APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Quinn tewas secara tragis tepat pada malam suaminya, Nash, pergi berkencan dengan selingkuhannya. Di gerbang kematian, Raja Neraka menganugerahkan waktu tujuh hari bagi Quinn untuk kembali ke dunia manusia guna menyelesaikan urusan terakhirnya. Quinn tidak meminta kekuatan atau kekayaan; ia hanya ingin bercerai dari Nash dan memutuskan semua hubungan masa lalu. Baik dalam hidup maupun mati, ia berharap takdir mereka berdua tidak akan pernah saling bersilangan lagi.
Bab
Bagikan

Bab 8

Janji-janji yang diucapkan saat itu masih terasa bergema di telinga, tetapi cincin yang dulu menjadi simbol cinta itu kini telah melingkar di jari Sachi.

Quinn menatap layar tanpa berkedip, air mata mengalir deras di wajahnya tanpa dia sadari.

"Hei, kamu nggak apa-apa?" Dua gadis yang tadi berdiri di halte memperhatikan Quinn, lalu buru-buru menyodorkan tisu.

Namun, etik berikutnya, ekspresi mereka berubah kaget. "Kamu 'kan istri Presdir Grup Peak, 'kan?"

Quinn menerima tisu itu dan mengucapkan terima kasih. Mendengar pertanyaan gadis itu, dia hanya tersenyum pahit dan menggeleng. "Bukan lagi."

"Nggak ada yang namanya cinta abadi di dunia ini. Mungkin perjalanannya indah, tapi akhirnya ... ya begitulah."

Setelah berkata demikian, Quinn berbalik dan berjalan pergi dalam keadaan limbung. Kedua gadis itu menatap punggungnya, lalu bertatapan.

Sesampainya di rumah, Quinn demam. Dia hanya bisa berbaring lemas di sofa. Matanya terpejam. Dia tenggelam dalam tidur panjang.

Dalam tidurnya, dia bermimpi kembali ke musim gugur saat usianya 17 tahun. Hari itu, daun mapel di sekolah berwarna cerah. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia datang terlambat. Di depan gerbang, dia bertemu dengan Nash yang sedang piket.

Pemuda itu bertubuh kurus dan tampak rapi. Saat melihat Quinn menulis namanya di daftar murid yang terlambat, dia tersenyum. "Quinn, nama yang indah."

Quinn menatap mata jernih pemuda itu, lalu wajahnya sontak memerah.

....

Menjelang dini hari, demamnya semakin tinggi. Kesadarannya terombang-ambing antara mimpi dan kenyataan.

Dalam kondisi itu, Quinn merasa ada seseorang yang menggendong tubuhnya dengan lembut dan menyeka keringat dari tubuhnya dengan saputangan.

"Nash?" Quinn memanggil tanpa sadar.

"Aku di sini." Suara itu terdengar muda seperti suara Nash saat berusia 17 tahun.

Quinn langsung membuka matanya, tetapi yang ada hanya ruang tamu yang gelap dan hening. Dia sendirian.

Dia terpaku cukup lama sebelum akhirnya menutup matanya kembali. Air mata membasahi bantal di bawah kepalanya.

Selama tiga hari setelah itu, Quinn tidak bisa bertemu Nash. Pria itu sama sekali tidak meladeninya. Tidak membalas pesan, tidak mengangkat telepon, bahkan kartu kredit Quinn juga dibekukan.

Melihat waktu yang tersisa hanya tinggal dua hari, Quinn terpaksa mencari bantuan dari asisten Nash. Namun, pria itu yang biasanya ramah, kini berbicara dengan nada dingin dan tidak sabar.

"Bu Quinn, kalau ingin menghubungi Pak Nash, lebih baik temui Bu Sachi saja. Beberapa hari ini mereka selalu bersama."

Setelah itu, telepon langsung ditutup. Quinn menggenggam ponselnya erat. Rasa terhina itu menyesakkan dadanya. Sikap asisten itu tak lain adalah cerminan dari sikap Nash sendiri.

Saat ini, Sachi mengirimkan pesan penuh ejekan.

[ Asisten barusan cerita semuanya padaku. Kasihan banget sih kamu! Ketemu Kak Nash saja susah. ]

Tak berhenti di situ, Sachi mengirimkan serangkaian foto mesra dirinya bersama Nash. Latar dalam foto-foto itu tampak sangat familier bagi Quinn.

[ Jujur saja deh, sekarang kami di Yunan. Besok Kak Nash akan menepati janjinya dan melamarku! ]

[ Mau datang lihat? Oh ya, sekarang kamu nggak punya uang, 'kan? Karena dulu kamu bantu biayai kuliahku, aku transfer uang tiket pesawat ya. Jangan sampai ketinggalan acara bahagia ini! ]

Tak lama setelah pesan itu masuk, Quinn menerima transfer uang sebesar 20 juta dari Sachi. Gadis yang dulu begitu miskin sampai tak bisa beli makan, kini dengan bangganya menggunakan uang Nash untuk menghina Quinn.

Quinn tersenyum pahit sambil menangis. Tanpa ragu, dia langsung memesan tiket ke Yunan.

Perjalanannya jauh dan memakan waktu lebih dari sehari. Saat Quinn akhirnya tiba di kastel tua tempat acara akan digelar, waktu sudah sore hari. Kebetulan, hari ini adalah hari terakhirnya.

Waktu yang tersisa tinggal beberapa jam saja. Setelah itu, dia akan pergi untuk selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Yatim piatu sejak kecil karena orang tuanya gugur demi masyarakat, Limdong hidup terisolasi. Tubuhnya menyimpan kekuatan luar biasa yang kerap meledak tak terkendali, membuat orang-orang takut dan menjauhinya. Demi mendapatkan perhatian, ia sering berbuat usil, namun tindakan itu justru memperburuk keadaannya. Di tengah kesendirian dan penolakan sosial tersebut, ia memendam impian besar untuk menjadi seorang Raja. Sanggupkah pemuda yang dianggap aneh ini mewujudkan ambisinya?
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Setelah kabur dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien mengasingkan diri di Pegunungan Broken. Di tempat persembunyian ini, rahasia Penjaga kuno tersingkap bersamaan dengan perjuangan Asha mengendalikan kekuatan abu serta ingatan kelamnya. Di sisi lain, ancaman nyata mengintai Kael saat fisiknya perlahan mengeras menjadi batu. Di balik ketegangan antarras yang dipenuhi manipulasi dan pengkhianatan, Asha kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjadi senjata pemusnah atau penyelamat dunia.
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Pernikahan kontroversial Jiu Cien dengan bibi gurunya berujung petaka. Hasutan dan rasa iri membuat istrinya yang sedang mengandung tewas dibantai secara keji. Di tengah kehancuran hidup, Jiu Cien bangkit membawa dendam membara terhadap para pelaku. Ia memulai petualangan hebat di dunia persilatan demi membalas rasa sakitnya. Lewat perjuangan berdarah, ia menapaki jalan kependekaran hingga berhasil menduduki takhta tertinggi sebagai Pendekar Dataran Tengah.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris takhta Niskala, harus menghadapi ancaman dari saudara tirinya: Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Setelah mendalami ilmu kanuragan dari Ratu Arum di Perguruan Langit Ageng, ia berhasil mendirikan Kerajaan Wulan Katigo yang sejahtera. Ketika Niskala terancam runtuh akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar demi menolong ayahnya. Namun di medan perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki baru baginya.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.