APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan, Love You Too

Tuan, Love You Too

Demi menghidupi keluarganya setelah sang ayah tiada, Inayah terpaksa merantau sejak berumur 17 tahun untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi Edric Dawson, seorang pria kaya raya dengan latar belakang keluarga yang retak. Kehidupan Inayah berubah total ketika Edric memaksa melayani hasratnya di bawah ancaman. Meski sikap lembut Edric perlahan membuatnya terbiasa, kecemasan besar melanda saat Inayah menyadari dirinya terlambat datang bulan. Akankah ia hamil anak majikannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Di parkiran mobil, Edric kembali meyakinkan Inayah, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Jadi, Inayah tidak perlu mencemaskan dan memikirkan masalah itu terlalu larut.

"Ayo, Sayang. Kita turun," ucap Edric, sambil mendekat untuk membuka sabuk pengaman Inayah. Wanita belia berambut lurus itu masih mematung. Kepalanya menunduk dalam-dalam, kata-kata yang diucapkan sang majikan, tidak mampu menenangkan gejolak kekhawatiran di dadanya.

"Hei, kenapa masih mematung? Kamu tidak percaya padaku?" tanya Edric. Jarinya yang perkasa membingkai wajah cantik milik Inayah. Tatapan mereka bertemu untuk sesaat.

"Saya takut, Tuan." Suara Inayah menjadi serak, karena tenggorokannya tercekat. Edric menggeleng, lalu memejamkan matanya. Inayah menjadi tidak paham apa maksud dari majikannya.

"Selagi masih ada aku, kamu tidak perlu cemas. Walaupun kamu hamil, kan, ada aku. Aku ayah dari anak itu nantinya." Edric mengusap lembut kepala Inayah, lalu dia segera turun dari mobil.

Kalimat yang baru Inayah dengar, bukannya membuat jiwanya tenang, justru membuatnya semakin gundah. "Tuan Edric memintaku mengandung anaknya?" Inayah membatin. Dirinya semakin gusar, karena dia masih 19 tahun, status pun masih gadis. Apa pandangan orang nantinya? Itulah yang terus memenuhi kepala Inayah.

Edric segera membukakan Inayah pintu mobil, karena Inayah tak kunjung turun. "Ayo, Sayang," ucap Edric menggenggam jari tangan Inayah dengan lembut.

Besar keinginan Edric agar Inayah mengandung anaknya. Sepuluh tahun menikah dengan Anne, Edric tak kunjung mendapatkan anak darinya. Selain hubungan ranjang mereka yang terganggu, Anne pun menolak untuk hamil. Dia lebih memilih tetap meneruskan karirnya.

Bertahun-tahun hati Edric hampa, tanpa istri yang peduli padanya. Setiap malam Edric menghabiskan waktunya meneguk minuman beralkohol. Namun, dia tidak berniat untuk berhubungan dengan wanita-wanita malam. Dia masih mengutamakan kesehatannya. Ya, Edric takut terjangkit penyakit menular seksual.

Pertemuan pertama dengan Inayah, sudah membuatnya hatinya terpincut. Wajah polos Inayah yang cantik tidak bisa mengalihkan pandangan Edric, sehingga membuat Edric khilaf. Dia merenggut kesucian Inayah dengan ancaman yang membuat Inayah takut. Namun, jauh di lubuk hati Edric dia benar-benar menyayangi Inayah.

"Ayo kita masuk!" ucap Edric menggandeng tangan Inayah. Ketika mereka melewati beberapa pengunjung lain, mereka pun menjadi sorotan. Ada tatapan yang tak biasa yang ditujukan pada mereka.

Di dalam pikiran para pengunjung adalah perbedaan yang sangat kontrak, antara Edric dan Inayah. Karena, usia mereka memang terpaut jauh. Namun, Edric berusaha acuh atas tatapan beberapa pengunjung. Hanya Inayah yang semakin ciut dan tertekan. Inayah takut, orang-orang memikirkan terlalu jauh. Walaupun, Inayah memang sadar dia sangat salah dalam hal tersebut.

Ponsel Adric yang berbunyi, membuat pria dewasa nan gagah itu, melepaskan tangan Inayah. "Sebentar, Sayang. Kamu duduk saja di situ dulu," ucap Edric, sangat lembut pada Inayah. Inayah hanya mengangguk dan mengikuti perintah majikannya.

Sepeninggalan Edric, Inayah semakin tak nyaman. Apalagi ketika seorang wanita mengajaknya mengobrol.

"Mau periksa kehamilan juga?" tanya wanita, yang duduk tepat di samping Inayah.

"Iya, Bu." Inayah berusaha menyembunyikan rasa gugup dan takutnya.

"Yang tadi itu suami kamu?" tanya wanita itu lebih berani.

"Emm, anu …, Bu." Inayah menjadi bingung harus menjawab apa. Dia tahu Edric bukanlah majikannya, dia pun menjadi bingung. Hanya bisa terdiam meremas jarinya kuat-kuat.

"Kakak kamu? atau apa?" Pertanyaan wanita itu semakin membuat Inayah takut. Peluh dingin mulai membayang di permukaan kulitnya. Wanita itu pun menggeleng, karena Inayah tak bisa menjawab.

"Jangan … jangan …."

"Sayang, kamu sudah mendaftar?" tanya Edric, tiba-tiba muncul.

Wanita tadi pun hanya menjadi gugup, memilih untuk menjauh dari Inayah dan Edric.

"Belum," ucap Inayah.

"Sebentar, biar aku daftarkan dulu." Edric melangkah menuju meja pendaftaran.

Setelah mendaftar, Edric kembali duduk di samping Inayah. Tangannya yang kekar, meraih jari Inayah yang sudah berkeringat. "Jangan gugup, Sayang. Ada aku di sini," bisik Edric di telinga Inayah.

Inayah mengangguk. Dia coba untuk menarik napas perlahan, agar ketakutannya segera sirna. Setidaknya, Inayah mulai merasakan kenyaman, karena Edric ada di sampingnya. Agar, tidak ada lagi siapa pun yang mengajaknya bicara, apa lagi bertanya hal-hal yang membuatnya tertekan.

Para pengunjung pun mulai sepi. Namun, Edric masih bertahan di samping Inayah. Bahkan, genggamannya tak kunjung lepas. Membuat orang yang melihat pemandangan itu merasa iri.

Siapa yang tidak ingin menjadi istri Edric? Laki-laki bertubuh tegap, berwajah tampan, dengan manik mata yang indah. Bahkan, tangan perkasanya yang berbulu membuat wanita berimajinasi.

Sungguh beruntung Inayah bisa disayangi oleh Edric. Hanya saja caranya yang salah, sangat bertentangan dengan aturan agama, yang Inayah anut. Edric sendiri adalah keturunan yang beragama nonis. Tentu terlalu banyak hambatan dan rintangan di antara mereka berdua.

"Bu Inayah, silakan masuk!"

Edric langsung berdiri dan menarik tangan Inayah perlahan. "Aku temani ke dalam," ucap Edric, seraya sedikit membungkuk. Postur tubuh Edric yang tinggi, membuat Inayah hanya setinggi sebatas dadanya saja. "Tidak usah, Tuan."

"Loh, kenapa?"

"Bu Inayah, segera masuk ya," ucap salah seorang petugas sekali lagi.

Lagi, Inayah memilih mengalah. Membiarkan Edric tetap masuk. Di depan seorang dokter kandungan, rasa gugup Inayah kembali menyerang. Debaran jantungnya mulai berpacu lebih kuat. Apalagi ketika melihat sang Dokter menatap lama status, yang ada di depannya.

"Maaf, Ibu Inayah saya mau menanyakan beberapa hal." Dokter laki-laki itu menyingkirkan status pasien yang ada di depannya, yang tak lain adalah milik Inayah.

"Ya, Dok."

"Di data yang saya lihat, Ibu usianya masih sangat muda. Betul begitu?" tanya Dokter.

"I … iya, Dok."

"Umur berapa Ibu menikah? Maaf, sebelumnya. Semua itu untuk kelancaran untuk kedepannya."

Inayah terdiam. Telapak tangannya kembali berkeringat. Pompaan jantungnya pun menjadi semakin cepat. Menyadari akan kegugupan Inayah, Edric langsung angkat bicara.

"Kami menikah baru satu tahun, Dok. Ya, di usia istri saya baru 18 tahun."

"Baiklah, Pak. Bapak bisa menunggu di luar. Saya mau melakukan pemeriksaan dan beberapa pertanyaan lagi."

Edric mengangguk, sebelum keluar dari ruangan. Dia menatap kembali wajah Inayah yang terlihat tegang. Edric memejamkan matanya, memberikan isyarat, bahwa semua akan baik-baik saja.

Setelah Edric keluar, sang dokter pun memberikan beberapa pertanyaan, yang bertujuan untuk mengetahui Inayah beneran hamil atau tidak. Selain itu, dokter juga meminta Inayah untuk menampung air seninya, untuk melihat hasilnya apakah positif atau negatif.

Inayah mengerjakan semua yang diarahkan dokter. Dia berjalan gontai menuju toilet. "Hancur sudah kehidupanku," Inayah membatin, menyandarkan tubuhnya ke dinding toilet, seraya menunggu keinginan untuk buang air kecil. Tatapan Inayah begitu sendu, dia berharap hasilnya negatif. Tidak mampu rasanya apabila hasilnya beneran positif.

***

"Bagaimana hasilnya, Sayang?" tanya Edric, sudah tidak sabar. Ketika disuruh keluar tadi. Edric memilih untuk menunggu di dalam mobil, karena ada telepon penting mengenai pekerjaannya.

Inayah membuang napas dengan kasar. Kemudian, dia menunjukkan bungkusan tespek yang masih utuh tersegel.

"Belum ada hasilnya?" Edric mengambil tespek tersebut.

"Belum, Tuan. Pipis saya tidak bisa keluar. Mungkin tunggu nanti atau esok pagi," ucap Inayah, masih tak bersemangat.

"Tidak apa-apa. Aku yakin, sudah ada benihku dalam kandunganmu, Sayang." Tangan kekar Edric terulur ke arah perut Inayah, yang masih rata. Edric mengusap perut Inayah dengan gerakan pelan dan penuh kasih sayang.

Tiba-tiba hati Inayah menjadi semakin sendu. Mereka pun meninggalkan klinik dengan dua perasaan yang bertentangan. Edric berharap Inayah benar mengandung anaknya, sedangkan Inayah berharap sebaliknya. Walaupun kesuciannya sudah hilang, setidaknya jangan sampai hamil, begitulah pikiran Inayah.

—---------

Bagaimanakah hasilnya? Positif atau negatif?

Nantikan di part 3, ya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Gairah Liar sang keponakan
8.4
Kehidupan seorang pria jungkir balik setelah keponakan titipan kakaknya mulai bertingkah liar. Di balik kepolosan gadis itu, tersimpan obsesi cinta mendalam yang menjebak sang paman dalam satu malam penuh gairah. Kini, ia terjebak di antara hasrat terlarang dan restu kakak yang sulit didapat. Namun, sebuah rahasia besar masa lalu perlahan terkuak, mengungkap status hubungan mereka yang sebenarnya.
Sampul Novel KASIH YANG TAK DIINGINKAN
8.5
Kasih menjalani hidup sebagai anak yang kehadirannya tak pernah diharapkan. Dianggap sebagai kesalahan, ia tumbuh tanpa kehangatan keluarga. Nama indah pemberian ibunya, yang semula diharapkan mampu meluluhkan hati sang suami siri, justru menjadi awal mula kehancuran rumah tangga mereka hingga berujung pada perceraian. Kini, Kasih harus menanggung penderitaan akibat ego orang tuanya, berjuang bertahan hidup tanpa pernah merasakan ketulusan cinta sejak ia dilahirkan.
Sampul Novel My Dangerous Husband
9.4
Kehidupan Senja hancur seketika saat Damar datang memaksa sebuah pernikahan demi menebus kesalahan fatal ayahnya. Terperangkap dalam pernikahan tanpa rasa cinta, ia harus tunduk pada dominasi dan sikap otoriter sang suami. Namun lambat laun, kebaikan tak terduga dari Damar mulai terungkap di balik kekejamannya. Di saat perasaan hangat mulai tumbuh di antara mereka, berbagai ujian berat kembali datang menguji ketahanan rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Panas Dingin Selingkuh
9.4
Setiap kejadian hidup selalu membawa pesan berharga bagi pelakunya. Lewat deretan kisah di buku ini, kita diajak merenungkan rumitnya dinamika hubungan asmara. Fokus utamanya menyajikan pelajaran penting agar kita senantiasa waspada dalam menjaga kesetiaan. Temukan ragam hikmah mendalam yang mampu membantu Anda memperkuat komitmen pernikahan, sekaligus membentengi diri dari pahitnya pengkhianatan dan bahaya perselingkuhan dengan pasangan.
Sampul Novel Rahasia Gelap Kekasihku
8.5
Dibuang sang ayah akibat tuduhan kejam membuat hati Arsen membeku. Namun, takdir mempertemukannya dengan Rose, perempuan misterius yang tiba-tiba lenyap. Dalam pencariannya, Arsen menemukan Claire, gadis polos berwajah sama persis. Demi mengobati rindu, Arsen pun mendekatinya. Sayang, ia justru menemukan berbagai kejanggalan mengerikan. Kekasih barunya itu ternyata menyimpan rahasia kelam. Kini, Arsen terjebak dalam dilema besar antara cinta dan bahaya maut.