APKDock Logo
Sampul Novel Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

7.9 / 10.0
Setelah suaminya menyewa seorang pengasuh pria, sang protagonis merasa terus diawasi secara sembunyi-sembunyi. Rasa waspada menyelimutinya, namun kondisi bengkak ASI sebagai ibu menyusui memaksanya untuk meminta bantuan pria tersebut. Awalnya, sang pengasuh bersikap sangat sopan dan profesional, meredakan ketakutan akan tindakan tak senonoh. Namun, situasi perlahan berubah mencurigakan. Sentuhan tangan dan mulutnya mulai melampaui batas, hingga akhirnya ia menyibakkan gaun tidurnya tanpa peringatan.

Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui Bab 1

Suamiku menyewa seorang pengasuh pria untukku, tapi entah kenapa aku selalu merasa dia diam-diam mengintipku.

Aku terus waspada padanya, tapi sebagai ibu menyusui yang sedang bengkak ASI, aku terpaksa memintanya membantu.

Aku gugup, takut dia akan berlaku tak senonoh padaku.

Namun dia terlihat sangat sopan dan profesional.

Sampai perlahan, semuanya mulai terasa tidak beres.

Awalnya dia hanya menggunakan tangan, lalu mulai dengan mulutnya, dan akhirnya, tanpa peringatan, dia menyibakkan gaun tidurku...

Suamiku menyewa seorang pengasuh pria untukku, tapi entah kenapa aku selalu merasa dia diam-diam mengintipku.

Aku terus waspada padanya, tapi sebagai ibu menyusui yang sedang bengkak ASI, aku terpaksa memintanya membantu.

Aku gugup, takut dia akan berlaku tak senonoh padaku.

Namun dia terlihat sangat sopan dan profesional.

Sampai perlahan, semuanya mulai terasa tidak beres.

Awalnya dia hanya menggunakan tangan, lalu mulai dengan mulutnya, dan akhirnya, tanpa peringatan, dia menyibakkan gaun tidurku...

Namaku Linda, usiaku tiga puluh, dan baru saja melahirkan kurang dari tiga bulan yang lalu.

Aku dan suamiku, Yuda Hartawan, menjalankan sebuah perusahaan bersama. Dia sibuk luar biasa, nyaris tak pernah ada di rumah.

Di rumah pun, tak ada orang tua yang bisa membantu. Yang paling menyulitkan, di hari aku selesai masa nifas, aku terpeleset dan jatuh. Tulang di pergelangan tangan kananku retak.

Sejak itu, semua hal seperti makan, minum, buang air, terpaksa kulakukan dengan tangan kiri. Bahkan menggendong bayi pun tampak kikuk dan canggung.

“Sayang, gimana kalau aku memperkerjakan kamu seorang asisten rumah tangga?”

Awalnya aku kurang setuju. Rasanya nggak nyaman kalau ada orang asing di rumah.

Tapi Yuda tampak benar-benar kelelahan, siang hari keliling urus pekerjaan, malam harus masak, cuci baju, sampai gendong bayi.

Lingkaran hitam di bawah matanya bahkan nyaris jatuh ke ujung bibir.

“Ya udah deh.” Aku menghela napas.

“Asal kamu pilih yang bisa dipercaya, jangan asal ambil aja.”

Siapa sangka, keesokan paginya, bel rumah berbunyi.

Begitu kubuka pintu, yang kulihat adalah seorang pemuda mengenakan kaus hitam dan masker.

“Halo, Kak. Saya ART nya, Sendy Setiawan.”

Aku terpaku. Mataku menelusuri sosoknya, tingginya sekitar satu meter delapan puluh lima, raut wajahnya bersih, suaranya rendah dan lembut.

“Laki-laki?”

“Iya.” Dia tersenyum sedikit. “Bang Yuda bilang, kondisi di rumah sekarang agak khusus. Sulit cari asisten perempuan dalam waktu singkat, jadi saya diminta bantu dulu.”

Aku langsung menoleh dan menuntut penjelasan dari Yuda, “Katanya kamu mau cari ‘bibi’, bukan cowok?!”

Yuda menyembulkan kepala dari dapur. “Coba dulu aja, ya? Sendy ini adik sepupu sahabatku. Anak baik, bersih, gesit. Keluarganya juga kurang mampu, jadi dia nggak takut kerja keras. Yang paling penting, gajinya murah, delapan juta, udah termasuk makan dan tempat tinggal.”

Aku mengernyit. “Umurnya aja masih muda. Emang bisa ngerjain kerjaan rumah begini?”

“Kak, aku umur dua puluh satu,” jawab Sendy Setiawan tenang, tatapannya jujur dan lugas.

“Aku udah biasa bantuin jaga anak di rumah. Masak, nyuci, bahkan bantu urusan menyusui, semuanya pernah aku pelajari.”

Mukaku langsung panas. “Maksudmu, bantu menyusui itu gimana?”

“Waktu menyusui gampang banget kena sumbatan ASI. Dulu kakakku juga gitu, nggak enak ke rumah sakit, jadi aku yang bantu.”

Aku langsung terdiam. Sementara Yuda malah ketawa ngakak, puas banget. “Sayang, anak ini bisa dipercaya banget. Gimana kalau kita coba seminggu dulu, nggak cocok baru ganti?”

Aku menggigit bibir. Akhirnya mengangguk juga.

Beberapa hari ke depan, Sendy memang menunjukkan kerja yang luar biasa.

Dia bangun lebih pagi dariku, tidur lebih malam. Begitu bayi menangis, langsung digendong dan ditenangkan.

Cuci baju, steril botol susu, bikin sup, semua dia kerjakan dengan cekatan dan rapi.

Tapi tetap saja, aku merasa dia suka mencuri pandang ke arahku.

Karena itu, aku sengaja mengganti semua baju rumah dengan model kerah tinggi. Tapi dia tetap memanggilku “Kakak Ipar” seperti biasa, sopan dan tegas seperti tentara.

Sampai malam itu datang.

Dadaku mulai terasa nyeri dan bengkak. Pompa ASI tiba-tiba rusak, tangan kananku masih belum bisa dipakai.

Sakitnya membuat tubuhku penuh keringat. Bayi juga rewel dan menangis keras.

Aku panik, hampir menangis sendirian.

Akhirnya, dengan suara parau, aku memanggil, “Sendy, ke sini sebentar...”

Saat dia mendorong pintu masuk, aku refleks menarik kerah baju, mencoba menutupi dada.

"Kenapa, Kak?"

Aku menggigit bibir. "Pompa ASI-nya nyangkut, aku nggak bisa lepasin. Bisa tolong lihat sebentar?"

Dia segera melangkah cepat ke arahku, dan saat menunduk, tatapannya langsung menangkap bagian dadaku yang bengkak parah. Ekspresinya berubah.

"Kak, tahan sebentar ya, biar aku bantu."

Dia mengeluarkan sarung tangan sekali pakai dari saku dan memakainya dengan gerakan cekatan.

"Jangan sentuh langsung ke kulitku, alasin pakai handuk."

"Oke."

Dia mengalasi dengan handuk, lalu mencoba memutar pompa dari sisi samping. Tapi baru sebentar, alat itu langsung macet.

"Kayaknya nggak bisa diputar, mungkin ASI-nya tersumbat parah. Kak, atau gimana kalau aku bantu 'melancarkan' aja?"

Aku terkejut. Suaraku langsung menegang. "Kamu... kamu bisa?"

Dia mengangguk mantap. "Dulu kakakku juga sering begitu, dan aku yang bantu. Aku bisa lewat handuk kok, nggak akan langsung nyentuh."

Aku terdiam. Gigi bawahku menggigit bibir, menahan perasaan tak karuan.

Dia berjongkok, menarik handuk hangat dari kepala tempat tidur, lalu perlahan menunduk mendekat.

Aku melihat ujung jarinya menggantung di udara, hanya tinggal sedikit lagi sebelum menyentuh.

Jantungku berdetak kencang, napasku mulai berat.

Tiba-tiba dia mendongak, suaranya lembut tapi jelas.

"Kak, aku mulai ya. Kalau sakit, tolong bilang."

Aku tidak bergerak, tak sanggup menjawab.

Lalu perlahan, telapak tangannya menyentuh. Lembut, hangat, hati-hati.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Kisah Cinta sang Kurir
8.0
Menjadi kurir pesan antar membawa protagonis pada situasi tidak terduga saat ia mengirimkan pesanan dari toko mainan dewasa. Di lokasi pengantaran, ia mendapati seorang wanita cantik tanpa busana tengah berlutut di ranjang dengan pakaian dalam minim. Keadaan kian mengejutkan ketika sebuah pesan masuk di aplikasi pengirimannya. Sang pemesan menawarkan bonus sebesar 200 juta rupiah jika ia bersedia mengeluarkan mainan elektrik tersebut untuk membuat wanita itu merasa nyaman.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal, Galvin memaksa Indri bercerai dan menanggung fitnah. Di kehidupan sebelumnya, penolakan Indri berujung tragis hingga ia tewas dalam kecelakaan setelah dihujat publik. Kini, Indri terbangun kembali di masa lalu tepat saat disodorkan surat cerai. Alih-alih menangis, ia menerimanya dengan tenang. Namun, kebebasan itu tidak gratis. Indri menuntut seluruh aset serta saham Galvin sebagai ganti atas penderitaannya.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Nusantara terancam oleh kebangkitan Pendekar Iblis yang membawa kehancuran setiap lima ratus tahun. Sebagai anak Chandika Kalandra dan keturunan pahlawan Bhadrika, Kirana Sasmaya mengemban takdir besar. Di samping ditempa menjadi petarung tangguh, ia juga ditakdirkan menjadi penyihir paling agung dalam sejarah. Perjuangan berat menanti Kirana untuk menguasai ilmu pedang dan sihir putih demi menumbangkan dominasi kegelapan sang musuh.
Sampul Novel Takdir Cinta Berondong Tampan
7.9
Pernikahan Via hancur akibat pengkhianatan sang suami. Di tengah badai emosi tersebut, sosok pemuda bernama Kelan datang membawa kehangatan baru. Walau sempat menepisnya, Via mulai goyah oleh perhatian tulus dan sikap dewasa Kelan yang gigih memikat hatinya. Diuji oleh kepura-puraan dan hasrat akan tantangan, sanggupkah Via tetap bertahan ketika Kelan tanpa ragu berusaha merebut dirinya dari sisa-sisa rumah tangga yang sedang runtuh?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan