APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding Doll

Wedding Doll

Seorang gadis dengan berani mendatangi Allard dan langsung memintanya untuk menikah. Bukannya menolak, pria itu justru merasa tertarik. Dengan senyum tipis di wajahnya, Allard memberikan sebuah syarat yang menantang. Ia menuntut sang gadis untuk melayaninya sepanjang malam. Kesepakatan pernikahan itu baru akan dipertimbangkan jika Allard merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hubungan penuh syarat ini pun dimulai dengan penuh ketegangan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Happy Reading and Enjoy~

Kini sebaliknya, resepsionis itu yang memandang Luna dengan sinis, "Atau bisa Anda telepon Tuan Allard agar kami percaya bahwa Anda benar-benar kekasihnya."

Luna menatapnya dengan jengkel, ia mengeluarkan ponselnya lalu mengetik nomor Derald sahabatnya sebelum berbicara dengan nada kesal kepada orang diseberang telepon.

"Aku tertahan di meja resepsionis, cepat telpon sekretarismu dan suruh dia kesini untuk menjemputku." Luna menoleh ke arah resepsionis yang memasang wajah datar. "Jangan lupa untuk memotong gajinya karena dia tidak sopan padaku!" sambungnya dingin.

Perkataan Luna memberi sedikit perubahan pada wajah resepsionis bernama Casandra itu, ia mulai berdiri dengan gelisah.

Tanpa mendengarkan jawaban Derald yang sudah pasti akan mengatainya bodoh, Luna mematikan ponselnya. Pandangannya beralih pada resepsionis itu. "Apa kau sudah percaya?"

"Saya akan percaya jika sekretaris Tuan Allard sendiri yang datang menjemput Anda."

"Dan membiarkan gajimu terpotong? atau bahkan pekerjaanmu yang menjadi taruhan?" Luna menyahut sinis.

Kedua kakinya bahkan sudah gemetar sejak tadi, tetapi sebisa mungkin tubuhnya masih berdiri tegak dengan angkuh. Luna melirik arlojinya lalu menghentakkan kakinya dengan kesal. "Lebih baik aku makan siang dari pada menghabiskan waktu disini," ujarnya sinis sembari matanya melirik tajam ke arah resepsionis yang kini mulai terlihat sopan kembali.

Dengan angkuh Luna berjalan menuju halaman Washington Corp hingga langkahnya yang terasa gemetar berhenti pada taman WS Crop, duduk disana dengan lemas. Itu terasa menegangkan, bersyukur ia bisa pergi dengan baik-baik. Oh ya Tuhan ... bagaimana bisa ia menemui Allard?

Ponselnya bergetar dan tidak perlu repot-repot untuk mengetahui siapa yang menelponnya, Luna mengangkat dengan lemah. Jantungnya masih berdetak dan bahkan tenaganya terasa terkuras.

"Kau gila?" sembur si penelepon di sebrang sana ketika Luna mengangkat panggilannya.

"Mungkin," jawabnya lemah.

Derald menghela napas. "Apa yang kau lakukan saat ini?"

Luna menyandarkan tubuhnya pada bangku taman, wajahnya menengadah ke arah langit. "Entahlah, aku juga tidak tau. Yang terpenting aku harus menemui Allard Washington untuk menjadi istrinya atau mungkin simpanannya. Mommy berkata itu jalan satu-satunya agar bisa lolos dari perjodohan konyol ini."

"Kenapa harus Allard? Kau bisa meminta bantuanku, maksudku ... kau bisa menikah denganku untuk menghindari perjodohan ini."

Hening, Luna tertegun, tetapi sesaat kemudian ia tertawa. "Ini bukan perjodohan biasa, Derald. Ini perjodohan bisnis dan aku harus menikah dengan pria tua agar bisa membantu ekonomi keluargaku kembali seperti sedia kala atau setidaknya kembali menjadi yang lebih baik. Aku harus menikah agar memperhalus bahasa bahwa ternyata Daddy menjualku. Memangnya kau bisa membeliku, Derald? Tidak kan? Kita sama-sama lulusan SMA meskipun kau orang kaya, tetapi tetap saja tidak bisa membeliku. Mommymu akan melarangnya."

Luna memejamkan matanya, seandainya bisa kabur dan berlari sudah ia lakukan.

"Aku akan belajar sungguh-sungguh dan mewarisi harta Daddy, Luna. Setelah sukses aku akan menikahimu."

"Itu membutuhkan waktu yang lama, Derald! Tidakkah kau tau bahwa pernikahanku sebentar lagi? Daddy sudah bersikeras dan aku tidak bisa mengelak. Aku akan menjadi istri pria tua berumur 60 tahun. Aku akan menjadi olok-olokkan tetangga, atau bahkan ... bahkan sasaran empuk istri pertamanya dan anak-anaknya."

Hening kembali, tidak ada yang berbicara.

Meskipun sekelilingnya terasa berisik, tetapi Luna tidak bisa mendengar apapun selain helaan napas Derald di ujung telepon dan juga isakannya yang kembali hadir. Takdir sudah ditentukan, sekuat apapun menolak tetap saja tidak ada jalan.

Dengusan kesal terdengar dari arah sebrang, Derald tertawa getir. "Benar-benar tidak ada jalan lain ya? Maaf aku tidak bisa membantu."

"Kehadiranmu di dunia ini sudah membantuku, aku bersyukur mempunyai sahabat sepertimu. Terima kasih, Derald. Jika ... suatu saat nanti kita ditakdirkan bertemu semoga kau masih menganggapku sebagai temanmu, ya." Luna tertunduk, tawa miris terlontar di bibirnya.

"Aku tidak pernah melupakanmu, Luna. Oh sial, tidakkah kau tau bahwa aku ingin menikahimu?"

Luna tertawa. "Aku menghargai niat baikmu."

"Bukan." Derald membantah cepat. "Aku ingin menikahimu bukan karena ingin membantumu, tetapi karena ... karena aku menyukaimu, Luna. Selalu dan sejak dulu. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabat, aku selalu melihatmu sebagai seorang wanita. Oh sial, aku tidak bisa melihatmu menikah dengan orang lain, Luna!"

Luna merasa jantungnya berdetak dua kali lebih kuat, berdentam hebat sampai ia sendiri bisa mendengar dentamannya diantara banyaknya suara berisik disekitarnya. Ya, dirinya juga memiliki perasaan yang sama terhadap Derald. Perasaan yang dipendam hingga terasa menyakitkan dengan landasan persahabatan konyol yang mereka jalani. Sekarang untuk saling mengungkapkan perasaan satu sama lain juga tidak berguna.

"Derald a-aku ...." ucapannya terhenti ketika melihat resepsionis wanita yang bernama Casandra itu berjalan ke arah taman. Terburu-buru Luna membuka heels nya lalu berlari menjauh, semoga wanita itu tidak melihatnya.

Menoleh kebelakang lalu kembali berlari dengan mengendap-endap. Ia tidak tau ada dimana tetapi sepertinya saat ini ia berada di bagian belakang Washington Corp. Taman itu berhubungan dengan bagian belakang dan juga basement. Mengapa wanita itu ke taman? Seharusnya wanita itu mencari makan siang di luar bukan pergi ke taman.

Dengusan kasar dihembuskannya, menatap kedua kakinya yang terasa panas akibat berlari di atas lantai taman pada siang hari.

"Kau baik-baik saja, Luna?" suara di seberang telepon menyapanya, ia hampir saja melupakan bahwa panggilannya masih terhubung.

"Hampir saja mati," jawabnya asal. "Apa sebaiknya aku mendatangi rumah Allard? Tempat tinggalnya mungkin lebih bebas dari pada di perusahaannya." Dengusan kesal dikeluarkannya.

Kembali dipakainya heels itu, saat ia ingin berjalan kedua matanya terbelalak. Wanita yang bernama Casandra itu juga menuju ke arahnya. Ap-apa dia ketahuan menyamar sehingga wanita itu ingin menangkapnya lalu melaporkannya ke polisi akibat penipuan? Bagaimana ini?

"Nanti ku telpon lagi," ucapnya terburu-buru sebelum mematikan ponselnya.

Luna kembali melepas heelsnya dan berlari semakin masuk kedalam hingga ruangan berubah menjadi gelap seutuhnya, gelap tetapi bukan basement. Ia menoleh dan wanita itu juga berjalan mengikutinya, tidak salah lagi wanita itu memang mengejarnya! Dadanya berdetak bertalu, Luna membuka pintu besi yang berada di sana dan berpuluh-puluh anak tangga terpampang dihadapannya. Ternyata ini tembusan dari tangga darurat.

Tanpa berpikir panjang ia menaiki satu persatu anak tangga itu dan berhenti untuk mengatur napasnya yang terasa habis. Sialnya wanita yang bernama Casandra itu juga mengikutinya masuk ke dalam tangga darurat, tetapi anehnya Casandra hanya berdiri disana tidak turut menaiki anak tangga, wanita itu seperti menunggu seseorang.

Detik kemudian pintu besi itu terbuka dam seorang pria berjas masuk yang langsung memeluk Casandra. Mereka berciuman, cih! Ternyata wanita itu hanya ingin berpacaran bukan mengikuti dirinya. Syukurlah, kakinya saja sudah mati rasa.

Luna memegang perutnya yang berbunyi, oh tidak! Ia lapar. Misi gagal dan sekarang ia juga kelaparan, bagus sekali. Semua keburukan menumpuk menjadi satu pada hari ini.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, gadis yatim piatu, berhasil menjadi istri pria terkuat di kota walau tanpa rasa cinta. Tiga tahun berlalu, kabar kehamilannya justru dibalas dengan surat cerai akibat salah paham tentang kesetiaan mereka. Ketika Diana hendak melangkah pergi, suaminya malah berbalik arah dan mengakui cinta tulusnya. Kini Diana bimbang di antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia menetap demi sang calon bayi, atau memilih pergi selamanya?
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bertahan dalam pernikahan dingin demi Liam, sebelum dikhianati bersama adik tirinya saat sang ibu tiada. Muak, ia memilih cerai meski dicibir. Tak disangka, Liam menyesal dan bersujud memohon di bawah hujan agar kembali. Namun, desas-desus rujuk itu diabaikan Cathryn. Kini, seorang taipan kuat berdiri di sisinya, siap melindungi istri tercintanya dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
Sampul Novel GADIS POLOS MILIK TUAN MUDA
9.6
Demi membiayai pengobatan sang nenek, Cinta rela kuliah sambil bekerja keras. Namun, kepolosan mahasiswi ini justru dimanfaatkan pamannya sendiri yang tega menjualnya demi materi. Nasib mempertemukannya dengan seorang konglomerat yang berniat melindunginya karena jatuh cinta. Sayang, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Cinta harus menghadapi kejamnya persaingan bisnis serta intimidasi dari keluarga besar neneknya yang terus menuduhnya atas kesalahan yang tidak ia lakukan.
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Seorang gadis muda terpaksa menjadi teman kencan sewaan demi melunasi biaya kuliah dan pengobatan ayahnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kaya berparas dingin yang merupakan kakak kliennya. Terpikat oleh sosoknya, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak demi mengatasi masalah keuangan gadis itu. Walau dimulai tanpa cinta, hubungan mereka diuji oleh konflik keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah benih asmara tumbuh sebelum masa kontrak usai?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Sebagai putri tunggal keluarga Mahendra yang sangat berkuasa, Nayara Devanka awalnya memiliki kehidupan sempurna. Ia tulus membangun nasib Rafael, mantan staf ayahnya, hingga mereka membina keluarga bersama putri mereka, Isolde. Sayangnya, ketulusan Naya dibalas dengan pengkhianatan kejam. Rafael diam-diam menikahi cinta masa lalunya atas restu keluarganya. Mereka hidup mewah dari fasilitas Naya sambil menusuknya dari belakang. Kini, Naya siap merebut segalanya dan menghancurkan karier mereka.