APKDock Logo
Sampul Novel ISABELLA

ISABELLA

7.9 / 10.0
Demi mengejar impian, Isabella, gadis sederhana dari Turki, memilih hijrah ke London. Siapa sangka, keputusan itu justru menyeretnya ke dalam lingkaran hitam dunia mafia yang berbahaya. Di tengah ancaman maut dan kekerasan yang terus mengintai, ia bersama Alech, sang kekasih, harus berjuang mati-matian mempertahankan hubungan mereka. Sanggupkah kekuatan cinta menyatukan Isabella dan Alech melewati segala rintangan demi masa depan bersama?

ISABELLA Bab 1

Isabella mengemasi semua bajunya kedalam koper untuk bersiap - siap pergi ke negara tetangga dengan harapan mengejar cita-cita masa kecilnya.

"Sudah siap semua Bell?" tanya Ivan sambil membawa koper milik Isabell.

"Emm.. Sepertinya sudah semua Van," jawab Isabell sambil memastikan.

"Nanti kamu tinggal di apartmentku saja Bell, sampai kamu menemukan apartment yang cocok untuk kamu tempati."

"Yup thanx Van, yang jelas cocok juga dengan harganya."

Ivan dan Isabella duduk berdampingan di dalam pesawat yang bertuliskan United Kingdom Airlines. Belle duduk di dekat kaca pesawat sambil menatap keluar jendela.

"Aku sangat menantikan hari ini, pergi dari Turkey ke negara sebelah untuk mewujudkan cita-citaku, apapun yang terjadi aku harus pulang membuktikan bahwa aku mampu," gumamnya dalam hati.

"Belle are you ok? Aku ajak ngobrol malah bengong, ada masalah?" tanya Ivan dengan penasaran.

"Yep... Im fine, Van. Hanya sedikit penasaran dengan kehidupanku nantinya di London." Senyum Isabella mengembang di wajahnya yang cantik.

"Holly shit Belle, tolong jangan tunjukan senyumanmu yang seperti itu, aku benar-benar menjadi lemah setelah melihat senyumanmu." Ivan bergumam dalam hati.

Hati Ivan selalu gelisah di dekat Belle, Ivan memang sudah menyukai Belle sejak lama namun gadis satu ini sungguh sangat sulit untuk paham perasaan Ivan yang sebenarnya.

Teman - teman akrab Isabell selalu memanggilnya Belle. Wanita yang tinggi semampai, rambut hitam, kulit putih bersih dan wajah yang cantik.

Belle selalu menekankan kepada teman-temannya tentang prinsipnya "Ketika aku sudah menganggap teman maka aku tidak bisa jatuh cinta kepada temanku sendiri, itu sesuatu yang sangat aku hindari." Kata-kata Belle selalu terngiang di kepala Ivan, Ivan tidak mempunyai kesempatan untuk menjadikan Belle kekasihnya, hanya bisa menjaga Belle sebagai teman.

Belle duduk dengan tenang sambil mendengarkan musik kesukaannya tanpa memperdulikan tatapan Ivan yang penuh cinta itu.

Tak lama kemudian pesawat mendarat di bandara London Heathrow. Mereka berjalan keluar bandara yang sangat sibuk itu.

"Biar aku bawakan kopermu." Ivan menyambar koper Belle dengan cepat.

"Van... Aku bisa membawanya sendiri." Belle memutar matanya entah apa yang Ivan lakuan selalu berlebihan.

"Jangan jadi wanita yang sok kuat. Untuk ucapan terimakasihmu, bisakah kau masakkan aku makan malam." Ivan membawa koper Belle ke parkiran mobil dan memasukannya ke bagasi mobil Ivan.

Belle memutar bola matanya dan tidak menjawab kata-kata Ivan.

Dalam perjalanan menuju ke apartment milik Ivan, Ivan dan Belle berhenti di sebuah supermarket untuk membeli bahan makanan. Seperti biasa Ivan selalu memperlakukan Belle seperti gadis kecil.

"Kamu pilih saja bahan makanan yang dibituhkan, biarkan aku membawa trolley-nya." Ivan merebut paksa trolley yang sedang Belle dorong.

Tanpa berkata apa-apa Belle mulai memilih bahan makanan yang dibutuhkan. Sedangkan Ivan sabar menanti Belle.

"Aku sudah seperti suami yang baik hati menemani istriku berbelanja, kan?" Ivan mengedipkan satu matanya.

"Wow Ivan apakah kamu sedang latihan menjadi suami dan berniat menikahi wanita dalam waktu dekat ini?" Belle tertawa terbahak mendengar ucapan Ivan.

Ivan mendecak sebal. "Aku harap bisa bersama gadis pujaanku, sayangnya gadis itu hanya dalam angan-anganku saja."

"Cari gadis lain kalau begitu." Belle tertawa geli mendengar curhatan temannya itu.

Tak lama kemudian mereka sampai di apartemen Ivan. Belle tercengang melihat apartment Ivan yang berantakan.

"Ivan apa-apaan ini? Apartmentmu terkena bencana angin tornado?"

"Ops sorry Belle, aku belum sempat membersihkannya, tolong tunggu sebentar, duduk disini dan jadi gadis yang manis." Ivan menarik Belle untuk duduk di sofa dan mulai membereskan semua barang-barang yang berserakan.

"Biarkan aku membantumu Van." Belle berdiri dan hendak membereskan dapur.

"Stop Belle don't do anything!" teriak Ivan dari dalam kamar tamu.

"Wow! Easy pak tua, aku hanya ingin membereskan dapur dan memasak." Belle menghela nafas dan duduk kembali. Sambil menunggu Ivan, Belle membuka handphone menelusuri akun sosial medianya dan tanpa sadar ia tertidur.

"Bell bangun, makan malam sudah siap, ayo kita makan malam." Ivan menggoyang-goyangkan bahu Belle.

"Oh my! Aku ketiduran, sorry..." Bella terperanjat. Matanya menelusuri setiap sudut apartment Ivan dengan terkagum - kagum semuanya rapi dan bersih, sekilas Belle melihat meja makan yang sudah terisi beberapa hidangan makanan khas Turki untuk makan malam.

"Wow amazing, thanx sudah memasak makan malam, kebetulan aku sudah lapar." Belle meringis menatap Ivan dan beranjak dari sofa menuju meja makan. Ivan yang terkesima dengan Bella menatap tanpa berkedip.

"Ada apa Van? Ayo kita makan, atau akan aku habiskan semua jatah makanmu." Belle terkekeh sambil menyantap daging bakar.

"Dasar wanita barbar, habiskan kalau kau bisa." Ivan mendekat ke meja makan dan duduk di depan Belle.

Mereka menghabiskan makan malam dengan tenang.

****

Belle melihat ramainya kota London yang sibuk dari balik kaca apartment.

"Bell ayo kita pergi, setelah kita memastikan apartment yang akan kamu tempati, kita langsung datang ke festival seni, ada kejutan buatmu." Ivan memakai sepatu dan terlihat rapi hari ini.

"Baiklah, umm ... kejutan?" Terkadang Belle tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Ivan dan apa yang akan dia lakukan "laki-laki penuh misteri," gumam Belle.

"What you say?" Alis mata Ivan naik sebelah.

"Nothing! Hurry up Ivan!" Belle berseru dan sambil menyambar tas slempang mini kesayangannya.

"Bell kenapa kamu tidak membeli apartment saja disini? Aku yakin ayahmu akan setuju, karena kamu lebih suka tinggal di London." Ivan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Good idea, thanx Van aku akan membeli kerajaan Inggris juga." Belle tertawa dan memalingkan wajahnya menatap ke luar kaca pintu mobil dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Ayah Belle adalah pengusaha properti terbesar di Turki dan sangat sibuk sehingga Belle merasa sendiri di waktu yang lama. Ibunya meninggal lima tahun lalu, entah kenapa semenjak itu ayahnya semakin sibuk dan jarang pulang ke rumah.

Setelah menyelesaikan uang sewa apartment, mereka menuju ke tempat festival seni yang Ivan bicarakan sebelumnya. Dari jauh seorang lelaki tinggi, berambut panjang yang digerai menggunakan jaket levis terlihat modis itu melambai ke arah Belle dan Ivan.

"Belle my darling, my baby ... Im here for you." laki-laki itu berjalan setengah berlari menuju Belle.

"Oh my god! Billy!" pekik Belle sambil menutup mulutnya karena terkejut.

Mereka berdua berpelukan dengan erat, Billy mencium pipi Belle terlihat mesra.

"Billy what you doing here?" Dengan menggandeng lengan Billy dan bergelanyut manja, Bella berjalan menuju stand yang bertuliskan TURKISH ART.

"Come on bitch! Im here for you and i'll stay here with you." Billy menjambak lembut rambut hitam dan panjang milik Belle.

"Are you kidding, Bill?" Belle membulatkan matanya terkejut.

"Aku serius Bell, aku ingin tinggal di sini untuk membantumu mengejar kehidupanmu, aku sangat khawatir padamu." Billy mengusap pipi Belle dan memeluknya.

"Ehm khawatir denganku?" Belle tidak percaya yang Billy katakan barusan, sepertinya kata-kata Billy tidak pantas untuk dipercaya.

"Tentu aku khawatir, khawatir jika kamu akan menggila seperti anjing gila dan tidak ada seorangpun yang mampu menghadapimu." Billy tertawa terbahak-bahak sehingga menarik perhatian semua orang yang ada disana.

"Sial kau Bill!" Dengan tendangan kecil, Bella berhasil meredakan tawa Billy.

Billy sahabat Belle berasal dari Turki, sahabat yang mengerti akan kondisi Belle. Wajah yang rupawan dan badan kekar serta modis tak jarang wanita menaruh perhatian terhadap Billy, namun Billy adalah seorang laki-laki yang tidak menyukai wanita, dia lebih tertarik dengan laki-laki, itu membuat Belle merasa nyaman jika Billy memberikan perhatian lebih seperti seorang kakak perempuan.

Di sisi lain Ivan memperhatikan mereka diam-diam, mengagumi setiap tingkah Belle, namun tidak ada keberanian untuk mengungkapkannya, terlebih bersikap seperti Billy.

"Semoga kamu selalu bahagia dan tersenyum Bell. aku mencintaimu." Ivan hanya bisa mengungkapkan dalam hatinya saja.

Lanjut Membaca

Daftar Isi ISABELLA

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
9.5
Kehidupan tenang sang protagonis terusik di tengah malam saat sebuah notifikasi pesan membangunkannya dari tidur. Kiriman video dari sahabatnya memperlihatkan seorang wanita bergaun tipis ketat yang menari dengan anggun. Namun, perhatiannya teralihkan ketika ia melihat sekilas warna ungu di balik gaun tersebut. Keingintahuan berubah menjadi keterkejutan yang mendalam saat ia menyadari bahwa pakaian dalam yang dikenakan wanita dalam video itu sangat identik dengan milik kekasihnya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan