APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel WETON (Santet Tiga Generasi)

WETON (Santet Tiga Generasi)

Demi melunasi utang keluarganya, Yayuk meminta bantuan Bi Zaenab untuk dicarikan pekerjaan. Ia akhirnya dikirim ke rumah bangsawan Waluyo, yang khusus mencari pelayan berweton Rabu Pahing atau Sabtu Kliwon. Setelah diterima karena memenuhi syarat tersebut, Yayuk justru menghadapi kenyataan mengerikan. Bukannya bekerja sebagai asisten rumah tangga, ia malah diperalat menjadi eksekutor santet untuk proyek besar keluarga Waluyo. Kini, ia harus bertahan hidup di tengah ancaman mistis.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

~Perkoro Sing Paling Nyedehke Kuwi Podo Sambat Ora Duwe Duit~

(Hal yang Paling Menyedihkan adalah Mengeluh Tidak Punya Uang)

Aku dan Ibu hanyut dalam lamunan sembari memandangi makam Bapak. Tanah makamnya masih basah. Bahkan kembang rampai di atas pusara terlihat masih segar.

Jasad Bapak sengaja kami kuburkan di halaman depan rumah. Selain karena areal sekeliling rumah yang tertutup sawah, meletakkan makam bapak di depan rumah bisa mengobati kerinduan Ibu akan mendiang suaminya.

“Yuk, awan mau wancine sliramu taksih ning sawah, kongkonane Kusnaedi teko maneh (Yuk, siang tadi pas kamu masih di sawah, orang suruhan Kusnaedi datang lagi),” ungkap Ibu dengan ekspresi khawatir.

Kusnaedi adalah orang terkaya di dusun ini. Beberapa waktu lalu, Ibu meminjam sejumlah uang darinya untuk menutup biaya pengobatan Bapak.

Sayangnya, bunga yang diberikan terlampau besar sehingga kami kesulitan melunasi hutang itu. Jika hanya mengandal upah gaji harian yang tak seberapa dari sawah orang, sampai kapan pun kami akan terus dibebani hutang pada Kusnaedi. Sebab bunga ribanya akan berlipat-lipat melebihi pinjaman dasar.

“Bu, kados pundi menawi mangke enjing dalem kesah dateng griyanipun Bi Zaenab?" (Bu, gimana kalau besok pagi aku ke rumah Bi Zaenab?)

Mendadak aku dapat ide usai membuang pandang ke makam Bapak.

Bi Zaenab adalah orang yang biasanya merekrut pengangguran dari dusun-dusun untuk dipekerjakan pada pabrik-pabrik di Jakarta.

Wajah Ibu berangsur cerah menanggapi usulanku.

"Sakjane kawit wingi Ibu karep mrentah sliramu nyambut gawe, nanging Ibu sungkan. Syukur, yen sliramu nduweni niatan dewe." (Sebenarnya sudah sejak kemarin Ibu ingin memintamu bekerja, tapi Ibu merasa sungkan. Baguslah kamu punya inisiatif sendiri)

“Yayuk merdamel dumugi sambutan awak dewe lunas, Bu. Mbok bilih sampun lunas, Yayuk enggal wangsul." (Yayuk kerja sampai hutang kita lunas, Bu. Nanti pas uda lunas, Yayuk segera balik)

Aku meraih kedua tangan Ibu. Memijatnya lembut agar Ibu mengizinkan.

"Ibu yo nyengkuyung niat apikmu, Nduk. Intine ojo sampek ngelalikake gusti Alloh ugo kudu jujur wanci nyambut gawe." (Ibu yo mendukung niat baik kamu, Nduk. Intinya jangan melupakan Tuhan juga utamakan kejujuran saat bekerja)

Masih dengan binar khawatir, Ibu bangkit dari duduk dan merengkuh kepalaku ke dalam pelukannya.

***

Hari merambat siang saat aku mendatangi rumah Bi Zaenab. Mengutarakan niat menjadi karyawan pabrik di Jakarta.

Aku juga meminta, sekiranya Bi Zaenab punya koneksi agar aku dapat dipekerjakan pada pabrik yang memberi gaji besar.

“Ono, Yuk, kang menehi upah gede. Telung sasi wae, utangmu marang Kusnaedi iso lunas. Nanging dudu pegawe pabrik." (Ada, Yuk, yang memberi gaji gede. Tiga bulan saja, hutang kalian pada Kusnaedi bisa lunas. Tapi bukan sebagai karyawan pabrik)

Bi Zaenab meneguk liur usai berkata demikian.

Pikiranku pun mulai meraba-raba. Jangan sampai kerja yang tidak halal dan berbahaya.

“Yuk …!” tegur Bi Zaenab merusak lamunanku. “Ora usah wedi, gaweane dadi pembantu ning omahe wong sugih. nanging piyambakke mung golek wadon sing wetone Setu Kliwon utawa Rebo Pahing.” (Yuk ...!) (Gausah takut, kerjanya sebagai asisten rumah tangga di rumah orang kaya. Tapi mereka hanya mencari wanita dengan weton Sabtu Kliwon atau Rabu Pahing)

Untuk sejenak, aku terdiam mendengar penuturan Bi Zaenab.

“Kulo saestu wedal dinten Setu, Bu Lek, Ananging duka Setu Kliwon napa Setu sanesipun (Aku memang lahir di hari Sabtu, Bi. Tapi ya gak tau, apa Sabtu Kliwon atau Sabtu lainnya)," jawabku setengah ragu.

Agak heran mendengar bahwa ada orang kaya mencari pembantu berdasarkan weton.

“Jal duduhke tanggal lahirmu, Yuk. Bu Lek tingali apa wetonmu.” (Coba beri tanggal lahirmu, Yuk. Biar Bibi ngecek apa wetonmu)

Bi Zaenab memperlihatkan aplikasi kalender kejawen di ponselnya yang mana dilengkapi fitur yang menjelaskan sifat setiap weton.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak obsesi buta pada Fatih, abangnya sendiri. Namun, kehadiran Kenan, pemuja lamanya sejak SMP, perlahan menggoyahkan hatinya. Saat menyadari perasaannya pada Fatih bukanlah cinta, Via pun memilih Kenan. Tanpa disadari, keduanya ternyata berbagi kegilaan dan obsesi yang sama. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Putrinya, Kesalahannya
9.0
Lima tahun menghilang, Austin Rogers kembali membawa anak haram bangsawan. Demi meredam amarah Ratu Slaka akibat putrinya terluka, Austin dan Rosita tega mengurung Joanna di ruang uap penuh lintah. Mereka menuduhku cemburu dan ingin merusak kesuksesan mereka. Namun, skenario kejam ini akan menjadi bumerang. Austin tidak sadar bahwa anak yang disiksa di sana bukanlah putriku. Kini, sebuah pembalasan yang mematikan siap menghancurkan mereka.
Sampul Novel Saya Pembunuh
7.9
Sinta Amelia dan Lembayung Rindu bersaing ketat demi memikat Aditya Bagaskara, putra direktur rumah sakit yang bergelimang harta. Sayangnya, Aditya malah jatuh hati pada kesederhanaan Dewi Utari. Hubungan persahabatan Sinta dan Lembayung pun hancur, berubah menjadi dendam yang membara. Di saat amarah Sinta memuncak, hanya dokter Hanum Permatasari yang mampu menenangkannya. Kepatuhan misterius Sinta pada sang dokter menyimpan sebuah rahasia besar yang menyelimuti mereka.
Sampul Novel Sup Kecantikan
9.2
Gadis berkulit gelap dan kurus ini menjalani hidup penuh penderitaan, sangat kontras dengan ibunya yang cantik jelita dan dimanjakan oleh seluruh pria di desa. Di tengah siksaan kerja keras dan perundungan anak-anak sekitar yang menyebutnya pembawa sial, sebuah ramalan mengerikan membayangi masa depannya: ia akan dinikahkan dengan dewa gunung dan mati di kuilnya. Menolak pasrah pada takdir tragis tersebut, ia merancang rencana nekat untuk menukar identitasnya dengan sang ibu sebelum upacara pernikahan dimulai.
Sampul Novel The Cruel Prince
8.4
Nathasya terjebak dalam penderitaan akibat cinta pertama yang kini berubah menjadi obsesi kelam. Kehidupannya kini dikuasai oleh seorang pria kejam yang gila kendali dan pemenuhan hasrat seksual. Demi memilikinya seutuhnya, sosok maniak itu tidak ragu menggunakan kekerasan fisik maupun batin. Di tengah siksaan keji yang terus menderanya, seluruh impian masa depan Nathasya perlahan hancur dan lenyap. Akankah ia sanggup bertahan melewati segala penderitaan tanpa akhir ini?
Sampul Novel Wangsit Kuntilanak
8.4
Rumah kuno yang diyakini dihuni arwah kuntilanak penyihir Belanda menjadi tempat pelarian Ema dari kekejaman ayah tirinya. Namun, keputusan nekat itu memicu teror saat entitas gaib mulai merenggut nyawa orang-orang terdekatnya. Meski sempat pergi, Ema harus kembali demi menghadapi kutukan wangsit yang mengikat takdirnya. Kini, ia berpacu dengan waktu demi menyelamatkan Iqbal, kekasihnya, dari cengkeraman maut sang hantu.