
Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
Bab 3
Tampaknya, Simon akan segera mempunyai beberapa adik.
Mulutku pun merekah dengan senyum sinis.
Begitu Damian bangun, dia langsung ke luar negeri untuk urusan kantor. Sebelum berangkat, dia hanya mengirimkan pesan singkat padaku.
[Tenang saja. Aku akan bertanggung jawab. Tunggu aku pulang.]
Aku tidak terlalu memikirkannya. Sekalipun bentuk tanggung jawabnya hanya dengan memberiku sejumlah uang, ketika hasil tes kehamilanku sudah keluar, dia pasti akan menikahiku.
Hanya saja, aku tidak menyangka ini semua akan menjadi sangat sulit. Semua orang sudah melihat ketika aku keluar dari ruang belajar dengan baju yang tidak karuan.
Awalnya mereka mengira aku bersama dengan Simon. Akan tetapi, keesokan harinya, Simon langsung mengumumkan bahwa Yelena akan menjadi istrinya dan menyuruh semua pelayannya untuk mempersiapkan segalanya.
“Kalau begitu, Dokter Sanjaya tidur dengan siapa hari itu?”
Semua orang mempertanyakan hal yang sama.
“Siapa lagi? Pasti dengan pria sembarangan. Di keluarga Hartono, semua pelayan dilarang berpacaran. Dia sudah membuat kesalahan besar.”
“Siapa sangka? Biasanya dia terlihat sangat baik, aku tidak menyangka dia begitu bernafsu.”
Meskipun Pak Lana melihatku masuk ke ruang belajar, dia tidak berani berkata apa pun tanpa perintah dari Damian. Mendengar semua pergunjingan itu, raut wajah Simon menjadi makin muram. Sedangkan, untuk menyenangkan hati Yelena, semua orang di keluarga Hartono memperlakukanku dengan semena-mena.
Pakaianku sering kali ditemukan di lantai tanpa sebab dengan banyak bekas injakan berlumpur. Bahkan di air yang kuminum juga terkadang terdapat sesuatu menjijikkan yang tidak sepantasnya ada.
“Dokter Sanjaya, pakaianmu jatuh lagi.”
Yelena memeluk termos dan berkata dengan nada dibuat-buat, “Para pelayan itu sungguh keterlaluan.”
Aku melirik dan melihat senyum puas di wajahnya, lalu aku membungkuk mengambil pakaianku dan pergi tanpa berkata apa pun. Rumor yang tersebar makin liar. Ada yang bilang aku tidak bermoral sejak masuk ke dalam Keluarga Hartono, ada pula yang bilang aku sering menggoda pelayan pria yang lain. Bahkan mereka juga melebih-lebihkan tentang warna pakaian dalam yang kupakai setiap harinya untuk bekerja.
“Aku dengar, kemarin malam Dokter Sanjaya kembali kencan diam-diam dengan tukang kebun kita.”
“Iya. Aku lihat sendiri dia keluar dari sudut taman dengan pakaian yang berantakan.”
Aku membungkam mulutku dan menahan semua penghinaan itu. Semua rumor itu ditujukan agar aku bisa diusir dari sini.
Ketika sedang mencari Pak Lana untuk mengklarifikasi semuanya, aku bertemu dengan Simon. Dia menggenggam tanganku dan langsung menarikku ke gudang.
“Apa kamu begitu suka menggoda pria?” Dia menatapku dengan dingin dan penuh hinaan.
Aku berusaha melepaskan diri darinya, tapi kekuatannya sungguh mengejutkan.
“Tuan Muda Simon, kamu boleh saja percaya dengan rumor, apa sekarang kamu mau memaksaku?” tanyaku dengan dingin.
Genggaman tangannya menjadi makin kencang. “Apa menurutmu, wanita murahan sepertimu pantas bicara begitu?”
Aku menatapnya lurus tanpa bicara. Setelah beberapa saat, dia berkata terus terang, “Aku tahu kamu menyukaiku. Kalau kamu mau menurut, aku bisa menjadikanmu simpanan.”
Aku merasa mual melihat sosoknya yang sok baik.
“Aku tidak mau.”
PLAK!
Tamparannya mendarat di wajahku.
“Apa pria simpananmu lebih baik dariku? Anita, kamu benar-benar sedang menguji kesabaranku. Kamu hanya perlu putus dengannya,” ucap Simon.
Aku yang ditampar, merasakan darah mengalir di sudut bibirku. Tatapan matanya terhenti sejenak di wajahku. Sekilas terlihat rasa sakit hati di matanya. Lalu dia berkata dengan lebih lembut, “Jangan keras kepala. Kamu bisa mendapatkan semua yang dimiliki Yelena, kecuali status resmi.”
Aku tersenyum dingin. “Aku sudah bilang, aku tidak mau.”
Anda Mungkin Juga Suka





