APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel When I touch you

When I touch you

Jihan terdesak di dinding saat Noah menghampirinya dengan tatapan yang membara. Sentuhan lembut jemari sang atasan di pipinya justru memicu rasa takut. Walau Jihan sudah memohon agar Noah menyudahi aksinya, pria itu malah menegaskan bahwa ini adalah bagian dari kewajiban profesionalnya. Ketakutan Jihan memuncak kala Noah merobek pakaiannya secara paksa. Perlakuan kasar itu membuat Jihan membeku, tenggelam dalam kebingungan atas tindakan nekat sang miliarder.
Bab
Bagikan

Bab 3

Noah sampai di kantor, berjalan dengan angkuh dan menebarkan pesona nya.

"Selamat pagi, Pak."

"Pagi, Pak."

Para karyawan menyapa Noah, tapi Noah sama sekali tidak ramah. Dia tidak membalas sapaan para karyawannya itu. Bagi mereka itu sudah biasa.

Ting..

Noah keluar dari dalam lift, melihat sekretaris nya sudah berdiri menyambutnya.

"Selamat pagi, Pak Noah."

Noah melirik sekilas sambil menganggukan kepalanya. Lalu masuk ke dalam ruangan.

Jihan mengikutinya dari belakang, ia berdiri sambil memberitahukan jadwal Noah hari ini.

"Hari ini jadwal, bapak lumayan padat. Pertama, bapak ada pertemuan dengan klien. Lanjut, kunjungan ke departemen store di mall super blok, lalu ada makan siang dengan bu ketua, setelah itu ada undangan ke pesta ulang tahun anaknya pak Dimas."

Noah menghela nafasnya, "Sebentar, tadi ada makan siang sama siapa?"

"Bu ketua."

Noah melambaikan tangannya, "Tidak, batalkan saja!"

"Tapi, Pak Noah, tidak bisa membatalkan nya karena bu ketua sudah reservasi tempat dan beliau menitipkan pesan, jika bapak membatalkannya, maka saham bapak akan diambil." Jihan mengucapkannya dengan tenang karena sudah biasa menghadapi bos nya yang super rese. Kadang, Jihan yang harus memutar otak, jika bos nya itu melakukan hal yang melanggar.

"Yaudah.. Iya!"

"Sekarang, buatkan saya kopi susu harus creamy!" suruh Noah.

"Baik Pak," ucap Jihan dengan senyuman.

Jihan keluar mengusap dadanya. Ia melangkahkan kakinya ke pantry.

"Selamat pagi bu sekretaris," ucap Agung. Suaranya yang nge bass, membuat Jihan kaget, apalagi ia sedang melamun.

"Astaga.. "

"Ko melamun aja?" tanya Agung.

Agung salah satu karyawan di divisi penjualan.

"Saya lagi buat kopi ko," ucap Jihan lalu tersenyum.

"Mba Jihan mau makan siang dimana?" tanya Agung.

Memang Agung ini masih juniornya Jihan, selisih umurnya 2 tahun.

"Sepertinya diluar," jawab Jihan.

"Sama?"

"Pak Noah," jawab Jihan.

Agung tersenyum agak kecut, "Yah, padahal mau makan siang bareng."

"Mm.. Kapan-kapan aku ajak makan siang atau makan malam gimana, mbak?"

Jihan tersenyum, "Boleh kalo kamu traktir."

"Siap mbak," ucap Agung dengan penuh semangat.

Jihan lalu pergi sambil membawa kopi kesukaan Noah harus yang creamy.

Noah sedang berdiri di depan ruangannya, "Lama banget sih kamu."

"Maaf Pak, tadi airnya habis."

"Kita langsung berangkat menemui klien."

Noah pergi begitu saja, tanpa meminum kopinya. Jihan harus banyak-banyak bersabar, ia menaruh kopi buatannya di mejanya.

Mereka berada di dalam mobil menuju tempat klien. Jalanan pagi itu cukup macet.

"Ada apa sih?"

Noah yang tidak sabar terus membunyikan klakson mobilnya.

"Coba kamu cek," suruh Noah.

Jihan pun turun untuk mengecek ke depan. Lalu setelah beberapa saat, ia kembali. "Ada perbaikan jalan, sementara arus lalu lintas sedang dialihkan."

"Ck.. Kenapa tidak ada pemberitahuan sih!"

Noah sedang asyik bermain ponsel sambil menunggu mobilnya jalan.

Tin.. Tin..

Dari belakang, mobil Noah terus di klakson.

"Pak Noah kita harus jalan," ucap Jihan.

Noah dengan terburu-buru memajukan mobilnya sampai ponselnya jatuh. Jihan mengambil ponselnya Noah sambil menundukkan kepala.

"Bisa tidak?" tanya Noah, matanya tak sengaja melihat leher Jihan yang putih, tapi ada kemerahan seperti digigit semut.

"Sudah Pak." Jihan memberikan ponsel itu kepada Noah.

Respon Noah hanya bengong menatap ke leher Jihan.

Jihan yang heran itu, langsung menyilangkan dadanya. Ia pikir Noah melihat dadanya.

"Pak Noah lihat apa?" tanya Jihan. Saat ini, Jihan memakai blouse maroon yang mengekspos bagian lehernya.

"Kamu itu, kenapa merah," tunjuk Noah ke leher Jihan.

Jihan langsung menyentuh lehernya, "Ah ini, digigit nyamuk. Di kos an saya banyak sekali nyamuknya, ganas-ganas," jawab Jihan.

Noah langsung mengalihkan pandangannya dari Jihan ke depan. "Lo mikir apa sih?" batinnya.

Mereka sampai di sebuah hotel untuk bertemu klien yang bernama pak Broto.

"Lokasinya di lobby?" tanya Noah.

"Iya Pak,"

"Itu sepertinya Pak Broto sudah menunggu."

Noah pun berjalan menghampiri pak Broto, kliennya.

"Selamat pagi, Pak Broto," ucap Noah sembari mengulurkan tangannya.

"Selamat pagi, Pak Noah." Pak Broto menerima tangan Noah, mereka pun berjabat tangan.

"Silakan duduk."

Mereka pun duduk sambil membahas proyek yang akan dikerjakan. Jihan hanya menyimak dan mencatatkan apa yang penting.

"Jadi, saya dapat izin ya buka departemen store di mall bapak?"

"Iya, tentu saja."

Setelah berbincang, Pak Broto pamit pergi karena harus segera kembali ke kota nya di Medan. Maka nya mengajak bertemu pagi di hotel.

"Mari Pak, kita ke restoran Jepang," ucap Jihan.

Noah menyetir ke restoran Jepang, dari hotel hanya berjarak 15 menit. Mereka pun sampai di sana. Masuk ke dalam ruangan privat, ala Jepang gitu.

Tampak bu ketua sudah menunggu di sana.

"Selamat siang bu," ucap Jihan.

"Selamat siang," balas bu ketua.

Jihan hendak permisi, meninggalkan Noah dengan bu ketua. "Kalo gitu, saya permisi."

Bu ketua menahan, "Jihan, kamu makan di sini aja, bareng-bareng,"

Jihan pun duduk disamping Noah, gimana pun juga bu ketua adalah yang memantau perusahaan.

"Mama, kenapa sih mau makan sama aku. Kan bisa di rumah, tadi pagi juga sarapan bareng," oceh Noah.

Bu ketua itu adalah bu Andin, ibunya Noah. Dia memang yang menjadi pemantau perusahaan, bagaimana pun juga harus tetap diawasi.

"Di sini mama, bukan sebagai mama mu. Tapi, ketua dan ini juga pertemuan formal."

"Baik, bu ketua."

Jihan sudah biasa mendengarkan mereka bicara, selama 2 tahun ini dia bekerja dan dipercaya di perusahaan Samudera.

Makanan mereka datang, ada sushi dan jenis makanan Jepang lainnya.

"Saya dengar, penjualan turun?" tanya bu ketua.

Noah mengangguk, "Iya, saya sedang mencoba untuk kembali menaikan penjualnya."

"Tepati kata-kata kamu, bukan cuma bisa marah-marah dan mengatur karyawan mu. Tapi, sebagai pemimpin kamu juga harus punya solusinya."

"Baik bu ketu," ucap Noah.

Bu Andin, menatap Jihan. "Terimakasih Jihan, sudah mau bertahan di perusahaan kami."

Jihan tersenyum, "Sama-sama Bu."

Bu Andin sangat suka dengan Jihan, sekretaris yang sopan, baik dan juga cekatan. Tidak seperti sekretaris sebelum-sebelumnya, mereka melamar hanya karena ingin dekat dengan Noah, tapi saat tahu sikap Noah yang suka ngatur dan arogan, para sekretaris itu tidak tahan lama.

"Minggu depan, harus sudah dapat strategi untuk meningkatkan penjualan."

Lalu bu Andin pun permisi, setelah makan siang. Menyisakan Noah dan Jihan, dengan santainya Noah melanjutkan makannya.

"Mama bawel banget sih!"

Noah menatap kepada Jihan, "Kenapa diam aja? Ayo makan,"

"Saya sudah kenyang Pak."

Jihan mengantarkan bu Andin keluar dari restoran. Setelah mobil bu Andin meninggalkan restoran, Jihan kembali ke tempat Noah. Tapi, kosong.

"Pak Noah kemana?"

Jihan coba mencari ke ruangan lain, tapi tidak ada.

"Ah, mungkin di toilet." Jihan mengintip di toilet pria, tampak kosong.

"Apa aku masuk aja ya?" Jihan tampak ragu.

Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk. Saat masuk ke toilet pria, mata Jihan melotot, ia terkejut melihat Noah yang sedang buang air kecil.

"Huwaa.. "

Noah menoleh, dia juga kaget tiba-tiba ada Jihan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Daun Semanggi
8.4
Tiga tahun lamanya Sindi terbuai asmara terlarang dengan Ronald, pria yang telah beristri. Buta karena cinta, ia mengabaikan logika hingga kini dirinya berbadan dua. Penyesalan terlambat datang, menyisakan kepedihan mendalam. Di tengah bayang-bayang duka masa lalu akibat kehilangan orang-orang terkasih, Sindi kini harus berjuang sendirian. Sanggupkah ia bertahan melewati badai kehidupan ini? Kisah pilu tentang konsekuensi dari sebuah pilihan hati yang keliru.
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Rumah tangga Aulia dan Arman tak lagi hangat, hanya menyisakan kepedihan akibat tabiat buruk Arman yang dingin dan gemar bermabuk-mabukan. Badai besar datang ketika Rika membeberkan bahwa Arman berselingkuh dengan Maya. Kecewa berat, Aulia enggan melanjutkan kepura-puraan ini. Ia langsung melabrak suaminya untuk menuntut kejelasan. Meski Arman tak berkutik, hati Aulia telah telanjur hancur. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi demi harga diri.
Sampul Novel ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN
9.3
Mahardika tidak punya pilihan selain menuruti kemauan kakeknya untuk menikahi Eka Maheswari. Pernikahan ini dirancang demi menjaga ikatan erat antara keluarga Wijaya dan Saputra. Namun, perbedaan usia sembilan tahun menjadi ujian berat setelah mereka resmi bersama. Mahardika harus ekstra sabar menghadapi sikap Eka yang masih sangat kekanak-kanakan. Mampukah pernikahan mereka bertahan melewati jurang kedewasaan yang begitu lebar?
Sampul Novel Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
8.1
Kehidupan Mariana runtuh akibat pengkhianatan sang suami dan kepergian bayinya. Saat terpuruk, bosnya yang baru menduda memohon agar Mariana bersedia menjadi ibu susu bagi sang anak. Walau sempat bimbang, tanggung jawab baru ini justru menyeretnya ke dalam konflik batin yang rumit. Kedekatan tak terduga pun mulai terjalin, menumbuhkan rasa cinta yang hadir di saat tidak tepat. Mampukah hubungan ini bertahan di tengah bayang-bayang trauma masa lalu dan keadaan yang serba salah?
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun pacaran, Kristian Dobson malah mengkhianatiku dan menikahi Laura Clarke, pewaris kaya. Demi pengakuan keluarganya, dia mengurungku dalam kemewahan yang menyiksa. Puncaknya, demi istri barunya, Kristian memaksaku melompat dari lantai tujuh belas. Mereka pikir aku bisa dihancurkan dengan mudah. Padahal, mereka tidak tahu bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar yang sesungguhnya di kota ini.
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun pengabdianku pada Baskara Aditama berakhir tragis. Setelah tanganku cacat di salon mantan kekasihnya, Karinina, Bas justru membuangku yang sedang hamil ke hutan terpencil tanpa sinyal. Usai berjuang kembali, aku mendengar dia merendahkanku di depan teman-temannya hanya sebagai pengganti sementara. Kehilangan karier dan tanpa dukungan keluarga, kini aku bertekad memutuskan hubungan dengannya untuk merebut kembali hidupku.