APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu

Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu

Dilatih keras sejak kecil untuk menjadi pelindung sekaligus istri pewaris sindikat mafia Valerio, sang protagonis akhirnya menikah dengan Axel Valerio setelah rivalnya, Estella, tewas. Namun, setelah mengorbankan nyawa demi melindungi Axel dari tembakan, ia mendengar kenyataan pahit bahwa tempat di sisi Axel hanya untuk mendiang Estella. Saat terbangun dari kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu, tepat di hari penobatan Axel sebagai kepala keluarga baru, siap mengubah takdirnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

: Siapa yang Bisa Kupercaya?

POV Sienna.

Bisnis inti yang dimaksud adalah kasino yang sudah kujalankan selama tiga tahun terakhir, bisnis penting Keluarga Valerio. Apalagi, saat ini kasino ini sedang berada di situasi yang sangat krusial, yaitu kolaborasi paling menguntungkan sekaligus beresiko tinggi dalam sejarah kami.

Aliansi rahasia dengan mafia utara. Kami melakukan pencucian uang mereka melalui kasino, menyamarkan itu dengan sangat rapi sampai pihak berwenang tak akan mencium sedikitpun jejaknya. Jika semuanya berjalan lancar, Keluarga Valerio pasti akan mendapatkan keuntungan miliaran ditambah dengan dominasi dunia bawah tanah di Kota Noria yang tak tergoyakan.

Dan aku adalah orang yang membuat kesepakatan ini dari nol, dari setiap rapat, setiap kondisi, setiap celah hukum dan tanda tangan palsu.

Suara Tuan Donni terdengar frustrasi. "Kalau aku nggak memercayainya, lalu siapa yang kupercayai? Kamu?!" bentak Tuan Donni pada Axel. "Apa kamu bisa mengelola kasino sebesar ini sendirian?!"

Tuan Donni tidak menunggu jawaban Axel.

"Sienna telah melakukan lebih banyak hal untuk keluarga ini daripada kamu. Kalau kamu benar-benar menyukai Estella, silahkan, jadikan dia pacarmu atau simpananmu aku nggak peduli. Tapi, untuk posisi Nyonya Valerio? Gelar itu hanya pantas untuk seseorang yang penuh dedikasi serta setia dan Sienna adalah kandidat paling sempurna."

"Aku nggak peduli!" teriak Axel, matanya nyalang. "Aku akan menikahi Estella. Nggak ada yang lain."

Aku menunggu sampai Axel pergi, langkahnya masih bergema di sepanjang koridor, sebelum akhirnya aku mengetuk pintu kantor itu.

"Masuk," jawab Tuan Donni.

Aku melangkah masuk dengan dagu terangkat. "Tuan Donni," sapaku dengan mengangguk sopan.

Matanya sedikit berbinar saat melihatku, meski ada sesuatu yang berbeda di balik senyumnya kali ini, yaitu rasa iba. "Sienna."

"Aku datang untuk menyerahkan surat pengunduran diriku," kataku terus terang.

"Pengunduran diri?" Suaranya tercekat. "Dari kasino?"

"Ya. Aku sudah memikirkannya matang-matang." Aku tersenyum lembut, memberikan alasan paling sopan yang bisa kusampaikan. "Dengan Axel dan Estella yang akan menikah, rasanya nggak pantas lagi aku ada di sini. Aku tahu aku diberi kepercayaan mengelola kasino Keluarga Valerio karena dulu Tuan Donni berharap aku akan menjadi istri Axel. Tapi sekarang … aku bukan siapa-siapa dan aku merasa nggak pantas untuk terus mengawasi bisnis sepenting ini."

Tuan Donni terdiam lama. "Aku mengerti apa yang kamu maksud," gumamnya akhirnya. "Tapi kamu yang memimpin kerja sama dengan pihak Utara. Operasi ini sangat sensitif dan terlalu berisiko, bagaimana kalau penggantimu nggak bisa …"

"Axel lebih dari mampu," potongku dengan lembut. "Dan menurutku, ini kesempatan sempurna baginya untuk membuktikan itu padamu. Biarkan dia selesaikan apa yang sudah aku mulai."

Tuan Donni menatapku lama. Dia mengamati postur tubuhku yang penuh keyakinan dan rahangku yang teguh. Akhirnya beliau mengangguk singkat, alisnya berkerut. "Baiklah, kalau itu yang kamu mau."

Aku berbalik hendak pergi, merasakan beban di pundakku menjadi lebih ringan sekaligus lebih berat pada saat yang sama.

Sebelum aku sempat melangkah keluar, pintu kembali terbuka.

Itu Axel bersama Estella dalam pelukannya.

Dia berhenti di ambang pintu, sorot bingung melintas di matanya. "Ngapain kamu di sini?"

Aku menatapnya lurus, suaraku tenang dan santai. "Hanya menyelesaikan urusan yang tertinggal."

"Sienna, aku ingin tanya sesuatu …."

Tuan Donni memotong cepat, suaranya datar, "Nggak perlu. Sienna sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Sekarang, lebih baik kamu fokus mengamankan kerja sama dengan pihak Utara."

Alis Axel terangkat, dia jelas terkejut. Mungkin dia pikir aku akan bertahan, berjuang untuknya, atau setidaknya untuk kasino yang telah aku bangun dengan tanganku sendiri.

Tapi aku sudah melepaskan gelar Nyonya Valerio dan kini, aku melepaskan Keluarga Valerio itu sendiri.

Estella mencondongkan tubuh sedikit ke depan, senyumnya manis dan penuh kepura-puraan yang sudah terlatih. "Aku … kami menghargai kompromimu. Nggak perlu mundur dari semuanya. Meskipun kamu bukan Nyonya Valerio, kita tetap keluarga, 'kan? Kita tumbuh bersama. Axel dan aku bisa menganggapmu seperti adik."

Manis sekali, sangat murah hati.

Aku membalas senyumnya dengan sama palsunya. "Jangan konyol. Margaku nggak akan pernah, menjadi Valerio. Aku nggak lagi layak menjadi bagian dari bisnis keluarga. Tapi .…"

Tatapan Axel menajam. "Tapi apa?"

Aku menatap matanya dengan tenang. "Tapi orang-orang Utara nggak seperti kita. Mereka kasar dan brutal. Kalau kamu berencana bermain licik atau mencoba mengambil sedikit keuntungan diam-diam, jangan. Mereka nggak suka dibohongi."

Rahangnya menegang. "Apa kamu menuduhku akan mencuri seperti tikus yang kumuh?"

"Nggak," jawabku pelan. "Aku memberimu peringatan. Jangan bohongi mereka, jangan coba-coba bermain licik. Itu saja."

Lalu aku menoleh pada Tuan Donni dan mengangguk sopan. "Aku sudah selesai di sini. Terima kasih atas semuanya. Aku pamit."

Aku baru saja berbalik ketika suara Estella kembali menahanku.

"Sienna, minimal datanglah ke pesta pertunangan kami." Suaranya lembut, penuh harapan. "Kamu adalah sahabat terdekatku selama ini. Aku ingin kamu datang."

Aku terdiam sejenak, lalu mengangguk sekali.

Oke. Biarlah pesta itu menjadi akhir untuk segala sesuatu yang dulu pernah kuharapkan.

Pesta pertunangan Axel dan Estella diadakan di Grand Mulia, hotel paling megah di Kota Noria. Saat aku tiba, aula dansa itu sudah penuh sesak. Para politikus, pemimpin mafia dan miliarder kaya raya ada di sana. Hampir seribu orang berkumpul di bawah gemerlap lampu kristal yang berkilau seperti bintang.

Semuanya tampak mewah, memukau.

Jika dibandingkan dengan makan malam kecil dan pribadi yang dulu pernah kulakukan bersama Axel, sebuah acara privat nan tenang berisi sepuluh orang, pesta ini terasa seperti penobatan.

Aku menunduk menatap gaunku. Gaun terbaik yang kumiliki. Meski begitu, aku tetap merasa asing. Seperti melangkah ke dunia yang bukan milikku.

Namun, aku tetap tersenyum, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang terang itu.

Estella langsung melihatku dan melambai. "Sienna!" serunya, menarik perhatian seluruh orang di ruangan. Kepala-kepala menoleh ke arahku. Aku menangkap beberapa ekspresi mereka, ada yang penasaran, iba, bahkan jijik.

"Aku senang sekali kamu datang," kata Estella dengan senyum bersinar. "Aku sudah bicara dengan Axel dan kami berdua sepakat kalau kamu harus memberikan pidato untuk merayakan pertunangan kami."

Aku tertegun.

Pidato? Serius? Apa dia pikir memberiku mikrofon di depan ratusan orang ini adalah langkah yang bijaksana, ketika semua yang hadir tahu sejarah di antara kami bertiga?

"Maaf, Estella," kataku lembut. "Aku nggak berencana memberi pidato malam ini. Hari ini adalah milikmu dan Axel."

Dia memiringkan kepala, menatapku dengan mata besarnya yang polos. "Benarkah? Tapi aku pengen dengar. Axel juga sama."

Ada momen sejenak, sekejap saja, di mana aku ingin berdiri di sini malam ini dan menghancurkan pria itu. Membuatnya merasakan sedikit saja rasa sakit yang pernah dia tanamkan di kehidupanku sebelumnya.

Tapi aku tahu batasku.

Aku mana mungkin bisa melawan Keluarga Valerio?

Mungkin ini bisa menjadi akhir yang kuberikan untuk kami berdua, akhir yang bersih dan baik.

Setelah malam ini, aku akan lenyap dari dunia dan membangun hidupku sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.6
Setelah sepuluh tahun menanggung kebencian Irfan pasca-pernikahan paksa mereka, sang protagonis akhirnya kehilangan pria itu dalam misi penyelamatan yang tragis. Diiringi penyesalan keluarga dan tuduhan sebagai pembawa sial, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, sebuah keajaiban membawanya terbangun kembali di malam sebelum hari pernikahan mereka. Sadar akan penderitaan masa lalu, kali ini ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka dan memilih jalan hidup yang berbeda.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Intelijen Tampan
9.7
Carlo Bandarez, agen rahasia Rusia berparas menawan, selalu menutup hati dari wanita walau banyak yang memujanya. Namun, hatinya goyah setelah bertemu kembali dengan sahabat kecilnya, Claudia Rodriguez. Meski Carlo berusaha meredam gejolak asmara tersebut, cinta di antara mereka justru semakin membara. Kini, ia menghadapi dilema pelik ketika diperintahkan menyelidiki kasus kejahatan ayah Claudia, Samuel Rodriguez. Carlo pun harus memilih antara loyalitas tugas atau perasaan cintanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka
7.9
Pascapengkhianatan perebutan wilayah yang nyaris merenggut nyawanya, bos mafia kejam Damian Verano hanyut di sungai selama tiga hari. Ia diselamatkan oleh Alira, gadis desa sederhana berusia delapan belas tahun. Walau bayang-bayang Sierra masih menghantui Damian, kepolosan Alira justru menumbuhkan benih cinta baru di hatinya. Mampukah sang penguasa dunia bawah tanah bersatu dengan gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang masa lalu kelamnya?
Sampul Novel Less Than Evil
9.6
Di dunia yang kejam ini, seni menjilat dan kepalsuan menjadi senjata utama demi meraih kekuasaan. Hubungan antarmanusia tak lebih dari alat untuk saling memanfaatkan demi ambisi pribadi, tanpa menyisakan ketulusan sedikit pun. Kehidupan bertransformasi menjadi arena pertempuran bagi mereka yang pandai bersandiwara dan berganti topeng. Pada akhirnya, hanya sosok paling licik yang mampu bertahan di tengah persaingan hidup yang penuh tipu daya ini.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.