APKDock Logo
Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

9.6 / 10.0
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.

Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam Bab 1

Hidup Adikara tampak sempurna dari luar. Pria berusia tiga puluh empat tahun itu dikenal sebagai penguasa di balik layar bisnis dan politik negeri ini. Wajahnya tampan, tubuhnya atletis, dan setiap gerak-geriknya selalu diperhitungkan oleh mereka yang berada di lingkaran kekuasaannya. Status duda yang melekat padanya justru menambah aura misterius dan daya tariknya. Banyak wanita memandangnya dengan kagum, bahkan beberapa publik figur ternama rela melakukan apa saja untuk sekadar mendapatkan perhatian dari pria yang satu ini.

Namun, di balik semua kemewahan itu, Adikara menyimpan luka yang tak seorang pun tahu. Satu kebenaran pahit baru saja diungkapkan kepadanya. Setelah serangkaian tes medis, dokter menatapnya dengan wajah serius. "Pak Adikara... saya tidak bisa berbohong. Anda mengalami kondisi yang membuat Anda tidak bisa memiliki anak."

Dunia Adikara seolah runtuh dalam hitungan detik. Kata-kata itu berulang di kepalanya, menghantui setiap denyut nadinya. "Tidak bisa... memiliki anak..." Ia menatap tangannya sendiri, seolah ingin memastikan bahwa dirinya masih nyata, bahwa kenyataan itu hanyalah mimpi buruk yang bisa ia bangunkan. Tapi kenyataan tidak bisa dimungkiri.

Adikara menutup matanya, mencoba menenangkan dirinya. Ia merasa seluruh dunia berputar terlalu cepat, menelannya dalam pusaran kekalutan yang tak berujung. Semua rencana masa depan, semua mimpi tentang memiliki keluarga kecil yang bahagia, kini sirna. Hatinya membeku oleh rasa frustrasi dan kemarahan yang ia sendiri tidak bisa kendalikan.

Hari-hari berikutnya, Adikara mencoba menenangkan diri. Tapi perasaan hampa itu semakin dalam. Dalam keputusasaan, ia mengambil jalan yang salah: menyalurkan amarah dan rasa sakitnya melalui hubungan singkat dengan wanita-wanita cantik dari lingkaran sosialnya. Ia tidak mencari cinta, hanya pelampiasan sementara untuk menutupi kehampaan yang menyesakkan dada.

Suatu malam, di sebuah acara glamor yang dihadiri oleh para elite sosial, ia bertemu dengan Alara. Gadis itu baru berusia sembilan belas tahun, wajahnya masih polos, namun aura percaya dirinya membuat siapa pun yang melihatnya sulit berpaling. Alara tengah meniti karier sebagai model, dan malam itu ia hadir untuk pemotretan promosi sebuah merek ternama.

Adikara melihatnya dari kejauhan, tertarik oleh kecantikan alami yang tak dibuat-buat. Ada sesuatu yang berbeda dari gadis itu; tidak seperti wanita lain yang sudah terbiasa dengan sorotan kamera dan perhatian pria kaya. Alara tampak tulus, sederhana, dan justru itu yang membuat Adikara penasaran.

Ia mendekatinya dengan langkah pasti, senyum tipis terukir di wajahnya. "Kau baru di sini?" tanyanya, suaranya dalam dan menenangkan.

Alara menatapnya sejenak, merasa ada sesuatu yang menekan di dadanya saat bertemu pria itu. Ada aura yang kuat, sulit dijelaskan, namun ia tidak mundur. "Ya... baru kali ini. Aku datang untuk sesi pemotretan."

Adikara tersenyum, mendekat sedikit lagi, merasa tergoda oleh keberanian gadis itu. "Aku Adikara. Mungkin kau bisa menganggapku teman di acara ini."

Alara mengangguk, tersenyum malu. Tapi di dalam hatinya, ada perasaan campur aduk antara kagum dan waspada. Ia tahu pria di depannya ini bukan orang biasa. Semua orang di lingkaran bisnis dan politik sudah mengenal nama Adikara; ia bahkan bos dari ayahnya sendiri, yang selama ini mendukung karier Alara.

Malam itu, percakapan mereka berlangsung hangat. Adikara menemukan kesenangan yang aneh dalam interaksi sederhana itu, dan Alara, tanpa disadari, mulai merasa nyaman dengan kehadiran pria dewasa yang memancarkan aura dominan itu.

Beberapa minggu kemudian, situasi mulai berkembang. Dalam satu kesempatan yang tak terduga, mereka berdua terjebak dalam malam yang salah. Minuman yang terlalu banyak, suasana yang terlalu dekat, dan keinginan Adikara untuk melupakan kenyataan pahitnya membuat batas-batas moralnya runtuh. Tanpa disadari, Alara menyerahkan diri pada Adikara.

Keesokan harinya, dunia mereka berubah. Adikara terbangun dengan kepala berat dan hati yang hancur. Ia menatap Alara yang tertidur di sampingnya, merasa campuran antara penyesalan dan ketertarikan yang tak bisa ia kendalikan. Selisih usia mereka-lima belas tahun-menjadi kenyataan yang sulit diabaikan. Dan lebih dari itu, Alara adalah anak dari bawahannya sendiri.

Sementara itu, Alara pun terbangun dengan perasaan kacau. Apa yang terjadi semalam tidak bisa ia hapus dari ingatan. Ia merasa bersalah, bingung, tapi juga tidak bisa menolak perasaan aneh yang muncul saat berada dekat Adikara. Namun satu hal yang jelas di benaknya: malam itu akan mengubah hidupnya selamanya.

Waktu berjalan, dan kehidupan Adikara yang biasanya penuh kendali mulai terasa rapuh. Suatu pagi, selembar hasil tes kehamilan jatuh di meja Alara. Hatinya berdebar, tangan gemetar saat membaca angka yang membuktikan kenyataan tak terduga: ia hamil. Dunia Alara runtuh dalam sekejap, tapi di saat bersamaan, ada satu hal yang menguatkan hatinya-keputusan untuk menuntut tanggung jawab Adikara.

Dengan keberanian yang muncul dari ketidakpastian, Alara menemui Adikara. Tatapan mereka bertemu, dan ada ketegangan yang membakar udara di antara mereka. Adikara, yang biasanya menguasai segalanya, kini terdiam. Dunia yang ia kendalikan selama ini tidak mampu menahan gelombang realitas yang menimpa dirinya.

"Alara... ini... aku..." Adikara mulai, suaranya serak, tapi ia tidak mampu menyelesaikan kalimatnya.

Alara menatapnya lurus. "Aku hamil, Adikara. Dan ini adalah tanggung jawabmu." Suaranya tegas, namun ada gemetar tipis yang memperlihatkan ketakutan dan kekhawatiran yang ia pendam selama ini.

Hening. Kedua dunia mereka bertabrakan dalam satu ruang yang sempit. Kekuasaan, ego, dan rahasia Adikara bertabrakan dengan keberanian, kepolosan, dan masa depan Alara.

Apakah Adikara akan menelan ego dan menerima tanggung jawab? Atau akankah ia menolak mentah-mentah, menambah luka dan skandal yang bisa menghancurkan hidup gadis itu?

Pertanyaan itu menggantung di udara, menunggu jawaban yang tak seorang pun bisa pastikan.

Dan begitulah, babak pertama dari kisah mereka dimulai-kisah tentang kesalahan, penyesalan, kekuasaan, dan sebuah takdir yang tak bisa dihindari.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bukan Calon Kakak Ipar
8.2
Nasha mendambakan cinta seperti hubungan kakaknya, Nisha, dengan Rayyan. Demi menirunya, ia memacari Feri yang dinilai sempurna. Namun, duka runtuh saat Nisha wafat sebelum menikah. Kehancuran Nasha kian mendalam ketika Feri berkhianat dan menghamili sahabatnya sendiri karena nafsu. Trauma berat ini membuat Nasha menutup diri dari laki-laki, hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Rayyan, pria yang dahulu hampir menjadi kakak iparnya.
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dikhianati sang ayah yang menjualnya pada CEO dingin, Fahreza Murni, wanita ini mengira telah menemukan cinta sejati. Namun, Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, perempuan manipulatif yang menghina warisan itu. Setelah dipaksa masuk rehabilitasi, kasih sayang kini berubah jadi benci. Saat Fahreza datang memohon ampunan, ia menerima pria itu kembali demi satu tujuan: menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan dendamnya.
Sampul Novel Gairah Sang Pemuas
9.1
Demi mengatasi krisis keuangan, Gusti, pemuda desa yang lugu, mengubah dirinya menjadi sosok pemikat urban demi melakoni pekerjaan sebagai pemuas. Meski ketampanannya berhasil menjerat hati banyak perempuan, ia justru terseret kian jauh ke dalam gelapnya dunia malam Jakarta. Di tengah kepalsuan hidup itu, kecemasan melanda Gusti ketika sahabat kecilnya mendadak hadir kembali. Kini, ia terhimpit di antara kerasnya realitas hidup dan masa lalu yang terus membayangi langkahnya.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava, pengusaha sukses nan rupawan, memiliki hidup yang tampak sempurna. Namun, sifat pemalunya membuat hubungan intim dengan Rasyid, suaminya, menjadi dingin. Rasyid pun tergoda oleh pesona Putri, pemilik hotel yang agresif. Dengan alasan menghindari dosa, Rasyid berniat poligami. Perselingkuhan ini akhirnya diungkap oleh Viko, pengacara yang memendam rasa pada Gava. Di hadapan Gava, Putri dengan tidak tahu malu memamerkan detail hubungan ranjangnya bersama Rasyid.
Sampul Novel Pesona Presdir Posesif
8.3
Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat hidup Adira runtuh. Di tengah kepedihan, ia melewati satu malam bersama Kian, sosok misterius yang dikira gigolo. Kejutannya luar biasa saat tahu Kian ternyata miliarder berkuasa sekaligus wali dari mahasiswanya. Adira pun terjebak dalam sandiwara rumit rancangan sang presdir. Kini, ia harus berjuang menghadapi jerat pesona posesif pria kaya tersebut yang kian mengungkungnya.
Sampul Novel SUSUK TERATAI PUTIH
8.0
Di era kolonial Belanda, hidup Sumirah hancur setelah mengetahui suaminya yang kasar berselingkuh dengan penari. Penderitaannya kian berat akibat pelecehan dari para pria di desanya. Didorong dendam, ia melakukan ritual mengerikan dan bersekutu dengan iblis demi kecantikan abadi. Meski menjadi wanita tercantik di masanya, jiwanya perlahan terenggut. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi kutukan itu sembari menanti apakah cinta sejati dapat menyelamatkannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan