APKDock Logo
Sampul Novel Wanita yang tidak diinginkan

Wanita yang tidak diinginkan

9.1 / 10.0
Nadine Aulia terperangkap dalam pernikahan pahit bersama Arman Ridwan Putra, pria yang sama sekali tidak menginginkannya. Di usia muda, ia harus tegar menghadapi kekejaman sang suami sekaligus gangguan dari Clara, selingkuhan Arman. Kehamilan Nadine saat ini merupakan akibat dari tragedi malam kelam ketika Arman mabuk. Di tengah siksaan dan tudingan sebagai perusak hubungan mereka, sanggupkah Nadine bertahan demi bayinya atau justru memilih pergi dari lingkaran penderitaan ini?

Wanita yang tidak diinginkan Bab 1

Malam itu, suasana di rumah Ridwan Putra tampak suram. Nadine Aulia (23) duduk di meja makan, menatap piring yang di depannya. Tangannya yang gemetar sesekali menyentuh perutnya yang mulai membuncit. Perut itu adalah satu-satunya alasan yang masih membuatnya bertahan di tengah segala perasaan sakit dan kebingungannya. Saat suara langkah berat Arman terdengar mendekat, tubuhnya spontan menegang.

"Kenapa makanan ini dingin?!" suara Arman yang lantang memecah keheningan, membuat Nadine terlonjak dari kursinya. Ia segera mengambil piring itu dan bergegas menuju dapur.

"Maaf, saya akan menghangatkannya, Pak," jawab Nadine dengan suara pelan, berusaha untuk tidak membuat situasi semakin buruk.

Arman mendengus keras. "Sudah berapa kali kubilang, jangan menyiapkan makanan seperti ini? Kau memang tak bisa diandalkan!" Arman berbicara dengan nada yang penuh amarah, seperti biasa. Nadine hanya bisa menunduk, menahan air mata yang hampir tumpah. Dia tahu, dalam pandangan Arman, dia selalu saja tidak cukup baik.

Clara, kekasih Arman yang duduk di sofa dengan ekspresi acuh tak acuh, tertawa sinis mendengar kata-kata Arman. "Memangnya kau berharap apa, Mas? Wanita ini bahkan tak pantas jadi istri. Dia hanya sampah," ujarnya dengan penuh kebencian, memutar cangkir kopi di tangannya.

Nadine menggigit bibirnya, berusaha menahan isaknya. Kata-kata Clara seperti pisau yang terus menusuk hati, mengingatkan dirinya akan betapa rendahnya posisinya di mata mereka. "Maaf..." hanya itu yang bisa ia ucapkan, suaranya tercekat.

Di ruang itu, ada begitu banyak kata yang tak terucapkan. Ada begitu banyak luka yang tersembunyi, yang kini harus ia telan sendiri.

---

Di Kamar Tidur Nadine

Malam semakin larut, namun Nadine tidak bisa tidur. Matanya terbuka lebar, namun pikirannya terperangkap dalam kenangan yang gelap. Kenangan yang datang begitu tiba-tiba, menyusup dalam benaknya. Pikirannya kembali ke malam itu, malam yang penuh dengan kekeliruan dan ketidakberdayaan.

Suara Arman kembali terngiang di telinganya. "Nadine... ini salahmu. Kau menggoda aku hingga aku kehilangan kendali." Kata-kata itu masih menghantui dirinya, bahkan kini lebih keras dari sebelumnya.

Nadine menggenggam perutnya, merasakan getaran kecil di dalamnya. "Maafkan Mama, Nak. Mama hanya ingin kau lahir dengan selamat..." bisiknya lirih, berbicara pada bayi yang kini tumbuh dalam rahimnya.

Setiap malam, ia merasakan kesakitan-fisik maupun emosional-namun ia tahu, bayi ini adalah satu-satunya alasan ia bertahan. Tanpa bayi itu, ia tak tahu apakah ia bisa terus hidup dalam kebisuan ini.

---

Pagi Harinya

Ketika matahari sudah menyinari rumah, Clara berdiri di depan pintu kamar Nadine dengan ekspresi yang mengesalkan. "Cepat bersihkan rumah. Aku muak melihat debu di mana-mana," perintah Clara dengan nada tajam.

Nadine hanya mengangguk, menyembunyikan rasa sakit yang semakin dalam. Ia tahu, membantah hanya akan memperburuk segalanya. Tanpa sepatah kata pun, ia bangkit dan mulai membersihkan rumah. Namun, saat sedang menyapu ruang tamu, Clara dengan sengaja menumpahkan kopi ke lantai, seakan sengaja menantang Nadine.

"Aduh, aku ceroboh. Bersihkan ini juga, Nadine," Clara berkata sambil tersenyum sinis, menikmati penderitaan yang ditimpakan pada Nadine.

Nadine menahan napas, mencoba untuk tidak terbawa emosi. Ia hanya bisa mengangguk dan membersihkan lantai yang basah, sementara dalam hatinya bergumul rasa sakit yang semakin dalam.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita yang tidak diinginkan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dikhianati hingga tewas terbakar oleh keluarga Adhitama, aku menyadari hanya Gilang, sang paman yang dingin, yang tulus melindungiku. Saat terbangun seminggu sebelum tragedi itu, aku bertekad mengubah nasib. Demi merebut warisan triliunan rupiah dan membalas dendam pada tiga kakak yang culas, aku menolak rencana pernikahan dengan mereka. Di hadapan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Kini, pembalasan dendamku resmi dimulai.
Sampul Novel Istri Untuk Warisan
9.7
Launa sangat menantikan perceraian, namun suaminya justru menolak keras perpisahan itu. Pernikahan hambar selama tiga tahun yang minim kebersamaan kini di ambang batas baru. Rahasia besar Launa akhirnya terkuak saat sang suami mengetahui kehamilan yang selama ini ia sembunyikan. Tak ingin membiarkan Launa berjuang sendirian, suaminya melarangnya pergi. Pelarian Launa pun terhenti karena sang suami bertekad mencegahnya membawa calon anak mereka pergi menjauh.
Sampul Novel Kubalas Selingkuh Suamiku dengan Indah
9.2
Zivanna Yahya memberikan seluruh kasih sayangnya kepada Rio Wibisono. Sayangnya, Rio malah memperingatkannya agar tidak terlalu mencintai demi mencegah rasa sakit hati. Saat situasi mendingin, hadirlah Gregory Abel yang mengabaikan norma moral. Baginya, merebut hati perempuan yang telah dimiliki pria lain merupakan dosa terindah, dan ia berambisi merebut Zivanna. Hubungan mereka pun kini terjerat dalam pusaran dusta serta obsesi berbahaya.
Sampul Novel Mencintai Adik Angkatku
9.2
Sebastian diam-diam mencintai Elvina, adik yang selama ini dianggap sekandung oleh semua orang. Rahasia bahwa mereka tak sedarah akhirnya terbongkar saat sang mama membaca buku harian Sebastian. Meski lega mengetahui status asli Elvina sebagai adik angkat, Sebastian kini menghadapi dilema baru. Elvina hanya memandangnya sebagai sosok pelindung. Kebenaran ini pun harus tetap disimpan rapat sampai tiba saatnya Elvina siap menentukan pilihannya sendiri.
Sampul Novel My Lovely Angel
8.1
Demi menyudahi tekanan sang ibu yang terus memaksanya kencan buta dan mengejeknya perawan tua, Renata akhirnya bersedia menikahi Dafa. Di sisi lain, sang CEO kaya raya berstatus duda anak dua itu setuju menikah hanya karena menuruti kemauan anak-anaknya yang mendambakan sosok ibu. Namun, Dafa masih belum bisa melupakan mendiang istrinya, Arin. Sanggupkah rumah tangga tanpa rasa cinta ini bertahan di saat hati Dafa masih tertutup rapat untuk masa lalunya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan