APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TRAUMA  YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU

TRAUMA YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU

Maretsya kini dihadapkan pada pergolakan batin yang hebat saat kemarahan serta dendam masa lalunya meluap tanpa kendali. Walau sempat berniat menjauhi dendam, batas kesabarannya runtuh akibat ulah provokatif seseorang. Roger pun berjuang keras menahan aksi nekat Maretsya agar ia tidak melangkah terlalu jauh menjadi pembunuh dan menghancurkan masa depannya di sekolah. Sayangnya, hasrat gelap untuk menghabisi nyawa musuh kini telah menguasai akal sehat Maretsya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Flesback

“Ampun , Tante.” Maretsya sambil menangis saat dia dicambuk dengan rotan.

“Diam! dasar anak gak tau diri kalian udah orang tua gak kasih biaya masih ajah mau sekolahkan kalian semua didepan gw dan mama gw.” Bentak Tantenya

Maretsya adalah anak dari keluarga Janson ia disekolahkan didepan neneknya karena takut anaknya telat masuk sekolah.

“Ma, Maretsya dipukuli, kepala maretsya dibenturkan diseret dan dipukuli.” Tangis Maretsya pecah

Tidak sampai disitu adik nya juga kena sasaran atas penyiksaan itu dia juga disiksa dan dipukuli namun mereka tak berani melapor karena mereka diancam oleh tante nya.

“Dasar anak gatau diri kalo elo mau sekolah disini elo harus cari duit buat hidupin gue sama nyokap gue paham elo!.”bentak tante Maretsya.

“I-ya Tante , Maretsya bakal cari duit tante , tapi jangan siksa Maretsya sama April tante.”Mohon Maretsya sambil bersujud dikaki Tantenya.

“Awas elo gak usah sentuh kaki gue!.”Bentak Tantenya sambil menendang Maretsya.

Maretsya mulai dari sekolah dasar sudah mencari duit untuk keluarga itu untuk makan dan juga sekolah dia dan juga tantenya bahkan maretya sering bangun subuh dikarenakan dia harus mencuci baju mereka semua memasak dan juga membersihkan rumah begitu la hingga 3 tahun lamanya.

Penyiksaan selama 3 tahun itu meninggalkan bekas teramat besar buat maretsya ya dimana fisik yang sudah berbiru karena bekas cambukan pukulan tamparan bahkan tendangan itu membuat emosionalnya sangat buruk namun maretsya tidak pernah mau melampiaskannya dengan 2 adiknya terkecuali emosi nya sudah membara tak kala adiknya pasti kena pukulan namun pukulan ringan

Dan masa lalu itu selalu datang dipikiran maretsya hingga membuatnya depresi dan harus ke psikologi dan itu juga menjadi penyelesan yang teramat besar untuk kedua orang tuanya

Tak kala maretsya sudah berkali kali ingin mengakhiri hidupnya yang begitu suram namun selalu selamat karena orang tuanya selalu menemukannya dan bahkan menguatkan dia tak luput juga maretsya harus chek ke dokter psikologi dan juga keluar masuk rumah sakit karena luka yang dia buat

Maretsya yang terbiasa mengurungkan diri seharian dengan lampu padam dan juga sunyi membuat orang tua nya panik nya hingga suatu Ketika…..

“Maretsya?.”Panggil Ibu nya Maretsya.

Namun tidak ada sautan dari anaknya ditambah ibu itu sudah gedor gedor pintu namun tidak kujung dibuka oleh anaknya

“Nak kamu gak papa kan?.” Tanyak Ibu Maretsya dengan nada khawatir tapi tidak kunjung dijawab oleh anaknya

“Pakkk!.” Panggil Ibunya Maretsya ke Suaminya

“Kenapa sih bu?.” Jawab Papa Maretsya

“Maretsya gak nyaut Ibu khawatir.” jawab Ibu Maretsya dengan khawatir.

“Palingan juga tidur ibu.” jawab Papa Maretsya.

“Gak dobrak pak buruan ibu khawatir perasaan ibu gak enak pak!.” Perintah Ibu Maretsya.

Dan alangkah terkejutnya mereka melihat anak mereka sudah pingsan dengan tangan penuh luka dan juga kepala yang sudah berdarah

Yah maretsya melakukan shalfarm karena kenangan itu menghantui nya.

“Dok gimana keadaan putri saya?.” Tanyak Ibu Maretsya dengan sedih.

“Begini ibu sakit mental anak ibu ini sudah tahap melukai diri jadi saya harap Ibu lebih perhatikan benda – benda sekelilingnya ditambah anak Ibu ada riwayat penyakit asam lambung yang parah dan juga darah rendah jangan sampai stress ya Ibu anaknya.” Tutur penjelasan dokter.

“Baik dok kami akan lebih ketat dalam pengawasan kami kepada Maretsya.” Tutur Ibu Maretsya.

“Oh ya ibu sepertinya obat maretsya tidak dikonsumsi dengan baik ya?.” Tanyak dokter

“Saya tidak tau Dokter setahu saya obat dimakan dengan benar karena saya selalu memantau.” Tutur Ibu Maretsya.

“Tidak Ibu obat Maretsya tidak dimakan.” Jawab Dokter dengan lembut.

Setelah beberapa hari maretsya dirawat dirumah sakit iapun diperbolehkan pulang.

“Maretsya dimakan ya obatnya jangan sampai tidak ok.” Pinta dokter

“Baik dokter terimakasih dokter sudah merawat saya.” Jawab Maretsya.

Maretsya beserta Ibu dan Ayahnya sudah sampai rumah dan Maretsyapun istirahat.

“Nak ayah tau kamu pasti menderita ayah ada lagu kamu mau gak dengar.” Ucap Ayah Maretsya.

“Boleh kok yah.” Jawab Maretsya.

“Kamu cari lah di Youtube judulnya saat kau telah mengerti.” Ucap Ayah Maretsya sambil mengelus surai rambut maretsya dengan lembut.

“Lagu ap aitu ya kenapa bokap gue pengen gue denger.” Ujar Maretsya

Maretsyapun mendengar lagu itu dan ia menangis sambil ikut bernyaanyi

Nak, bila suatu saat kau dengarkan lagu ini

Dan aku sudah tak ada lagi di sampingmu

Kau akan mengerti

Mengapa begitu menyebalkannya ku di matamu

Nak, jika saat nanti kau telah hidup sendiri

Dan dunia ternyata tak seperti harapanmu

Ku ada di sini

Menjadi rumah yang s'lalu menanti kepulanganmu

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu bahagia dengan hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Nak, 'kan tiba waktu kau harus tentukan jalanmu

Yang mungkin tak searah dan indah di mataku

'Pabila terjadi

Berjanjilah kau akan s'lalu menjadi dirimu sendiri

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu berkuasa atas hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Aku adalah jemari dan ibumu penanya

Dan kaulah puisi terindah yang pernah tercipta

Semoga belaian kasihku lembutkan hatimu

Kau harus megah, kau harus indah

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Maretsya terus menangis dikala mendengar lagu itu ia tau ayah nya sangat menayayangi nya, itu lah sebabnya Maretsya begitu tenang

Setelah beberapa bulan berlalu Maretsya sekarang tidak terlalu mengingat masa lalunya ia sudah bisa menerima pelan – pelan semua karena dia tau tidak baik dia menyulitkan kedua orang tua nya terus.

“Ibu Ayah!.” Teriak Maretsya dari kamar

Kedua orang tua Maretsyapun khawatir Maretsya melakukan hal seperti dulu, mereka langsung kekamar maretsya dan melihat anaknya ternyata berada diatas kursi

“Kenapa nak ada apa.” Ucap Ibu Maretsya dengan khawatir karena melihat putrinya begitu pucat

“Ada tikus Ibu, Maretsya takut.” Ucap Matretsya sambil menangis

“Astaga ayah kira ada apa nak, dimana tikusnya.” Jawab Ayahnya sambil menahan senyum.

Ibu Maretsyapun menyuruh Maretsya turun karena jujur Ibunya tersebut takut ia Jatuh

“Diawah Kasur ayah.” Sahut Maretsya sambil menangis dipelukan Ibunya

“Nih udah ayah tangkap ya, Ibu putri kita takut tikus tapi berani bermain dengan pisau.” Ejek Ayahnya

“Ih ayah bodo ah Maretsya ngambek.” Gerutu Maretsya

Melihat tingkah putrinya tersebut membuat Kedua orang tua Maretsya hanya tertawa.

Setelah beberapa hari maretsya dirawat dirumah sakit iapun diperbolehkan pulang.

“Maretsya dimakan ya obatnya jangan sampai tidak ok.” Pinta dokter

“Baik dokter terimakasih dokter sudah merawat saya.” Jawab Maretsya.

Maretsya beserta Ibu dan Ayahnya sudah sampai rumah dan Maretsyapun istirahat.

“Nak ayah tau kamu pasti menderita ayah ada lagu kamu mau gak dengar.” Ucap Ayah Maretsya.

“Boleh kok yah.” Jawab Maretsya.

“Kamu cari lah di Youtube judulnya saat kau telah mengerti.” Ucap Ayah Maretsya sambil mengelus surai rambut maretsya dengan lembut.

“Lagu ap aitu ya kenapa bokap gue pengen gue denger.” Ujar Maretsya

Maretsyapun mendengar lagu itu dan ia menangis sambil ikut bernyaanyi

Nak, bila suatu saat kau dengarkan lagu ini

Dan aku sudah tak ada lagi di sampingmu

Kau akan mengerti

Mengapa begitu menyebalkannya ku di matamu

Nak, jika saat nanti kau telah hidup sendiri

Dan dunia ternyata tak seperti harapanmu

Ku ada di sini

Menjadi rumah yang s'lalu menanti kepulanganmu

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu bahagia dengan hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Nak, 'kan tiba waktu kau harus tentukan jalanmu

Yang mungkin tak searah dan indah di mataku

'Pabila terjadi

Berjanjilah kau akan s'lalu menjadi dirimu sendiri

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu berkuasa atas hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Aku adalah jemari dan ibumu penanya

Dan kaulah puisi terindah yang pernah tercipta

Semoga belaian kasihku lembutkan hatimu

Kau harus megah, kau harus indah

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Maretsya terus menangis dikala mendengar lagu itu ia tau ayah nya sangat menayayangi nya, itu lah sebabnya Maretsya begitu tenang

Setelah beberapa bulan berlalu Maretsya sekarang tidak terlalu mengingat masa lalunya ia sudah bisa menerima pelan – pelan semua karena dia tau tidak baik dia menyulitkan kedua orang tua nya terus.

“Ibu Ayah!.” Teriak Maretsya dari kamar

Kedua orang tua Maretsyapun khawatir Maretsya melakukan hal seperti dulu, mereka langsung kekamar maretsya dan melihat anaknya ternyata berada diatas kursi

“Kenapa nak ada apa.” Ucap Ibu Maretsya dengan khawatir karena melihat putrinya begitu pucat

“Ada tikus Ibu, Maretsya takut.” Ucap Matretsya sambil menangis

“Astaga ayah kira ada apa nak, dimana tikusnya.” Jawab Ayahnya sambil menahan senyum.

Ibu Maretsyapun menyuruh Maretsya turun karena jujur Ibunya tersebut takut ia Jatuh

“Diawah Kasur ayah.” Sahut Maretsya sambil menangis dipelukan Ibunya

“Nih udah ayah tangkap ya, Ibu putri kita takut tikus tapi berani bermain dengan pisau.” Ejek Ayahnya

“Ih ayah bodo ah Maretsya ngambek.” Gerutu Maretsya

Melihat tingkah putrinya tersebut membuat Kedua orang tua Maretsya hanya tertawa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.3
Kematian tragis mengakhiri hidup sang protagonis yang lelah bersaing dengan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuanya yang bahkan menerima donor retinanya dan menikahi kakak kandungnya sendiri. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di kehidupan baru, ia memutuskan untuk berhenti memedulikan orang lain dan tidak lagi mengejar persaingan yang sia-sia. Dengan fokus sepenuhnya pada diri sendiri, ia justru menemukan jalan menuju kebahagiaan sejati yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Makin Tua Makin Binal
8.8
Kisah romansa modern ini dirancang khusus bagi pembaca dewasa yang telah matang. Alurnya mengeksplorasi sisi kehidupan secara mendalam dan berani, selaras dengan pengalaman mereka yang telah melewati masa muda. Lewat narasi jujur serta blak-blakan, buku ini menyajikan dinamika hubungan penuh gairah. Pembaca akan merasakan intensitas emosional kuat yang hanya dapat dipahami sepenuhnya oleh audiens matang.
Sampul Novel Pengantin SMA
8.4
Akibat tertangkap basah berduaan di kamar, Laura dan Kavin terpaksa menikah muda di masa SMA demi menuruti kemauan keluarga. Di balik perbedaan sifat yang kontras, kehidupan pernikahan ternyata sangat rumit bagi emosi labil remaja mereka. Meski sama-sama mendambakan perceraian, keduanya belum cukup berdaya untuk berpisah. Sambil menanti momen itu tiba, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga kewarasan saat harus hidup bersama?
Sampul Novel Pupus
8.6
Hubungan Hafiz dan Aina kandas demi menuruti perjodohan dari orang tua mereka. Tiga puluh tahun berlalu, takdir mempertemukan anak-anak mereka, Arsakha dan Gwen, yang kemudian saling jatuh cinta. Kisah asmara ini terancam runtuh ketika ibu Gwen menyadari bahwa kekasih putrinya adalah anak dari masa lalunya. Penolakan keras pun muncul dari ibu Gwen. Akankah takdir pahit orang tua mereka terulang kembali, ataukah Arsakha dan Gwen mampu memperjuangkan cinta mereka?
Sampul Novel Siapa Takut Pengkhianat Cinta
9.3
Dunia Andini runtuh akibat perselingkuhan Carvian dan Aulia, sepupunya. Di masa sulit ini, ia bangkit berkat dukungan Irvan, sahabat yang tulus menyayanginya. Namun, saat Andini mulai membuka hati untuk Irvan, Carvian menolak melepaskannya dan berniat menduakan mereka. Di sisi lain, Aulia yang dengki bertekad merebut Irvan demi menghancurkan Andini. Akankah cinta Andini dan Irvan mampu bertahan menghadapi gangguan mantan kekasih dan saudara yang manipulatif?