APKDock Logo
Sampul Novel Pelakor's Hunter

Pelakor's Hunter

8.2 / 10.0
Kematian tragis Siska akibat racun pelumpuh saraf menyisakan pesan misterius dari sosok bertopeng berjuluk Malaikat Maut Pelakor. Teror pun berlanjut dengan target para wanita perebut suami. Ranti, seorang istri yang tersakiti oleh perselingkuhan, dituduh sebagai pelaku utama setelah bukti kuat ditemukan di kediamannya. Apakah rasa sakit hati telah mengubah Ranti menjadi pembunuh berdarah dingin, atau justru ada dalang lain yang bergerak dalam bayang-bayang dendam ini?

Pelakor's Hunter Bab 1

Dengan mata membara, Ranti menatap nyalang pada beberapa lembar foto yang ada di tangannya.

Ada sepuluh lembar foto wanita yang telah diberi nomor dan nama.

Sebenarnya foto-foto itu telah ada di tangannya sejak Yuda-suaminya-masih  ada di sisinya. Ranti mendapatkannya dengan menyewa seseorang dan menyelidiki suaminya yang mulai berubah kasar saat putri mereka berusia satu tahun.

Selain itu, ada Intan sahabatnya yang menjadi istri dari Bos suaminya.

"Foto-foto siapa, Kak?"

Tiba-tiba, Narendra, adiknya telah berdiri di belakangnya.

"Oh! Ini ... ini foto ...,"

Belum sempat Ranti menyelesaikan ucapannya, Narendra telah merebutnya dari tangan Ranti.

"Hmmm! Ini pasti foto-foto perempuan penggoda Mas Yuda, kan! Dan ini_?" Narendra memperhatikan dengan seksama.

"Ya! Khusus nomer dua itu, foto sekretaris kantornya. Intan sengaja menyisipkannya karena berselingkuh dengan Gunawan," terang Ranti.

Narendra menggeleng,"Maksudku, nomer sepuluh ini!" Mata pemuda tanggung itu lekat menatap dengan pandangan tajam ke arah foto seorang wanita paruh baya.

"Itu ... itu foto istri baru ayah," jawab Ranti tersendat.

Narendra tersenyum sinis, matanya berkilat penuh dendam.

"Aku membenci wanita-wanita yang merusak kebahagiaan rumah tangga kita. Apalagi, karena kehadiran mereka Mas Yuda dan Ayah jadi berlaku kasar," gumam Ranti.

"Apa yang akan Kakak lakukan dengan foto-foto itu?" tanyanya sejurus kemudian, berusaha menelan salivanya yang terasa pahit.

"Belum terpikirkan, tapi aku pasti akan membuat perhitungan pada perempuan-perempuan s*alan itu!" Ucapan Ranti terdengar dalam dan penuh dendam.

Narendra menunduk dalam diam, rahangnya mengeras. Dia mengepalkan tangannya, menahan perasaan. Matanya terfokus pada foto-foto di tangannya.

"Kak, nomer sembilan, itu_," Narendra menatap tajam sosok wanita cantik dalam foto tersebut. Di bawah foto tersemat nama Nadia.

"Ya, itu istri baru Mas Yuda," jawab Ranti dalam.

"Kita lihat! Apa yang bisa Kakakmu ini lakukan pada mereka!" Ranti mengambil kembali foto-foto itu dari tangan Adiknya dan berlalu masuk ke dalam rumah.

Tak ada yang tahu, enam bulan setelah itu mulai terjadi kehebohan di kota kecil itu.

Bab 1. Korban Pertama

"Maasss ... mau lagi!" desah Siska manja sambil mengecup pipi Arga, kekasih gelapnya. Kepalanya berbantal lengan kokoh Arga, sementara tangan kanannya terus bergerilya dengan gerakan lembut di dada dan perut lelaki yang bukan suaminya itu.

Arga mendesis nikmat setiap kali merasakan sentuhan tangan wanita cantik dan seksi yang kini tergeletak tanpa busana di sampingnya.

"Sebentar lagi, Sayang! Aku lagi ngumpulin tenaga dulu, ya," ucapnya sambil membelai rambut Siska,"teruskan sentuhanmu biar lebih cepat!" bisiknya lagi, mengecup kening wanita yang mulai menggeliatkan tubuhnya dengan gerakan erotis.

Drrrttt ... Drrtttt!!

Terdengar suara getaran handphone milik Arga yang dia letakkan di atas meja rias milik Siska, perempuan yang telah setahun belakangan menjadi selingkuhannya.

Arga dan Siska tidak memperdulikan suara itu, mereka kembali asik dengan sentuhan panas mereka.

Tak tahan, Siska akhirnya naik ke atas tubuh Arga yang mulai bereaksi oleh sentuhannya. Arga tertawa kecil menikmati kelakuan wanita itu. Inilah yang membuat Arga begitu tergila-gila pada Siska hingga rela mengeluarkan banyak uang untuk wanita simpanannya ini. Untung saja, dia menjadi Manajer keuangan di Perusahaan tempatnya bekerja sehingga tak sulit bagi Arga untuk mendapatkan uang.

Derrrtttttt ... Derrrtttttt!!!

Kembali terdengar suara getaran Hp miliknya.

"Aahhhh, pasti Si nenek lampir yang cerewet itu!" gumam Arga kesal, tangannya masih terus membelai punggung Siska yang berada di atasnya hingga akhirnya dia membalikkan posisi. Siska terkikik geli mendengar julukan yang disebutkan Arga untuk Rasti, istrinya.

Mereka kembali meneruskan pagutan dan sentuhan panas hingga tubuhnya berkeringat meskipun di ruangan ber-AC.

Kriiinnggg!!

"Aaahhh, Sial! Apa, sih, maunya nenek lampir ini?!" Dengan kesal Arga menghentikan aksinya yang hampir mencapai klimaks, meloncat dan meraih gawainya dengan kasar.

Bukan untuk menerima panggilan, melainkan me-Nonaktifkan handphonenya.

"Maassss ... sini ... tanggung!" Tangan Siska menggapai dan meraih tangan Arga, menariknya kembali dan membenamkan Arga ke dalam pelukan panasnya.

Kini, tak ada lagi deringan telepon yang mengganggu pergumulan panas mereka di atas ranjang.

Desahan dan erangan mereka mengakhiri aktivitas panas itu hingga keduanya terkulai di atas kasur yang empuk.

"Kamu hebat sekali, Mas ...!" bisik manja Siska di telinga Arga tanpa melepaskan pelukannya.

"Kamu juga hebat, Sayang ... makanya aku selalu terbayang sama kamu walaupun sedang bersama nenek lampir ... hahaha!" Arga geli sendiri dengan kata-katanya.

Siska tertawa lirih.

"Mulutmu manis banget, Mas ... kalau memang begitu, kenapa belum juga kamu ceraikan dia dan menikahiku_" umpat Siska, tentu saja dalam hati. Mana mungkin dia ucapkan langsung, bisa-bisa dia kehilangan ladang rejekinya.

"Aku harus pulang sekarang, nanti Rasti akan curiga kalau aku pulang terlalu larut!" Arga segera melompat dari ranjang dan mengenakan kembali pakaiannya, diikuti pandangan protes dari Siska.

Setelah mengecup kening perempuan simpanannya, Arga bergegas keluar dari rumah Siska. Tepat jam sembilan malam.

Tanpa disadari oleh Siska, seseorang menyelinap masuk melalui pintu yang belum terkunci.

Seseorang dengan Hoodie dan celana ketat hitam, serta menggunakan penutup wajah dan sarung tangan yang juga berwarna hitam. Hanya matanya yang tampak nyalang menatap rumah wanita pelakor itu.

Dengan mengendap-endap, orang itu melewati ruang tamu yang cukup luas. Melewati ruang keluarga yang terlihat nyaman dan asri karena ada taman buatan mini lengkap dengan air terjun yang juga mini. Suara gemericik air membuat pikiran menjadi tenang.

Namun, tamu misterius itu tak peduli dengan sekitar, dia mengendap cepat menuju satu arah-kamar Siska.

Sepertinya, orang itu tau bahwa di dalam rumah itu hanya tinggal ada Siska sendirian.

Krompyangg!!!

"Shit! Kenapa harus ada pot bunga di sini, sih!" umpatnya pelan saat tiba-tiba dia menabrak sebuah vas bunga besar di depan kamar Siska hingga pecah berantakan.

Orang misterius itu segera menyelinap ke samping kanar yang berbatasan dengan ruang keluarga.

"Siapa itu? Mas_?"

Siska yang masih terbaring malas tanpa busana langsung menyambar piyama yang tergantung di belakang pintu dan segera memakainya sembarang.

"Mas? Apa Mas Arga lupa sesuatu?" Siska segera membuka pintu kamar, berpikir bahwa yang menendang vas bunga tadi adalaha Arga.

Namun, dia tersurut ke belakang saat melihat vas bunga di depan kamarnya telah hancur dan tak ada seorang pun di situ.

Siska mulai curiga, dia mundur selangkah, memegang daun pintu kamar dengan mata menyorot tajam. Melirik kan matanya ke setiap sudut ruangan, namun tak menemukan apapun.

Dia berbalik dan hendak menutup pintu kamarnya, bermaksud mengunci diri dan menelepon Arga atau polisi.

Tapi belum sempat pintu itu tertutup, tiba-tiba sebuah tangan menarik kepalanya dan membekap mulutnya dengan sangat kuat hingga hampir tak bisa bernapas.

Aaarrrgghhhh!!!

Siska memegangi leher jenjangnya yang serasa tertusuk jarum.

Dia tak sempat lagi berteriak apalagi melakukan perlawanan. Cairan yang disuntikkan ke tubuhnya dengan cepat menyebar melalui pembuluh darah dan jantungnya.

Tubuh seksi wanita cantik itupun melorot dari pegangan manusia misterius. Siska tumbang seketika dengan mata melotot dan mulut menganga dan suara tercekik di tenggorokan. Sejenak tubuhnya terlihat menegang dan terdiam di detik berikutnya.

"Mampus kau pelakor!" gumam orang itu menatap penuh kebencian pada Siska yang sudah tewas dengan mulut berbusa.

Tanpa membuang waktu, dia segera memasukkan alat suntik yang digunakan ke dalam saku Hoodienya.

Segera dia melangkah pergi tanpa beban sedikit pun setelah menghabisi nyawa orang lain.

Seperti seorang profesional, tak meninggalkan jejak ataupun sidik jari.

***

Ranti memacu kuda besinya dengan santai meskipun saat itu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

Dia sudah terbiasa pulang larut meskipun tidak setiap malam. Kali ini dia pulang larut karena mengantar pesanan customer yang memesan hoodie melalui lapak onlinenya.

"Wah! Jalanan udah sepi gini, sih. Padahal belum terlalu malam juga," pikirnya sambil terus melaju.

Matanya tajam menatap jalan lurus di depannya, sementara pikirannya menerawang.

"Aira pasti udah pules, nih. Ah! Kangen sama manjanya dia," Ranti tersenyum sendiri setiap kali ingat putri semata wayangnya yang baru berusia empat tahun.

Ranti tinggal bersama ibu dan anaknya serta Narendra-adik laki-lakinya yang sudah empat tahun lulus SMA.

Suaminya entah dimana, dia pergi dengan selingkuhannya saat Aira baru berusia dua tahun.

Ibunya juga mengalami nasib yang sama dengannya, ditinggal suami-ayah Ranti-dengan wanita simpanannya.

Karena itu, dia sangat membenci siapapun wanita yang menjadi "Pelakor" ataupun perempuan simpanan.

"Aku akan meghabisi semua pelakor yang menghancurkan kehidupan rumah tangga orang lain!" katanya suatu ketika, saat sedang ngobrol dengan ibu-ibu di kompleks rumahnya.

"Jangan, Mbak! Dosa_!" timpal Bu Yayuk.

"Peduli apa sama dosa, saya benci sekali sama perempuan yang merusak kebahagiaan orang lain! Mereka itu penjahat, Bu ibu! Bukan cuma menyakiti istri sah, tapi juga anak-anaknya jadi terlantar tanpa ayah!" kata Ranti lagi berapi-api. Matanya nyalang menyimpan dendam.

Ciiitttt!!

Ranti menekan rem secara mendadak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pelakor's Hunter

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan