APKDock Logo
Sampul Novel Wanita Incaran Sang Billionaire

Wanita Incaran Sang Billionaire

9.2 / 10.0
Kehidupan Dylan Cassanova, miliarder berumur 27 tahun, selalu bergelimang kemewahan dan dikelilingi banyak wanita. Meski piawai memikat lawan jenis, hatinya tetap tak tersentuh oleh siapa pun. Segalanya berubah saat Serena Tanaya hadir. Serena tidak peduli pada kekayaan melimpah milik Dylan. Wanita ini justru mendambakan ketulusan di balik ambisi besar sang pria. Akankah Serena berhasil meluluhkan dinginnya hati Dylan yang selama ini membentenginya?

Wanita Incaran Sang Billionaire Bab 1

Dylan Cassanova berdiri di depan jendela besar apartemennya yang megah, memandang kota yang tampak begitu kecil dari ketinggian. Lampu-lampu kota berkelap-kelip seperti bintang yang tak pernah padam. Dunia di luar sana berputar tanpa henti, sementara hidupnya terasa terhenti di dalam ruang ini, sepi dan penuh dengan bayang-bayang masa lalu. Keberhasilannya, kekayaannya, segalanya seolah tak berarti apa-apa lagi.

Di luar sana, Dylan adalah sosok yang disanjung-sanjung, pria yang memiliki segalanya. Miliarder muda, wajah tampan yang tak terhitung jumlahnya wanita yang terpesona. Dunia mengenalnya sebagai *Lady-Killer*, seorang pria yang bisa memikat hati siapa saja dengan hanya sekali pandang. Tapi siapa yang benar-benar mengenal Dylan Cassanova? Siapa yang tahu bahwa di balik senyuman itu ada luka yang tidak pernah sembuh?

Dylan meremas gelas kristal yang ada di tangannya. Arak di dalamnya tidak lagi memiliki rasa. Semua hal di dunia ini terasa hambar. Segalanya terasa hampa. Sementara itu, Serena Tanaya, wanita yang masuk ke dalam hidupnya beberapa bulan lalu, telah mengubah segalanya. Serena bukan seperti wanita-wanita lain yang pernah datang dan pergi dalam hidupnya. Serena tidak jatuh pada pesona kekayaannya, tidak terpikat pada kemewahan yang dia tawarkan. Serena melihatnya, bukan sebagai miliarder Dylan Cassanova, tetapi sebagai pria yang rapuh, yang menutupi luka-lukanya dengan tawa dan senyum palsu.

Dylan meneguk araknya dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan kegelisahannya. Beberapa bulan bersama Serena membuatnya merasa seolah-olah ada yang hilang dari hidupnya. Serena selalu ada di sana, dengan tatapan lembutnya yang selalu membuatnya merasa di rumah. Namun, dia tahu, setiap perasaan itu hanya akan membawa kehancuran, karena tidak ada yang bisa bertahan di dunia yang dia bangun. Dunia yang penuh dengan kebohongan, dunia yang hanya memberi tempat untuk kekuasaan, dan bukan untuk perasaan.

Serena adalah sebuah paradoks dalam hidupnya. Dia adalah satu-satunya wanita yang mampu menembus tembok keras yang Dylan bangun di sekeliling hatinya. Tapi apakah itu cukup? Apa dia cukup untuk merubah Dylan? Ataukah semuanya hanya akan berakhir seperti yang lainnya-seperti kisah-kisah sebelumnya yang berakhir dengan kehampaan?

Dylan memutuskan untuk menghubungi Serena malam itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang merasa cemas, seperti ada sesuatu yang akan berubah-sesuatu yang buruk. Dia mengetik pesan singkat di ponselnya, mengirimkan kata-kata yang terasa begitu asing di hatinya. *"Serena, bisa kita bertemu?"*

Tidak ada balasan.

Dylan menunggu. Jam di dinding bergulir begitu lambat. Waktu seolah-olah berhenti, menyiksa dirinya dengan ketidakpastian. Dia tahu dia seharusnya tidak terlalu berharap. Serena bukan seperti wanita-wanita lain yang akan menunggu atau merespons dengan cepat. Serena bukanlah orang yang bisa dengan mudah dipahami. Setiap kali dia berbicara dengan wanita itu, Dylan merasa seperti dia berbicara dengan sebuah misteri yang tak pernah bisa ia pecahkan.

Namun, Serena bukanlah wanita yang akan memberi jawaban begitu saja. Dia bukan tipe wanita yang akan jatuh ke dalam pelukan pria hanya karena pesona atau harta. Ada keteguhan dalam dirinya yang Dylan tak pernah temui pada wanita lainnya. Itulah yang membuat Dylan terpesona-dan itulah yang membuatnya takut.

Akhirnya, ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk. Hatinya berdebar kencang saat melihat nama Serena tertera di layar. *"Aku rasa kita perlu bicara."*

Tanpa berpikir panjang, Dylan segera memutuskan untuk menemui Serena. Dia mengenakan jas hitam, penampilannya rapi, namun dalam hatinya ada perasaan yang sulit dijelaskan. Sesuatu yang berat, sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

Dylan tiba di apartemen Serena, berdiri di depan pintu yang terbuka sedikit, seolah menunggu kedatangannya. Ketika dia melangkah masuk, Serena sudah berdiri di sana, mengenakan gaun malam yang sederhana, rambutnya tergerai lembut. Ada sesuatu yang berbeda dari penampilannya malam itu. Wajahnya tampak tegas, tetapi ada kelelahan yang tak bisa disembunyikan di matanya.

Serena tidak langsung menyapanya. Hanya ada keheningan yang mengisi ruangan, menciptakan jarak yang tak terjamah antara keduanya. Dylan merasa seolah-olah dunia berhenti berputar. Semua yang ada di sekelilingnya tak berarti. Hanya ada Serena-dan perasaan yang semakin mendalam di dalam dirinya.

"Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?" Serena akhirnya berbicara, suaranya terdengar rendah dan berat. "Kenapa kamu terus-menerus bersembunyi di balik topeng itu, Dylan? Aku sudah cukup lama menunggu kamu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Aku sudah cukup lama bersabar, tetapi..."

Dylan terdiam, matanya menatap Serena dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, dia ingin menjelaskan segalanya, tetapi di sisi lain, dia takut bahwa penjelasan itu tidak akan cukup. "Serena, aku... aku tidak tahu bagaimana cara menunjukkan siapa aku. Aku hanya... takut."

"Takut?" Serena tersenyum pahit. "Takut akan apa, Dylan? Takut kalau aku meninggalkanmu? Tapi kamu sudah tahu jawabannya, bukan? Kita hanya berada di dua dunia yang berbeda. Kamu hidup dalam dunia yang penuh dengan harta dan kekuasaan, sementara aku hanya ingin cinta yang sederhana."

Dylan merasa seperti ada batu besar yang menimpa dadanya. "Aku... aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Setiap kali aku merasa aku dekat denganmu, aku justru merasa semakin jauh. Apa yang salah dengan aku, Serena? Apa yang aku lakukan salah?"

Serena menghela napas panjang, berjalan mendekat dengan langkah yang lambat. "Tidak ada yang salah denganmu, Dylan. Tapi kamu tidak pernah tahu apa yang aku butuhkan. Kamu hanya tahu tentang dirimu, tentang hidupmu yang selalu penuh dengan kemewahan, tapi tidak pernah melihatku. Kamu tidak pernah tahu betapa kesepiannya aku saat berada di sisimu. Kamu tidak pernah tahu betapa aku merindukan perhatianmu yang bukan karena apa yang aku bisa beri padamu, tapi hanya karena aku ada."

Dylan merasakan perasaan yang luar biasa hancur. Bagaimana mungkin dia begitu buta? Bagaimana mungkin dia baru menyadari semua ini setelah begitu lama? Dia meraih tangan Serena dengan harapan, meski dia tahu betapa sia-sianya usaha itu.

"Tolong... jangan tinggalkan aku, Serena. Aku akan berubah," suaranya bergetar, hampir tidak terdengar. "Aku akan berusaha lebih baik. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap ada di sisiku."

Serena menatapnya, matanya penuh dengan kesedihan. "Dylan, aku sudah terlalu lama menunggu. Tidak ada perubahan yang bisa membuatku bertahan lebih lama. Aku harus pergi. Kamu tidak bisa merubah siapa kamu hanya karena aku."

Dengan kata-kata itu, Serena berjalan menjauh, meninggalkan Dylan yang merasa terperangkap dalam kehampaan yang dalam. Ketika pintu tertutup di belakang Serena, Dylan merasa bahwa seluruh dunia telah runtuh.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita Incaran Sang Billionaire

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan