APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh bulan membina rumah tangga, Nayya belum juga mendapatkan nafkah batin dari Dimas. Sang suami selalu menghindar dengan alasan lelah atau dalih yang tidak logis setiap kali ditagih kewajibannya. Merasa ada hal aneh yang ditutupi, kecurigaan Nayya pun memuncak. Ia akhirnya memutuskan untuk menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Sanggupkah Nayya membongkar kebenaran di balik sikap dingin Dimas dalam pernikahan misterius mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku kaget saat tiba-tiba ia mendorongku, mengapa dia mendorongku? Apa dia tak menginginkan aku bermesraan dengannya. Seketika pikiranku di landa berbagai tanda tanya yang berkecamuk di pikiranku.

"Mas, aku istrimu!" Seruku. Ia.masih yang belum sadar karena mungkin kami baru saja menikah kemarin. Ia menatapku sesaat dan mengusap wajahnya dengan tangannya.

"Astaghfirullah, maaf sayang aku pikir kamu siapa, otakku belum ngeh kalau aku udah punya istri," ungkapnya. Aku tersenyum dan kembali beringsut untuk mendekatinya.

Kembali memeluknya ingin merasakan kehangatan dari tubuh Mas Dimas di pagi yang dingin ini. Biasanya pengantin baru pagi hari adalah hal wajib yang harus dilakukan sepasang suami istri. Apa lagi dari semalam Mas Dimas telah menundanya dengan alasan capek. Biasanya wanita uang seperti itu, namun ini malah terbalik.

"Udah nggak capek lagi kan Mas?" Tanyaku lembut. Ia melihat ke arahku dan menggeleng.

"Udah enggak lagi sayang, semalam aku tidurnya nyenyak banget," jawabnya.

"Iya, pas aku peluk aja kamu nggak tahu," ungkapku. Ia tertawa kecil. Aku menatap wajah suamiku yang terlihat sangat tampan saat bangun tidur begini, haruskah aku memintanya lebih dulu dan berkata jujur jika aku menginginkan memadu kasih dengannya? Tapi aku begitu malu untuk mengakuinya.

Aku membasahi bibirku memeberikan isyarat agar dia mencium ku, beberapa saat kami saling bertatapan mesra. Ia masih belum menyentuhku, sehingga aku yang berinisiatif untuk menciumnya lebih dulu. Ternyata tak ku duga Mas Dimas membalas ciumanku, sehingga kami berdua larut dalam ciuman panas di pagi buta itu.

Di atas ranjang big size dengan cahaya lampu yang temaram. Sungguh aku menikmatinya dan aku merasakan kebahagiaan ini.

Tapi yang agak aneh, Mas Dimas sama sekali tak menyentuh tubuhku, seperti yang aku lihat di flm-flm tangan si cowok pasti akan bergerilya kemana-mana, namun tidak dengan Mas Dimas. Apa mungkin dia adalah tipe cowok yang tak tak terlalu ingin menunjukkan hasratnya. Mungkin saja.

Sesaat aku dan Mas Dimas masih bercumbu dan saling memagut, sepertinya aku yang lebih dominan dari pada Mas Dimas, aku yang terlihat lebih agresif daripada dia.

Aku pikir Mas Dimas akan suka biasanya Laki-laki akan sangat bergairah jika di perempuan lebih dominan dari pada laki-laki.

Namun saat aku sudah tak kuasa menahan hasratku dan hendak masuk ke adegan selanjutnya. Mas Dimas langsung bangun dan mendorong tubuhku. Ia bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi tanpa bicara apa pun.

"Mas Dimas...? mas .." panggilku dengan nada sedih.

Mengapa Mas Dimas seperti itu? Apa ada yang salah denganku? Apa dia tak suka karena aku terlalu agresif? Aku hanya bisa bertanya-tanya dalam hati mengapa Mas Dimas seperti ini?

Aku duduk termenung di tepi ranjang sambil menunggu Mas Dimas yang sepertinya sedang mandi. Aku kaget saat tiba-tiba ponselnya yang ada di ranjang berdering. Ragu-ragu aku meraih ponsel itu, ada panggilan dari Rendi Office.

"Mungkin teman kantornya," gumamku. Saat aku hendak mengangkat telepon dari Rendi Office tersebut. Tiba-tiba Mas Dimas muncul dan merebut ponsel itu dari tanganku.

"Jangan lancang kamu, Nay!" Ungkapnya dengan nada marah. Aku kaget karena aku tak menyangka reaksi Mas Dimas terlalu berlebihan.

"Maaf Mas, aku pikir ini penting makanya aku mau angkat dan ngasih ke mas," ucapku. Ia menatapku dan seketika raut wajahnya yang semula marah menjadi normal kembali.

"Maaf Nay, Mas pikir itu telepon dari Bos, makanya Mas langsung rebut. Takut nanti ada yang penting yang ingin dia sampaikan," ucap Mas Dimas penuh penyesalan.

Aku tersenyum dan memaafkan Mas Dimas. Aku bisa paham hal ini, terkadang ada Bos yang tak mau orang lain yang mengangkat teleponnya. Karena biasanya Bos tersebut tak punya banyak waktu.

"Ya udah nggak apa-apa Mas, tapi mas...tadi kenapa...kamu..."

"Kamu mandi dulu gih, aku laper banget, kita sarapan dulu yuk!" Ucap Mas Dimas memotong ucapanku. Padahal aku ingin membahas soal tadi, mengapa dia tiba-tiba bangun dan meninggalkan aku begitu saja.

Padahal kita belum melakukan apa pun sebagai sepasang suami istri.

Aku hanya bisa menghela nafas dan masuk ke kamar mandi, saat setelah mandi pun Mas Dimas seperti tak ingin membicarakan soal tadi pagi, ia seperti mengalihkan pembicaraan agar aku tak bertanya lagi.

"Kita jalan-jalan ya sebentar lagi sayang, suntuk banget di rumah," ucap Mas Dimas saat kami turun ke lantai dasar.

"Boleh Mas, aku juga maunya jalan-jalan mumpung aku juga masih cuti, ," ungkapku. Sejenak aku melupakan kejadian tadi pagi. Rasa cintaku pada Mas Dimas mengalahkan segalanya, bisa mendapatkan Mas Dimas yang perfeksionis saja membuat aku bangga dan sangat bahagia.

Mama menyapa Mas Dimas sebagai menantu baru di rumah ini. Ia tersenyum penuh arti melihat kami yang bangun kesiangan, tak ada komentar apa dari Mama. Mungkin dia juga maklum pengantin baru.

"Dimas sarapan dulu, ada nasi goreng buatan Bik Ijah, enak banget!" Ungkap Mama. Ia menuangkan susu ke dalam gelas dan menghidangkan untuk kami berdua.

"Iya Ma, terima kasih!" Ucap Mas Dimas menanggapi.

"Kalian mau kemana hari ini? Kalian belum masuk kerja kan?" Tanya Mama.

"Belum Ma, aku masih cuti dua hari lagi, kalau Mas Dimas sepertinya juga begitu, iya kan Mas?"

"Benar Ma, setelah cuti dua hari langsung bekerja seperti biasa lagi," ucap Mas Dimas sambil menyuap sesendok nasi ke dalam mulutnya.

"Oh iya Papa mana, Ma?" Tanyaku sambil menyeruput gelas uang berisi susu.

"Udah pergi ke sekolah dari tadi pagi," jawab Mama. Papa adalah seorang guru di Sebuah sekolah menengah atas. Sejenak Mama dan Mas Dimas terlibat dalam pembicaraan yang hangat, ia begitu cepat bisa akrab dengan Mama. Padahal baru sehari tinggal di rumah ini.

Tanpa sadar aku memperhatikan suamiku dengan penuh cinta, melihat dia makan saja membuat aku terpesona. Sungguh aku jatuh cinta yang amat sangat pada Mas Dimas, aku jatuh cinta.

"Nay, kok ngeliatin Dimas terus sih!" Tegur Mama, aku kaget dan menunduk malu.

"Dimas terlalu ganteng mungkin Ma, makanya diliatin terus sama Naya," ucap Mas Dimas membuat aku tersenyum malu-malu. Mama dan Mas Dimas tertawa. Menikmati kebahagiaan yang sudah lengkap ini, punya suami.

~~~

Kami tiba di rumah saat hari sudah gelap, aku dan Mas Dimas menghabiskan waktu di luar, jalan-jalan dan menikmati tempat wisata di sekitar kota ini. Aku begitu bahagia, apa lagi Mas Dimas memperlakukan aku seperti seorang ratu. Aku adalah wanita yang paling beruntung karena bisa memiliki Mas Dimas.

"Capek benget ya Mas," ucapku saat kami telah berada di kamar.

"Ho'oh tapi seru ya!" Timpal suamiku.

"Iya seru banget." Aku menatap suamiku dan menggenggam tangannya.

"Makasih ya Mas, aku bahagia banget hari ini," ungkapku. Ia mengangguk dan mengecup keningku.

"Aduh Mas sakit perut nih sayang, Mas ke kamar mandi dulu ya?" Pamitnya.

Ia pun berlalu ke kamar mandi, mungkin perutnya mules karena tadi kebanyakan makan sambel.

Tiba-tiba saja Ponsel Mas Dimas berdering, aku tak mau mengangkatnya katanya kalau Bos Boby menelpon tak boleh diangkat. Namun dering telepon itu sangat mengganggu sekali sehingga aku punya inisiatif untuk mengangkat telepon itu.

"Rendy Office lagi," bisikku saat menatapku layar ponsel, ragu-ragu aku mengangkat telepon dari Rendy.

"Sayang...kemana aja sih?" Jantungku berdetak saat mendengar Rendy memanggil Mas Dimas dengan sebutan sayang.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku
9.2
Setelah berjuang melewati enam kali program bayi tabung selama lima tahun, Kate akhirnya berhasil hamil. Namun, di saat impian terbesarnya terwujud, ia justru memilih mengambil langkah drastis. Kate menjadwalkan operasi aborsi tepat di hari ulang tahun pernikahannya dengan Stuart, momen yang seharusnya menjadi perayaan cinta mereka. Dengan tiket pesawat di tangan untuk pergi jauh, ia bersiap mengakhiri segalanya dan meninggalkan sang suami, melepaskan kehidupan kecil yang baru saja dimulai di rahimnya.
Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Jangan rebut suamiku!
9.4
Akibat insiden tak terduga, Sena Anindhita terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arga Bhanu. Kehidupan rumah tangganya menjadi sumber penderitaan karena ia terpaksa berbagi suami. Arga menolak menyentuh Sena dan tetap setia mencintai kekasihnya, Gisca. Walau Sena terus berharap cinta suaminya akan tumbuh, kenyataan pahit membuktikan bahwa ikatan Arga dan Gisca tak tergoyahkan, meninggalkan Sena dalam kehampaan.
Sampul Novel Melupakan Pria Berengsek
8.6
Menjelang pernikahan, kecelakaan fatal yang direncanakan oleh teman masa kecil tunanganku hampir merenggut nyawaku. Tragisnya, tunanganku dan kekasih selebritas sahabatku mengabaikan panggilan darurat demi menemani wanita itu yang sedang flu. Setelah berhasil melewati masa kritis di rumah sakit, aku dan sahabatku sepakat untuk membatalkan rencana pernikahan kami. Keputusan sepihak ini seketika membuat kedua pria yang telah mengabaikan kami tersebut menjadi gila karena penyesalan.
Sampul Novel My Baby
9.5
Demi menghindari rasa malu akibat taruhan, Kalla Rei memutuskan untuk meninggalkan Romeo Evans terlebih dahulu. Meski hancur setelah tahu cinta Romeo palsu, Kalla mencoba tegar walau bayang-bayang pria itu sulit dihilangkan dari hidupnya. Sementara itu, Romeo kini menghadapi dilema rumit. Sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali, mengacaukan perasaannya tepat di saat ia mulai menemukan tambatan hati yang baru.