APKDock Logo
Sampul Novel Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

8.2 / 10.0
Demi mengangkat derajat keluarganya dari jerat kemiskinan, Wulandari nekat merantau ke Jakarta. Ia tak tahan lagi melihat orang tuanya terus dihina dan dicaci maki oleh warga desa. Dengan tekad baja, gadis desa ini siap bekerja keras mengubah nasib ekonomi mereka di ibu kota. Namun, perjuangan tidaklah mudah. Sanggupkah ia bertahan menghadapi kerasnya kehidupan kota metropolitan demi membungkam kesombongan orang-orang yang selalu meremehkan keluarganya?

Wanita Penggoda Bab 1

Memiliki paras yang cantik dan fisik nyaris sempurna tidak lantas membuatku bahagia.

Namaku Wulandari, anak pertama dari empat bersaudara. Aku adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga ini. Keluarga yang kerap kali dihina dan tak jarang mendapat perlakuan rendah orang-orang sekitar, hanya karena tidak memiliki harta berlimpah dan banyak hutang.

Bapak yang kupanggil Abah bekerja serabutan. Itu pun kalau sedang mau. Lebih sering berpangku tangan, mengandalkan Ambu yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian di rumah Pak Lurah.

“Abah mau bertani. Gak mau bekerja!” tukas Abah saat Ambu mulai menyuruhnya mencari nafkah.

“Atuh Bah kalau bertani mah harus punya sawah. Emang kita teh punya sawah?” sahut Ambu penuh nada kesal.

Istri mana yang tidak kesal, melihat suami yang setiap pagi kerjanya duduk di bale sembari minum kopi dan merokok.

“Sudahlah, masih pagi udah ribut. Malu atuh sama tetangga Ambuuu ....”

“Yang kudu malu itu Abaaaah

... jadi suami gak ada tanggung jawabnya!”

Adu mulut itu hampir tiap hari terjadi. Aku dan adik-adik sudah tidak terlalu mempedulikan.

Selesai memandikan Ujang dan Asep, aku bergegas mengambil pakaian mereka. Memakaikannya satu persatu. Sedangkan Jaka adik pertamaku, menginap di rumah temannya. Usia Jaka sudah empat belas tahun, dia hanya tamatan SD. Ujang masih berumur satu tahun, sedangkan Asep empat tahun. Aku sendiri baru tamat SMA setahun lalu, itu pun dibiayai pemerintah. Karena termasuk siswa yang cerdas.

“Neng ... Neng Wulaaan ....”

“Iya Ambu?”

“Ini uang 30 ribu. Belikeun beras sama telur. Buat nanti makan.” Suara Ambu setengah berbisik.

“Jangan sampe ketauan sama Abah. Bisa-bisa dibeliin kopi sama rokok.” Aku mengangguk lalu menyimpan uang pemberian ibu.

***

Tak lama setelah Ambu pergi ke rumah Pak Lurah, aku pun ke warung untuk membeli pesanan Ambu.

“Mau ngutang lagi, Lan?” tanya Teh Mirna pemilik warung sembako dengan ketus. Ibu-ibu yang sedang berbelanja di warung menoleh ke arahku.

“Enggak. Ini Wulan bawa uang. Telur seperapat sama beras seliter ya teh?”

“Mana coba uangnya?” Wajar kalau Teh Mirna tidak percaya. Karena hutang keluargaku sudah berlembar-lembar di buku catatan hutang milik Teh Mirna. Aku memperlihatkan dua lembar uang kertas ke hadapannya.

“Lan, kamu kan lulusan SMA. Kenapa gak kerja di kota aja? Lumayan kan bantu-bantu Ambu kamu.” Celetuk Teh Zulfa yang tiba-tiba sudah berada di sampingku.

“Iya ih, komo punya badan bagus, wajah cantik. Uluuh pasti gampang atuh cari kerjanya.” Giliran Teh Yati ikut nimbrung. Aku masih enggan menanggapi.

“Jadi artis dangdut wae atuh Lan. Milu sama si Kang Heri. Kalau mau, nanti teh Zulfa yang ngomong.”

“Nih, belanjaannya. Telur delapan rebu, beras sepuluh rebu. Jadi delapan belas rebu.” Ujar Teh Mirna dengan suara yang jauh dari kata ramah. Aku menyerahkan uang berwarna hijau.

“Kamu mah Lan ... diajak ngobrol teh diam aja.” Protes Teh Yati.

“Si Wulan mah males. Cantik-cantik pemales. Makanya gak pada mau punya mantu kayak si Wulan! Cantik juga percuma, ditinggal kawin terus sama pacarnya. Ya iyalah, orang si Wulan mah males pisan.” sahut pemilik warung menyerahkan kembalian dua ribu.

“Kalau Wulan kerja, Ujang sama Asep siapa yang jaga?” Akhirnya aku buka suara. Sebenarnya ingin sekali kusumpal mulut-mulut mereka. Tunggu saja, suatu saat nanti aku pasti jadi orang kaya. Banyak uang! Tekadku dalam hati.

“Segala mikiran budak dua eta. Kan aya Abah kamu Lan. Ah emang wae keluarga pemalas. Sukana teh ngutaaang ka unggal jelema.(Segala mikirin anak dua itu. Kan ada Abah kamu Lan. Ah emang keluarga pemalas. Sukanya ngutang ke setiap orang.)” Mendengar ucapan Teh Marni darahku mendidih. Menahtapi apa yang mereka katakan ada benarnya.

Setelah mengambil uang kembalian dua ribu, aku memilih pergi meninggalkan mereka. Samar-samar terdengar omongan. Semuanya bernada mengejek dan merendahkan.

***

Buruh cuci yang Ambu lakukan hanya dikasih upah tiga puluh ribu perhari. Kalau ditambah dengan menyetrika dikasih upah delapan puluh ribu.

Aku tidak seperti gadis desa lain. Keseharianku hanya dirumah menjaga adik-adik. Sudah malas juga bergaul dengan anak-anak sebaya di desa ini.

“Mendingan aku tuh Lan. Walaupun gak secantik kamu tapi udah punya pacar.” Ujar Maesaroh suatu ketika.

“Kasihan kamu Lan, punya wajah cantik gak ada guna. Sekalinya punya tunangan malah ditikung sahabat sendiri. Tapi wajar sih, si Cecep pilih si Minah. Minah kan orang tuanya punya sawah banyak. Lah kamu? Cuma punya banyak hutang. Hahahaha.” Perkataan teman-temanku terdengar kembali.

Usia belasan tahun gadis di desaku sudah menikah. Sebenarnya dua bulan lalu, ada juragan tanah dari kecamatan lain yang ingin melamar. Tapi Ambu tolak karena laki-laki yang seumuran Abah itu telah memiliki istri.

“Jangan Neng. Walaupun dia kaya raya, kalau punya istri lebih baik ditolak. Neng juga ngerasain kan rasanya dia khianati pacar? Apalagi dikhianati suami?” Itu ucapan Ambu yang selalu kuingat.

“Kamu memang harus menikah dengan laki-laki yang kaya raya, tapi jangan yang sudah beristri Neng. Ambu lebih baik punya mantu duda tapi banyak uang.” Canda Ambu suatu malam. Aku hanya meringis.

***

Seperti malam-malam sebelumnya, mataku enggan terpejam. Keinginan menjadi orang kaya raya semakin kuat.

“Pokoknya aku harus menjadi orang kaya. Sudah cukup mereka menghina keluargaku.”

Tiba-tiba aku teringat obrolan Kang Sukri dan Kang Dandi di pos ronda.

“Cuma bertapa seminggu di gunung Kawi, balik dari sana si Mardun jadi banyak uang. Edan!”

Apakah aku juga harus ke sana?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita Penggoda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anak Kembar Sang Mafia
9.3
Satu malam bersama Wilson Zavierson, bos mafia Dragon, mengubah hidup Viyone Florencia hingga ia hamil. Namun, Viyone justru menikah dengan Jeff. Nasib malang menimpa putra mereka, Chris, yang kerap disiksa Jeff sampai nyaris tewas. Di tengah kehancuran Viyone akibat dikhianati Jeff, Wilson hadir menyelamatkannya dari jeruji besi. Viyone pun syok saat tahu siapa penolongnya. Mampukah Wilson melindungi mereka dan menyatukan kembali putra kembar mereka yang terpisah?
Sampul Novel Jatuh Cinta pada Istri Tahananku
8.4
Pernikahan tanpa cinta antara Kolton dan Valentina yang keras kepala sejak awal dirancang untuk berakhir dalam dua tahun. Namun, saat tenggat perceraian tiba, sikap Kolton berbalik ekstrem. Ia menolak melepaskan Valentina, bahkan mengancam akan melumpuhkan dan mengurung istrinya agar proses cerai batal. Di tengah tangisan frustrasi Valentina, Kolton justru mendekapnya erat, memaksa wanita itu untuk bertahan di sisinya dan melahirkan anak mereka.
Sampul Novel KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
7.9
Kebohongan sang suami menghancurkan kebahagiaan pernikahan Luna. Alih-alih bekerja, pria itu justru tertangkap basah sedang menemui perempuan dari masa lalunya. Rasa dikhianati yang teramat dalam memicu transformasi drastis pada diri Luna. Sosok istri yang semula begitu penuh perhatian kini berubah total menjadi sangat dingin. Demi menjaga hatinya yang telanjur hancur, ia memilih bersikap acuh tak acuh dan tidak lagi memedulikan suaminya.
Sampul Novel Sangkar Emas Pernikahan
9.4
Kehidupan Kayla yang menawan terasa hampa dan terkekang. Meski bersuamikan Bryan, seorang pria kaya dan terpandang, sifat pelit sang suami justru menyiksa batinnya. Di tengah perjuangan untuk melepaskan diri dari pernikahan yang menyengsarakan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Kenan. Pemuda tampan dan bergelimang harta ini jatuh hati serta sangat memuja Kayla, membawa secercah harapan baru bagi kebebasannya dari sangkar emas tersebut.
Sampul Novel Sejak Kehadiran Pelakor...
8.2
Saat menghadiri pesta bersama ayahnya, Keenan dipaksa memakan kue berisi ceri tersembunyi yang memicu alergi mematikan masa kecilnya. Penolakannya memicu kemarahan sang bibi dan membuat ayahnya murka. Tanpa memedulikan bahaya cuaca panas ekstrem, sang ayah menghukum Keenan di luar rumah. Di tengah sesak napas dan gatal hebat, ketukan pintu Keenan diabaikan oleh ayahnya yang hanya memandang dingin dari balik kaca. Kisah misteri modern yang mencekam ini penuh dengan ketegangan keluarga.
Sampul Novel The Queen is My Love
7.9
Hati Putri Vienza terjerat cinta pada Ghafur, pelayan kafe biasa, meski ia telah bertunangan dengan Pangeran Akhtar dari Kerajaan Wieldburg yang kuat. Hubungan terlarang ini menjadi nestapa bagi Vienza, terutama saat dusta yang ia sembunyikan memicu bencana besar. Bagi Akhtar, sang putri tak lebih dari sekadar pajangan belaka. Sementara itu, Ghafur harus menanggung luka mendalam setelah rahasia besar tersebut akhirnya terbongkar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan