APKDock Logo
Sampul Novel Sangkar Emas Pernikahan

Sangkar Emas Pernikahan

9.4 / 10.0
Kehidupan Kayla yang menawan terasa hampa dan terkekang. Meski bersuamikan Bryan, seorang pria kaya dan terpandang, sifat pelit sang suami justru menyiksa batinnya. Di tengah perjuangan untuk melepaskan diri dari pernikahan yang menyengsarakan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Kenan. Pemuda tampan dan bergelimang harta ini jatuh hati serta sangat memuja Kayla, membawa secercah harapan baru bagi kebebasannya dari sangkar emas tersebut.

Sangkar Emas Pernikahan Bab 1

"Kirim uang lagi?" tanya Bryan dengan nada tidak senang setelah melihat struk pengiriman uang terjatuh dari dompet Kayla, istrinya.

Kesabaran Bryan sangat diuji pagi ini. Belum hilang kekesalan akibat melihat mobil milik istrinya baret panjang, sekarang darahnya semakin naik mengetahui istri yang telah dinikahi selama sepuluh tahun itu ternyata mengirimkan uang buat orangtuanya.

Kayla gegas memungut struk itu dan hendak menyimpan di dompetnya kembali namun Bryan merebutnya. Tak ingin berdebat, Kayla memutuskan diam, dia lelah dengan banyak drama di rumah ini. Ia akan membiarkan Bryan terbakar dengan amarahnya sendiri, kali ini.

"Kayla! Kamu kirim uang lagi?!" teriak Bryan ketika melihat Kayla tak menggubris pertanyaan dan malah hendak menuju ke kamar. Harga diri sebagai lelaki mendadak tersulut. Ia tak akan membiarkan Kayla merendahkannya dengan mengabaikan pertanyaannya.

Bryan segera menyusul dan mencengkeram lengan sang istri. Kayla mengaduh, ia memberontak berusaha melepaskan cengkeraman Bryan yang terasa perih di lengannya. Matanya memindai sekeliling, memastikan anak-anak tak berada di dekat mereka. Jangan sampai mereka melihat kejadian ini.

"Cuma satu juta, Mas!" teriak Kayla akhirnya dengan nada tinggi. Setelah mengalah dan terus mengalah atas perlakuan sang suami, kali ini Kayla mulai berani membalas. Cukup sudah, pikirnya.

Pernikahan yang dijalaninya jauh dari kata manis. Bersama keempat buah hati, Kayla hidup bergelimang harta namun seperti di sangkar emas. Bukan hanya tak leluasa mengunakan uang yang ada tapi hidupnya pun dikekang. Tak boleh ke luar rumah tanpa Bryan, tak boleh bersosialisasi dengan tetangga. Tak boleh apa saja sebelum ada kata 'iya' dari Bryan. Bahkan untuk membeli sebuah gaun harus mengikuti selera sang suami. Suka tidak suka.

Sesekali Kayla memaksakan diri, keluar rumah untuk sekedar bertemu teman lama atau membeli suatu keperluan, itu pun harus siap menghadapi pertengkaran. Kayla sangat lelah dengan kehidupan pernikahan yang tak pernah disangkanya akan berakhir seperti ini. Pernikahan yang jauh berbeda dari impian.

Dan yang sangat menyakitkan, interaksi dalam bentuk apapun dengan keluarga sendiri dibatasi. Seperti kali ini.

Plak!

Sebuah tamparan melayang di pipi sang istri. Kayla yang tak menyangka perlakuan Bryan, hilang keseimbangan dan terjatuh, punggungnya membentur meja berisi pajangan yang berdiri tak jauh dari muka pintu kamar. Guci antik di atas meja, menggelinding jatuh dan pecah menyisakan kepingan-kepingan keramik di atas lantai.

Bukannya iba, Bryan semakin murka melihat melihat guci yang dibelinya ketika berkunjung ke Cina, hancur dan pecahannya mengenai ujung sepatu mengkilat milik Bryan.

"Lihat ini!" teriaknya seraya memungut salah satu kepingan dan menyodorkannya ke wajah Kayla.

"Barang mahal begini hancur sekejap. Sial!"

Kayla memperhatikan pecahan guci dengan sinis. Lalu melayangkan tatapan murka ke arah Bryan. Ini bukan tamparan pertama tapi kali ini ia tak akan diam saja.

Bryan bergeming. Ia menarik tangan Kayla agar wanita itu berdiri dan berniat menamparnya sekali lagi.

Berani sekali dia membentak. Susah payah mengumpulkan uang malah diberikan pada keluarganya. Dan sekarang, guci kesukaannya pun ikut hancur. Sekali-sekali wanita ini harus diberi pelajaran, pikirnya.

Tangan Bryan mengudara, bersiap dengan tamparan berikutnya namun di luar perkiraannya tangan Kayla bergerak lebih cepat lagi.

"Berani mas menamparku? Kau akan menyesal!"

"Kau melawan?!" ujar Bryan, matanya mendelik tak percaya. Ada apa dengan Kayla, darimana keberanian ini ia dapatkan? Bukankah biasanya ia selalu mengalah, menangis, meminta maaf atau mengurung diri di kamar.

"Haah mau makan apa kamu kalau kuceraikan?" ancam Bryan. Ia yakin ucapan seperti ini akan mematahkan keberanian Kayla. Dan benar, Kayla terdiam. Wanita itu menundukkan wajah, matanya menari-nari, mungkin menghitung pecahan keramik di sekitar kaki mereka atau membenarkan pernyataan Bryan.

Menahan gigi bergemeletukan, Kayla melepaskan cengkeraman pada lengan Bryan dan memutar tubuhnya memunggungi sang suami.

See, dia takut kalau mendengar kata cerai. Benak Bryan bersuka ria.

"Huuh!" desah Kayla. Mengembuskan napas panjang sembari menahan gemuruh menggelora di dada.

Lelaki itu jangan sampai melihat bening yang mulai mengambang di pelupuk mata. Tidak, ia tidak akan menangis untuk sebuah ancaman perceraian. Ia hanya tak sanggup membayangkan masa depan anak-anak bila tumbuh besar tanpa ayahnya.

Pertengkaran demi pertengkaran yang selama ini mewarnai hari, selalu ia sembunyikan dari anak-anak.

Klise, mungkin kata itu yang akan disematkan padanya, bertahan dalam pernikahan tidak sehat demi anak. Namun tidak semua wanita semudah itu melepaskan diri dari ikatan pernikahan walau tak sejalan. Tawa bahagia keempat buah hati selalu jadi alasan terselip di dada untuk sebuah kata 'bertahan'.

Bryan tersenyum sinis, lihat baru diancam saja Kayla sudah ketakutan, pikirnya. Melihat ketidakberdayaan Kayla, sikap angkuhnya semakin menjadi. Ia tak akan kalah dalam perdebatan, Kayla harus mengalah.

"Cuma satu juta dari sekian banyak uang yang kita punya dan mas menamparku?" Kayla berujar tanya dengan lirih. Kakinya melangkah perlahan menyeret tubuh yang lelah menuju kamar. Ia ingin menyudahi perdebatan dan enggan melihat wajah Bryan saat ini.

"Ya, mas tahu. Tapi satu juta itu juga uang! Buat apa 'sih kirim uang ke orang tuamu, mereka enggak perlu apa-apa. Bukannya hasil dari kebun cukup buat makan? Buat apa dikasih uang lagi? Aku capek kerja, kamu tinggal ngabisin!" omel Bryan seraya mengekori Kayla.

Ia pura-pura tak melihat pedih di mata Kayla. Salahkah mempertahankan hasil kerja keras sendiri? Cari uang tidak segampang membalik telapak tangan, perlu perjuangan, perlu kerja keras siang malam. Seharusnya Kayla sangat paham soal itu.

"Mas! Memang mas Bryan yang bekerja namun dalam setiap rupiah yang dihasilkan, ada hak Kayla sebagai istri. Lagipula, mas juga yang memintaku agar tidak perlu bekerja!" Kayla membanting pintu kamar tepat di depan Bryan yang tengah berdiri di muka pintu.

Bulir-bulir bening mengalir tak tertahan lagi bersamaan sakit hati membuncah. Andai waktu bisa diputar kembali, ia lebih memilih terus bekerja di kantor agar bisa menapkahi orang tua yang hidup pas-pasan di kampung halaman dari uang gaji sendiri. Perjuangannya meraih gelar sarjana terasa sia-sia kala Bryan tak mengijinkannya terus bekerja setelah menikah. Andai ia tahu, sikap Bryan akan seperti ini, mungkin ia akan mengambil langkah berbeda. Tapi siapa yang bisa menduga akan jadi seperti apa jalan hidup ke depan?

"Kenapa, buat ulah lagi istrimu?" Suara Leny—sang ibu mertua—terdengar sayup. Wanita itu selalu ada di setiap pertengkaran mereka, bukan hanya ada tapi dia adalah kompor yang mumpuni membakar persoalan kecil jadi besar, yang besar jadi luar biasa.

"Biasa, Ma. Kirim uang buat bapaknya." Bryan menjawab kesal. Di dalam kamar, Kayla merintih menahan luka. Bila ibu mertuanya muncul, persoalan akan tambah runyam.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sangkar Emas Pernikahan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel KUMPULAN KISAH ROMANTIS
9.1
Antologi ini menyajikan lika-liku cinta masa muda yang penuh emosi. Pembaca akan diajak menyelami kisah pilu batalnya pertunangan akibat pengkhianatan, hingga manisnya romansa siswi SMA dengan ketua OSIS. Konflik makin menarik lewat kisah gadis desa yang memendam rasa pada idola sekolah di kota, serta rumitnya persahabatan beracun dalam geng. Setiap karakter dituntut bersikap dewasa dalam menghadapi badai perasaan demi menemukan solusi terbaik atas masalah asmara mereka.
Sampul Novel Marriage Life
9.1
Kehidupan pernikahan Andara Jeo hancur setelah dikhianati oleh suaminya sendiri, Vante Adinan. Vante, yang dahulu berjanji selalu memprioritaskan Andara, justru melanggar komitmen tersebut demi kembali bersama Dena Adisti. Pengkhianatan ini meremukkan hati Andara yang telah menaruh kepercayaan penuh pada sang suami. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan Vante berpaling dari istrinya? Temukan kisah pilu tentang keretakan rumah tangga dan janji suci yang ternoda di sini.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel My Perfec Husband
9.6
Avril terjebak dalam situasi buntu ketika seorang pria menyodorkan penawaran mutlak yang tak mungkin ia elak. Hanya ada dua pilihan rumit bagi Avril: menyerahkan dirinya seutuhnya atau bersedia dinikahi oleh pria tersebut. Tekanan dari ucapan yang dingin dan penuh kuasa itu membuat Avril didera keraguan mendalam. Apakah ia akan tunduk pada paksaan ini karena terdesak keadaan, ataukah sebenarnya ada keinginan dari dalam lubuk hatinya untuk menerima tawaran itu?
Sampul Novel Pernikahan Paksa
8.3
Demi melindungi keluarganya, Cindy Caroline terpaksa menikahi Brian Adam, seorang miliarder yang sangat dingin dan arogan. Bukannya hidup bahagia bergelimang harta, nasib malang justru menimpa Cindy karena diperlakukan layaknya seorang pembantu di rumah suaminya sendiri. Pernikahan paksa ini menjadi awal dari penderitaan panjang yang menyiksa batinnya. Di tengah kemewahan yang semu, mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi segala tekanan dari sang suami?
Sampul Novel Sebentuk Hati untuk Jingga
7.8
Trauma masa lalu membuat Jingga menutup diri dan memilih melajang, meski harus menghadapi tekanan sosial untuk menikah. Namun, pertahanannya goyah saat ia bertemu Angkasa, pria yang juga memiliki luka serupa. Kini, Jingga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyendiri demi keamanan hatinya, atau berani melangkah bersama Angkasa untuk saling menyembuhkan. Kisah hangat tentang perjuangan berdamai dengan luka dan menemukan cinta sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan