APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TOXIC

TOXIC

Sifat posesifnya yang ekstrem selalu kuanggap sebagai bukti cinta yang tulus. Namun, semua ilusi itu hancur saat aku menyadari bahwa diriku hanya dimanfaatkan demi ambisi pribadinya. Dia pria egois yang hanya mengejar kepuasan sendiri tanpa pernah memikirkan kehancuran perasaanku. Hubungan tanpa ketulusan ini terasa kian mencekik, hingga akhirnya aku tersadar bahwa sikap buruknya tidak boleh lagi ditoleransi. Aku harus melepaskan diri dari jerat toksik ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

#TOXIC

"Maaf nggak bisa, Yang. Aku lagi di lokasi proyek sama klien," tolakku halus pada Rey kekasihku.

"Ini kan jam istirahat, masa nggak boleh sih? Kerja kok ada istirahatnya, kayak kerja rodi aja," sergah Reynald di seberang sana.

"Ini kami lagi makan bareng, sama saja istirahat, kan?" jelasku kemudian.

"Kamu bilang lagi di proyek, kok malah makan-makan? Jangan-jangan kamu nggak lagi sama klien, tapi sama laki-laki lain!" bentak Rey.

"Nggak Yang, aku beneran lagi ada di proyek sama klien. Kebetulan di seberang jalan ada rumah makan, meetingnya lanjut di sana, sekalian makan. Aku juga nggak sendirian kok, ada Diani dan Pak Bos juga," paparku, berharap agar Rey mengerti posisiku saat ini.

Hhh... aku hanya bisa menarik nafas panjang lalu mengembuskannya pelan-pelan. Reynald selalu saja begitu, suka memaksakan kehendak, kalau tidak dituruti, dia menuduhku yang macam-macam.

Hari ini dia ngajak makan siang, tapi aku sedang ada meeting dengan klien. Jelas aku menolak ajakannya, tapi dia marah-marah tidak terima. Padahal setiap hari kami juga makan bareng.

"Sudah ya, Yang. Aku nggak enak sama Pak Bos. Lagi meeting sama klien malah asik telfonan sama kamu," pungkasku, tanpa menunggu jawaban darinya, ku akhiri panggilan.

"Siapa? Rey lagi?" sinis Diani, dia yang baru keluar dari toilet menatapku tak bersahabat.

"Iya Di," jawabku singkat. Aku buru-buru memasukkan ponsel ke dalam tas.

"Sebenarnya pacarmu itu kerjaannya apa sih? Nggak pagi, nggak siang, nggak sore, nelfooon aja kerjanya!" lanjut Diani.

"Namanya juga sayang, wajarlah kalau ingin tahu pacarnya lagi apa," sahutku. Meski sebenarnya aku juga merasa tertampar dengan ucapan temanku itu.

"Sayang sih, sayang. Tapi nggak segitunya keles! Masa apa-apa harus laporan, sampai urusan kerja aja, diatur-atur sama dia," sinis Diani.

Bener juga kata Diani, Rey terlalu posesif, semua kegiatanku dipantaunya. Di mana, sedang apa, dengan siapa, semua harus se-pengetahuan-nya. Kadang aku merasa terkekang juga, tapi itu kuanggap sebagai bentuk perhatiannya padaku, meski sedikit berlebihan.

"Lah, malah bengong? Buruan! Tuh, bos sudah ngeliatin kamu dari tadi," sentak Diani, seraya melangkah meninggalkan aku.

Aku pun mengikuti langkah Diani, menuju meja di mana bos dan klien sudah menunggu.

"Maaf Pak, tadi ada telfon penting," bohongku, Pak Bos hanya merespon dengan anggukan dan senyum tipis. Sementara klien hanya menatapku sekilas.

"Jadi begini, klien kita ini minta furniture diganti. Diani, kamu bawa katalognya kan?" tanya Pak Bos, Diani menyerahkan buku tebal pada Pak Bos.

"Luk, coba perlihatkan gambar furniture yang kamu rekomendasikan, biar Pak Maher bisa memilih furniture yang beliau inginkan," ucap Pak Bos padaku.

Tapi tiba-tiba ponselku kembali berbunyi, buru-buru kutekan tombol merah, begitu melihat nama yang tertera dalam layar, Rey lagi.

Pak Bos melirikku tidak suka, Diani memutar bola mata malas, sementara klien menatapku dengan tatapan dingin. Aku jadi merasa tidak enak.

Rey benar-benar keterlaluan, tidak bisakah dia menunggu nanti? Toh tidak ada hal mendesak, keluhku dalam hati.

"Ini Pak, silahkan," ucapku mengatasi kegugupanku.

Aku mereview furniture yang aku pilihkan untuk Pak Maher, dari bahan, kualitas, harga, hingga usia pemakaian. Pak Maher terlihat puas dengan penjelasanku.

Selama aku memberi penjelasan, ponselku terus saja berdering. Hingga membuat Pak Bos dan Pak Maher menatapku jengah.

Tak ingin mendapat masalah, buru-buru aku menonaktifkan benda pintar itu, agar tak menganggu meeting kali ini.

"Saya mau yang ini." Pak Maher menunjukkan gambar yang dia pilih, "tapi saya mau bahannya dari jati kualitas P, lepas mata, dan lepas alur minyak, bisa?" ucap Pak Maher, dia menatapku seolah meragukan kemampuanku.

"Bisa Pak, saya akan menghubungi pengrajin, agar membuat sesuai pesanan Bapak," jawabku yakin.

"Tolong dipastikan semua furniturenya selesai tepat waktu, dan sama persis seperti yang saya sebutkan tadi. Saya tidak mau dikecewakan," pungkas Pak Maher

"Bapak tidak usah khawatir, saya jamin semua sesuai keinginan anda," tegasku.

"Ok, terima kasih kerja samanya. Pak Tema, saya pamit undur diri, permisi," ucap Pak Maher.

"Oh ya, silahkan. Terima kasih Pak Maher, senang bekerja sama dengan anda," balas Pak Bos. Pria awal empat puluhan itu mengangguk hormat, setelah selesai berjabat tangan.

"Luluk, lain kali matikan telefon ketika sedang meeting." Ucap Pak Bos setelah Pak Maher menjauh. Belian menatapku tajam.

"Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi, paham?" lanjut Pak Bos. Laki-laki itu kemudian berjalan meninggalkan aku dan Diani.

"Kayaknya kamu perlu ngomong sama pacarmu, itu deh! Bilang sama dia, jangan terlalu posesif jadi orang," ketus Diani, dia pun meninggalkan aku sendiri.

Tak ingin tertinggal, aku menyusul Diani.

"Di, Tunggu!" Aku menjajari langkah gadis itu.

"Kamu marah ya, Di?" tanyaku setelah berada disamping Diani.

"Nggak, buat apa marah? Aku nggak ada hak untuk itu," jawab Diani datar.

"Nggak marah tapi kok ketus gitu?"

Diani menghentikan langkah, lalu menatapku tajam. "Aku hanya kasihan sama kamu, kalian baru pacaran, tapi dia sudah ngatur-ngatur gitu. Gimana kalau kalian menikah? Bisa tersiksa hidup kamu. Kalau aku punya pacar kek gitu, sudah kuputusin dari dulu-dulu.

Ucapan Diani ada benernya juga, Reynald memang berlebihan. Aku sendiri kadang merasa tidak nyaman, dengan sikap posesifnya itu. Tapi pernah sedikit pun. terlintas dalam fikiranku untuk berpisah. Gimana lagi? Aku sudah terlanjur sayang.

Next?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Kencan Pura-Pura, Temanku [21+]
8.2
Persahabatan erat Yena, Hao, Scott, dan Luna hancur saat perselingkuhan Scott dan Luna terungkap di pesta ulang tahun Scott. Dikhianati setelah kekasihnya mendua selama setahun, Yena yang terluka menerima tawaran Hao untuk berpura-pura pacaran. Rencana ini awalnya dibuat demi membuat mantan mereka cemburu lewat kesepakatan tanpa cinta. Namun, hubungan palsu itu perlahan memicu perasaan yang sungguhan, membuat keduanya bimbang antara membalas dendam atau menerima cinta baru.
Sampul Novel BOS! JATUH CINTA LAGI
7.8
Nayana Previtha dan Regan Maxwell dipersatukan oleh kepedihan yang sama akibat dikhianati pasangan mereka. Demi membalas dendam kepada para mantan, Regan menawarkan sebuah kesepakatan kerja sama kepada Nayana. Siapa sangka, kolaborasi tersebut justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga di antara keduanya. Hubungan mereka pun kian dalam hingga saling bergantung. Akankah ikatan baru ini membawa kebahagiaan sejati, atau justru menorehkan luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Naya nekat menggantikan posisi adiknya, Naila, yang kabur di hari pernikahan demi menjaga kehormatan keluarga. Ia pun menikah dengan Zayn, pria yang lama dipujanya, meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila. Naya tetap berjuang memikat hati suaminya. Saat Zayn mulai jatuh hati, rahasia di balik kepergian Naila mendadak terungkap. Zayn pun dihadapkan pada pilihan sulit: kembali pada Naila atau mempertahankan Naya.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh membunuh orang tuanya pada usia sembilan tahun dan dipenjara. Sepuluh tahun kemudian, ia kabur dan bertahan di jalanan. Pertemuan dengan teman lama membawanya bergabung dalam komplotan untuk membalas dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna jatuh cinta pada putra dari orang yang menghancurkan keluarganya.
Sampul Novel Istriku Yang Seksi
8.1
Kehidupan Alden hancur usai memergoki pengkhianatan Synthia, sang istri tercinta. Didorong amarah dan niat balas dendam, ia menjebak Saskia, sahabat istrinya yang polos, dalam pernikahan paksa. Alden awalnya hanya ingin meluapkan rasa sakit hatinya, namun ketulusan Saskia perlahan mulai mengikis kebekuan jiwanya. Di sisi lain, Saskia harus tegar menghadapi dinginnya sikap sang suami yang angkuh. Mampukah benih cinta sejati bersemi di atas puing luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.