APKDock Logo
Sampul Novel Melupakan Pria Berengsek

Melupakan Pria Berengsek

8.6 / 10.0
Menjelang pernikahan, kecelakaan fatal yang direncanakan oleh teman masa kecil tunanganku hampir merenggut nyawaku. Tragisnya, tunanganku dan kekasih selebritas sahabatku mengabaikan panggilan darurat demi menemani wanita itu yang sedang flu. Setelah berhasil melewati masa kritis di rumah sakit, aku dan sahabatku sepakat untuk membatalkan rencana pernikahan kami. Keputusan sepihak ini seketika membuat kedua pria yang telah mengabaikan kami tersebut menjadi gila karena penyesalan.

Melupakan Pria Berengsek Bab 1

Malam sehari sebelum pernikahan, aku mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan pendarahan hebat hingga nyawaku terancam. Kecelakaan tersebut direncanakan oleh teman wanita masa kecil tunanganku.

Sahabatku mencoba menelepon tunanganku, tetapi tidak diangkatnya.

Dia hanya mengirimkan sebuah pesan.

"Gita sedang flu, jadi aku sedang sibuk."

Sahabatku kemudian menelepon tunangannya, seorang selebritas papan atas yang memiliki banyak koneksi.

Panggilan tersambung, tetapi hanya terdengar pacarnya berkata, "Gita sedang sakit, dia sangat butuh aku menemaninya di saat-saat seperti ini."

Tindakan penyelamatan dilakukan semalaman dan aku berhasil melewati masa kritis.

Di kamar inap, aku dan sahabatku saling memandang dan berkata serempak.

"Aku nggak ingin nikah."

Tidak ada yang menyangka apa yang akan terjadi setelah kami mengambil keputusan itu.

Masing-masing pasangan kami menjadi gila setelah menerima pemberitahuan pembatalan pertunangan.

Tunanganku, Brian Candra, yang tidak muncul selama seminggu penuh, akhirnya meneleponku.

Begitu kuangkat panggilan itu, yang terdengar hanyalah pertanyaan-pertanyaan yang menyalahkanku.

"Adel, kamu ingin membuat drama apa lagi? Tempat dan waktu pernikahan kita sudah ditentukan oleh keluarga kita! Kamu kira bisa dibatalkan sesuka hatimu? Apa sih sebenarnya mau kamu?"

Aku hendak membalasnya, tetapi dia mendahului dengan rentetan kemarahannya.

"Aku sudah bilang berkali-kali, tubuh Gita lemah, sekali flu saja bisa membuat kondisinya kritis. Aku harus berada di sisinya untuk memastikan keselamatannya. Kenapa kamu selalu cemburu nggak jelas dan nggak memikirkan nyawa orang sama sekali!"

Mendengar kata "nyawa orang" membuatku tersenyum pahit.

Dalam perjalanan pulang setelah mengurus persiapan pernikahan semalam, aku ditabrak oleh truk yang melaju kencang.

Pada saat itu, aku berusaha menelepon Brian sebelum kesadaranku hilang sepenuhnya, tetapi hanya terdengar nada sibuk.

Dua kali panggilan teleponku ditolaknya.

Ketika kesadaranku sudah sepenuhnya hilang dan layar ponselku berlumuran dara, sebuah notifikasi pesan masuk.

Brian mengirim pesan WhatsApp dengan kesal.

"Ada apa? Langsung ke intinya!"

Karena tidak mendapatkan balasanku, dia pun mengirim pesan lain.

"Kamu sengaja, ya? Mengganggu aku saat sedang menenangkan Gita? Apa kamu nggak tahu, kalau suasana hati Gita buruk, itu akan mengancam nyawanya!"

Sebelum dan sesudah aku sadarkan diri, Brian tidak berhenti menyalahkanku.

Pada saat ini, ponselku tiba-tiba dirampas oleh sahabatku, Melisa Davini, yang baru masuk ke kamar inap rumah sakit.

"Brian, apa otakmu sudah nggak bekerja? Semalam, Adel mengalami kecelakaan mobil! Sopir itu sengaja menabraknya dua kali! Kalau dia terlambat dilarikan ke rumah sakit, dia pasti sudah nggak ada di dunia ini sekarang! Kamu nggak bisa membedakan mana yang lebih parah antara flu dan kecelakaan mobil?"

Setelah mendengar itu pun, Brian hanya mencibir.

"Kamu berbohong padaku yang merupakan seorang dokter profesional, Melisa, kalian berdua sungguh melebih-lebihkan kecerdasan otak kalian!"

Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup telepon.

Begitu mendengar panggilan terputus, urat nadi di telapak tangan Melisa yang memegang ponselku mencuat.

Saat aku ingin menenangkannya, terdengar suara dering ponsel. Kali ini, ada panggilan masuk di ponselnya.

Yang menelepon adalah David Fabian, merupakan tunangan Melisa dan juga merupakan teman masa kecil Brian.

"Melisa, apa sebenarnya rencana kalian? Apa kalian nggak tahu, gara-gara kalian berbohong karena cemburu nggak jelas, Gita jadi tertekan dan penyakitnya hampir kambuh lagi!"

"Kalau bukan karena ada aku dan Brian di sisinya hari ini, pasti akan terjadi sesuatu pada Gita! Apa kalian nggak bisa memikirkan sedikit keselamatan nyawa orang? Keluargaku, keluarga Fabian, nggak akan membiarkan wanita sepertimu menjadi bagian keluarga! Pernikahan kita, terserah kamu mau lanjut atau tidak!"

Melisa sangat marah setelah mendengar itu. Namun, ketika dia hendak menelepon untuk mengumpat balik, dia mendapati David telah memblokirnya.

"Sialan! Seluruh keluarganya pun berengsek!"

Aku berusaha keras untuk meraih tangan Melisa.

"Jangan marah, Melisa. Nggak penting buang-buang pikiran dan tenaga untuk mereka."

Melihat tubuhku yang dipenuh dengan instrumen medis, mata Melisa mulai berkaca-kaca.

"Adel, masih sakit?"

Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku.

Tidak sakit lagi.

Sejak Brian menutup teleponku, sudah cukup rasa sakit yang kurasakan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Melupakan Pria Berengsek

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Vonis gagal hati akut menyisakan waktu tiga hari bagi protagonis. Namun, David, suaminya, malah memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, adik angkatnya. Dianggap "lebih pantas hidup", ia pun menghentikan pengobatan dan meminum pereda nyeri dosis tinggi yang fatal. Sebelum ajal menjemput, ia menyerahkan perusahaan perhiasan, menyetujui perceraian agar David menikahi Emma, hingga membiarkan putrinya diasuh Emma. Saat keluarganya menganggap semua pengorbanan itu wajar, ia menanti kehancuran mereka setelah kematiannya tiba.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan