APKDock Logo
Sampul Novel Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

8.1 / 10.0
Kehidupan Mariana runtuh akibat pengkhianatan sang suami dan kepergian bayinya. Saat terpuruk, bosnya yang baru menduda memohon agar Mariana bersedia menjadi ibu susu bagi sang anak. Walau sempat bimbang, tanggung jawab baru ini justru menyeretnya ke dalam konflik batin yang rumit. Kedekatan tak terduga pun mulai terjalin, menumbuhkan rasa cinta yang hadir di saat tidak tepat. Mampukah hubungan ini bertahan di tengah bayang-bayang trauma masa lalu dan keadaan yang serba salah?

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku Bab 1

“Astaghfirullah! Apa yang kalian berdua lakukan?!”

Suara jeritan Mariana menggema di kamar tidur yang dulu menjadi saksi cintanya dengan sang suami. Namun kini, pemandangan di hadapannya menghancurkan segalanya.

Tubuh Mariana limbung, tapi ia memaksa dirinya tetap berdiri. Napasnya tersengal sementara dadanya mulai terasa sesak.

Di atas ranjang mereka, suaminya berbaring tanpa busana. Dan yang lebih menghancurkan hatinya, wanita yang bersamanya adalah Bianca—adik kandung Mariana sendiri.

Mariana menatap mereka dengan mata yang bergetar, berusaha mencari penjelasan yang sebenarnya tak lagi diperlukan. Segala sesuatu sudah terpampang jelas di hadapannya.

“Kalian … bagaimana bisa?” suaranya nyaris tak terdengar.

Darah di tubuhnya terasa beku. Kepalanya berdenyut hebat, seolah-olah dunia yang selama ini ia kenal runtuh begitu saja. Air mata menggenang di pelupuk matanya dan mengaburkan pandangannya.

“Ka-kak ….” Bia tergagap, wajahnya pucat pasi saat buru-buru meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.

Di samping Bianca, Bara tersentak kaget. Dengan gerakan tergesa-gesa, pria itu meraih celananya yang tergeletak di lantai lalu berlari menghampiri Mariana.

“Sayang, aku bisa jelaskan—”

“Jelaskan apa lagi, Bara?!” Mariana menyela dengan suara bergetar. “Aku melihat semuanya dengan mataku sendiri! Kalian berdua—!”

Kata-katanya terhenti di ujung lidah. Dadanya naik turun, dipenuhi rasa sesak yang tak tertahankan. Amarah bercampur dengan kepedihan mengoyak dada Mariana seperti sembilu.

Matanya kembali menatap ranjang yang berantakan. Selimut kusut, aroma tubuh mereka masih terasa di udara. Benar-benar menjijikan!

Tubuh Mariana melemah, seolah beban yang menyesakkan dadanya kini juga melumpuhkan seluruh dirinya. Lalu, tiba-tiba—

Rasa sakit luar biasa menusuk perutnya.

Mariana tersentak. Tangannya refleks mencengkeram perutnya yang membuncit. Rasa nyeri itu datang begitu kuat hingga kakinya bergetar hebat. Dan seketika itu juga, sesuatu yang hangat mengalir di antara kedua pahanya.

Darah.

Tarikan napasnya melemah sebelum akhirnya tubuhnya ambruk ke lantai.

“Kak Mariana!” Bianca menjerit panik sementara matanya membelalak sempurna.

“Sayang!” Bara hendak meraih tangannya, tetapi Mariana menepisnya dengan tatapan penuh kebencian.

“Ja-jangan sentuh aku …,” suaranya begitu lemah.

Bianca dan Bara seketika kelimpungan. Wajah mereka sama-sama dipenuhi kepanikan.

“Cepat panggil ambulans!” seru Bara pada Bianca.

Bianca segera meraih ponselnya dan menghubungi layanan darurat.

Sementara itu, Mariana menggigit bibirnya seraya menahan rasa sakit yang semakin tak tertahankan. Air mata terus mengalir dari sudut matanya, bukan hanya karena rasa sakit pada perutnya, tetapi juga luka yang jauh lebih dalam di hatinya.

Semua ini terasa seperti mimpi buruk. Mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

***

Suara sirene ambulans memecah keheningan malam, menggantikan jeritan panik Bianca dan suara Bara yang terbata-bata menjelaskan situasi kepada operator darurat. Tubuh Mariana sudah hampir kehilangan seluruh tenaganya. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi pelipisnya, dan nyeri di perutnya semakin menjadi-jadi.

Dalam pandangannya yang semakin kabur, Mariana merasakan tubuhnya diangkat ke atas tandu. Suara-suara di sekelilingnya terdengar samar, tetapi ia masih bisa merasakan dinginnya udara malam menyentuh kulitnya saat mereka membawanya keluar.

Seorang petugas medis dengan sigap memasangkan masker oksigen di wajahnya, sementara yang lain bergerak cepat memeriksa tekanan darahnya.

“Tekanan darahnya turun drastis!” suara paramedis itu terdengar tegang. “Detak jantung janin juga melemah. Kita harus bergerak cepat!”

Kata-kata itu menghantam kesadaran Mariana seperti tamparan keras.

Tidak. Tidak mungkin.

Kepanikannya bercampur dengan ketakutan yang mencekam. Rasa sakit di perutnya semakin menjadi, tetapi lebih dari itu, ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan menghantui pikiran Mariana.

Tidak boleh terjadi apa-apa pada bayinya.

Mariana berusaha mengangkat tangannya, ingin menggenggam perutnya yang terasa semakin berat. Tapi tubuhnya terlalu lemah.

Bara naik ke dalam ambulans, wajahnya tampak begitu cemas. “Sayang, bertahanlah! Aku ikut denganmu,” suaranya bergetar.

Mariana ingin menjerit, ingin menolak kehadiran pria itu. Tapi yang keluar dari bibirnya hanyalah isakan lirih. Mariana terlalu lemah untuk mengusir pria itu.

Sesampainya di rumah sakit, Mariana segera dibawa ke ruang gawat darurat. Seorang dokter perempuan datang tergesa-gesa memeriksa kondisinya.

“Kita harus segera lakukan operasi. Pasien mengalami solusio plasenta—”

Mariana tak bisa memahami sepenuhnya istilah medis yang digunakan dokter, tetapi ia tahu satu hal. Saat ini bayinya dalam bahaya.

“Kumohon … selamatkan bayiku,” Mariana berbisik lemah, air matanya mengalir membasahi pipi.

“Tim segera bersiap. Kita ke ruang operasi sekarang!”

Para perawat mendorong ranjang Mariana dengan cepat. Langit-langit rumah sakit tampak berputar dalam pandangannya yang semakin mengabur. Suara-suara mulai terdengar jauh seperti berada di ujung terowongan.

Sebelum semuanya menjadi gelap, Mariana hanya bisa berdoa.

‘Ya Allah, selamatkan bayiku.’

***

Beberapa jam kemudian,

Suara monitor detak jantung berdengung samar di ruangan serba putih itu. Aroma khas antiseptik menusuk hidung, bercampur dengan hawa dingin yang terasa menusuk hingga ke tulang.

Mariana membuka matanya perlahan. Pandangannya buram, tubuhnya terasa lemah, sementara nyeri masih berdenyut di perutnya.

Ada sesuatu yang hilang. Perasaan kosong itu mencengkeram hatinya sebelum pikirannya bisa sepenuhnya sadar.

“B-bayi … bayiku …,” suaranya serak, hampir tak terdengar.

Seorang perawat yang berjaga segera menghampiri. Tatapan wanita itu penuh belas kasihan, dan itu sudah cukup bagi Mariana untuk memahami segalanya.

Tidak—

Pintu kamar terbuka, seorang dokter masuk dengan ekspresi tenang namun penuh simpati. Ia berhenti di samping ranjang, lalu menatap Mariana sejenak sebelum berbicara,

“Nyonya Mariana Cempaka, kami sudah berusaha semampu kami.”

Napas Mariana tercekat. Tangannya mencengkeram selimut erat. “B-bayi saya. Bagaimana bayi saya, Dok?”

Dokter menghela napas. “Pendarahan yang terjadi terlalu banyak. Saat tiba di rumah sakit, kondisi janin sudah sangat lemah.”

Mariana menggeleng pelan, matanya mulai basah. “Tidak ….”

Dokter melanjutkan dengan suara lembut. “Kami sudah mencoba segalanya, tapi kami tidak bisa menyelamatkannya. Saya turut berduka.”

Dunia Mariana terasa runtuh. Air matanya jatuh tanpa suara sementara tangannya meraba perutnya yang kini kosong.

Tidak ada lagi kehidupan di sana.

Bayi yang selama ini ia nantikan, yang tinggal dua minggu lagi seharusnya ia lahirkan—hilang dalam semalam. Semua harapan yang ia bangun runtuh begitu saja.

Suara pintu terbuka di sampingnya. Langkah kaki terdengar mendekat.

Mariana tak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang.

Bara.

Pria itu berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh penyesalan, tetapi Mariana tak ingin melihatnya. Tak ingin mendengar satu kata pun dari pria itu.

“Sayang, aku—”

“Keluar.” Suara Mariana begitu lirih tetapi juga tajam.

Bara terdiam.

“Keluar dari hidupku, Bara!” Mariana mengulangi, kali ini suaranya pecah bersama isak tangis yang tak bisa lagi ia tahan. “Kamu membunuh anak kita. Aku nggak mau melihatmu lagi.”

Isakan pilu itu memenuhi seluruh ruangan kamar. Untuk pertama kalinya, Mariana membenci Bara lebih dari apa pun.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Della terkejut saat matanya bisa melihat lagi dan mendapati dirinya telah menikah dengan Hurst Owen, adik dari kekasihnya. Kebenaran menyakitkan terungkap saat ia tahu Brady Owen, sang kekasih, sengaja meninggalkannya yang buta demi Betty Kirk. Brady berjanji akan kembali sebulan lagi dan menganggap pernikahan adiknya tidak sah. Namun, Hurst mulai jatuh cinta pada Della. Tanpa memberi tahu bahwa ia sudah sembuh, Della justru mengajak Hurst meresmikan pernikahan mereka agar sah seutuhnya.
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Nindi mengira empat tahun pernikahannya dengan Dika sangat harmonis walau belum memiliki anak. Siapa sangka, Dika justru berniat menikahi Rose Evelin, mantan pacarnya yang kini jadi model sukses. Konflik makin rumit saat seorang pria dari masa lalu Nindi tiba-tiba datang lagi. Kini, komitmen dan kesetiaan mereka benar-benar diuji di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengancam rumah tangga tersebut.
Sampul Novel Kubongkar Perselingkuhan Suami Pilotku
8.1
Pernikahan Nazeea Athaya dan Raga dipenuhi kepedihan. Demi masa depan sang anak, Nazeea terus bertahan walau suaminya yang berprofesi sebagai pilot berulang kali berselingkuh. Namun, kesabarannya runtuh seketika saat wanita simpanan Raga melayangkan penghinaan yang menyadarkan dirinya. Merasa cukup dengan penderitaan ini, Nazeea memutuskan untuk tidak lagi diam. Ia kini siap membongkar semua kebusukan dan perselingkuhan suaminya ke permukaan.
Sampul Novel Racun Dokter Hancurkan Hidupku
9.4
Demi menyembuhkan nyeri misterius yang mengancam pernikahanku, aku mencari bantuan Dr. Victor. Namun, dokter itu justru membius, melecehkanku, dan merekam aksi bejatnya untuk memeras diriku. Setelah terjebak dalam kecanduan yang aneh, diagnosis dari rumah sakit lain akhirnya membongkar fakta keji: Dr. Victor sengaja meracuniku dengan stimulan dosis tinggi agar aku selalu bergantung padanya. Kini ketakutanku telah sirna, berganti amarah dingin. Aku akan kembali ke kliniknya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Shadow Under The Light
8.3
Bagi diriku, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Takdir ironis dimulai saat aku berjumpa Axel, pembunuh berwajah tampan yang mengancam nyawaku. Alih-alih takut, aku malah terpikat olehnya. Axel menyukai mataku yang tenang menghadapi ajal, lalu memberiku kasih sayang tulus di balik kekejamannya. Namun kini, kecemasan mulai membayangi. Aku terus bertanya-tanya, kapankah ajalku akan tiba jika suatu saat nanti mataku ini tidak lagi terlihat memikat di hadapannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan