APKDock Logo
Sampul Novel Devil Beside You

Devil Beside You

8.1 / 10.0
Sergio Blanco, pembunuh bayaran berdarah dingin, kehilangan arah saat ditugaskan menghabisi nyawa putri seorang miliarder. Hazel Afford, sang target dengan mata indah, berhasil meluluhkan hatinya. Namun, begitu Hazel menyadari jati diri Sergio yang sebenarnya, rasa cinta itu berubah menjadi muak. Hazel bertekad melarikan diri, tetapi ia malah terjerat dalam lingkaran gairah yang penuh risiko. Akankah Sergio menyelesaikan misinya atau memilih tunduk pada cinta?

Devil Beside You Bab 1

DJ Nightclub, Las Vegas, Nevada.

Seorang pria tampan dengan balutan jaket kulit hitam turun dari mobil sport-nya bersama dengan sang asisten yang selalu siap mendampinginya. Pria tampan itu nampak menunjukkan aura kejam dan bengis. Beberapa orang terlihat takut padanya, di kala dia memasuki klub malam yang terkenal di Las Vegas itu.

“Tuan Sergio, client kita sudah menunggu.” Asisten pribadi Sergio berbisik melaporkan.

Sergio mengangguk singkat merespon ucapan sang asisten. Detik selanjutnya, dia menuju ke tempat bertemu dengan client-nya. Aroma tembakau begitu semerbak di klub malam itu, bercampur dengan aroma alkohol.

Sebuah klub malam di Las Vegas milik Sergio Blanco, bukan hanya klub malam biasa. Klub malam yang selalu dijadikan tempat transaksi prostitusi, bahkan transaksi penjualan narkoba. Tentunya bukan orang sembarangan yang bisa berkunjung di klub malam ini.

“Oh, Sergio. Aku merindukanmu, Sayang.” Seorang wanita cantik berambut merah, memberikan pelukan pada Sergio yang baru saja datang. Bukan hanya pelukan, dia pun memberikan ciuman di bibir pria tampan itu.

Sergio membalas ciuman wanita itu seraya meremas payudaranya. “Hari ini aku sedang sibuk. Jangan ganggu aku.”

Raut wajah wanita itu menunjukkan jelas kekecewaannya mendengar apa yang dikatakan oleh Sergio. Dia tak bisa berkata apa pun, dia langsung melangkah pergi menjauh dari pria itu. Nampaknya wanita itu tak berani, jika sudah mendapatkan penolakan dari Sergio.

“Sergio Blanco.” Seorang pria paruh baya yang merupakan client Sergio, menyapa seraya menyunggingkan senyuman misterius.

Sergio duduk di depan pria paruh baya itu, menyilangkan kaki sambil bertanya, “Apa yang membawamu ingin bertemu denganku?”

Pria paruh baya itu menggerakan gelas sloki di tangannya. Dia tersenyum simpul dan menjawab, “Aku akan membayarmu lima puluh juta dollar jika kau berhasil melakukan apa yang aku minta.”

Sebelah alis Sergio terangkat, sambil terkekeh sebentar. “Lima puluh juta dollar, bukan uang yang kecil. Katakan tikus mana yang ingin kau lenyapkan?”

Pria paruh baya itu menyandarkan punggungnya. “Kali ini, aku memintamu membunuh seorang bidadari cantik, bukan seorang tikus.”

Kening Sergio mengerut dalam. “Katakan, siapa bidadari cantik yang kau maksud?”

Pria paruh baya itu mnegambil amplop cokelat yang terselip di jasnya, dan menyerahkan pada Sergio. “Aku ingin kau membunuh, putri bungsu dari musuhku.”

Sergio mengambil amplop cokelat itu, dan mengeluarkan foto yang ada di amplop cokelat. Tampak raut wajah Sergio berubah melihat foto yang terpampang di sana. Sosok wanita cantik berambut cokelat dan bermata indah.

Pria paruh baya itu menyunggingkan senyumannya. “Jangan terpesona dengannya. Ingat, kau harus jalankan tugasmu. Aku ingin kau membunuhnya dengan cara kejam.”

Sergio meletakan amplop itu ke atas meja, dan menatap pria paruh baya itu. “Target kali ini sangat cantik.”

Pria paruh baya itu tersenyum sinis. “Aku memiliki alasan sendiri, kenapa aku ingin melenyapkannya.”

Sergio mengangguk singkat seraya mengetuk jemarinya ke sofa, dan menyeringai kejam. “Deal. Lima puluh juta dollar, untuk satu kepala wanita cantik. Harga yang sangat pantas.”

***

Bern, Swiss.

“Come on, Dad. Aku ini baru berusia 31 tahun. Kenapa kau sudah mendesakku menikah seakan aku sudah 40 tahun?” Hazel berseru melalui panggilan telepeon dengan sang ayah.

“Hazel, kau lihat tiga kakakmu sudah menikah dan memiliki anak. Daddy dan Mom tidak bisa selamanya hidup di dunia ini. Harus ada yang menjagamu.” Arthur—ayah Hazel—memberikan peringatan tegas dari seberang sana.

“Dad, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau tidak usah khawatir.”

“Hazel, kau jangan berikan teori pada Daddy. Yang Daddy inginkan kau harus menikah dengan pria yang Daddy pilih!”

“Dad, aku tidak mau dijodohkan.”

“Kenapa kau keras kepala sekali, Hazel?!”

Hazel mendesah panjang. “Dad, aku tidak tertarik menikah atau menjalin hubungan dengan pria mana pun untuk sekarang ini.”

“Hazel, memangnya kau berniat menjadi biarawati sampai bicara seperti itu?!”

“I think so.”

“Hazel Afford! Jangan main-main! Segera kau kembali ke New York, atau Daddy akan meminta pengawal menarik paksamu!”

“Dad, please. Jika Daddy ingin aku panjang umur, jangan selalu memaksakan kehendak.”

“Hazel! Kau ini bicara apa! Daddy memintamu kembali ke New York!”

“Aku akan kembali. Sekarang biarkan aku liburan sebentar. Aku janji tidak akan melakukan hal yang aneh. Bye, Dad! I love you so much!”

“Hazel, tunggu—”

Hazel menutup panggilan secara sepihak, mematikan ponselnya, dan melempar ponselnya ke ranjang. Dia menghempaskan tubuhnya ke ranjang seraya memejamkan mata dan mengembuskan napas kasar.

“Menyebalkan sekali. Apa salahnya aku memilih untuk sendiri?” gerutu Hazel kesal.

Malam di kota Bern begitu dingin. Hujan saltu turun satu persatu. Hazel yang sedang tidak mood, memutuskan untuk keluar dari apartemennya. Dia tengah berlibur sendiri ke kota Bern, demi menenangkan pikirannya. Jika dia terus menerus berada di New York, yang ditanyakan adalah kapan dirinya menikah. Pertanyaan yang sangat membosankan.

Balutan coat tebal dan syal melekat di tubuh Hazel. Wanita itu nampak terlihat cantik dengan pakaian musim dingin. Nyatanya dia mampu memadukan warna di tubuhnya. Dia melangkah menelusuri jalanan yang penuh dengan balok es.

Hazel tak mengemudikan mobil. Dia sangat malas mengemudikan mobil. Itu kenapa dia memutuskan melangkah menelusuri jalanan yang penuh dengan balok es yang ada di kota Bern.

Tiba-tiba sekumpulan pria menghampiri Hazel. Kumpulan pria imigran yang bukan merupakan penduduk lokal di sana. Hazel bermaksud menghindar, tapi sekumpulan pria itu mengikuti setiap gerak Hazel.

“Hi, Cantik!” Satu orang pria mencegat Hazel.

Hazel mendengkus sebal menatap para pria yang mengganggunya. “Jangan ganggu aku! Pergilah dari hadapanku!”

“Well, kau terlalu cantik untuk jalan di kota ini hanya sendirian. Kami siap menemanimu.” Salah satu pria yang lainnya, hendak ingin menyentuh pipi Hazel, namun dengan cepat Hazel memberikan tamparan ke pipi pria itu.

Plakkk

Satu tamparan keras Hazel layangkan ke pipi kanan pria yang berani ingin menyentuhnya. Amarah dalam dirinya menjadi. Emosinya terbakar di kala ada yang berani kurang ajar padanya.

Pria itu menyentuh pipinya yang ditampar Hazel. Tampak jelas kemarahan di wajahnya. “Bitch! Berani sekali kau menamparku!”

Hazel menyeringai. “Kau yang duluan menggangguku! Enyah kau dari hadapanku, Jerk!”

Napas pria itu memburu. Dia langsung menyerang Hazel, menarik paksa tangan wanita itu. Dengan gerak cepat, Hazel menghajar pria yang berani menarik paksa tangannya.

BUGH

Satu pukulan Hazel layangkan, tapi sayangnya ada seseorang yang memukulnya dari belakang, hingga membuat Hazel tersungkur. Kumpulan pria berengsek itu bermain curang karena melawan seorang wanita dengan cara beramai-ramai.

“Lebih baik kalian ganti celana kalian menjadi rok! Menyerang satu orang wanita dengan cara keroyokan. Memalukan sekali.” Seorang pria tampan dan gagah baru saja datang, membuat perkelahian itu terhenti.

Hazel mengalihkan pandangannya, menatap terkejut pria tampan yang ada di hadapannya. “K-kau—”

Pria tampan itu menyunggingkan senyuman misterius. “Long time no see, Butterfly. Apa Kau merindukanku, hm?”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Devil Beside You

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Bukan Don Juan
9.1
Ketampanan dan tubuh atletis membuat pria ini dengan mudah memikat hati para wanita. Berawal dari keisengan belaka, ia justru terjerumus ke dalam kecanduan hubungan terlarang. Ada kepuasan tersendiri yang ia rasakan saat menjalin perselingkuhan berisiko dengan istri orang lain secara rahasia. Kisah ini menyoroti perjalanan penuh gairah seorang pria yang nekat menantang bahaya demi mengejar kenikmatan sesaat yang sembunyi-sembunyi.
Sampul Novel Dosen Fisiologi Cantik
7.9
Sebuah pertanyaan intim mengenai proses kehamilan dan hubungan biologis memicu situasi yang sangat canggung di dalam asrama dalam novel Dosen Fisiologi Cantik. Seorang murid laki-laki dengan nekat mendesak gurunya ke atas ranjang demi mendapatkan jawaban. Kejadian memalukan ini semakin tidak terkendali ketika sang murid melucuti pakaian sang guru dan memohon untuk diajarkan secara praktis, menghadapkan sang guru pada situasi yang sangat sulit.
Sampul Novel LITTLE MOMMY
8.5
Kehidupan Delisha hancur seketika saat sang pacar, Ayden, memberi tahu bahwa ia sedang hamil. Di umurnya yang baru 14 tahun, ia harus menerima konsekuensi berat dari hubungan tanpa pengaman mereka. Alih-alih bertanggung jawab, Ayden yang berusia 16 tahun malah memutuskan hubungan karena ingin bebas. Kini, Delisha yang ditinggalkan sendirian didera ketakutan serta kebingungan mendalam mengenai nasib masa depan bayi dalam kandungannya.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel Perfect Husband
8.6
Zuhra Kalinka terpuruk setelah ditinggalkan kekasihnya ke luar negeri dalam keadaan hamil. Di tengah ancaman aib dari lingkungan adat yang ketat, seorang pria berwatak dingin datang menyelamatkannya dengan menawarkan pernikahan. Hubungan tanpa rencana ini perlahan menumbuhkan benih cinta di hati Zuhra kepada sang penolong. Akankah keputusan nekat tersebut menuntunnya pada kebahagiaan yang nyata?
Sampul Novel Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua
8.8
Tiga tahun berlalu sejak kematian Candy Wongso, suaminya datang mencari demi donor sel hematopoietik kekasih masa kecilnya yang kembali menderita leukemia. Namun, ia hanya menemukan rumah yang kosong. Meski tetangga menjelaskan Candy telah wafat setelah dipaksa mendonorkan sumsum tulang saat sakit, sang suami menolak percaya. Mengira ini taktik bohong, ia mengancam menghentikan biaya medis anak haram Candy jika sang istri tak muncul dalam tiga hari, abai bahwa sang anak pun telah lama mati kelaparan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan