APKDock Logo
Sampul Novel Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

9.3 / 10.0
Demi kehormatan keluarga dan balas budi, Lintang Amalthea terpaksa menjadi pengantin pengganti dalam pernikahan politik demi bisnis. Namun, kejutan besar terjadi di hari pernikahan ketika ia mendapati sosok mempelai pria juga mendadak digantikan oleh orang lain. Kini, Lintang harus menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh ketidakpastian bersama pria asing tersebut dalam ikatan pernikahan yang sama sekali tidak pernah ia duga sebelumnya.

Unexpected Wedding Bab 1

"Dia?” Safir merentangkan satu tangan, untuk menunjuk gadis yang tengah berbicara dengan kedua orang tuanya di tepi kolam renang. Sementara itu, Safir sendiri saat ini berada di dalam ruang dan juga tengah berbicara dengan seluruh anggota keluarganya.

Papa, mama, serta kakak laki-lakinya.

“Aku nggak mungkin maulah nikah sama cewek itu!” lanjut Safir menolak, sambil menahan amarah yang sedari tadi hendak ia lontarkan dengan kasar. Namun, sebisa mungkin Safir menahannya demi hubungan baik kedua keluarga. “Dia anak selingkuhan pak Anwar, kan?”

“Lintang itu anak istri kedua pak Anwar,” ralat Ario meluruskan prasangka buruk putra bungsunya. “Pak Anwar itu sudah nikah siri sama almarhum mamanya Lintang, jadi—”

“Tapi awalnya tetap aja pak Anwar itu selingkuh,” sambar Retno, istri Ario yang sebenarnya juga tidak setuju bila putra bungsunya menikah dengan Lintang. Namun, mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa. “Itu sudah jadi rahasia umum.”

Satu jam lagi, pernikahan antara Safir Sailendra dan Sabiya Dewantara akan digelar. Namun, gadis yang akan dinikahi Safir tersebut ternyata kabur dan meninggalkan sebuah surat. Biya mengatakan, dirinya tidak ingin terikat dengan pernikahan politik yang dilakukan untuk kepentingan kedua keluarga. Biya ingin menikah atas dasar cinta, dengan pria pujaan hatinya. Untuk itulah, Biya kabur dan saat ini para orang suruhan kedua keluarga tengah mencari gadis itu.

“Yang selingkuh itu orangtuanya, yang salah juga orangtuanya, bukan Lintang,” ujar Ario ingin kembali meluruskan pikiran istri dan putranya itu.

“Memangnya Papa mau punya menantu seperti Lintang?” tembak Safir kemudian berdiri lalu mendekat dengan jendela kaca. Tatapan Safir tertuju tegas nan teliti, menelisik wajah serta tubuh Lintang dari kejauhan. “Bodynya lumayanlah, tapi soal wajah dia kebanting sama Biya, dan aku nggak mau nikahin dia! Titik, dan nggak bisa diganggu gugat.”

“Tapi ijab kabul mau dimulai satu jam lagi, Fir!” Meskipun tidak setuju, tapi Retno tidak bisa berbuat apa-apa. “Kita sudah undang banyak relasi bisnis, pejabat, terutama media. Mau ditaruh di mana muka keluarga Sailendra?”

“Salahkan keluarga Dewantara,” sahut Safir sudah kembali lagi menghampiri keluarganya yang masih duduk di sofa. “Kita bisa bikin konferensi pers—”

“Kredibilitas dua keluarga akan jatuh, Fir.” Raga yang sedari tadi hanya diam membisu, akhirnya membuka suara. Duda beranak satu, sekaligus kakak dari Safir itu, masih memikirkan jalan keluar yang harus diambil agar pernikahan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Yang benar aja kita mau batalin pernikahan yang satu jam lagi mau dimulai? Bahkan nggak sampai satu jam lagi acara akad nikah mau digelar. Pikirkan itu baik-baik.”

“Mas tahu kenapa aku mau-mau aja dijodohkan dengan Biya?” Safir melempar pertanyaan yang akan dijawabnya sendiri. “Biya cantik, Mas! Walaupun nggak pake cinta, aku ikhlas-ikhlas aja nikah sama dia. Nggak akan bikin malu kalau dibawa ke mana-mana. Tapi coba lihat si … Lintang itu! Sudah … ya begitulah! Mas Raga bisa lihat sendirilah. Benar-benar nggak terawat!”

“Safir!” hardik Retno. “Jangan sampe orang-orang dengar omongan kamu!”

“Aku cuma bilang yang sebenarnya, Ma,” balas Safir bersikukuh dengan pendapatnya. “Dan aku, nggak akan mau nikah sama Lintang!”

“Terus mau diapakan tamu undangan yang sebagian sudah datang dari luar kota?” tuntut Ario. “Papa nggak mau tahu, kamu harus nikah dengan Lintang!”

“Sorry, Pi.” Safir melepas dasi kupu-kupunya dengan kasar. Ia menggeleng sambil melepas jas yang rencananya akan digunakan untuk prosesi ijab kabul. “Aku nggak mau.”

“Safir!” hardik Retno. “Ini demi kepentingan keluarga! Kerja sama politik yang akan terus—”

“Mas Raga!” seru Safir sambil menunjuk satu-satunya saudara yang ia miliki. “Gimana kalau Mama nikahkan aja Mas Raga sama Lintang? Apa dia mau?”

“Saafir!” Giliran Raga yang membentak adik yang tidak tahu diuntung itu. “Aku—”

“Nggak mau juga, kan?” putus Safir memberi senyum miringnya pada Raga. “Kalau Mas Raga yang duda anak satu aja nggak mau sama Lintang, apalagi aku?”

“Maaf.”

Satu kata yang terlontar dari bibir pintu penghubung kolam renang, membuat semua keluarga Sailendra menoleh. Sudah ada seorang pria paruh baya, yang sudah terlihat pasrah dengan keadaan.

“Kalau Safir memang menolak menikah dengan Lintang, saya akan hubungi beberapa media sekarang juga, dan dalam satu jam kita akan melakukan konferensi pers.”

Pernyataan yang dimuntahkan oleh Anwar, seketika membuat Ario menggeleng. Sebagai ketua umum salah satu partai ternama, Ario tentu saja tidak ingin kesempatan berbesanan dengan Anwar lepas begitu saja. Terlebih-lebih, Anwar tidak memiliki anak laki-laki yang bisa diunggulkan, untuk mengurus perusahaan yang bergerak di industri media.

“Begini pak Anwar.” Ario menghampiri calon besannya seraya menatap pada Lintang yang masih berbicara dengan ibu tirinya, Indri di luar sana. “Sebenarnya, Safir sudah jatuh cinta sama Biya, karena itulah, dia cuma mau Biya yang jadi istrinya.”

“Baiklah kalau begitu.” Anwar mengangguk paham dengan apa yang terjadi. “Biar saya tel—”

“Bukan, bukan begitu.” Ario menghela lalu menoleh sebentar pada Safir, kemudian Raga. “Kita nggak bisa batalin pernikahan ini begitu saja, Pak. Ada banyak undangan, yang akan mencibir dan membuat reputasi keluarga kita jatuh. Karena itu, kita akan tetap melaksanakan pernikahan ini.”

“Tetap Safir dan Lintang.”

“Bukan.” Ario menggeleng. “Raga dan Lintang.”

Raga yang mendengar hal tersebut, hendak bangkit dan memuntahkan protesnya. Namun, Retno yang duduk di sebelahnya segera mencekal tangan putranya itu.

“Ma?” Raga membelalakkan matanya dengan suara pelan, dan nyaris berbisik. Ia tidak pernah menduga, Ario akan menyetujui usulan konyol dari Safir. “Aku nggak mau nikah sama Lintang, atau sama perempuan mana pun.”

“Seperti katamu, kredibilitas dua keluarga akan jatuh,” balas Retno membalik ucapan sang anak beberapa waktu lalu. Dan kita nggak mungkin batalin ijab kabul—”

“Nama yang tertera di undangan itu Safir, dan Biya,” desis Raga masih berbisik dengan sang mama. Namun, tatapan Raga kali ini beralih pada Safir yang tampak menyematkan senyum sumringahnya. “Apa jadinya, kalau yang ada di pelaminan nanti aku sama Lintang? Nggak make sense, Ma.”

“Kamu tinggal berdiri di pelaminan sama Lintang, dan salamin para tamu satu per satu,” titah Retno sudah tidak lagi bisa dibantah dan diganggu gugat. “Urusan yang lainnya, serahkan sama Mama. Daripada tamu datang, terus melongo karena nggak ada pengantinnya, lebih baik kamu sama Lintang yang berdiri di sana.”

“Raga!” Ario yang telah selesai membahas beberapa hal dengan Anwar, akhirnya kembali menghampiri keluarganya. Sementara Anwar sendiri, juga berbalik pergi untuk menghampiri istri dan putrinya. “Lintang Amalthea binti Anwar Dewantara. Hafalkan itu baik-baik. Untuk mas kawin, tanyakan ke Safir karena Papa nggak ngerti."

Alis Raga berkerut memikirkan nama belakang Lintang. Mengapa gadis itu tidak memakai nama keluarga seperti Biya?

Sabiya Dewantara.

“Lintang Amalthea? Nama belakangnya bukan Dewantara?” tanya Raga ingin memastikan lagi

Ario menggeleng tegas. “Bukan! Keluarga besar Dewantara nggak pernah mau Lintang memakai nama itu karena … seperti yang kamu dengar tadi dari Mama, Lintang itu … anak dari selingkuhan pak Anwar.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Unexpected Wedding

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel 180 Hari Menuju Akad
9.3
Kania Salsabila menghadapi dilema berat di usia 27 tahun akibat perjodohan sepihak dengan seorang ustadz pilihan orang tuanya. Padahal, cintanya hanya milik sang sahabat, Aryaguna Wiratmaja, pelindung setianya. Kania akhirnya bersedia patuh dengan satu syarat: ia meminta waktu 180 hari bersama Arya. Namun, kebersamaan intens tersebut justru membuat Kania kian sulit merelakan sosok Arya demi melangkah ke pernikahan yang terpaksa ia jalani.
Sampul Novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
8.8
Delapan tahun perjuanganku mendapatkan hati Jake Burton runtuh seketika saat melihat kontak sang mantan masih disimpan dengan nama Sayang. Jake dan teman-temannya justru mencemoohku, menganggapku berlebihan. Tanpa sepatah kata pun, aku melangkah pergi membawa hasil pemeriksaan medis yang mematikan di saku jaketku. Di sisa umur yang tidak lama lagi, aku menyerah mengejar cinta yang menyiksa ini. Aku memilih pergi jauh, meninggalkan pria sombong itu selamanya.
Sampul Novel Bidadari Pembawa Luka
8.3
Menjadi istri kedua Zayn, posisi saya hanya untuk memberi keturunan. Di balik pernikahan mapan Zayn dan Alysa, keberadaan saya tak pernah dianggap. Alih-alih dikasihani, saya justru dituduh sebagai perusak kebahagiaan mereka, padahal sayalah yang paling terluka akibat pengabaian ini. Kini, dalam kesendirian tanpa kepastian status, saya harus memilih: terus bertahan dalam pernikahan yang hampa atau mundur demi mengakhiri semua rasa sakit ini.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan usai belasan tahun memicu obsesi kelam dalam diri Caleb. Ketika Eddith tak lagi mengingat masa lalu mereka, sukacita Caleb berubah menjadi kekejaman tanpa ampun. Kini, pria kejam itu mengendalikan seluruh hidup Eddith. Walau Eddith terus meronta dan menolak, gairah Caleb justru kian tersulut. Dibayangi ancaman penderitaan yang jauh lebih besar, Eddith kini terperangkap dalam cengkeraman takdir sosok pria yang ia cap sebagai bajingan.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Kehancuran hati akibat dikhianati sang kekasih tepat sebelum pertunangan membuat aktris berbakat, Keisha Yania Putri, tertidur lelap dalam kesedihan bersama kalung peninggalan ibunya. Begitu terbangun, ia mendapati dirinya terlempar ke dimensi asing yang misterius. Usai sempat disekap di sebuah gubuk, Keisha berhasil diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Petualangan baru ini pun memicu cinta segitiga. Siapa ksatria yang akhirnya berhasil memikat hati Keisha?
Sampul Novel Terjerat Cinta Kakak Ipar
8.0
Kehidupan yatim piatu Ayunindira Santi berbalik total akibat sebuah wasiat terakhir dari mendiang kakak kandungnya. Demi memenuhi amanah tersebut, Santi terpaksa menyetujui pernikahan dengan mantan kakak iparnya sendiri demi mendapatkan perlindungan. Terjebak dalam komitmen pernikahan yang rumit dan tidak biasa ini, ia harus beradaptasi hidup bersama pria yang semula ia anggap sebagai keluarga. Akankah hubungan tanpa landasan cinta ini akhirnya menumbuhkan kebahagiaan sejati?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan