APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel VELIN SEAN

VELIN SEAN

Kehidupan Velin, seorang penjual bunga, berubah drastis menjadi mimpi buruk setelah bertemu kembali dengan Sean di acara reuni SMA. Sean yang sempat menghilang selama lima tahun kini kembali dengan obsesi gelap yang sangat berbahaya. Ia mengklaim Velin secara sepihak, memicu ancaman nyata bagi keselamatan wanita itu. Bagi Sean, obsesi ekstrem ini adalah cinta, tetapi bagi Velin, pria itu merupakan petaka yang siap menghancurkan hidup dan nyawanya jika ia menolak untuk dimiliki.
Bab
Bagikan

Bab 1

Velin menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah kafe yang terletak sedikit terpojok karena terimpit dua bangunan tinggi. Hotel yang tingginya melebihi batas penglihatan seorang Velin, dan sebuah bangunan yang masih belum terlihat siap ditempati. Velin menarik napas mencoba menangkan diri karena terlalu gugup. Ia yakin, di dalam sana teman-teman seangkatan dengannya telah berkumpul dan mungkin bercerita tentang kesuksesan masing-masing setelah 5 tahun tidak bersua.

Jujur saja, Velin ragu untuk memasuki kafe yang

terlihat sepi itu. Ia ragu jika di dalam sana akan menjadi seseorang yang terasingkan karena hidupnya tidak memiliki perubahan selama 5 tahun. Dan juga ragu untuk bertemu dengan orang-orang yang dihindari semasa SMA dulu.

Semua mengacaukan otaknya yang terlalu kecil dan pas-pasan untuk berpikir. Seandainya saja otaknya itu bisa lebih genius, mungkin ia akan bekerja di sebuah perusahaan ternama, bukan menjadi pengantar bunga.

Apa lagi yang bisa dilakukan perempuan yang cuma tamat SMA? Pekerjaan di kota besar tidak menjamin sama sekali. Bahkan yang sudah memiliki ijazah sarjana saja bisa berakhir menjadi pengangguran. Lalu, bagaimana dengan dirinya yang hanya tamat SMA?

"Tidak berniat masuk?"

Velin menatap seorang perempuan yang berdiri tepat di sampingnya. Velin menarik napas sedikit kasar. Entah berapa lama ia melamun hingga tidak menyadari jika ada orang lain selain dirinya berdiri di depan kafe.

"Jika ragu, ayo pergi saja dari sini."

Velin mengernyitkan keningnya bingung. Perempuan cantik bak model itu mungkin sedang menyindirnya secara halus saat ini.

"Ada apa dengan wajahmu itu? Hah, aku juga ragu untuk masuk ke dalam sana. Kenangan saat masih SMA berputar terus di depan mataku."

Kalimat itu semakin membuat Velin berpikir lebih ekstra dari biasanya, dan karena otaknya tidak bisa bekerja lebih, maka ia tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan yang melayang tidak karuan di otaknya.

"Maaf, kamu siapa?" Entah keberanian apa yang mendera Velin hingga ia mampu mengeluarkan suara dari bibirnya yang sejak tadi terbungkam.

"Kamu tidak mengenalku?" Ada kekecewaan dari pertanyaan balik yang diucapkan sang lawan bicara.

Velin menggelengkan kepalanya.

"Natasya. Si cupu yang selalu memakai kacamata tebal. Berjerawat dan kutu buku."

Velin membungkam mulutnya. Natasya? Dia tidak percaya apa yang ia lihat. 5 tahun tanpa mendengar kabar dari masing-masing teman semasa SMA dulu membuat begitu banyak perubahan, salah satunya Natasya. Bagaimana bisa siswi yang dikenal nerd semasa SMA, berubah menjadi perempuan cantik bahkan layak untuk menjadi model.

Wajah itu begitu mulus tanpa ada bekas jerawat di sana. Bahkan terlalu sempurna untuk disebut sebagai manusia. Mungkin, lebih tepatnya saat ini Natasya seperti bidadari yang setiap wajahnya terpahat sempurna.

"Apa kamu melakukan operasi?" Velin memukul kepalanya karena pertanyaan bodohnya itu.

Natasya tersenyum menanggapi pertanyaan Velin. "Ya, kamu benar. Aku melakukan banyak perubahan di tubuhku. Aku tidak ingin menjadi bahan kejahilan lagi."

Lagi-lagi Velin mengangguk seperti orang bodoh. "Pantas saja, itu terlihat sangat sempurna." Velin menunjuk pada wajah Natasya. "Maaf," tambahnya lagi. Ia takut jika Natasya tersinggung dengan kalimat konyolnya.

"Tidak masalah. By the way, mau masuk atau cabut?"

Velin menatap Natasya dengan senyum percaya dirinya. "Kita sudah di sini bukan? Kenapa menyia-nyiakan waktu begitu saja."

"Kamu yakin?" Natasya bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri.

"Ya. Setidaknya kita bisa membanggakan diri di dalam sana, meskipun harus menahan malu karena tidak mampu melakukan apa pun lebih dari yang sekarang ini."

Natasya mengangguk.

"Kamu benar."

Natasya berjalan dengan gontai dan disusul oleh Velin dari belakang. Bohong jika seorang Velin tidak gugup sama sekali, tetapi setidaknya, ia masih punya teman yang memiliki pemikiran seperti dirinya. Ya, Natasya tidak jauh beda darinya. Ragu karena beberapa alasan tertentu.

"Ah, lihat siapa yang datang!" Teriakan menggema dan itu datang dari lelaki yang memakai pakaian terlalu mencolok.

Velin bahkan hampir tertawa kencang saat menyaksikan penampilannya. Kemeja warna kuning dan dilapisi dengan jas berwarna hijau kotak-kotak. Dasi yang warna terlalu bertolak belakang. Bagaimana bisa dasi warna merah menjadi pelengkap kemeja warna kuning? Terlalu lebay.

"Maaf, kami sedikit terlambat." Natasya membungkuk memberi hormat sebelum duduk di tempat kosong, kemudian disusul oleh Velin.

"Wah, si ratu plastik ternyata." Kalimat menyakitkan itu keluar dari bibir seorang Tania. Velin ingat jelas wajah yang selalu terpoles bedak tebal itu. Apa bedanya operasi plastik dengan tambal bedak berlapis-lapis?

Velin melirik Natasya yang tersenyum ramah. Perempuan itu terlalu santai menanggapi hinaan kasar yang diutarakan oleh Tania.

"Terima kasih sudah menyambutku."

Keraguan inilah yang ternyata dialami oleh Natasya. Velin tidak yakin apakah ia bisa setenang Natasya jika nantinya mereka semua melempar pertanyaan-pertanyaan aneh.

"Ngomong-ngomong, apa kamu itu ... Velin?" Tania beralih kepada Velin.

Velin menelan ludahnya. Ia yakin kini gilirannya yang akan menjadi sasaran hinaan dari teman-teman seangkatan dirinya.

"Kamu tidak jauh beda dari dulu ya. Selalu terlihat menyedihkan."

Natasya memegang tangan Velin yang terletak di bawah meja. Menyalurkan kekuatan untuk bertahan dalam keadaan yang tampak kacau.

"Apa pekerjaanmu?" Velin mengalihkan atensinya kepada lelaki yang terlalu norak dalam berpakaian.

"Aku?" Velin menunjuk dirinya. "Aku, ah ... hanya pengantar bunga."

"Benar-benar menyedihkan?" Tania kembali mengucapkan kata-kata menyakitkan. "Kamu terlalu menderita."

"Siapa bilang kalau pengantar bunga itu menderita?"

Semua mata menatap ke arah pintu di mana seorang lelaki tampan berjalan ke arah mereka.

"Arga!" Tania selalu menjadi yang pertama menyadari siapa yang datang meskipun tidak bertemu sangat lama.

"Kapan balik dari Paris?" Tania menggeserkan kursi agar Arga duduk di sampingnya.

Velin menunduk menyadari jika Arga, lelaki yang ia hindari selama bertahun-tahun itu duduk di depannya.

"Seminggu yang lalu. Bagaimana kamu bisa tahu?" Arga tersenyum manis kepada Tania.

Tania terlihat sedikit malu. Wajah itu memerah. "Aku mengikuti akun Instagram-mu."

Natasya hampir memuntahkan minumannya saat nada suara Tania terdengar manja dan terkesan dibuat-buat menjadi seksi.

"Oh, begitu rupanya." Arga masih setia dengan senyumnya namun matanya bukan menatap Tania melain menatap Velin dengan penuh binar. "Hai, lama tidak bertemu."

Velin mengangkat wajahnya saat jemari-jemari mengacak rambutnya.

Matanya membulat sempurna. Mata Onix milik Arga begitu penuh binar membuat jantung Velin berdetak lebih cepat berkali lipat dari biasanya.

"Aku merindukanmu."

Bukan hanya Velin yang terkejut. Tania, Natasya dan yang lain yang turut bergabung dalam acara reuni dadakan itu terkejut bukan main. Bagaimana bisa seorang lelaki yang dulunya menolak Velin, tiba-tiba merindukan sosok itu?

"Kamu tidak merindukanku?"

Velin masih mematung dengan detak jantung yang masih sama.

"Aku menginginkanmu menjadi kekasihku."

What the hell?

Rasanya Velin ingin membentur kepalanya ke dinding untuk menyadarkan dirinya dari mimpi yang terlalu tiba-tiba itu.

"Tidak semudah itu. Lo harus melangkahi mayat gue dulu jika lo mau jadi pacar Velin."

Keterkejutan di kafe itu semakin menjadi saat kehadiran lelaki lain yang entah datang dari mana ikut bergabung.

"Lo tahu 'kan, gue juga suka sama cewek aneh ini."

Velin menatap wajah lelaki yang memegang tangannya dengan sempurna. Velin sangat tahu betul siapa lelaki yang menyebutnya aneh itu.

"Sean?"

Dan hanya senyum tipis yang terukir di bibir tebal nan seksi milik lelaki bernama Sean itu.

"Selamat datang di neraka." Bisikan itu terlalu pelan, layaknya desiran angin yang lewat begitu saja. Sean kembali, dan Velin akan kembali hidup dalam neraka yang dibuat oleh Sean sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brondong Toxic
9.1
Pasca bercerai dari Pras, Arum yang berstatus janda tanpa anak memilih berpacaran diam-diam dengan pria yang lebih muda bernama Viki. Langkah ini ia ambil demi mencegah isu miring di tempat kerjanya yang menuding kekasih barunya itu sebagai dalang keretakan rumah tangganya dahulu. Sialnya, hubungan rahasia tersebut justru berjalan toksik. Di balik sosoknya, Viki rupanya sangat boros, emosional, tega bermain fisik, bahkan berkhianat dua kali. Mampukah Arum lepas dari jerat asmara buruk ini?
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, eks-militer yang kabur dari penjara akibat fitnah keji, kini menjadi buronan Interpol demi melacak adik angkatnya. Di tengah pelarian, ia terpaksa bertahan hidup sebagai pembunuh bayaran berdarah dingin. Kehidupannya mulai berubah saat ia jatuh hati pada Rheyna. Namun, dilema besar menghantam Sammy ketika ia mendapati bahwa target eliminasi berikutnya merupakan sosok penting yang sangat dekat dengan wanita yang dicintainya tersebut.
Sampul Novel Cinta Dibalik Dusta
7.8
Nia sangat terpukul saat menyadari pernikahan yang ia jalani selama delapan tahun dengan Arvan dipenuhi kebohongan. Statusnya ternyata hanyalah istri kedua. Di tengah niatnya untuk menuntut cerai, sebuah rahasia besar terungkap. Ayu, istri pertama Arvan, rupanya telah mengkhianati pernikahan mereka terlebih dahulu dan melahirkan anak dari lelaki lain. Kenyataan ini membuat Nia bimbang. Ia kini dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap pergi atau bertahan demi Arvan.
Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Demi kesembuhan ibunya dan membantu sang ayah, Havva, gadis belia asal desa di Ankara, terpaksa menerima pinangan Irlan. Miliarder tersebut terpikat pesona polos Havva saat menginap di tempat kerja ayah Havva. Namun, pernikahan ini justru membawa duka. Havva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Irlan telah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis, terus menyiksa batin Havva dengan intimidasi kejam. Sanggupkah gadis lugu ini bertahan?
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Demi melunasi utang sang ayah, Jasmine Mariana terpaksa menikahi Kevin Prakarsa, seorang CEO dingin yang tidak memiliki kehangatan. Alih-alih menjadi solusi, pernikahan ini justru menyeret Jasmine ke dalam badai masalah baru. Ia tidak hanya harus menghadapi dinginnya sikap sang suami, tetapi juga gangguan dari mantan istri Kevin serta berbagai konflik tak terduga. Perjuangan berat Jasmine baru saja dimulai. Sanggupkah ia bertahan dalam ikatan pernikahan tanpa cinta ini?
Sampul Novel Surat Cinta Tanpa Nama
9.1
Setelah hubungannya dengan Niko berakhir, Leta mendapati sebuah surat misterius tanpa nama di bawah mejanya. Di zaman serbadigital ini, cara berkirim pesan yang kuno tersebut terasa janggal baginya. Namun, kiriman surat harian yang terus datang membuat Leta kian penasaran. Tanpa diduga, untaian kata dari sang pengirim anonim itu justru membawa dampak positif dan mengubah hidupnya. Kini, Leta bertekad kuat mengungkap siapa sebenarnya sosok misterius yang telah menyentuh hatinya.