APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Gila Itu Ibuku

Wanita Gila Itu Ibuku

Akibat fitnah keji tanpa asal-usul, massa yang ketakutan sepakat menghabisi nyawa seorang wanita yang dicap gila. Namun, aksi brutal tersebut mendadak terhenti berkat intervensi berani dari seorang profesor kedokteran yang cantik. Di hadapan semua orang yang berniat membunuh, sang profesor mengungkap sebuah rahasia besar yang mengejutkan publik. Sosok malang yang selama ini diburu dan dianggap sebagai ancaman berbahaya itu ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

Abigail menatap nanar, ibunya yang dalam posisi tertidur meringkuk dengan kedua tangan menyilang memegang dua bajunya sendiri. Isak tangis lirih nyaris tak terdengar, bahunya bergetar. Yang terdengar hanyalah..

"Apa salahku , tuhan .?. Mengapa aku diperlakukan sehina dan serendah ini .?"

Abigail menelan ludahnya sendiri, dadanya terasa sesak dan sakit melihat ibunya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Dilap air matanya dan ingusnya dengan ujung mantelnya. Setelah merasa tidak ada bekas tangis di wajahnya , mulut mungilnya berucap...

"Ibu..ibu..aku cari ibu..tapi ibu di sini.!"

Perempuan hamil itu terkejut , refleks menoleh ke asal suara..

"Iya ibu di sini, nak.!"

Jawabnya dengan suara parau . Ia berusaha bangkit berdiri walaupun sekujur tubuhnya sakit. Cepat-cepat Abigail berlari mendekati ibunya dan membantu ibunya bangkit berdiri.

"Kok ini lengket-lengket.?. Apa ini , bu .?. Ibu mengompol ya .?"

Pertanyaan polos Abigail membuat ibu itu melihat kedua pahanya sendiri.

"Air ketuban pecah..!"

Desis lirih perempuan hamil itu.

"Ibu mengompol ya, bu.?"

Pertanyaan ulang yang keluar dari mulut Abigail menyadarkan dirinya kalau dia harus cepat ke dokter.

"Abigail tolong bantu ibu ke dokter.!. Sepertinya adik bayimu mau lahir , nak .!"

Pinta ibunya dengan tatapan yang sarat menahan rasa sakit.

"Iya , bu. Kita ke dokter.!"

Ucap Abigail sambil menyambar mantel ibunya yang teronggok di atas lantai kayu.

"Di luar hujan salju, pakailah mantel , bu.!"

Abigail membantu ibunya memakai mantel lalu memeluk pinggang ibunya. Mereka berdua berjalan pelan-pelan keluar dari rumah kayu. Tuhan masih sangat berbaik hati, perlahan-lahan hujan salju mereda namun dinginnya masih terasa sekali. Udara dingin di musim salju ini memberi kekuatan pada perempuan hamil untuk mengurangi rasa sakit di sekujur tubuhnya , rasa perih di vaginanya tapi tidak mengurangi rasa sakit sedikit pun di hatinya.

"Tidak ada mobil lewat, itu ada rumah. Kita kesana saja yuk , bu.!"

Ajak Abigail pada ibunya yang sudah jalan terseok-seok.

"Iya, kita ke rumah itu saja, nak !"

Ibu dan anak itu berjalan menyeberangi jalan yang tertutup salju , menuju sebuah rumah.

*KNOCK.. KNOCK..*

Abigail mengetuk pintu depan rumah. Sepuluh menit kemudian, seorang wanita membuka pintu dan terkejut melihat Abigail dan ibunya.

"Nyonya.. nyonya.. tolong ibuku. !. Adik bayi mau keluar dari dalam perut ibuku.!"

Ucap Abigail dengan tatapan penuh harapan pada nyonya rumah yang berdiri di depan pintu.

"Nyonya , aku mohon tolonglah aku .!. Air ketubanku sudah pecah .!"

Pinta perempuan hamil sembari menyandarkan tubuhnya ke pintu karena sudah tidak kuat berdiri.

"Ayo cepatlah masuk .!"

Ajak nyonya rumah tersebut sembari memeluk ibunya Abigail, membantu masuk ke dalam rumahnya.

"Berbaringlah dulu di sofa ini.! . Aku telpon dokter .!"

Setelah nyonya rumah membantu perempuan hamil itu berbaring di atas sofa ruang tamunya, ia langsung menelpon dokter agar segera datang.

"Tunggulah.! Sebentar lagi dokter Monica kemari .!"

Ujar nyonya rumah dengan gusar.

"Iya, terima kasih."

Sahut Abigail dan ibunya secara bersamaan.

"Siapa nama kalian .?"

Tanya nyonya rumah sembari meletakkan teh hangat dua gelas di atas meja tamu.

"Aku Abigail dan ibuku ini namanya Tatiana, nyonya.!"

Sahut Abigail sambil melihat dua gelas teh di hadapannya.

"Aku Mariana Sancho. Ayo minumlah teh hangat ini .!"

Pelan-pelan Abigail mengulurkan tangannya mengambil segelas teh lalu di sodorkan ke dekat ibunya..

"Ibu minumlah , bu .!"

Ujarnya dengan lirih tapi Tatiana menggeleng sembari menjawab..

"Tidak , nak. Kamu saja yang minum, Abigail anakku .!"

"Ibu harus minum, ada adik bayi di dalam perut ibu .!"

Abigail memaksa ibunya harus minum walaupun dia sendiri haus ingin minum , dengan terpaksa Tatiana ibunya minum. Abigail langsung menghabiskan sisa minum ibunya lalu gelas itu di lap dengan mantelnya dan di letakkan di atas meja.

"Gelasnya sudah bersih , nyonya .!'

"Tak perlu kamu lap gelas dengan mantelmu, Abigail.!. Ayo sekarang , habiskan teh hangat ini .!"

Nyonya Mariano Sancho tertawa dengan lembut sembari menyodorkan teh segelas yang masih utuh.

"Ayo minumlah , Abigail .! Harus sampai habis ya .!"

Abigail menatap wajah nyonya Mariana Sancho yang tampak sangat ramah. Dengan malu-malu gadis kecil mengambil gelas berisi teh hangat dari atas meja dan meminumnya sampai ludes tak tersisa setetes air teh di dasar gelas.

"Mamaa..."

Seorang perempuan cantik mengenakan seragam putih medis , masuk ke dalam rumah .

"Siapa yang sakit , ma .?"

"Ini nyonya Tatiana hendak melahirkan, air ketubannya sudah pecah."

Sahut nyonya Mariana Sancho yang langsung menghampiri dokter cantik itu dan memperkenalkan..

"Kenalkan, dokter Monica Sancho ini menantuku. Dia yang menolongmu melahirkan, nyonya Tatiana.!"

Dokter Monica tersenyum sembari mengangguk..

"Mari nyonya Tatiana ke tempat praktekku sekarang .!. "

Dokter Monica Sancho dan nyonya Mariana Sancho memapah tubuh nyonya Tatiana keluar rumah .

"Abigail , kamu duduk di depan dekat dokter Monica !. Biar aku dan ibumu duduk di belakang.!"

Perintah nyonya Mariano Sancho pada Abigail .

"Aku tidak tahu bagaimana caranya membuka pintu mobil , nyonya Mariana Sancho.?!"

Jawab Abigail dengan polosnya tanpa rasa malu-malu. Dokter Monica Sancho tersenyum ramah dan membuka pintu mobilnya dan berkata...

"Silahkan masuk, gadis cantik .!"

Abigail mendongakkan kepalanya, melihat wajah dokter Monica Sancho dan berkata...

"Terima kasih , dokter."

Abigail masuk ke dalam mobil dan dokter Monica menutup pintu mobil ia sendiri menyusul masuk ke dalam mobil. Abigail memperhatikan dokter Monica Sancho menghidupkan mesin mobil dan mengemudi dengan anggun.

"Kenapa kamu memperhatikanku , gadis cantik .?. Siapa namamu .?"

"Aku Abigail. Aku belum pernah naik mobil . Ini pertama aku naik mobil dan baru tahu ada dokter cantik mengemudi mobil."

Jawaban jujur Abigail membuat dokter Monica Sancho tersenyum sembari mengedipkan matanya..

"Anggap saja ini mobilmu .!. Ok, Abigail .!"

"Ok, dokter Monica Sancho."

Sahut Abigail sembari tersenyum sambil mengangguk dengan sopan. Lima belas menit kemudian , mobil sudah berhenti di halaman rumah sakit. Seorang perawat membantu nyonya Tatiana keluar dari mobil dan berbaring di atas brankar.

"Langsung ke ruang bersalin , dokter Monica Sancho .?"

Tanya perawat tersebut.

"Ya, suster . air ketuban pasien sudah pecah."

Jawab dokter Monica Sancho dengan ramah. Nyonya Mariana Sancho menggandeng tangan Abigail.

"Ibumu mau melahirkan. Kita duduk sini , Abigail .!"

"Baiklah , nyonya Mariana Sancho."

Abigail dan nyonya Mariana Sancho duduk di bangku panjang di depan ruang bersalin. Abigail meremas jari jemarinya sendiri , berharap mampu sedikit saja memberikan ketenangan pada dirinya menunggu kelahiran adik bayi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara
8.2
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik di lobi perusahaan, menuduhku sebagai wanita penggoda yang mengejar kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur. Tak hanya mendapat kekerasan fisik dan fitnah dari orang-orang sekitar, tas edisi terbatas serta segel berharga pemberian ayahku pun dirusak. Mereka meremehkanku dan mengira barang-barang berhargaku palsu, tanpa menyadari identitas asliku serta nilai ganti rugi yang tak akan sanggup mereka bayar seumur hidup.
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Kehancuran melanda Stenly Sebastian Miller setelah Kimberly mengakhiri cinta dua tahun mereka karena rumor kebangkrutan. Bertekad pulih, ia berjanji menemukan sosok yang lebih baik. Saat terluka, Stenly menyelamatkan Seruni dari kejaran Dante yang obsesif. Walau terluka parah demi melindunginya, kejadian itu menumbuhkan rasa tertarik di hati Stenly. Kini, ia dihadapkan pada pilihan: terjebak bayang masa lalu atau meraih bahagia baru bersama Seruni.
Sampul Novel Love Trap
8.2
Kehadiran Melisa di pesta ulang tahun sahabat lamanya berujung petaka. Ia terjebak dalam peristiwa kelam yang menyisakan trauma berat hingga merenggut gairah hidupnya. Siapa sangka, musibah tersebut justru menjadi awal dari perubahan yang tak terduga dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Melisa mulai menyadari bahwa perasaan cinta yang ia miliki perlahan-lahan bertransformasi secara signifikan.
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari memilih menyudahi tiga tahun pernikahan penuh penderitaan bersama sang penguasa sombong, Barra Atmadja, yang kerap merendahkannya. Usai lenyap tanpa kabar, ia kini hadir kembali sebagai dokter sukses yang membesarkan anak kembar genius. Saat banyak lelaki hebat mengagumi sosoknya, Barra justru datang lagi dengan penyesalan besar demi meminta maaf. Sanggupkah Binar memaafkan masa lalu sang mantan suami dan kembali bersatu demi anak-anak mereka?
Sampul Novel SELINGKUH
8.9
Pernikahan Rosa dan Indra selama lima tahun terasa hampa tanpa kehadiran anak. Penderitaan Rosa kian mendalam karena perlakuan kasar dari suaminya tersebut. Saat berada di titik terendah, Bian datang ke dalam hidup Rosa. Pria ini memberikan kehangatan serta rasa nyaman yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Kini, Rosa berada di persimpangan jalan, bimbang memilih antara mempertahankan janji suci pernikahannya atau menyerah pada pesona cinta barunya.