APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel WANITA TERNODA

WANITA TERNODA

Tepat dua hari sebelum hari pernikahannya, hidup Nala Sundari hancur setelah kesuciannya direnggut paksa oleh lima lelaki tidak dikenal. Malangnya, keluarga serta calon suaminya justru mencampakkan Nala karena dianggap sebagai aib. Saat berjuang bangkit dari keterpurukan, salah satu pelaku tiba-tiba hadir kembali dan terus mengulurkan bantuan walau selalu ditolak. Akankah Nala sanggup mengampuni pria yang telah menghancurkan masa depannya, atau memilih pergi menjauh selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dharma menggenggam erat tangan Nala meninggalkan perkebunan. Wajahnya tidak tertebak, hatinya merasa hancur berkeping ketika mendengar wanita yang teramat dia sayangi tidak lagi suci. Ketika kesucian yang tidak dapat dipertahankan dan kepercayaan Dharma saat itu juga menghilang perlahan.

Tangisan Nala tidak terbendung, langkahnya gontai dan hatinya bergemuruh merasakan sesak dan tidak dapat dibayangkan betapa malu kedua orangtuanya nanti setelah mengetahui anak gadis mereka agungkan telah ternodai.

Mata yang perih akibat terlalu banyak air mata keluar seolah tidak berguna dibandingkan hatinya yang saat ini lebih perih lagi.

"Mas Dharma, maafkan aku, maaf kalau aku mengecewakanmu. Aku minta maaf," ucap Nala sepanjang mereka berjalan cukup cepat.

Di dalam hati, Nala bertanya apakah Dharma mau memaafkannya dan menerimanya walau sudah tidak lagi suci?

Mereka pun sampai.

Rumah Nala yang berdindingkan tepas, semakin melukai hati karena ia tidak pernah mampu menjaga kehormatan. Wanita yang telah terenggut kehormatannya itu melemas dan rasanya tidak memiliki arti hidup.

Napas Dharma yang terlihat berat, guratan halus ditangannya beradu dengan sentuhan tangan Nala. Ia melepaskan genggaman erat setelah memasuki rumah. Sontak, Marini dan Retno saling bertukar pandang hingga pada akhirnya menatap Nala dan Dharma kembali.

"Nala dan Nak Dharma?"

Nala kembali menahan lirihan tangisnya, ia menyentuh pergelangan tangannya yang sakit. Dihadapan kedua orangtua ia merasa seorang anak yang tidak perna diajarkan dan gadis nakal.

"Aku pikir, pernikahan kami nggak dapat diteruskan Ibu dan Bapak," ucap Dharma tanpa basa basi.

Nala memejamkan matanya, ia merasakan hatinya kembali perih.

"Ada apa ini?" Retno langsung berdiri.

Dharma menatap Nala sekilas, "Putrimu, nggak bisa mengendalikan dirinya dan dia memberikan kehormatan yang paling berharga dari seorang wanita."

Marini melemas, ia menggeleng dan ikut berdiri, "Maksudnya apa ndok?" tanyanya menatap Nala.

"Ibu, Bapak, maafkan Nala ... maaf," ucapnya lirih.

"Jelaskan kenapa!" Retno mulai membuncah.

Nala merasa marah jika mengulang kejadian itu. Ia hancur, tapi bukankah ia harus mengatakan yang terjadi sebenarnya? Ia takut menatap kedua orangtua telah menyekolahkan hingga ia tamat, gelengan kepala yang terusan ia lakukan seolah tidak berguna.

"Nala ...," ucapannya terhenti.

Marini menatap putrinya dengan tatapan sayup dan mulai merasa jika ini sedang tidak baik-baik saja. Kegelisahan akhir-akhir ini memberikan jawaban pada akhirnya. Walau, hati kecilnya masih berusaha kalau semua ini akan baik saja.

"Nala diperkosa," ucapnya sambil menangis.

Mulut Marini terbuka lebar, Retno yang semula membuncah ikut tersontak kaget. Spontan, Nala berlari ke arah ayahnya dan memeluk kaki sang ayah sambil menangis.

"Maafkan Nala, Aya, maaf."

Isakan tangis pecah dari Nala begitu menyayat hati kecilnya.

Dharma sebenarnya merasa kasihan, tapi ... ia tidak bisa menerima kalau calon istrinya sudah tidak lagi perawan. Ketika keperawanan adalah suatu hal penting untuk seorang pria yang selalu menjaga dan tidak merusak sebelum waktunya.

"Maafkkan Nala, Ibu ... Bapak," Nala memecahkan tangisannya.

"Aku akan menuntut kalian!" Bentak Dharma marah.

Nala menatap Dharma, pria yang ia anggap jodoh terbaiknya malah berkata seperti itu. Tidak menyangka, musibah yang dialaminya justru semakin membuat Dharma marah dn tidak mau memaafkan.

"Kalian harus membayar sakit hatiku. Nala, aku tidak menyangka kalau kau adalah wanita murahan yang sama seperti teman-temanmu itu. Aku memercayakan semua, memberikan cinta, mencurahkan hidupku dan kau tega melakukan hal ini denganku." Dharma marah dan nadanya meninggi.

"Nala minta maaf, Mas," isak Nala.

"Aku nggak bisa meneruskan pernikahan ini, aku akan menuntutmu."

Retno mengepalkan tangannya, menatap Dharma dengan kedua netra mulai membasah. "Bisakah, kau pergi? Kami akan membayar segala kerugian yang telah dilakukan putriku."

Marini menangis, ia memeluk putrinya yang masih terduduk di hapan Retno. Adik perempuan Nala, ikut menangis ketika mendengar kakak keduanya telah ternodai.

Setitik air mata membasahi ujung ekor mata Dharma, ia terluka dan ia usap dengan kasar. Tidak banyak kata ia ungkapkan, ia pun pergi meninggalkan rumah Nala selamanya. Ia sudah menekankan hati kecil, tidak bisa menerima Nala.

"Kenapa bisa terjadi, Nala?" Retno sangat marah.

"Ayah, maafkan aku."

"Siapa yang melakukannya?"

"Aku tidak mengenal mereka," jawab Nala.

"Kenapa bisa mereka memerkosamu?"

"Aku yang salah, Ayah, aku pergi ke bukit."

"Harusnya, kau di rumah. Kau seorang putri petani dan martabat keluarga kita yang rendah semakin lebih rendah karena perbuatanmu ini. Kau tahu? Kau sudah mempermalukan keluargamu, wanita yang sudah ternodai sama halnya dengan wanita malam yang menjajakan dirinya!"

Seperti tersambar petir, bukan mendapat perlindungan ia malah merasakan kesakitannya berkali lipat sakit dan terasa nyeri di dada.

"Bagaimana mungkin, kau tidak mengenali pria yang memerkosamu?"

Nala masih menangis sesunggukkan, "Mereka berjumlah lima orang, Ayah," jawabnya serak.

"Masyaallah," Marini syok dan menangis hancur.

Plak!

Retno menampar Nala karena ikut merasakan hancur, ketika seorang ayah mendengar putrinya ternodai dan ia tidak mampu menyelamatkan ketika sang putri membutuhkannya disitulah ia semakin hancur berkeping.

Nala menyentuh pipinya, ia pun rasanya ingin mati saja. Apalagi arti hidup jika salah satu harta berharganya telah direnggut oleh pria yang bukan suaminya?

"Kau sudah membuat aib dalam keluarga kita, jika kau mencintai keluargamu maka pergilah dari rumah ini."

Bagai tersambar petir, Nala tidak salah dengarkan? Ayah yang teramat ia cintai mengatakan perkataan menyakitkan itu.

"A-ayah?"

"Jangan sebut aku Ayah, kalau kau sudah membuatku malu."

"Ayah!" Marini ikut kaget.

"Pergi, angkat kakimu dari rumah ini! Kau nggak pantas tinggal di rumah ini!" Retno marah.

"Nggak Ayah, aku nggak mau pergi."

"Pergi! Atau kau memilih dipasung?"

Keadaan semakin berat. Nala menggeleng, ia peluk kembali kaki sang ayah dan memohon ampun. Dengan kasar, Retno melepaskan jemari putrinya dan ia meninggalkan Nala yang terluka.

"Ayah!"

Marini memeluk Nala, mereka memuaskan dalam tangisan pecah.

***

Seusai pernyataan itu, Nala duduk di tepi ranjangnya dan masih mengeluarkan air mata. Bibirnya terasa keluh, tenggorokan mengering, napasnya berat.

"Nala," Marini memanggil lembut.

"Ibu?" Nala mengusap air matanya.

"Ibu tahu ... ini berat, tapi demi keluarga kita. Pergilah. Pergi ke mana pun kamu mau, sejauh mungkin."

Nala amenatap ibunya, "Ibu, nggak sedang serius kan?"

"Iya, Ibu serius, Nak, pergilah. Ibu yakin, suatu saat Allah akan menunjukkan jalan terbaik buatmu dan keluarga kita."

"Nggak Bu, Nala harus ke mana?"

"Pergilah ke kota, carilah kehidupan barumu di sana."

Tidak ada seorang pun yang mampu menyembuhkan hatinya, keluarga yang ia anggap tempat perlindungan paling berharga juga tidak memberikannya ruang kenyamanan.

"Pergilah, sebelum matahari kembali terbit dan biarkan Ibu yang menjawab pembatalan pernikahanmu."

Mereka kembali saling menangis, adik perempuan Nala ikut menangis dan tidak merelakan kakak yang ia sayangi pergi untuk selamanya meninggalkan rumah. Ini seperti mimpi.

Dengan segala pemutusan berat, Nala membawa tas yang cukup besar berisi pakaiannya. Marini dan adik perempuannya, masih menangis pilu. Nala berdiri di pintu kamar Retno yang masih betah di kamar.

"Ayah, maafkan putrimu ini. Aku tahu ... perbuatanmu membuat malu keluarga, aku akan pergi dan aku masih tetap berharap ada kata maaf dari Ayah untukku. Kalau saja, aku memiliki kemampuan untuk menolak aku sudah melakukannya. Aku mencintaimu, Ayah. Aku sudah pernah bilang Ayah adalah cinta pertamaku dn selamanya akan menjadi cinta pertamaku, walau Ayah tidak bisa menerimaku lagi dalam hidup Ayah."

Di dalam kamar, Retno menitikkan air mata. Kali pertama, ia menangis mendengar kata-kata putrinya yang teramat ia cintai. Ia ingin melarang, tapi inilah akibat yang harus mereka terima. Merelakan Nala pergi menjauh.

"Aku akan kembali, ketika Allah memberikan aku jalan terbaik. Aku akan tetap mencintaimu, Ayah. Aku pergi," Nala tersenyum perih dan mempercepat langkahnya meninggalkan rumah.

Retno menangis, menahan diri untuk tidak keluar. Marini, juga adiknya menangis melihat kepergian Nala.

"Kakak, tolong menjadi Kakakku yang kuat. Minta petunjuk Allah," ucap adiknya lirih.

Di malam yang sunyi, mencekam, Nala meninggalkan rumah untuk selamanya. Ia tidak tahu arah dan tujuan hidupnya. Ia hanya berharap, Allah akan tetap membantunya di mana pun ia berada.

Tapi, pria mana yang bisa menerima ketika ia tidak lagi wanita yang perawan?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
9.8
Setelah mendapatkan kesempatan hidup kedua, sang protagonis menolak menjadi korban penindasan adik angkatnya, Maudy. Saat Maudy mencoba merebut Felix dan mengacaukan sesi foto pernikahan mereka dengan membawa-bawa nama Grup Setiawan, ia tidak lagi melarikan diri sambil menangis seperti di masa lalu. Dengan keberanian baru, ia menampar Maudy dan mempertanyakan kelayakannya dalam mewakili nama besar keluarga. Ini adalah kisah pembalasan dendam dan perebutan kembali hak yang sempat terampas.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu menjelang pernikahan, Jimmy mendadak memutuskan menikahi cinta pertamanya, Mia, demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Jimmy bahkan tega meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah milik bersama yang dijadwalkan rilis di hari pernikahan mereka. Karena sang tunangan justru menyuruhnya mencari orang lain jika hanya mengincar keuntungan bisnis tersebut, kesadaran sang protagonis pun pulih sepenuhnya. Ia segera menghubungi kakaknya untuk mencarikannya calon suami baru.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Tiga tahun merajut kasih, Claudia justru ditinggalkan Antonius tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah cibiran para rival yang menertawakan kemalangannya, Claudia membuat kejutan besar. Ia memamerkan akta pernikahan dengan Bennett Dreskin, musuh bebuyutan mantan kekasihnya. Pernikahan yang semula dikira sekadar formalitas itu berubah manis saat Bennett menyatakan cinta di depan media. Claudia pun sukses membalikkan nasib dari pengantin terbuang menjadi wanita paling bahagia.
Sampul Novel KETIKA CINTA BERTASBIH
9.3
Walau usaha terbaik telah dilakukan, takdir akhir sebuah hubungan tetap berada di tangan Tuhan. Cerita ini mengulas dilema asmara beda agama dari dua insan yang tidak mungkin menyatu dalam ibadah. Sebagai hamba-Nya, mustahil baginya memilih seseorang yang berbeda keyakinan menjadi imam hidupnya. Namun, rasa cinta yang telanjur mendalam membuatnya sangat sulit merelakan. Akankah cinta ini berakhir di pelaminan, atau ia harus mengikhlaskan perpisahan demi prinsip teguhnya?
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS
9.7
Michael Dharsono sangat anti pada orang berbadan gemuk. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan musuh masa SMA-nya, Regina Larasati. Hubungan mereka pun diwarnai perselisihan tiada akhir. Konflik memuncak ketika cinta pertama Mike datang meminta perceraian. Di sisi lain, sang kakak tiri, Darren, bersiap merebut Regina. Mike kini bimbang antara kembali pada masa lalu atau mempertahankan Regina.
Sampul Novel TULANG RUSUK
8.5
Kisah tentang lima pria mapan yang berjuang dalam misi menemukan pasangan hidup sejati mereka. Di balik kesuksesan finansial yang telah diraih, perjalanan mencari sang tulang rusuk impian justru dipenuhi dengan berbagai dilema emosional. Apakah perjuangan cinta mereka akan berakhir dengan kebahagiaan yang indah, ataukah justru berbagai rintangan tak terduga siap menguji keteguhan hati mereka dalam menemukan belahan jiwa?