APKDock Logo
Sampul Novel When I touch you

When I touch you

9.2 / 10.0
Jihan terdesak di dinding saat Noah menghampirinya dengan tatapan yang membara. Sentuhan lembut jemari sang atasan di pipinya justru memicu rasa takut. Walau Jihan sudah memohon agar Noah menyudahi aksinya, pria itu malah menegaskan bahwa ini adalah bagian dari kewajiban profesionalnya. Ketakutan Jihan memuncak kala Noah merobek pakaiannya secara paksa. Perlakuan kasar itu membuat Jihan membeku, tenggelam dalam kebingungan atas tindakan nekat sang miliarder.

When I touch you Bab 1

Brakk..

Noah menggebrak meja ruangan rapat, matanya menatap tajam kepada setiap karyawan yang ada di sana.

"Bisa-bisa nya penjualan kita bulan ini menurun!"

"Kalian ini kerjaannya apa sih? Saya bukan menggaji kalian untuk bersantai-santai!" Noah tampak marah.

"Saya akan tarik kembali kursi pijat dan camilan gratis di pantry ini!" tegas Noah.

Para karyawan hanya menunduk ketakutan, melihat bos mereka marah-marah.

"Pokoknya, kalian harus bisa menaikan lagi penjualan di bulan berikutnya! Saya targetkan, harus lebih unggul dari pencapaian kita terakhir. Jika tidak kalian semua akan saya pecat!"

"Baik Pak,"

Rapat selesai, semua karyawan cepat-cepat keluar dari ruangan rapat. Mereka sebenarnya mengeluh dengan bos mereka yang seenak udel, dan suka marah-marah itu.

Noah Samudera, dia adalah seorang Presdir perusahaan Samudera. Perusahaan milik papa nya yang diwariskan kepadanya. Sebuah perusahaan retail yang memiliki department store di setiap mall.

Noah, Laki-laki berusia 28 tahun. Tinggi, putih, alis tebal, hidung mancung. Sikapnya yang arogan, angkuh, dan suka marah-marah kepada karyawan. Banyak karyawan yang sering kena pecat hanya karena melakukan kesalahan sedikit saja. Bahkan, Sekretaris nya pun terus berganti-ganti, tidak tahan lama.

Tapi, sekretaris satu ini sudah bersama Noah selama 2 tahun. Para karyawan menjulukinya pawang Presdir. Wanita cantik dengan ciri khas kulit kuning langsat dan mata coklat nya itu. Wanita yang kalem, ramah, sopan dan perfeksionis. Dia adalah Jihan Almahyra, wanita berusia 27 tahun.

"Minum.. Minum.. " ucap Noah.

Jihan membuka botol minum lalu menuangkannya ke dalam gelas. "Silahkan, Pak."

"Ahh.. "

Noah melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 12 siang.

"Tempat makan siang saya sudah dipesan?"

"Sudah Pak," ucap Jihan.

"Saya makan sendiri, kamu boleh makan di kantin atau dimanapun."

Jihan mengangguk, "Setelah makan siang, bapak harus kembali ke kantor karena ada beberapa dokumen yang harus ditinjau dan ditandatangani."

"Iya iya." Noah pun pergi sendiri menuju restoran.

Sebelum ke kantin, Jihan ke meja nya yang berada di depan ruangan Noah. Ia menulisnya di catatan untuk menyimpulkan hasil rapat tadi.

"Tuk.. Tuk.. "

Jihan menoleh sambil tersenyum.

"Tumben ngga makan siang sama Pak Noah," ucap Mela.

Jihan tidak menjawab, dia terus menulis.

"Ayo makan dulu, udah jam makan siang ini," ajak Mela.

Mela karyawan dari divisi marketing, dia juga teman dekat Jihan di kantor. Karena, Jihan tidak pandai bergaul hanya Mela saja yang memang benar-benar dekat.

"Sebentar lagi," ucap Jihan.

Mela tahu, jika Jihan belum menyelesaikan pekerjaannya, dia pasti akan menyelesaikannya lebih dulu, tidak peduli mau itu jam makan siang atau jam pulang.

Mela tetap setia menunggu Jihan, sambil terus berbicara. "Pusing gue, Pak Noah marah-marah mulu. Coba dia jadi tim marketing sekali-kali, gimana yang terjadi di lapangan. Survei aja sebulan sekali."

"Lo kan dekat Ji, coba deh bantuin ngomong sama Pak Noah. Kejam banget tau ih, gimana bisa penjualan harus di tingkatkan, sementara produk-produk di departement store gitu-gitu aja," cerocos Mela.

Jihan menutup bukunya, lalu melirik Mela. "Kenapa ngga kamu sampaikan aja saat rapat nanti?"

Mela berdecak, "Masalahnya.. Gue ga berani."

"Kita kan sama-sama karyawan untuk membantu perkembangan perusahaan, ya ngga apa-apa menyampaikan pendapat."

Mereka berdua jalan ke kantin. Makan siang saat itu sisa tumis sayuran dan kentang balado.

"Yah, ngga kebagian daging," keluh Mela.

"Mbak Jihan, sudah saya pisahkan," ucap bu Wati pegawai kantin.

"Terimakasih"

Mereka duduk di salah satu meja yang kosong. Jihan memberikan daging sapi dibuat dendeng kepada Mela.

Mela menoleh, "Dapat darimana? Bukannya tadi abis?"

Jihan hanya tersenyum, "Makan,"

"Masakan bu Wati emang ter lezat."

"Ji, nanti malam ikut yuk, ke pasar malam sama anak-anak."

Jihan menoleh, "Nanti malam?"

"Iya pulang ngantor,"

"Maaf, tapi aku ngga bisa ikut," tolak Jihan.

Mela mencebikan bibirnya, "Kamu kalo diajak keluar habis pulang kerja, pasti ngga pernah ikut. Sekali-kali ikut lah,"

Jihan tersenyum, "Iya, lain kali aku ikut."

"Awas ya?"

Jihan mengangguk. Pikirannya menerawang jauh, sampai tak sadar dia jadi melamun.

"Kenapa?" tanya Mela.

"Aku harus kembali, Pak Noah pasti udah datang." Jihan merapikan bekas makannya yang tidak habis. Lalu meninggalkan kantin.

"Ck.. Gue ditinggal," ucap Mela.

Benar saja, Noah sudah kembali. Tapi, tidak sendirian, di ruangannya itu ada seorang laki-laki, entahlah Jihan tidak kenal. Teman satu-satunya Noah yang Jihan kenal hanya Yoga.

"Mana berkas yang harus saya tandatangani?"

"Saya ambil dulu," ucap Jihan.

Saat Jihan akan kembali ke ruangan Noah. Ia mendengar percakapan antara Noah dan temannya itu.

"Bro, masa sekretaris cantik gitu dianggurin."

Terdengar suara tawa dari mulut Noah, "Cantik? Membosankan gitu, liat aja selalu pakai kemeja panjang dan kacamata."

Temannya itu berkata, "Don't judge book by its cover"

"Halah,"

Jihan sadar memang dengan penampilannya itu, dia sering memakai kemeja, dan celana panjang, rok juga sekali-kali. Ia juga memakai kacamata eye cat, tidak culun-culun amat. Ya, berarti memang Jihan bukan selera Noah. Tapi, Jihan tidak peduli dengan semua itu, yang penting ia kerja dapat gaji.

"Permisi." Jihan memberikan dokumen itu kepada Noah.

Jihan kembali ke meja nya, ia jadi ikut memikirkan rencana agar penjualan di departement store meningkat pesat.

Sekitar 30 menit, Noah keluar dari ruangan bersama temannya itu.

"Jihan, tidak ada jadwal penting lagi kan?"

"Iya Pak, tidak ada."

"Saya akan langsung pulang, jadi kamu juga boleh pulang."

"Baik Pak."

Temannya Noah, mengedipkan matanya kepada Jihan.

Jihan masuk ke ruangan Noah, untuk membereskannya mejanya.

"Pak Noah, ini gimana sih berantakan banget meja nya," gumam Jihan.

Jihan merapikan meja Noah. Menaruh semua barang ke tempatnya semula.

"Nah kan, kalo rapi gini enak diliatnya." Jihan keluar dari ruangan Noah.

Jihan juga memutuskan untuk pulang, pas jam kantor waktunya pulang. Ia menaiki bus ke kontrakannya. Jihan memang bukan asli Jakarta, ia anak rantau dari Jawa Tengah.

Jihan merebahkan tubuhnya, di kasur. Ponselnya berdering, Jihan segera mengangkatnya. "Halo.."

"Ditunggu seperti biasa,"

"Iya nanti saya kesana," Jihan bangkit dari tidurnya, menuju kamar mandi.

Di tempat lain

Noah sedang main billard dengan Lian, temannya yang tadi dibawa ke kantor.

"Jadi kan?" tanya Lian.

"Ke tempat biasa aja lah," ucap Noah sambil fokus main billard.

"Katanya lo pengen tahu dj black angel. Dia lagi naik pamor loh, bisa di booking juga," ucap Lian.

Noah meletakkan tongkat nya, "Yaudah ayo cabut,"

Light Night Club

Noah dan Lian memasuki klub malam itu. Orang-orang sedang menikmati musik yang sedang dimainkan oleh seorang dj black angel. Penampilan dj itu memakai topeng yang menutupi bagian matanya. Rambutnya di cepol, dan hanya memakai crop top, celana jeans pendek.

"Itu dia dj black angel," tunjuk Lian.

Noah melihat dari kejauhan dj itu tampak sedang menikmati musik yang dimainkannya.

"Gue udah booking, Good luck," bisik Lian sambil menepuk-nepuk bahu Noah.

Noah langsung masuk ke ruangan private untuk menemui dj itu.

Sekitar 15 menit menunggu, dj itu pun masuk ke dalam ruangan Noah, masih dengan topengnya.

"Sorry, nunggu lama.. "

Noah memperhatikan dj yang sedang berdiri di pintu.

"Kamu?" tunjuk Noah.

Deg..

Dj black angel kaget melihat siapa orang yang telah mem booking nya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi When I touch you

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan