APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Simpanan Dosen

Wanita Simpanan Dosen

Laura, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan berparas cantik, selalu menjadi pusat perhatian di kampusnya yang bergengsi. Penampilannya yang berani dan memikat membuat banyak pria terpikat, termasuk Rian. Dosen tampan tersebut tidak kuasa membendung daya tarik Laura yang begitu menawan. Di tengah dinamika kehidupan perkuliahan, hubungan asmara yang mendalam akhirnya mulai terjalin di antara mahasiswi populer dan sang dosen.
Bab
Bagikan

Bab 3

Laura duduk di tepi tempat tidurnya, menatap ponsel di tangannya dengan hati yang hancur. Ia membuka aplikasi media sosial, berharap bisa mengalihkan pikirannya dari kejadian mengerikan yang terjadi pagi tadi. Namun, yang ia temukan justru membuat hatinya semakin sakit.

Di layar ponselnya, ia melihat postingan dari Pak Rian, dosennya. Foto itu menunjukkan Rian sedang tersenyum bahagia bersama istri dan anak-anaknya di sebuah pesta. Mereka terlihat begitu harmonis dan bahagia, seolah-olah tidak ada yang bisa merusak kebahagiaan mereka. Namun, bagi Laura, gambar itu adalah pengingat yang menyakitkan tentang kejadian pagi tadi di kampus.

"Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku?" pikir Laura dengan hati yang pedih. "Hanya untuk bisa cepat lulus saja, aku harus kehilangan kesucianku."

Pikiran itu terus menghantuinya. Ia merasakan ketidakadilan yang begitu besar, seolah-olah seluruh dunia telah bersekongkol untuk menghancurkan hidupnya. Sementara Rian menikmati waktunya bersama keluarganya, Laura harus menanggung beban emosional yang begitu berat.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar, menandakan adanya pesan masuk. Laura membuka pesan itu dengan hati-hati, dan menemukan bahwa pesan itu berasal dari Rian.

"Laura, datang ke hotel sekarang. Aku menunggumu di kamar 305," bunyi pesan tersebut.

Jantung Laura berdegup kencang. Ia merasa marah dan takut sekaligus. Bagaimana bisa Rian meminta sesuatu seperti itu ketika ia baru saja memposting foto bahagia bersama keluarganya? Laura merasa jijik dan marah pada saat yang sama.

"Pak, bukankah Anda sedang bersama istri Anda?" balas Laura dengan nada yang bergetar.

Namun, balasan yang datang dari Rian membuat hatinya semakin ciut. "Kalau kamu tidak datang, aku tidak akan membantu kamu lagi. Kamu tahu apa artinya itu."

Ancaman itu menggantung di udara, membuat Laura merasa semakin terpojok. Ia tahu bahwa tanpa bantuan Rian, harapannya untuk lulus dengan cepat akan hancur. Rian memegang kendali atas masa depannya, dan itu membuatnya merasa tak berdaya.

Dengan hati yang berat, Laura mulai bersiap-siap untuk berangkat. Setiap gerakan terasa seperti beban yang harus ditanggungnya. Ia merasa hancur dan tertekan, namun tidak melihat jalan keluar lain.

Sesampainya di hotel, Laura melangkah dengan hati-hati menuju kamar yang disebutkan Rian dalam pesannya. Kakinya terasa berat, seolah-olah setiap langkahnya membawa beban emosional yang tak tertahankan. Ketika ia tiba di depan kamar 305, ia berhenti sejenak, menarik napas panjang, dan berusaha menenangkan dirinya.

"Ini demi masa depanmu," bisik Laura pada dirinya sendiri. "Kamu harus kuat."

Dengan tangan yang bergetar, ia mengetuk pintu kamar. Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan Rian berdiri di ambang pintu, tersenyum kecil seolah-olah tidak ada yang salah.

"Masuklah, Laura," kata Rian dengan nada yang tenang. "Kita perlu berbicara."

Laura melangkah masuk, hatinya berdebar kencang. Ia tahu bahwa ini adalah pilihan yang berat, namun ia merasa tidak memiliki pilihan lain. Ia harus melanjutkan hidupnya, meskipun itu berarti harus menanggung beban yang lebih berat.

Di dalam kamar, Rian duduk di tepi tempat tidur dan mengisyaratkan Laura untuk duduk di kursi yang berada di dekatnya. Laura duduk dengan hati-hati, matanya tidak bisa lepas dari wajah Rian yang tampak tenang dan penuh kendali.

"Kamu tahu bahwa aku hanya ingin membantu kamu, Laura," kata Rian dengan nada yang tenang namun penuh tekanan. "Tapi kamu harus mengerti bahwa ada harga yang harus dibayar untuk itu."

Laura hanya bisa mengangguk, tidak mampu berkata-kata. Ia merasa terjebak dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Jadi, kamu akan melakukan apa yang aku minta, bukan?" tanya Rian dengan nada yang penuh kepastian.

Laura mengangguk perlahan, air mata mulai mengalir di pipinya. Ia tahu bahwa hidupnya telah berubah selamanya, dan bahwa ia harus menemukan cara untuk bertahan dalam situasi yang sulit ini.

"Baiklah, kita mulai," kata Rian, suaranya terdengar seperti perintah yang tidak bisa ditolak.

Laura berdiri di kamar hotel yang remang-remang, hatinya terasa seolah ditusuk ribuan jarum. Ia berusaha menenangkan dirinya, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang masih ada di dalam dirinya. Tapi, bayangan kejadian pagi tadi masih membayangi pikirannya, membuatnya semakin sulit untuk berpikir jernih.

Rian, yang kini berdiri di hadapannya tanpa sehelai pakaian pun, tersenyum dengan pandangan yang penuh dominasi. Tubuhnya yang kekar tampak mengancam, dan juniornya yang mengeras dan panjang menambah ketegangan yang dirasakan Laura.

"Merangkak ke atas tubuhku, Laura," perintah Rian dengan nada yang memaksa.

Laura merasa tubuhnya gemetar, tetapi ia tahu bahwa menolak bukanlah pilihan. Ia perlahan merangkak mendekati Rian, dengan hati yang penuh ketakutan dan rasa tidak berdaya. Tubuhnya terasa berat, seolah-olah setiap gerakan membawa beban yang tak tertahankan.

Rian menariknya lebih dekat, tangannya yang kuat memegang kepala Laura dengan tegas. "Sekarang, masukkan ke dalam mulutmu," katanya dengan nada yang tak bisa dibantah.

Dengan hati yang penuh ketakutan, Laura membuka mulutnya dan perlahan memasukkan junior Rian ke dalam mulutnya. Rasa asing dan tidak nyaman langsung memenuhi indra pengecapnya, dan ia merasa mual. Rian mendesah pelan, suara desahan yang membuat Laura semakin merasa terperangkap dalam situasi yang mengerikan ini.

Rian terus memaksa Laura untuk memasukkan lebih dalam, membuatnya merasa semakin sesak. Air mata mulai mengalir di pipi Laura, tetapi ia tetap bertahan, mencoba untuk tidak menunjukkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakannya. Rian mendesah lebih keras, menikmati setiap detik dari kontrol yang ia pegang atas Laura.

Setiap gerakan terasa seperti siksaan bagi Laura, tetapi ia tidak berani berhenti. Rian mendesah semakin keras, tubuhnya bergetar ketika ia akhirnya mencapai klimaks. Cairan hangat dan kental mengalir ke dalam mulut Laura, membuatnya merasa semakin jijik dan tidak berdaya.

Rian menarik diri, membiarkan Laura yang tersedu-sedu dan berusaha menenangkan diri. Laura merasa hancur, seperti seluruh dunianya telah runtuh. Ia tahu bahwa kejadian ini akan menghantuinya selamanya, meninggalkan bekas luka yang tidak akan pernah sembuh.

"Bagus, Laura," kata Rian dengan nada puas. "Kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Jangan pernah lupa itu."

Laura hanya bisa mengangguk, tidak mampu berkata-kata. Ia merasa seperti boneka yang tidak memiliki kendali atas hidupnya. Rian berdiri dan mulai berpakaian kembali, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Sementara itu, Laura tetap duduk di lantai, tubuhnya gemetar dan hatinya hancur.

Setelah Rian selesai berpakaian, ia melangkah mendekati Laura dan mengangkat dagunya dengan tangan yang kuat. "Ingat, ini adalah rahasia kita. Kalau kamu berani berbicara, kamu tahu apa yang akan terjadi."

Laura hanya bisa mengangguk lagi, air mata masih mengalir di pipinya. Rian tersenyum, kemudian meninggalkan kamar hotel tanpa berkata apa-apa lagi. Laura tetap duduk di lantai, berusaha mengumpulkan kekuatannya untuk berdiri.

Setelah beberapa menit, Laura akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya. Ia berdiri dengan langkah goyah, merasa tubuhnya lemah dan tidak berdaya. Dengan langkah berat, ia meninggalkan kamar hotel itu, berharap bisa melupakan kejadian ini, meskipun ia tahu bahwa itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 18 Kali Gagal Nikah
9.0
Tiga tahun pasca-resepsi, seorang istri belum juga terdaftar resmi karena suaminya yang pilot telah 18 kali membatalkan pendaftaran pernikahan mereka. Dari urusan uji terbang hingga panggilan telepon mendadak, murid perempuan suaminya selalu menjadi alasan pembatalan yang mengacaukan segalanya. Menolak terus ditelantarkan, sang istri akhirnya memutuskan untuk pergi jauh. Namun, ketika dia menaiki pesawat menuju Doma, sang suami justru nekat menyusul dan mengejarnya hingga ke sana.
Sampul Novel Bosku Kenikmatanku
9.4
Dino berambisi memikat Ci Jeny lewat rayuan yang begitu membara. Di atas sofa, ketegangan memuncak kala sentuhan Dino pada tubuh bagian atas bosnya memicu desah kepasrahan. Sempat ragu dan malu, Ci Jeny akhirnya hanyut dalam gelora asmara, bahkan menantang Dino merealisasikan khayalan mereka. Keduanya pun melepas busana, mengungkap hasrat liar yang saling berbalas. Terpana oleh keindahan fisik sang atasan, Dino langsung bergerak intim demi menuntaskan gairah tersembunyi mereka.
Sampul Novel Cinta Ipar Duda
9.6
Keputusan Viona menetap di rumah mertua justru membawanya ke situasi pelik. Di sana, ia terus diusik oleh Dion, sang kakak ipar yang kerap bertindak nekat di luar batas. Di tengah perjuangan menyelamatkan pernikahannya yang retak, Viona malah menemukan berbagai rahasia gelap serta kebenaran mengejutkan tentang sosok asli Dion. Sanggupkah ia bertahan menghadapi intimidasi ini? Misteri besar perlahan terkuak saat Viona mulai menyingkap tabir kebenaran.
Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Seorang gadis remaja mengira ayah tirinya adalah pelindung. Namun, sebuah tragedi berdarah memaksa mereka tinggal berdua. Di balik topeng kebaikannya, pria itu perlahan memikat sang putri tiri yang masih polos dengan rayuan dan sentuhan. Masa SMA gadis itu pun terenggut demi memuaskan obsesi sang ayah. Hubungan keluarga yang semula normal kini berubah menjadi skandal terlarang yang disimpan rapat-rapat dari dunia luar.
Sampul Novel Masih Adakah Cinta Untukku
8.8
Demi janinnya yang ditolak Ken, Sonya Maharani terpaksa menikahi sopir pribadinya, Daffin. Delapan tahun kemudian, Ken muncul kembali bersamaan dengan terbongkarnya rahasia besar Daffin. Di tengah badai balas dendam, ada Darren, bodyguard setia yang memendam rasa padanya. Usai berpisah dari Daffin, siapakah yang akan dipilih Sonya? Akankah cinta lama atau perlindungan Darren, sementara ia baru menyadari bahwa hidupnya hanyalah pion dari rencana besar seseorang?
Sampul Novel Random Husband
7.8
Kebohongan besar kini menjerat Fransisca alias Caca setelah rencana pernikahannya dengan pengusaha asing batal total. Akibat telanjur sesumbar, rasa gengsi menghalanginya untuk berterus terang kepada teman-temannya. Di tengah kepungan tanya saat pesta berlangsung, kepanikan luar biasa melanda dirinya. Demi menjaga harga diri, Caca nekat menunjuk laki-laki asing yang tak dikenalnya secara acak, lalu mengklaim pria tersebut sebagai calon suaminya.