APKDock Logo
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

8.2 / 10.0
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik di lobi perusahaan, menuduhku sebagai wanita penggoda yang mengejar kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur. Tak hanya mendapat kekerasan fisik dan fitnah dari orang-orang sekitar, tas edisi terbatas serta segel berharga pemberian ayahku pun dirusak. Mereka meremehkanku dan mengira barang-barang berhargaku palsu, tanpa menyadari identitas asliku serta nilai ganti rugi yang tak akan sanggup mereka bayar seumur hidup.

Ketika Karma Berbicara Bab 1

Setelah delapan tahun kuliah di Jerman, akhirnya aku berhasil lulus dan siap kembali untuk mengambil alih perusahaan ayah.

Ketika tiba di lantai bawah Cakra Group, aku membuat pembaruan status.

"Kamu memang se spesial itu, baru pulang pun aku langsung menemuimu."

Namun, sesaat setelah sampai di perusahaan, rambutku dijambak oleh seorang perempuan, bahkan aku mendapat tamparan di wajah.

"Dasar wanita penggoda! Saat SMA kamu merayu pacarku, sekarang pacarku sudah jadi wakil presdir, kamu mendekatinya dengan nggak tahu malu!"

"Pukul dia! Aku akan bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu."

Aku digosipkan menggoda Bakti Rahadi, seorang direktur di Cakra Group. Beberapa orang yang lain memandangku dengan sorot dingin, bahkan bicara yang tidak-tidak tentangku.

Tas edisi terbatas tergores dan segel berharga yang diberikan ayah kepadaku dirusak olehnya.

"Dasar wanita mata duitan! Kamu beli barang palsu, aku bisa ganti rugi kalau cuma beberapa ratus ribu saja!"

Namun, dia tidak tahu bahwa semua barang milikku adalah asli.

Dia dan pacarnya yang seorang direktur tidak akan mampu memberikan ganti rugi meskipun mereka bekerja seumur hidup.

"Ayah, jangan khawatir, aku akan langsung menemuimu di kantor setelah turun dari pesawat."

Dua tahun yang aku habiskan untuk belajar meraih gelar master di Jerman adalah lima tahun yang paling tidak terlupakan dalam hidupku. Namun, aku akhirnya lulus dan kembali ke negaraku.

Melihat ke lantai 88 Cakra Group, ini adalah gunung yang dibangun ayah untukku.

Aku mengeluarkan ponsel dan memotretnya. Aku menambahkan lokasi, baru mengirimkannya ke statusku.

"Kamu memang se spesial itu, baru pulang pun aku langsung menemuimu."

Baru masuk ke aula, tiba-tiba aku mendengar ada laki-laki yang memanggilku.

"Lucia."

Aku menoleh, melihat sosok yang cukup familier. Namun, aku tidak ingat siapa orang itu.

"Kamu ...."

Wajahnya dingin dan nada bicaranya tidak menyenangkan.

"Nggak disangka sekarang kamu jadi seperti ini. Kamu datang jauh-jauh ke mari karena ingin menemuiku, tapi kamu malah pura-pura nggak mengenalku."

"Kalau aktingku berlebihan, nanti orang jadi nggak suka."

Setelah mengatakan itu, dia memiringkan kepalanya dan dengan percaya diri menyibakkan poni di dahinya.

Itu adalah gerakan yang familier dan aku langsung ingat siapa dia.

"Bakti?"

Seorang anak laki-laki yang sering menggodaku saat SMA.

Aku tidak ambil pusing dan hanya tersenyum tipis sebagai bentuk kesopanan, lalu bersiap untuk pergi.

Namun, dia malah menggandeng lenganku.

"Kamu tahu kalau aku sekarang sudah kaya, jadi kamu ingin kembali padaku, 'kan?"

Aku sedikit bingung, mencoba melepaskan lengannya yang menggandeng tanganku. Namun, dia menggandengku dengan erat dan menolak untuk melepaskannya.

Sebelum aku sempat memakinya, seorang wanita berambut panjang dan pakaian bagus mendorong pintu dan melangkah masuk.

Dia meneriakkan namaku, "Lucia, dasar wanita penggoda! Menjauh dari pacarku!"

Setelah mengatakan itu, dia mengayunkan tasnya ke wajahku.

Tanganku digandeng oleh Bakti, jadi aku tidak bisa menghindar dan hanya bisa menerima pukulan dari sisi kiri wajahku ini.

"Kamu ngapain, sih?"

Logam pada tas itu mengenai alisku dan hampir melukai mataku.

Entah kenapa aku jadi marah karena dipukul tanpa alasan begini.

Aku menginjak kaki Bakti, melepaskan diri dari pengekangannya dan langsung berteriak marah.

"Kenapa marah-marah nggak jelas begitu? Apa aku mengenal kalian? Yang satu bicara nggak jelas yang satunya lagi suka main tangan!"

Wanita di depanku terlihat lebih marah dariku. Dia berpakaian modis, tetapi wajahnya langsung muram karena tidak bisa berkata-kata.

"Mau pura-pura amnesia? Siapa yang nggak tahu kalau aku sudah beberapa tahun pacaran sama Bakti? Sekarang, kamu bilang nggak kenal denganku? Sekarang, aku akan tunjukkan kegigihanku dalam mempertahankan cintaku."

Dia melambaikan tangannya, membuat komplotan di belakangnya mendekat. "Teman-teman, sudah tiba waktunya untuk mempertahankan cintaku. Aku ingin memberitahu orang ketiga ini bahwa aku, Kinan, nggak sendirian dalam pertarungan ini."

Kinan?

Aku merasa nama ini sedikit familier, seperti nama temanku saat SMA.

Mendengar perintahnya, beberapa perempuan di belakangnya mulai menyingsingkan lengan baju dan mengepalkan tinju mereka.

"Ayo kita bantu Kinan mempertahankan cintanya."

Petugas keamanan dan karyawan yang ingin meredakan situasi pun menghentikan langkah mereka. Mereka berbisik, menatapku dengan sorot meremehkan.

"Cantik, sih, tapi dia wanita simpanan."

"Kamu nggak tahu saja, wanita yang berpenampilan cantik seperti inilah yang menghancurkan hubungan orang lain."

"Bikin malu orang tuanya saja!"

"Cepat rekam! Wajah wanita nggak tahu malu sepertinya harus disebarkan di media sosial biar tabiatnya terungkap. Dengan begitu, dia nggak akan bisa mengangkat kepalanya lagi dengan berani."

Perlahan, mereka mulai mengeluarkan ponsel dan merekam wajahku secara langsung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ketika Karma Berbicara

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan