APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wedding Doll

Wedding Doll

Seorang gadis dengan berani mendatangi Allard dan langsung memintanya untuk menikah. Bukannya menolak, pria itu justru merasa tertarik. Dengan senyum tipis di wajahnya, Allard memberikan sebuah syarat yang menantang. Ia menuntut sang gadis untuk melayaninya sepanjang malam. Kesepakatan pernikahan itu baru akan dipertimbangkan jika Allard merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hubungan penuh syarat ini pun dimulai dengan penuh ketegangan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Happy Reading and Enjoy~

Plak...

Bunyi sentuhan kulit dengan kulit itu menggema di langit-langit ruangan, semua yang berada di dalam ruangan itu tertegun. Tidak ada yang berani mengangkat suara, keheningan yang tercipta menambah suasana yang terasa dingin. Semua meringis untuk mengasihani gadis yang terduduk dengan pipi merah yang mungkin sebentar lagi akan membengkak.

Satu persatu yang berada di sana saling bertatapan, tidak ada yang berani menengahi lelaki berbadan besar yang berdiri dengan wajah marah itu, hingga akhirnya seorang wanita tua berjalan menghampiri, memegang pundak lelaki itu lalu dengan ragu-ragu mengelusnya pelan, "Sudahlah, nanti kita bicarakan lagi, kau juga perlu beristirahat." Tatapan wanita itu beralih pada sang gadis yang bersimpuh di lantai. "Masuk ke kamar, Luna," perintahnya dengan suara lembut.

Gadis itu berdiri, menatap sang lelaki yang tidak lain ayahnya ini dengan pandangan nanar. Wajahnya basah oleh air mata, pipinya yang ditampar juga membengkak. "Apapun yang terjadi aku tetap tidak mau!" teriaknya kuat sebelum berlari pergi sembari memegangi pipinya.

"K-kau! uhuk ... uhuk ..." Yessie kembali menengahi, membimbing lelaki itu memasuki kamarnya untuk beristirahat.

"Luna masih terlalu muda untuk menikah, umurnya bahkan belum genap 20 tahun. Kau harus memikirkannya."

Lelaki itu menatap istrinya sinis, "Jika kita tidak menikahkannya dengan John bisnis yang sudah ku bangun bertahun-tahun akan hancur, hanya John yang bisa mengembalikan semuanya."

"Tapi ..."

"Jangan membelanya lagi! ini jalan yang terbaik." Joan memotong ucapan Yessie lalu merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.

Yesie hanya menghela napas pelan, bagaimana bisa seorang ayah menjodohkan anaknya dengan mitra bisnisnya yang sudah berumur 60 tahun? Bahkan lebih cocok menjadi ayah bagi anaknya bukan menjadi suami dari anaknya. Menghela napas pelan, Yesie menyelimuti suaminya sebelum beranjak pergi menemui anaknya yang mungkin saat ini menangis di kamarnya.

Bisnis mereka mengalami kerugian besar akibat penipuan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka, barang-berang berharga sudah dijual bahkan mobil-mobil mewah yang mereka miliki juga turut dijual agar bisa menutupi kerugian, tetapi hanya bisa menutupi sebagian kecilnya saja. Perusahaan bangkrut bahkan rumah dan tanah dijual semuanya, Joan jatuh sakit karena depresi.

Beberapa minggu yang lalu John datang, memberi syarat agar mereka mau menikahkan Luna dengannya dan sebagai balasan ia akan membantu kerugian yang mereka alami, membangun kembali perusahaan yang hampir beralih nama itu. Tanpa ragu Joan menyanggupi, pikirannya sudah tertutup dengan mengabaikan usia John yang tahun ini menginjak 60 tahun dengan anaknya menginjak 19 tahun.

Yessie wanita tua itu mengetuk pintu kamar anaknya pelan, mendengar tidak ada sahutan dari dalam ia beucap, "Mommy masuk, ya?"

Ia mendorong pintunya, menatap sendu ke arah Luna yang meringkuk dengan bahu bergetar.

"Mommy tidak setuju dengan pernikahan ini, kan? Mommy aku mohon tolong bujuk Daddy." Luna mengusap air matanya, nadanya merengek dengan memohon agar sang ibu bisa membantunya.

Yessie duduk di ranjang anaknya, mengulurkan tangan untuk mengusap kepala Luna dengan sayang. "Maaf sayang, mommy tidak bisa banyak membantu. Daddymu terlalu keras, jalan satu-satunya menerimanya. Tidak apa ya, hm?"

"Aku tidak mau! Umurnya 60 tahun, mom! 60 tahun! Aku tidak mau!" Luna meraung, menangis sejadi-jadinya hingga kantung matanya membesar membuat mata indah itu membengkak.

"Kau bisa menolaknya dengan satu cara, yaitu menemui Allard Washington dan memintanya agar menjadi suamimu."

"Allard?" Luna bertanya heran, dahinya mengkerut mencoba mengingat-ingat nama pria yang diucapkan ibunya.

"Allard Washington yang ...." Bibirnya terbuka ketika sudah mengingatnya, menit kemudian wajahnya nampak putus asa.

Allard Washington pria terkaya yang paling banyak diminati para gadis, selain wajahnya yang tampan reputasinya juga buruk. One night stand menjadi kebiasaannya, gosip-gosip model dan juga para bangsawan yang dekat dengannya tidak bisa dihitung dengan jari. Pria itu tidak pernah serius dengan siapapun, menjalin hubungan hanya sebagai partner sex. Bagaimana bisa Luna mengajaknya menikah!?

"Aku tidak ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun terlebih dahulu, kebebasan adalah poin utamaku saat ini. Berbeda hal nya dengan wanita yang sesuai dengan keinginanku nantinya, mungkin aku berpikir ulang untuk segera menikah."

Itu perkataan Allard saat diwawancari beberapa bulan yang lalu dalam majalah Story yang rilis dalam setiap bulan. Wanita yang sesuai? Siapakah dirinya jika dibandingkan dengan model-model dan juga artis-arti cantik yang menjalin hubungan dengan Allard? Luna akan menjadi olok-olokkan jika nekat mendekatinya.

Hembusan napas kesal dilontarkannya, menatap ibunya sebelum kembali merengek. Ia benar-benar tidak tau apa yang berada dalam pikiran ayahnya yang tega menikahinya dengan pria tua berumur 60 tahun, ya Tuhan... bahkan dia bisa menjadi ayahnya atau kakeknya. Terlebih lagi jarak umur mereka sangat jauh dan Luna harus mengurusi anak yang umurnya lebih tua darinya.

Ibunya mengangguk. "Ya, Allard Washington pemilik Washington Corp."

"Tapi bagaimana bisa mom? Aku bahkan tidak memiliki sesuatu yang bisa di banggakan." Ia menatap dirinya yang berantakan, dengan rambut kusut dan mata sembab.

Yessie menjulurkan tangannya untuk menyentuh jemari Luna, mencoba menguatkan. "Anak mommy cantik, kau yang tidak menyadarinya. Percaya dirilah, Luna. Minta dia menjadi suamimu dengan suara tegas, berdandanlah secantik mungkin dan se seksi mungkin. Kau harus bisa menjadi wanita yang genit, ketika bertemu dengannya godalah dia."

"Aku tidak mau!" Luna menjerit histeris, bulu kuduknya berdiri ketika membayangkan akan menggoda Allard.

"Apa kau mau menikah dengan John yang berumur 60 tahun itu?"

Dengan putus asa Luna menggeleng, bibirnya mengerucut, air matanya kembali mengalir. "Apa tidak ada jalan lain, Mom? Aku benar-benar tidak ingin menikah. Oh, ya Tuhan bahkan umurku belum genap 20 tahun. Ak-aku baru tamat SMA."

Yessie mengelus rambut putrinya dengan sayang. "Tidak ada yang bisa kita lakukan selain melakukannya, sayang. Daddymu sakit-sakittan karena hal ini dan kaulah jalan satu-satunya untuk mengembalikan apa yang telah hilang."

"Karena hanya aku anak mommy, kan? Mommy berniat ingin menjualku!"

Yessie menghela napas lelah. "Bukan menjual, tetapi lebit tepat jika inilah saatnya kau berbalas budi dengan orang tuamu. Percaya pada mommy bahwa kau bisa melakukannya, Luna. Besok temui Allard dan minta dia menikahimu, jika dia tidak ingin maka minta dia meminjamkan uang kepadamu dalam jumlah yang besar. Lakukan apapun yang bisa menolongmu dari perjodohan ini. Kau bisa kan, sayang?"

Dengan ragu-ragu Luna menganggukkan kepalanya, besok adalah hari yang baru. Hari dimana semuanya akan berubah dalam sekejap mata. Besok seorang Luna Ananta akan menjadi sosok baru yang akan menggoda pria lain.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
8.0
Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Sampul Novel Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya
9.0
Lima tahun menduduki posisi Luna di Klan Bulan Darah, aku hanya menerima sikap dingin dari Alpha Arlan. Kasih sayang dan gaun impianku justru ia serahkan pada Fiona, perempuan yang selalu ia bela. Saat Arlan menyebut takdir kami sebagai beban yang menyesakkan, aku pun muak. Aku memilih memutuskan ikatan kami dan pergi menjauh. Begitu tautan mistis kami hancur, kepanikan melandanya hingga ia memohon kembali. Namun, penyesalan Arlan kini sama sekali tidak berharga bagiku.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.
Sampul Novel Terlahir Kembali, Akan Kubalas Kalian
8.7
Ketika Dylan Stevens memilih merayakan tahun baru di pantai bersama asistennya, sang kekasih tidak lagi menahan kepergiannya. Di kehidupan sebelumnya, tindakan menahan Dylan dengan kehamilan justru berujung pada kematian tragis sang asisten dan pembunuhan kejam terhadap bayinya sendiri oleh Dylan yang menyimpan dendam. Kini, setelah terlahir kembali, ia segera melakukan aborsi begitu Dylan pergi. Dengan kesempatan kedua ini, ia bertekad untuk menghancurkan hidup Dylan dan merebut seluruh miliknya tanpa sisa.
Sampul Novel TULPA (Permainan Cinta)
9.2
Sering dicap tidak waras oleh teman sekolah tak menghentikan imajinasi seorang siswi kesepian. Bagi dirinya, khayalan adalah penyelamat hidup. Keajaiban pun terjadi ketika salah satu karakter ciptaannya mendadak mewujud ke dunia nyata. Sosok pangeran bernama Kelabu hadir secara fisik untuk menemani sang gadis yang selalu terkucilkan. Kisah cinta fantasi penuh obsesi ini siap membawa Anda melampaui batas nalar manusia.