APKDock Logo
Sampul Novel Wanita Buangan Milyarder

Wanita Buangan Milyarder

8.3 / 10.0
Bening menjadi korban salah sasaran dari dendam Kevin, hingga sebuah rahasia besar memaksanya pergi untuk memulihkan diri. Walau sempat merasakan cinta baru bersama bosnya, takdir terus menguji hubungan mereka dengan rintangan yang menyakitkan. Di tengah perjuangan tersebut, masa lalu kembali mengusik hidupnya. Kevin yang didera penyesalan akhirnya mengakui kesalahannya, membuat Bening dilematis antara memperjuangkan bahagia atau mundur demi mengakhiri luka.

Wanita Buangan Milyarder Bab 1

"Aku hamil, Kak."

Pria yang tengah meneguk minumannya itu seketika tersedak. Penuturan Bening membuat Kevin seperti disambar petir di siang bolong. Harusnya dia tak terkejut karena memang inilah yang Kevin harapkan, ia hanya tak menyangka rencananya akan berhasil dalam waktu secepat ini.

Hanya tiga kali saja mereka berhubungan badan, itu pun setelah Kevin melewati berbagai macam usaha demi bisa membuat Bening takluk dalam pelukannya. Sekarang, apa yang Kevin impikan pada akhirnya terwujud.

"Hamil? Kamu yakin?" Ekspresi wajah terkejut lelaki itu terlihat begitu alami tanpa Bening ketahui bahwasanya Kevin sedang berakting.

Bening mengangguk, ia lantas mengeluarkan sebuah benda yang sejak tadi ia simpan di dalam tas yang ada di pangkuannya.

"Aku mulai merasakan ada yang aneh dalam diriku sejak sebulan yang lalu. Dua minggu setelah kita melakukannya untuk yang terakhir kalinya sebelum Kakak pergi ke Jepang untuk melakukan perjalanan bisnis," ucap Bening menerangkan.

Kevin meraih benda yang diulurkan Bening, dua garis merah terlihat jelas pada alat kehamilan itu. Sudut bibirnya membentuk seringai licik yang amat samar. Betapa hanya Tuhan dan dirinya saja yang tahu kebahagiaan yang tengah ia rasakan saat ini.

"Bagaimana Kak, apa yang harus aku lakukan? Jangan diam saja."

Ucapan Bening yang terdengar mendesak memutus lamunan Kevin.

"Hm, baiklah. Besok kita pergi ke dokter untuk memastikan."

"Kenapa nggak sekarang saja, Kak? Kenapa harus nunggu besok?"

"Aku sibuk hari ini, tolong mengertilah. Aku akan mengantarmu ke dokter tapi tidak hari ini. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan," dalih Kevin.

"Tapi kamu akan tanggung jawab kan, Kak? Sejak awal kan sudah aku bilang kalau aku nggak mau melakukan hubungan badan sebelum kita resmi menikah, tapi kamu selalu memaksa."

'Ya, aku ingat betapa repot dan banyaknya waktuku terbuang hanya demi meyakinkan dirimu untuk menyerahkan tubuhmu padaku dan aku bersyukur semua berjalan sesuai rencana.' Kevin membatin. Ia sungguh sangat menikmati wajah cemas Bening yang ketakutan jika dirinya tidak akan mau bertanggungjawab.

"Tentu saja aku akan bertanggungjawab dan kita akan segera menikah. Tunggu waktu yang tepat, aku akan membawa orang tuaku untuk datang menemui orang tuamu."

"Janji?" Bening menggenggam tangan lelaki itu.

"Iya."

"Jangan menunggu sampai perutku besar, Kak. Aku malu. Aku bahkan nggak tahu sudah berapa bulan usia kandunganku." Bening bisa sedikit bernapas lega setelah mendengar perkataan Kevin, pria itu berjanji akan menikahinya.

Sejak awal Bening tak mau menjalin hubungan yang tidak sehat, tetapi Kevin terus merayu dan memintanya untuk melakukan hubungan yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Kevin terus berusaha meyakinkan Bening kalau mereka akan segera menikah tak lama usai Bening menyerahkan mahkotanya. Sebesar itu Bening menaruh kepercayaan pada Kevin karena hubungan baik antara kakaknya dengan Kevin yang telah terjalin sejak lama.

Namun, terakhir kali melakukan hal itu di apartemen Kevin. Lelaki itu berpamitan untuk pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dan berhasil mengelak atas tuntutan Bening untuk menikahinya. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah hampir sebulan lebih lamanya mereka menjalin hubungan jarak jauh.

"Kamu tenang saja." Kevin mengusap puncak kepala Bening penuh kelembutan. "Jangan terlalu banyak berpikir, biar semua menjadi urusanku. Kamu cukup diam dan tunggu saja. Kita pasti menikah," ucapnya berusaha meyakinkan Bening. Direngkuhnya tubuh gadis itu lalu senyuman licik tercetak jelas di bibirnya.

Kevin merasa hari ini terasa jauh lebih indah dibandingkan hari-hari sebelumnya, padahal di luar hujan deras sedang mengguyur bumi tanpa henti.

"Kenapa Kakak menangis?" Bening melepaskan diri dari dekapan Kevin saat ia merasakan keningnya basah terkena titik air yang menetes dari sudut mata Kevin.

"Nggak apa-apa. Ini air mata kebahagiaan." Kalimat yang mewakili isi hati lelaki itu yang tentu saja berbeda makna bagi Bening.

Ada hal yang jauh lebih membahagiakan lagi ketimbang mengetahui kabar kehamilan Bening. Kevin sungguh ingin meluapkan ledakan kegembiraan yang membuncah di dadanya, tapi ia menyadari bukan saat yang tepat baginya untuk menunjukkan pada Bening.

"Pulanglah. Maaf tidak bisa mengantarmu karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."

Bening mengangguk patuh. Dia bangkit dari kursinya kemudian mereka sempat berpelukan untuk sesaat sebelum berpisah.

"Ingatlah untuk selalu berhati-hati karena sekarang ada nyawa yang bergantung padamu." Kevin berpesan.

"Kakak tenang saja. Lakukan apa yang menjadi tugas Kakak dan aku akan melakukan apa yang menjadi bagianku."

Kevin melambaikan tangannya melepas kepergian Bening. Senyuman yang sejak tadi terus tersemat di bibirnya perlahan memudar.

Tak ada yang kurang dari gadis itu. Bening memiliki kepribadian yang baik. Wajah dan bentuk tubuh yang bagus menjadi daya tarik tersendiri bagi gadis sembilan belas tahun itu. Sikap dewasanya jauh melebihi usianya yang sebenarnya meski Bening masihlah gadis yang polos. Ada banyak pria yang rela mengantre demi menjadi kekasihnya, akan tetapi kesemuanya Bening tolak dengan dalih ingin fokus pada pendidikannya.

Tak pernah sedikit pun terbersit di benak Bening untuk menikah muda, sampai akhirnya kehadiran Kevin mampu meruntuhkan pertahanannya. Lelaki yang Bening ketahui telah menjalin persahabatan sangat lama dengan sang kakak, Kevin selalu mengejarnya.

Perhatian juga kasih sayang dan cara Kevin memperlakukan Bening berhasil menumbuhkan benih cinta di hati gadis itu. Kevin bahkan telah mendapatkan restu saat dia terang-terangan menyampaikan niatnya pada keluarga Bening bahwa dia ingin menjadikan Bening sebagai pasangan hidupnya. Hal itu yang membuat Bening yakin untuk menerima Kevin menjadi kekasihnya, kemudian menjalani hubungan yang pada akhirnya menumbuhkan kehidupan baru di dalam rahimnya.

Kevin melepas alas kakinya sambil menekan tombol di dinding yang membuat suasana ruangan menjadi terang seketika. Gerimis masih mengguyur, petir sesekali terdengar menggelegar saling bersahutan. Dengan langkah gontai ia mengambil air minum dalam lemari pendingin lalu membanting bobotnya di sofa.

Bayangan ketika Bening menangis setelah ia berhasil mengambil mahkota gadis itu, kini menari dalam ingatan. Wajah cantik nan polos tanpa dosa, tapi Kevin memberinya noda. Dosa termanis, itu yang terlintas dalam benak Kevin. Ia yang semula menjaga keperjakaannya hanya untuk wanita yang dicintainya saja, pada akhirnya harus dia berikan pada Bening. Kevin yang paling memaksa dalam hubungan itu, tapi sejujurnya baik Bening maupun dirinya sama-sama terpaksa ketika melakukan hal itu untuk yang pertama kalinya.

"Kelewat polos," gumam pria itu menyerupai bisikan.

Getaran halus yang bersumber dari kantong pakaiannya berhasil menyita kesadaran Kevin usai pria itu larut dalam lamunan panjangnya. Diraihnya benda tipis itu dan segera menggeser lencana gagang telepon berwarna hijau.

"Ya?" Jeda sejenak sebelum Kevin kembali menyuara. "Aku berhasil menjalankan misiku, tinggal melakukan rencana yang tersisa." Menyandarkan tubuh hingga punggungnya membentur badan sofa kemudian memejamkan mata sembari memijit pangkal hidungnya.

"Tenang saja, tidak ada yang perlu dicemaskan. Semuanya akan berjalan sesuai rencana, aku berani jamin. Tentu saja aku akan berhati-hati. Waktunya untuk kita memulai permainan yang sebenarnya."

Kevin menurunkan benda pipih itu dari daun telinganya. Dia yang sempat akan menaruh benda itu di meja mengurungkan niat saat melihat nama Bening berkedip di layar. Kevin menekan tombol menonaktifkan gawainya dan memilih pergi ke kamar mandi untuk berendam air hangat.

"Kamu akan menjadi pionku, Bening. Kita akan bersenang-senang setelah ini," lirihnya dengan wajah penuh seringai yang menakutkan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wanita Buangan Milyarder

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Hubungan cinta Delia, seorang mahasiswi biasa, dengan putra mahkota konglomerat bernama Arkan hancur seketika. Kehadiran tunangan Arkan yang mempermalukan Delia di depan umum, serta kebungkaman pria itu, menorehkan luka hebat. Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi di tempat kerja baru Delia, di mana Arkan menjabat sebagai CEO. Kini, Delia dihadapkan pada pilihan sulit: pergi menjauh, bertahan bekerja, atau membalas kepedihan masa lalunya.
Sampul Novel Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku
9.1
Saat Xander Harris mengantarku ke asrama kampus di hari pertama, teman sekamarku langsung bersikap sinis. Dia menuduhku memakai barang mewah palsu dan menyindirku sebagai perempuan matre yang hidup dari belas kasihan pria tua kaya. Dia tidak tahu bahwa sosok yang dia bicarakan adalah ayah kandungku sendiri. Ironisnya, Xander, pria yang sangat ingin kunikahi dan dianggapnya dewasa itu, sebenarnya hanyalah putra dari sopir pribadi ayahku.
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Sampul Novel MEMBALAS HINAAN BAPAK
9.6
Sumi kerap direndahkan ayahnya sendiri karena belum mendapat pekerjaan meski berpendidikan tinggi. Di tengah rasa sakit akibat dibanding-bandingkan dengan sang adik yang mapan, nasibnya berubah setelah bertemu pengusaha otomotif sukses, Hiraka Yamada. Namun, di saat puncak keberhasilan mulai diraih, Sumi harus kehilangan Zaki. Sahabatnya itu pergi membawa cinta yang tak pernah terungkap. Kini, ia bimbang apakah kesuksesan ini bermakna saat hatinya terasa hampa tanpa Zaki.
Sampul Novel Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!
8.2
Tujuh tahun menjalin hubungan dengan seorang CEO, rencana pernikahan wanita ini harus kandas sebanyak 99 kali. Sang kekasih selalu pergi demi menolong asisten perempuannya, meninggalkan dirinya menanggung malu sendirian di kantor catatan sipil. Lelah menjadi prioritas kedua, dia akhirnya menyerah dan memilih pergi dari Kota Niros. Namun, kepergiannya justru memicu obsesi sang CEO untuk mencarinya tanpa lelah selama lima tahun berikutnya.
Sampul Novel ULANG TAHUN IBU MERTUA
8.1
Madina kerap direndahkan Tuti, mertuanya, karena berasal dari keluarga biasa. Saat Tuti berulang tahun, Madina bahkan diperlakukan bak pelayan. Situasi kian pelik akibat rencana keluarga Alka yang berniat menjodohkannya dengan Ratna demi harta. Setelah difitnah dengan kejam, Madina dan Alka akhirnya berpisah. Di tengah kesendiriannya, Madina bangkit dan sukses menjadi penulis novel ternama. Akankah kesuksesan ini menyatukan mereka kembali, atau jalan berbeda yang akan mereka pilih?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan