APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan, Love You Too

Tuan, Love You Too

Demi menghidupi keluarganya setelah sang ayah tiada, Inayah terpaksa merantau sejak berumur 17 tahun untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi Edric Dawson, seorang pria kaya raya dengan latar belakang keluarga yang retak. Kehidupan Inayah berubah total ketika Edric memaksa melayani hasratnya di bawah ancaman. Meski sikap lembut Edric perlahan membuatnya terbiasa, kecemasan besar melanda saat Inayah menyadari dirinya terlambat datang bulan. Akankah ia hamil anak majikannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tuan, saya tidak mau pergi cek ke klinik atau ke tempat umum lagi," ucap Inayah dengan suara yang lirih. Bubur ayam yang masih utuh dia aduk-aduk pelan. Selera makannya menjadi hilang, karena pikirannya masih kacau. Sedangkan, perhatian sang majikan semakin besar dia dapatkan. Akan tetapi, tak mengubah kegundahan hati Inayah.

Pulang dari klinik, Edric memesankan Inayah bubur ayam. Bukan bubur ayam yang pakai gerobak, tetapi bubur ayam yang ada di restoran terkenal di kota Jakarta. Kasih sayang Edric semakin tercurah pada Inayah.

"Kenapa? Apakah mereka menyakitimu, Sayang? Jika iya, aku bisa menutup klinik tersebut." Edric meraih sendok dari tangan Inayah, lalu menyuapi Inayah. "Buka mulutnya, kamu belum sarapan pagi ini."

Walaupun terpaksa, Inayah tetap membuka mulutnya. Dia tidak mau membuat sang majikan marah.

"Good, Girl. I love you. Setelah ini, kamu banyakin minum, biar bisa cepat-cepat pipis," ucap Edric, sambil menyodorkan suapan kedua.

"Saya malu, Tuan. Data di KTP saya masih lajang. Jadi, saya tidak mau pergi cek kehamilan lagi." Besar harapan Inayah, agar sang majikan mau memenuhi permintaannya kali ini.

"Oke. Aku paham. Sekarang, habiskan dulu sarapanmu. Setelah ini banyaklah minum. Aku sudah tidak sabar kamu gunakan alat ini." Edric meletakkan tespek yang masih terbungkus rapi di atas meja.

"Baik, Tuan." Hanya dua kata itu yang keluar dari bibir Inayah. Hatinya benar-benar nelangsa kali ini. Kesalahan yang dia lakukan selama ini, akan benar-benar menyengsarakannya. Inayah menenggelamkan wajahnya di telapak tangan. Dia mencoba untuk tetap berpikiran positif. Ya, dia berusaha untuk tidak lose control soal pikirannya.

Usai sarapan, Inayah meminta izin berlalu dari ruang tengah. Di mana sang majikan masih betah menemaninya. Biasanya, Edric menghabiskan waktu liburnya untuk olahraga. Jadi, wajar jika dia memiliki bentuk tubuh yang bagus. Namun, kali ini dia lebih memilih tetap bersantai di rumah, sambil menatap ponsel di tangannya.

Anne: "Hari ini aku tak pulang. Ada jadwal syuting film baruku. Mungkin, aku akan pulang ke indo sebulan lagi. Jaga dirimu baik-baik."

Mata elang bermanik biru milik Edric menyipit. Dia segera menekan tombol on off di ponselnya. Baginya, kehadiran Anne tak berarti apa-apa lagi. Wanita bertubuh tinggi semampai dan langsing itu, sudah sangat jauh terlempar dari hati Edric. Dulu, memang Edric sering terluka, karena selalu diabaikan oleh Anne. Semenjak kehadiran Inayah, ada warna baru yang tercipta di hati Edric. Seiring berjalannya waktu, kenyamanan itu mulai tumbuh dan terus berkembang.

Edric memejamkan matanya perlahan. Dia kembali mengingat peristiwa, di mana Inayah menatapnya penuh ketakutan. Edric menghembuskan napasnya dengan kasar. Dia menyesal sudah memulainya dengan cara seperti itu.

Edric menyesal sudah memaksa Inayah memberikan tubuh dan kesuciannya. "

I'm sorry, my dear. I promise to treat you sweetly." Edric berkata lirih, menyesali perbuatannya waktu itu.

***

Rona langit yang mulai berubah, membuat Inayah heran. Dia sudah minum banyak, tetapi rasa ingin buang air kecil itu tak kunjung tiba. Inayah tetap melanjutkan pekerjaannya, membersihkan air kolam ikan yang ada di belakang.

Ketika sedang asyik mengayunkan galah panjang, tiba-tiba Inayah terkejut merasakan pinggangnya dipeluk seseorang. Spontan Inayah menoleh, ternyata yang memeluknya adalah sang majikan. Inayah takut saja, jika yang melakukan itu adalah tukang kebun di rumah besar itu.

"Why? Kenapa kamu kaget, Sayang?" tanya Edric. Tangannya yang kekar masih betah berada di perut Inayah.

"Tuan, maaf. Pekerjaan saya belum selesai." Inayah menjadi tak enak. Dia takut ada yang melihat semua itu.

"Oh, oke. Setelah ini, temui saya di kamar. Sekalian bawakan jus mangga," ucap Edric, dia memilih untuk mengalah. Sebelum pergi, Edric mengecup pelan pipi Inayah. Hal itu membuat perasaan Inayah semakin tak karuan.

"Sampai kapan aku seperti ini?" Inayah membatin. Tanpa terasa, sesak di dadanya tiba-tiba saja muncul. Dia baru ingat, tiga hari lagi bulan suci ramadhan segera tiba. Sedangkan, dirinya masih berenang di lembah doa. Inayah menjadi ragu untuk ikut melaksanakan puasa tahun ini.

Usai membersihkan kolam. Inayah langsung melakukan perintah sang majikan berikutnya. Membuatkan jus, lalu mengantarnya ke lantai dua. Inayah berjalan sangat hati-hati. Setibanya di depan kamar sang majikan, Inayah mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Masuk, Sayang."

Mendengar suara Edric dari dalam, barulah Inayah berani menarik gagang pintu. "Permisi, Tuan."

"Ya, masuklah, Sayang. Aku sudah rindu," ucap Edric. Senyumnya mengembang. Sudah hampir setengah jam dia menunggu kedatangan Inayah.

Melihat penampilan sang majikan yang sudah bertelanjang dada. Membuat perasaan Inayah menjadi tak enak.

"Hari ini aku tak sempat olahraga. Jadi, aku mau olahraga bersamamu saja." Edric langsung menghampiri Inayah yang masih mematung di dekat pintu. Jus yang ada di nampan dia teguk habis. Kemudian menuntun Inayah menuju ranjang, dan tidak lupa dia mengunci pintu.

"Tuan, saya … saya belum mandi. Masih bau keringat," ucap Inayah meremas jari tangannya.

"Tidak ada masalah. Di mataku kamu tetap cantik, Sayang." Edric memulai aksinya, tangannya terulur melepaskan ikatan rambut Inayah. Penampilan Inayah pun semakin menarik di mata Edric, dengan rambut yang terurai membingkai wajah polosnya.

Senja menjelang malam, Inayah kembali melayani hasrat sang majikan. Tak ada lagi air mata yang tercurah. Di bawah selimut hangat, Inayah kembali meratapi nasibnya yang nahas.

"I love you, Honey." Kecupan lembut mendarat di pucuk kepala Inayah. Tangan kekar Edric masih betah memeluk tubuh Inayah, yang masih lengket oleh keringat persetubuhan mereka.

Inayah hanya diam membisu. Pikirannya membara ke kampung halaman sana. Dia tidak bisa membayangkan, apa yang akan dikatakan oleh ibunya, jika masa depannya sudah rusak begitu. Namun, sungguh malang nasib Inayah. Bagi ibunya–Linda, yang penting Inayah mengirimkan uang setiap bulannya, untuk biaya sekolah adik-adiknya yang berjumlah empat orang.

***

Tubuh Inayah seakan melayang dari pijakannya. Lantai keramik yang dia injak, seakan ambruk, bersamaan dengan luruhnya tubuh Inayah ke lantai kamar mandi. Pandangannya menjadi gelap seketika, akhirnya Inayah pingsan di kamar mandi, setelah melihat garis dua di tespek.

Ponsel Inayah berdering. Nama kontak di layar ponselnya tertulis, "Tuan Edric." Panggilan yang tak kunjung dijawab, membawa langkah Edric keluar dari kamarnya. Padahal, dia ingin agar Inayah mengantarkan makan malam ke kamarnya. Namun, Edric tidak tahu Inayah sedang tidak sadarkan diri.

Edric hanya mengenakan celana pendek, dan kaos tipis. Dia melangkah cepat menuruni anak tangga. Tentu saja langsung menuju ke belakang. Matanya liar mencari keberadaan Inayah, sambil tetap menghubungi ponsel Inayah.

Edric menemukan ponsel Inayah di atas lemari. Namun, tidak menemukan sang pemiliknya. Kemudian, Edric langsung menuju ke dapur. Dia melihat pintu kamar mandi terbuka lebar. Edric pun melangkah ke sana.

Alangkah terkejutnya Edric, melihat Inayah terkulai di lantai keramik yang dingin. Segera mungkin Edric mengangkat tubuh Inayah, sehingga tespek yang dipegang Inayah terjatuh ke lantai. Melihat itu, Edric sekalian memungut benda kecil itu. Mata Edric berbinar menatap garis dua yang ada di sana.

"Thank you God. I'm finally going to be a father." Kebahagiaan kian membuncah di hati Edric. Dia segera membopong tubuh Inayah menuju ke kamar. Dia baringkan Inayah secara hati-hati. Sepanjang Inayah belum juga bangun dari pingsannya, Edric tetap setia di sisi ranjang.

Mata Inayah terbuka, bersamaan dengan berderingnya ponsel miliknya. Inayah tak berkomentar atas kehadiran Edric di kamarnya, dia lebih dulu mengangkat panggilan dari sang ibu.

"Ya, hallo, Bu."

"Nay, tiga hari lagi puasa. Kirimkan Ibu uang ya, kemarin Ibu sudah berhutang biaya sekolah adik-adikmu." Suara sang ibu di ujung panggilan membuat hati Inayah terluka. Setiap menelepon, sang ibu tidak pernah menanyakan keadaan Inayah.

"Ya, Bu. Akan Inayah usahakan," ucap Inayah.

Setelah panggilan berakhir, wajah Inayah langsung berubah sendu. Dia belum gajian, simpanannya pun sudah tak ada.

"Ibumu meminta uang lagi, Sayang?"

Suara bariton Edric membuat Inayah sadar, bahwa ada sang majikan di kamarnya. "Ya, Tuan. Bulan ini saya belum gajian, saya jadi bingung."

"Jangan banyak pikiran. Besok kirimkan saja ibumu uang. Anggap saja, demi anak yang kamu kandung. Aku tidak mau pikiranmu terbebani dan mempengaruhi janin yang ada di kandungmu." Edric tersenyum, kembali tangannya hinggap di perut Inayah.

Inayah baru sadar, bahwa kini dia benar-benar sudah hamil. Bayangan garis dua itu kembali menari-nari di ingatannya.

"Ya, Allah. Ini terlalu berat. Haruskah aku melakukan dosa lagi?" Inayah merintih dalam hatinya.

—------------

Akankah Inayah menggugurkan kandungannya? Nantikan cerita selanjutnya. Jangan lupa vote love dan komen ya, kak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Kebahagiaan rumah tangga Adara Paramitha dan Garen Wijaya seketika runtuh akibat kecelakaan tragis yang menimpa Garen. Demi menyelamatkan nyawa suaminya, Adara terpaksa menerima bantuan finansial dari konglomerat Rian Kusuma. Namun, pertolongan tersebut menuntut bayaran mahal yang mengancam kesetiaannya. Di sisi lain, Kirana Senja selaku kekasih Rian mulai mencium adanya ancaman. Kini, mereka semua terjebak dalam dilema pengorbanan dan rahasia yang siap menghancurkan pernikahan Adara.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.7
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman secara rahasia membuat Nadya, putri Keluarga Luandra, mengharapkan lamaran di hari perilisan albumnya. Namun, Daniel justru mengumumkan kerja sama dengan Yuna Fadian, cinta pertamanya yang baru kembali. Saat mencari penjelasan, Nadya mendengar obrolan menyakitkan dari luar ruang istirahat. Daniel mengonfirmasi bahwa selama ini Nadya hanyalah sosok pengganti sementara yang kini harus tersingkir setelah sang tokoh utama kembali.
Sampul Novel Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO
9.4
Kesulitan finansial untuk pengobatan langka sang ibu mendesak Kanaya mengambil langkah ekstrem. Ia sepakat menjadi ibu pengganti bagi keluarga kaya dengan imbalan besar. Meski berhasil menyelamatkan ibunya, Kanaya justru terjerat dalam asmara rahasia bersama Bastian, pria yang menyewa rahimnya. Menghadapi dilema batin atas anak yang dikandungnya, Kanaya harus mengambil keputusan besar yang mengubah takdirnya. Akankah hubungan rumit ini berakhir bahagia atau justru berujung perpisahan?
Sampul Novel My Special CEO
9.7
Cheva, gadis bermata biru bernama asli Cleo Alineava Lynn, memilih berkarier di perusahaan luar dibanding mengelola bisnis sendiri. Keputusan itu membawanya jatuh cinta pada sang atasan, Devan Eduardo Hutresky. Meski awalnya skeptis akan cinta, Devan langsung terpikat sejak pandangan pertama. Namun, hubungan asmara mereka tidaklah mudah. Berbagai rintangan berat terus menguji kekuatan cinta keduanya. Akankah perasaan ini menyatukan mereka, atau justru memicu perpisahan?