marcell. Ia bersiap untuk kembali. Lebih tepatnya ke salah satu klinik dekat apartemen. Bunda baru saja menghubunginya.

***

“Janin Helsa sehat kok. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Janin?”

"Bunda bentar lagi punya cucu. Usia kandungan sudah enam bulan."

Kabar ini sangat mengejutkan, bagaimana bisa Helsa mengandung sudah enam bulan, sedangkan usia pernikahan bersama anaknya baru memasuki minggu kedua.

“U-ni nggak salah, ‘kan?

“Cucu pertama ‘kan ya Bun? Atau Mas Jefri udah nikah?”

“I-iya. Cucu pertama.”

Air mata wanita berdarah Sunda itu tak terbendung kala mengingat perkataan dokter Uni beberapa saat yang lalu. Kabar mengejutkan pagi ini membuat banyak pertanyaan di benaknya. Bagaimana bisa Helsa mengandung enam bulan, sedangkan usia pernikahan bersama Adryan baru menginjak minggu kedua?

Sejak keluar dari ruangan, tidak ada obrolan diantara mertua dan menantu itu. Mereka saling berdiaman. Helsa bahkan tak berani menatap Bunda.

“Bunda⸺”

Mendengar suara itu, Bunda segera mengusap air matanya. Tatapannya langsung tertuju pada Helsa. Adryan menghampiri istrinya. Ia yakin sekali semua sudah ketahuan, melihat bagaimana Helsa memeluk dan menangis padanya.

“Kalian punya hutang penjelasan pada Bunda!” ketus wanita itu, kemudian keluar dari klinik.

“Mas⸺,” Helsa menangis begitu saja saat Bunda keluar dari sana. Adryan memeluk Helsa begitu erat, mencoba untuk menenangkan kekhawatiran sang istri.

Semua sudah terbongkar. Bangkai memang akan selalu tercium sekuat apapun kamu menyembunyikannya.

***

Pukul delapan malam. Usai makan malam bersama, semua berkumpul di ruang tengah. Rumah Tuan Franco Brawijaya memang tidaklah ramai, apalagi semenjak Adryan dan Jefri beranjak dewasa ini. Memang mereka hanya memiliki dua anak lelaki.

“Bunda, Adryan minta maaf,” ucap Adryan. Helsa tampak gugup mendengar ucapan suaminya. Namun tangannya mendadak hangat ketika Adryan menggenggam jemarinya. Helsa mendongak, tatapan mereka bertemu, ia membalas senyuman suaminya dengan tulus.

Manik mata coklat Adryan bertumbuk dengan Ayahnya. “Ayah, mungkin kabar ini akan membuat Ayah kecewa sama Adryan dan Helsa.”

"Helsa hamil," ungkap Adryan beberapa detik kemudian.

Senyum dari wajah pria paru baya itu terbit. "Ayah mau gendong cucu? Kamu nggak lagi bohong, ‘kan Adryan?"

"Nggak, Ayah. Helsa beneran hamil,” imbuh Jefri.

"Tapi, maaf Ayah. Maaf kalau Adryan hamili Helsa sebelum nikah."

Deg!

Helsa terkesiap dengan pengakuan Adryan. Apa lagi rencana suaminya sekarang? Kenapa Adryan mengakui kehamilan ini adalah ulah nakalnya.

“Mas⸺” Ia menggeleng lirih.

“Helsa hamil anak Adryan. Keturunan Ayah. Keturunan Brawijaya,” ucap Adryan lantang, tanpa ingin melihat Helsa.

Helsa hanya menunduk. Ia malu saat suaminya mengatakan hal tersebut, Adryan benar-benar mengklaim bahwa anak yang dikandung Helsa adalah darah dagingnya. Ya Tuhan, dosa ini cukup Helsa yang tanggung, pria disampingnya tidak bersalah sama sekali.

Dari tempatnya, Bunda menatap jijik pada Helsa. Perempuan murahan, batinnya. Bunda tidak habis pikir dengan semua ini. Helsa yang begitu dipujanya kini hanyalah sampah bagi wanita itu.

“Dibayar berapa kamu sama Adryan?” tanya Bunda.

“Bunda!” tegur Ayah.

Bunda tertawa miris melihat Helsa sudah terisak. “Bunda pikir kamu anak baik-baik, Helsa. Ternyata kamu nggak jauh beda sama perempuan murahan.”

“BUNDA!” pekik Adryan, tak terima saat Bunda mengatakan hal itu.

"Atau kamu yang digoda sama Helsa?" tanya Bunda pada Adryan.

"Kita pulang!" Adryan menarik pelan pergelangan tanģan istrinya, membawa keluar Helsa dari rumah orang tuanya.

Jika berlama-lama meladeni Bunda, Helsa bisa stres disana. Adryan tidak mau melihat Helsa menangis lagi. Tapi, kenyataannya, malam ini perempuan itu menangis karena ulah Bunda⸺wanita yang justru begitu menyayangi Helsa

“Mas⸺,” panggil Helsa sebelum mereka masuk ke mobil.

“Iya, Sayang,” sahut Adryan. Raut wajahnya terlihat begitu kesal. Adryan sangat terluka.

“Minta maaf sama Bunda. Nggak seharusnya Mas bersikap seperti itu sama perempuan yang udah lahirin Mas Adryan,” pinta Helsa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hanin & Wahyu
8.0
Hanin dan Wahyu tumbuh bersama sebagai saudara kembar yang tak terpisahkan. Namun, jalan hidup mereka berubah drastis setelah menikah. Suratman berhasil membangun karier sebagai konsultan bank dan beristrikan sekretaris hotel yang penuh ambisi. Di sisi lain, Suratmin hanya menjadi petugas kebersihan dengan istri seorang ibu rumah tangga biasa. Jurang status sosial serta perbedaan pola asuh anak yang sangat kontras ini memicu perselisihan besar yang mengorbankan masa depan anak-anak mereka.
Sampul Novel Little Brother
8.6
Irena tidak pernah menduga akan menghadapi situasi seberat ini. Hubungan persaudaraan yang semula ia kira tulus dan murni ternyata menyimpan rahasia kelam. Sang adik laki-laki diam-diam telah lama memendam perasaan cinta terlarang yang melampaui batas wajar seorang saudara. Mengetahui bahwa adiknya memiliki obsesi romantis yang begitu mendalam terhadap dirinya, Irena kini didera dilema batin yang luar biasa dalam menentukan sikap.
Sampul Novel Melepas Daster Burukku
7.8
Sartika hancur setelah Riya, sepupu suaminya, mengaku menjadi selingkuhan Roni. Rasa sakitnya kian dalam karena suaminya kerap merendahkan penampilannya yang kusam di hadapan Riya. Ogah terpuruk, Sartika mengubah dirinya menjadi sosok yang anggun dan menyiapkan rencana pembalasan yang matang. Saat Roni mulai mengemis maaf, mantan kekasih Sartika datang menawarkan kembali cintanya. Sartika pun dihadapkan pada pilihan sulit antara masa lalu atau lembaran baru.
Sampul Novel Nathan & Aubree
9.3
Sejak pertama kali bertemu, Aubree telah menyerahkan seluruh hatinya kepada Nathan. Sayangnya, Nathan masih tenggelam dalam kepedihan masa lalu dan rasa patah hati yang belum pulih. Walau kasih sayangnya tidak terbalas dan kerap menerima penolakan yang menyakitkan, Aubree tetap bertahan. Ia bertekad untuk terus berjuang mencairkan kebekuan hati pria itu. Akankah keteguhan Aubree berhasil merobohkan tembok pertahanan Nathan, atau ia akan selamanya tersisih dalam kisah yang rumit ini?
Sampul Novel Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku
9.5
Tiga tahun lamanya aku diabaikan oleh Alpha Bramantyo yang lebih memilih Rossa. Puncaknya, ayahku wafat karena Bram membiarkan tabib pergi demi kekasihnya yang pura-pura sakit. Bagi sang Alpha, kematian ayahku bukanlah hal penting. Namun, kelalaian itu menjadi bumerang baginya. Tanpa sadar, Bram menandatangani berkas Ritual Penolakan. Kini, ikatan jiwa kami telah resmi terputus untuk selamanya, meninggalkan penyesalan yang terlambat bagi dirinya.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.