APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tumbal Untuk Bisnis Gelap

Tumbal Untuk Bisnis Gelap

Bagi sebagian orang, perdagangan ASI mungkin terdengar seperti transaksi medis biasa. Tokoh utama dalam novel modern Tumbal Untuk Bisnis Gelap pun awalnya memercayai hal yang sama. Namun, asumsi tersebut hancur seketika saat sang atasan membawanya masuk ke sebuah kelab malam yang gemerlap. Di balik dinding tempat hiburan tersebut, ia justru menyaksikan sebuah kenyataan mengerikan yang mengungkap konspirasi gelap dunia mafia dan horor yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Begitu caranya ... ah ... sebentar lagi akan ada susunya ...." Kedua tangannya menopang di leherku dan menekan kepalaku ke dadanya dengan kuat. Aku tidak melawan dan mulutku terus mencari sumber susu tersebut.

Namun pada saat ini, pintu ruangan itu tiba-tiba didobrak hingga terbuka.

"Jordan! Biarkan aku sembunyi di sini!"

Orang yang masuk adalah bosku dengan wajah panik dan ketakutan. Dia berlari ke arahku, mencari tempat untuk bersembunyi di ruangan sempit itu. Sebelum aku sempat bertanya apa yang terjadi, seorang wanita dengan ekspresi serius masuk ke ruangan dan membuntuti George. "George! Dasar pria berengsek, akhirnya aku menangkapmu!"

Kini, di ruangan itu ada empat orang. Aku, George, Mery, dan wanita itu. Kami semua saling berpandangan dengan ekspresi penuh kebingungan. Suasana menjadi sangat canggung.

Wanita itu berjalan mendekati George, lalu menarik rambutnya dengan kasar dan mulai memarahi George sambil menunjuk hidungnya.

Semua minatku langsung hilang setelah mengalami kejadian mendadak ini. Mery juga langsung mengambil tank top yang tergeletak di lantai, lalu mengenakannya dan pergi dari ruangan itu.

Bos menatapku dengan intens, seakan-akan meminta pertolongan padaku. "Jordan, ini kakak iparmu. Panggil saja dia Kak Shely. Dia sepertinya salah paham, tolong bantu aku jelaskan!"

Shely tampak muda, mungkin hanya sekitar 30-an tahun. Sebelumnya, aku hanya pernah mendengar namanya dari bos, tapi belum pernah bertemu dengannya. Tak disangka, ternyata istri bosku semuda ini.

Menghadapi situasi seperti itu, aku terpaksa membela bosku. "Kak Shely, jangan marah dulu. Kak George nggak ngelakuin apa pun, aku yang ingin datang ...."

Awalnya aku mengira Shely yang sedang emosi ini akan berbalik memarahiku. Namun, ternyata sikapnya sangat ramah. "Kamu yang namanya Jordan ya? Aku sering dengar namamu dari George. Lain kali jangan main sama dia lagi, jangan sampai dia membawa pengaruh buruk untukmu!"

Namun, saat wanita itu masih berbicara, bosku tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari genggamannya dan langsung berlari keluar dari ruangan kantor. Wanita itu mencoba mengejarnya. Namun setelah beberapa langkah, dia berhenti dan kembali ke ruangan dengan mata berkaca-kaca.

Dia duduk di sofa dan mulai meluapkan keluh kesahnya padaku. Dia menuduh George mengabaikan keluarga dan malah mencari wanita di luar Saat emosinya memuncak, dia mengambil beberapa botol minuman keras dari lemari kantor dan mengajakku untuk menemaninya minum.

Sejam kemudian, wajah Shely mulai memerah dan mabuk berat hingga terkapar di sofa. Mulutnya terus menggumamkan sesuatu. Melihat hal ini, aku memapahnya keluar dari kantor dan memanggilkan taksi untuk mengantarkannya pulang.

Setibanya di depan pintu rumah Shely, dia mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka pintu. Kemudian, dia berjalan masuk dengan terhuyung-huyung. Aku berbalik dan bersiap untuk pergi. Namun, tiba-tiba dia memelukku dari belakang, memohon agar aku tetap menemaninya untuk sementara waktu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Sampul Novel Gulai Daging Ibu
9.1
Demi menghidupi anak-anak dan suaminya yang lumpuh, Parni mengambil langkah nekat. Wanita empat puluh tahun ini terhimpit beban hidup yang berat hingga terseret ke dalam dosa yang sangat mengerikan. Tindakan ekstrem apa yang sebenarnya ia lakukan sampai membuat seluruh warga desa dicekam ketakutan luar biasa? Simak kisah kelam penuh misteri tentang pengorbanan tragis yang berujung pada teror mencekam bagi seluruh penduduk kampung.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.