APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh bulan membina rumah tangga, Nayya belum juga mendapatkan nafkah batin dari Dimas. Sang suami selalu menghindar dengan alasan lelah atau dalih yang tidak logis setiap kali ditagih kewajibannya. Merasa ada hal aneh yang ditutupi, kecurigaan Nayya pun memuncak. Ia akhirnya memutuskan untuk menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Sanggupkah Nayya membongkar kebenaran di balik sikap dingin Dimas dalam pernikahan misterius mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku agak kaget saat mendengar Rendi memanggil Mas Dinas dengan sebutan sayang. Mengapa seorang lelaki memanggil laki-laki yang lain dengan sebutan sayang.

"Maaf, saya istrinya Mas Dimas, ada apa ya?" Tanyaku kemudian.

"Eh Maaf, Mbak Naya ya, Dimas mana Mbak?" Tanyanya di seberang sana.

"Mas Dimas sedang di toilet," jawabku singkat.

"Oh ya udah, nanti aja aku telpon lagi," ucapnya dan menutup sambungan telepon tanpa basa-basi sejenak.

Aku meletakkan ponsel Mas Dimas lagi, saat itu juga Mas Dimas kembali dari toilet, hatiku mulai tak tenang saat mengingat rekan kerjanya itu memanggil sebutan sayang pada Mas Dimas. Apa dia sendang bercanda?

"Mas tadi ada telepon dari Rendy office," ucapku. Aku melihat raut wajah Mas Dimas agak panik, namun cepat ia sembunyikan dan bertanya," Dia bilang apa?"

"Dia nanyak kamu, nanti dia telepon lagi," jawabku.

"Oh, dia mau nanyak soal kerjaan mungkin, Nay," ucap Mas Dimas santai. Aku mengangguk-angguk mengerti.

"Tapi Mas,.kenapa dia tadi manggil sayang ya? Apa sebegitu akrabnya Mas sama Rendi itu?" Selidikku. Ia meliriku sekilas dan tersenyum.

"Aku dan Rendy itu akrab Sayang, jadi kadang-kadang dia manggil aku Beb, say, bro..curut, botol kecap. Dia memang sering ngasal gitu orangnya," jawab Dimas, aku memperhatikan perubahan raut wajah Mas Dimas yang semula agak gugup sekarang terlihat santai.

"Oh gitu ya? Aku pikir kok tiba-tiba manggil sayang, aneh aja ada cowok manggil teman cowok nya sayang, gimana otakku ngga traveling kan? Kapan-kapan kenalin aku sama Rendy ya Mas, kayaknya orangnya asik tuh," ucapku panjang lebar. Ia tertawa hambar.

"Oke, kapan-kapan aku kenalin!" Jawab suamiku dengan nada yang terkesan santai. Tak ada yang aneh, aku yakin tak ada apa yang disembunyikan oleh suamiku.

Malam ini aku tak lagi seagresif pagi itu, mungkin tak semua suami suka cewek agresif dan lebih dominan menguasai keadaan. Seperti biasa aku mengenakan baju tidur yang agak sexy, tak lupa menggerai rambutku dan menyemprotkan parfum ke tubuhku.

Mas Dimas seperti cuek saja dan hanya bermain ponsel sambil menyandarkan tubuhnya dan menyangganya dengan bantal. Anehnya, dia seperti tak tertarik meliriku sedikit pun.

Apa aku kurang menarik atau apa aku kurang sexy? Aku duduk perlahan sambil memperhatikannya, kemudian ia sadar sedang aku tatap. Melirikku sekilas dan kembali fokus ke layar ponselnya.

"Lagi apa sih Mas?" Aku melongok melihat ke arah ponselnya, tak ku sangka Mas Dimas menarik tubuhnya menghindari aku, agar aku tak melihat ponselnya.

"Apa sih Nay? Aku sedang ngurusin kerjaan nih," Ungkapnya seperti tidak suka saat aku ingin tahu.

"Kamu kan cuti kok kerja?" Selidikku.

"Iya, tapi kalau Bos yang nanyak masak iya aku nggak balas walaupun aku sedang cuti. Ini mengenai proyek hotel yang Bali itu," ungkapnya.

"Oh!" Aku membulatkan mulutku. Ia teka terlalu suka saat aku kepo ingin melihat ponselnya itu. Padahal kita kan suami istri.

Akhirnya aku merebahkan tubuhku di sampingnya, sambil menunggu Mas Dimas selesai bekerja. Aku berfikir kenapa dia terlalu sibuk dengan ponselnya dan mengacuhkan aku. Tanpa sadar aku pun tertidur, entah karena kelelahan karena seharian jalan-jalan dengan Mas Dimas.

Hingga pagi hari hari Mas Dimas tak membangunkan aku, ia bahkan bangun lebih awal dan katanya akan pergi ke kantor.

Setahu ku Mas Dimas masih cuti satu hari lagi, namun katanya ada hal yang harus ia kerjakan di kantor.

"Dimas ke kantor Nay?" Tanya Mama saat aku turun ke lantai bawah, Mas Dimas bahkan tak sempat sarapan.

"Iya Ma, katanya ada hal penting yang akan di kerjakan," jawabku.

"Oh begitu, kamu tahu nggak Nay, kamu itu wanita paling beruntung bisa mendapatkan Dimas, sudahlah ganteng, pekerja keras, rajin olah raga dan yang paling penting dia Sholeh," ucap Mama.

"Iya Ma. Aku bersyukur bisa mendapatkan Mas Dimas, tapi..."

Sesaat aku ingin mengatakan jika Mas Dimas belum menyentuhku hingga hari ini. Bahkan ia seperti enggan untuk melirikku yang sudah siap melayaninya sebagai seorang istri. Hati istri mana yang tak gelisah?

"Tapi kenapa Nay..." Tanya ibu sambil meletakkan teh di atas meja untukku. Aku menatap Mama dan menggeleng.

"Nggak ada Ma, tapi Mas Dimas itu orangnya sibuk banget ya Ma..sepertinya akan ada sedikit waktu untukku. Apa lagi aku juga bekerja," ucapku akhirnya mengalihkan ke topik lain.

"Iya, tapi kan ini demi masa depan kalian berdua juga. Oh iya kapan kalian ke rumah rumah orang tua Dimas?" Tanya Mama. Mengingat aku dan Mas Dimas belum pernah pulang ke rumah orang tua mas Dimas.

"Minggu depan mungkin Ma, Sabtu Minggu," jawabku. Mama mengangguk dan meninggalkan aku sendiri di sini.

"Ah, anggak ada yang aneh sama Mas Dimas, mungkin saja dia belum siap atau kelelahan, berpikir positif saja," gumamku. Lebih baik aku jalan-jalan ke luar rumah saja.

~~~

Malam berikutnya, aku kembali menunggu Mas Dimas untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami. Namun ia tetap saja tak mau menyentuhku, yang aku herankan dia memperlakukan aku dengan baik dan sangat perhatian padaku, tapi ia enggan melakukan hubungan suami istri denganku.

Sehingga malam berikutnya aku yang berinisiatif untuk mendekati Mas Dimas lagi, meminta hak ku sebagai istri. Dari awal tak ada yang aneh, Mas Dimas mau bermesraan dengan ku. Namun setelah melakukan foreplay, saat sedang ingin melepaskan hasratku, ia langsung meninggalkanku terbaring di kasur.

"Mas...Mas Dimas!" Panggilku. Namun Mas Dimas tak menggubris ku ia berlalu keluar kamar. Aku hanya bisa menghela nafas, merasakan kecewa yang amat sangat.

Aku bangun dan memakai pakaianku. Aku pikir aku harus bicara pada Mas Dimas, yah, aku harus bicara padanya. Kenapa dia bersikap seperti itu padaku.

Aku mencari Mas Dimas ternyata dia berdiri di balkon sambil menghisap rokoknya. Ia seolah tak menyadari kehadiranku.

"Mas?" Panggilku lembut. Ia menoleh dan menekan puntung rokoknya.

"Nay..eh, Ehem" balasnya agak canggung. Aku menghampiri Mas Dimas dan berdiri di depannya.

"Aku..mau ngomong," ungkapku. Ia tak menyahut, namun ia seolah mengindari kontak mata denganku. Membuang pandangannya ke arah lain.

"Kenapa Mas mengindari aku?" Tanyaku sambil menatap ke arahnya. Ia bergeming dan tak sedikitpun ia melihat ke arahku. Apa dia merasa bersalah??

"Kenapa Mas? Apa aku kurang menarik? Apa kamu tak mencintaiku?" Tanyaku dengan perasaan yang bercampur aduk.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku
9.2
Setelah berjuang melewati enam kali program bayi tabung selama lima tahun, Kate akhirnya berhasil hamil. Namun, di saat impian terbesarnya terwujud, ia justru memilih mengambil langkah drastis. Kate menjadwalkan operasi aborsi tepat di hari ulang tahun pernikahannya dengan Stuart, momen yang seharusnya menjadi perayaan cinta mereka. Dengan tiket pesawat di tangan untuk pergi jauh, ia bersiap mengakhiri segalanya dan meninggalkan sang suami, melepaskan kehidupan kecil yang baru saja dimulai di rahimnya.
Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Jangan rebut suamiku!
9.4
Akibat insiden tak terduga, Sena Anindhita terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arga Bhanu. Kehidupan rumah tangganya menjadi sumber penderitaan karena ia terpaksa berbagi suami. Arga menolak menyentuh Sena dan tetap setia mencintai kekasihnya, Gisca. Walau Sena terus berharap cinta suaminya akan tumbuh, kenyataan pahit membuktikan bahwa ikatan Arga dan Gisca tak tergoyahkan, meninggalkan Sena dalam kehampaan.
Sampul Novel Melupakan Pria Berengsek
8.6
Menjelang pernikahan, kecelakaan fatal yang direncanakan oleh teman masa kecil tunanganku hampir merenggut nyawaku. Tragisnya, tunanganku dan kekasih selebritas sahabatku mengabaikan panggilan darurat demi menemani wanita itu yang sedang flu. Setelah berhasil melewati masa kritis di rumah sakit, aku dan sahabatku sepakat untuk membatalkan rencana pernikahan kami. Keputusan sepihak ini seketika membuat kedua pria yang telah mengabaikan kami tersebut menjadi gila karena penyesalan.
Sampul Novel My Baby
9.5
Demi menghindari rasa malu akibat taruhan, Kalla Rei memutuskan untuk meninggalkan Romeo Evans terlebih dahulu. Meski hancur setelah tahu cinta Romeo palsu, Kalla mencoba tegar walau bayang-bayang pria itu sulit dihilangkan dari hidupnya. Sementara itu, Romeo kini menghadapi dilema rumit. Sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali, mengacaukan perasaannya tepat di saat ia mulai menemukan tambatan hati yang baru.